Selain kulineran di Duri, kami sempat wisata kuliner di Dumai. Tidak lama memang, tetapi sangat berkesan. Dalam perjalanan liburan 10 hari ke Duri, kami hanya satu hari pergi ke Dumai.

Dumai merupakan satu kota di Provinsi Riau. Jaraknya sekitar 188 km dari kota Pekanbaru. Kami berangkat dari kota Duri saat pagi hari. Lalu sore harinya, kami sudah kembali pulang ke Duri. Waktu perjalanan yang kami perlukan ialah sekitar 1 hingga 2 jam menggunakan mobil.

wisata kuliner di dumai - menikmati ikan bakar - catatan bunda

Perjalanan Singkat Wisata Kuliner di Dumai

Perjalanan kami mulai dari kota Duri. Banyak sekali pemandangan yang kami lihat sepanjang perjalanan. Sangat berbeda dari pemandangan yang biasa dilihat di Pulau Jawa. Sebuah pengalaman baru bagi kami semua.

Pohon sawit di perkebunan sawit menjadi teman kami selama perjalanan. Luas sekali kebunnya. Baru kali ini kami melihat kebun sawit sebanyak itu. Dari sinilah cikal bakal minyak goreng yang selama ini kita gunakan.

Di sini juga kami melihat aneka truk berukuran besar. Truk ini mengangkut bermacam-macam muatan. Salah satunya ialah memuat biji sawit yang akan dibawa ke tempat pengolahan.

Siapa saja yang ikut serta dalam perjalanan ke Dumai? Ada keluarga kami yang terdiri dari 4 orang. Lalu ada keluarga kakak beserta mama saya. Kali ini kami berangkat menggunakan dua mobil untuk menuju ke Dumai.

Tadinya kami ingin pergi bermain ke satu tempat. Akan tetapi, saat di perjalanan kami kesulitan untuk menemukannya. Oleh sebab itu, kami alihkan tujuan jalan-jalan keluarga ke Dumai ke tujuan lainnya. Salah satunya ialah mencoba wisata kuliner di Dumai dan berburu oleh-oleh khas Dumai.

Itulah seninya saat berwisata. Salah satu tips wisata keluarga ialah fleksibel. Saat bertemu dengan satu kondisi yang tidak mendukung, segera cari alternatif lainnya supaya keluarga tetap gembira.

wisata kuliner di dumai - RM Moro Seneng Ikan Bakar - catatan bunda

Wisata Kuliner di Dumai – RM Moro Seneng

Kami tiba di Dumai saat siang hari. Jangan tanya soal cuaca di sini. Sangat panas seperti halnya di Duri. Selain menjadi salah satu lokasi penghasil minyak, kota Dumai juga terletak di tepi laut. Oleh sebab itu, panasnya terasa berlapis-lapis.

Setelah beristirahat sejenak dan sholat Dzuhur di salah satu masjid, kami langsung berburu tempat makan enak. Wisata kuliner di Dumai kali ini bergerak menuju satu tempat makan yang sudah menjadi langganan kakak sejak lama. Restoran ini menyajikan olahan kuliner khas tepi laut, yaitu olahan aneka jenis masakan laut atau seafood.

Nama restorannya ialah RM Moro Seneng Ikan Bakar Dumai. Seperti namanya, menu unggulan tempat makan ini ialah ikan bakarnya.

Alamat Rumah Makan Moro Seneng Dumai

Di mana alamat lengkap dari RM Moro Seneng Dumai? Anda bisa menemukan rumah makan ini di Jalan DT Laksamana Pelabuhan Dumai. Letaknya tepat di tepi jalan besar, jadi mudah ditemukan. Jika anda ingin menghubungi langsung, anda bisa menelepon ke nomor HP 0852 7839 9742.

Siang itu, banyak konsumen yang sedang makan. Jadi, banyak mobil dan motor yang parkir di depan rumah makannya. Papan nama rumah makan yang berwarna orange membuatnya mudah dilihat dari mobil saat perjalanan.

Rumah makan ini berbentuk rumah sederhana. Ukurannya lumayan besar. Di dalamnya sudah disediakan meja dan kursi yang cukup banyak untuk menampung kedatangan para pelanggan.

Etalase pilihan makanan berada di bagian depan, tepat di pintu masuk. Di sebelah etalase, ada satu orang yang sedang membakar ikan pesanan konsumen. Ukuran tungku pembakarnya lumayan panjang. Perkiraan sampai ukuran 1 – 2 meter panjangnya.

Masuk ke dalam, kami langsung memilih tempat duduk. Ada meja panjang yang bisa digunakan rombongan besar seperti kami saat itu. Selain meja panjang, ada meja kecil yang bisa digunakan untuk dua hingga empat orang.

wisata kuliner di dumai - proses memasak ikan - catatan bunda

Pilihan Menu dan Harga

Jika sudah masuk, anda bisa menikmati aneka menu yang enak lho. Wisata kuliner di Dumai belum lengkap jika belum mencoba menu makanan bertema seafood. Anda bisa mendapatkannya di rumah makan tersebut.

Demikian kami saat itu. Kami memesan beraneka jenis olahan seafood. Ada udang goreng tepung, ikan pari bakar, ikan senangin bakar, olahan kerang, dan sayur-sayuran sebagai pendamping.

Berhubung rombongan kami lumayan besar, jadi banyak juga yang kami pesan. Sambil menunggu pesanan datang, kami ngobrol santai di meja makan. Sambil menunggu, kami bisa melihat proses ikan yang dibakar di bagian depan rumah makan.

Olesan bumbu ikan bakarnya tebal sekali. Jadi terlihat ikan bakar yang penuh dan tebal dengan lapisan bumbu khususnya. Selang beberapa menit sekali, olesan bumbu ditambahkan lagi ke tubuh ikan. Memastikan ikan bakar matang sempurna dengan lapisan bumbu yang sempurna. Dengan kombinasi tersebut, jangan ditanya lagi citarasa masakan yang dihasilkan.

Beberapa saat kemudian, ikan bakar dan menu lainnya diantarkan ke meja kami. Tanpa menunggu lama, aneka sajian tersebut langsung kami nikmati. Tak lupa sambil menyeruput teh dingin yang kami pesan sebelumnya. Cuaca kota pelabuhan siang itu sangat panas. Menikmati makanan yang didampingi minuman dingin merupakan pilihan yang tepat 😀

Anak-anak mulai makan. Pilihan menu yang tidak pedas menjadi makanan yang bisa dinikmati oleh kedua anak kami. Udang goreng tepung ditambah dengan nasi pun mulai masuk ke dalam mulut anak-anak. Syukurlah mereka bisa menikmati olahan khas saat wisata kuliner di Dumai kala itu.

Ikan senangin, satu jenis ikan yang jarang kami temui di Bandung. Di sini bisa kami nikmati untuk pertama kalinya. Sensasi rasanya jauh lebih mantap dibandingkan ikan yang biasa kami beli di pasar tradisional dekat rumah. Faktor utamanya ialah bahan baku aneka ikan yang sangat segar.

Ikan-ikan tersebut disuplai dari Pelabuhan Bagansiapi-Api. Tidak perlu waktu distribusi yang lama. Oleh sebab itu kesegaran ikannya masih sangat baik. Ikan yang segar, bisa membuat rasa masakan menjadi jauh lebih nikmat.

Tak perlu waktu lama untuk menghabiskan seluruh makanan yang kami pesan. Waktu siang hari membuat kami semua kelaparan. Ditambah kelezatan menu makanan yang tersaji di hadapan. Kombinasi yang sempurna dalam perjalanan wisata kuliner di Dumai.

Saat mau membayar makanan, kakak melarang kami. Semua pesanan dibayar oleh kakak. Jadi, kami tidak tahu totalnya dan tidak tahu rincian harga per menunya. Terimakasih ya kak 😀

olahan seafood kerang di dumai - catatan bunda

Wisata Kuliner di Dumai – Keripik Cabe khas Dumai

Selesai menikmati kelezatan ikan bakar, apakah wisata kuliner di Dumai sudah selesai? Belum, masih ada satu tempat yang mau kami kunjungi. Akan tetapi, sebelum itu kami pergi dulu ke tempat lain.

Kami berkunjung ke rumah saudara yang berada di Dumai. Berbincanglah kami di rumahnya. Tidak sadar sudah hampir 1 jam kami istirahat sambil berbincang santai dengan saudara di dalam ruang tengah. Kami pun berpamitan untuk meneruskan perjalanan.

Tujuan wisata kuliner di Dumai selanjutnya ialah tempat oleh-oleh. Apa sih yang menjadi salah satu oleh-oleh khas Dumai? Anda bisa membeli cemilan ini dan dijadikan oleh-oleh saat pulang ke rumah.

Keripik cabai namanya. Dari namanya terdengar seram? Bayangan keripik yang ditaburi bumbu cabai yang extra pedas menggelayut di pikiran. Di samping itu, kami membayangkan tempat oleh-oleh berukuran besar dengan halaman parkir yang luas. Seperti yang biasa dilihat di Bandung dan kota-kota besar lainnya.

keripik cabe khas dumai - catatan bunda

Bergeraklah mobil kami menuju ke lokasi. Menyusuri jalanan Dumai, sambil melihat berbagai lokasi pengolahan minyak bumi. Mulai dari truk tangki yang berseliweran, hingga tangki pengolahan minyak berukuran raksasa menjadi pemandangan kami dalam perjalanan di dalam kota Dumai.

Jalanan tidak terlalu ramai saat itu. Kami pun tiba dengan cepat di tujuan wisata kuliner di Dumai selanjutnya. Kami tiba di satu gang sempit yang cukup untuk satu mobil. Jika berpapasan akan sangat sulit untuk bergerak.

Lalu kami lihat ada satu rumah kecil dan berhenti di depannya. Ada satu papan kecil yang bertuliskan Keripik Cabe Hj. Karmi. Alamatnya tertulis Jalan Kesuma Gg. Jeruk no. 6 Jayamukti, Dumai. Nomor teleponnya 0813 7153 1954.

Benar-benar jauh dari bayangan kami sebelumnya. Jika biasanya tempat oleh-oleh bersolek dengan lokasi di pinggir jalan utama dan parkiran yang luas. Maka tempat oleh-oleh ini merupakan salah satu anomalinya. Lokasi yang tersembunyi tidak menghalangi rejeki untuk menghampirinya.

Keripik cabe ini pun sudah buka cabang di Pekanbaru. Anda bisa temukan cabangnya di Jalan Meranti no. 46B kota Pekanbaru (dekat pemancar TVRI). Nomor kontaknya bisa anda simpan melalui nomor 0812 6820 752.

Tempat ini merupakan favorit kakak kami saat membeli oleh-oleh khas Dumai, yaitu keripik cabe. Jadi, apa sih sebenarnya keripik cabe? Keripik khas Dumai ini berbentuk keripik singkong yang diberi bumbu rasa pedas manis.

Saat masuk ke dalam tempat wisata kuliner di Dumai ini, kami bisa melihat langsung proses memasaknya. Prosesnya masih sangat tradisional. Menggunakan kompor dengan kayu sebagai bahan bakarnya.

wisata kuliner di dumai - berburu oleh-oleh khas keripik cabe - catatan bunda

Kami pun langsung memilih aneka keripik yang sudah dibungkus dan dipajang di sebuah etalase sederhana. Tidak terlalu banyak memang, supaya saat pulang juga tidak terlalu repot saat membawanya.

Harganya sangat terjangkau. Anda tidak perlu khawatir kantong jebol saat membeli oleh-oleh khas Dumai yang satu ini. Selesai dari sini, selesai juga perjalanan wisata kuliner di Dumai kami.

Perjalanan kami arahkan kembali ke Duri. Pulang ke rumah kakak yang terletak di Komplek Chevron Duri. Hari sudah menjelang sore, dua mobil kami pun melaju beriringan. Alhamdulillah perjalanan sangat lancar hingga tiba di rumah.

Demikian jalan-jalan sehari kami ke Dumai. Anda pun bisa cobain wisata kuliner di Dumai jika kebetulan sedang liburan panjang ke sini. Semoga cerita singkat dan informasi kali ini ada manfaatnya untuk para pembaca sekalian.

Sampai ketemu di episode cerita kami selanjutnya ya 😀

(Visited 1,208 times, 8 visits today)