Free Update

Dapatkan update mingguan GRATIS dari Catatan Bunda yang akan dikirim langsung ke alamat email Anda

Wisata ke D’Dieuland Bandung, Tempat Bermain Anak yang Asyik di Alam Terbuka

Kali ini kami coba sharing pengalaman ketika wisata ke D’Dieuland Bandung. Berkumpul bersama keluarga, membuat kami ingin mencoba aktivitas baru. Termasuk berkunjung ke tempat baru. Ya, ada satu tempat wisata yang tergolong baru di Bandung. Tepatnya di kawasan Punclut, Bandung Utara. Namanya D’Dieuland Bandung.

Baru resmi beroperasi sejak tanggal 28 Desember 2017. Jadi usianya belum ada satu tahun. Tak heran, suasana tempatnya masih terlihat seperti baru dibuka.

Tempat wisata seperti apakah D’Dieuland Bandung? Kapan tujuan liburan ini mulai dibuka? Dalam kesempatan kali ini, kami coba berbagi cerita dan kesan saat kami wisata ke D’Dieuland Bandung bersama keluarga. Semoga anda berkenan menyimak perjalanan kali ini.

Awalnya kami tidak berencana wisata ke D’Dieuland Bandung. Ini beneran. Bahkan saat baru saja tiba di kawasan ini, kami belum tahu bahwa tujuan awal kami satu lokasi dengan D’Dieuland Bandung.

wisata ke d'dieuland bandung bersama keluarga - catatan bunda

Wisata ke D’Dieuland Bandung Bersama Keluarga

Hari itu, adik kami sedang merayakan ulang tahun. Kebetulan bapak dan ibu kami juga berada di Bandung. Jadi, kami berpikir akan menyenangkan bila syukuran ulang tahun adik sambil jalan-jalan bareng keluarga.

Mulailah kami berselancar di Google. Kami mengincar untuk makan bersama keluarga. Jadi, kami mencari informasi tentang rekomendasi tempat makan keluarga di Bandung. Kira-kira mana restoran menarik yang belum pernah kami kunjungi.

Tidak lama kemudian, ada satu tempat yang menangkap perhatian. Namanya Lereng Anteng Panoramic Coffee. Dari yang kami pelajari, tempatnya terlihat nyaman untuk menikmati makanan. Tempatnya terlihat luas, jadi terasa lapang untuk membawa serta keluarga besar.

Jadi, sebelum nyasar untuk wisata ke D’Dieuland Bandung, kami makan dulu. Pilihan awalnya jatuh ke Lereng Anteng. Siang itu sengaja tidak masak di rumah. Setelah sholat Dzuhur, kami langsung meluncur berangkat ke tujuan untuk makan siang.

Lokasi D’Dieuland Bandung dan Lereng Anteng

Tempatnya jauh dari keramaian Bandung, tepatnya berada di kawasan Punclut, Bandung Utara. Terletak di dataran tinggi, udara di Lereng Anteng terasa sejuk dibandingkan udara di pusat kota Bandung.

Kami berangkat menggunakan satu mobil untuk wisata ke D’Dieuland Bandung. Rute yang kami lalui tidak melewati jalanan di tengah perkotaan. Kami melalui rute Jalan Cigadung yang kemudian diarahkan ke kawasan Dago. Ikuti jalanan di dalamnya, lalu kami langsung menembus ke kawasan Punclut.

Selain lewat Dago, anda bisa melewati Jalan Ciumbuleuit sebagai rute alternatif untuk wisata ke D’Dieuland Bandung. Di manakah letak persisnya tempat wisata D’Dieuland Bandung?

Anda bisa menemukan tempat wisata ini di Pagerwangi Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Tinggal ikuti arah yang ada di aplikasi petunjuk arah seperti Google Maps atau Waze.

Jam berapakah waktu yang tepat untuk wisata ke D’Dieuland Bandung? Anda bisa memilih waktu sesuai keinginan. Jam buka dari obyek wisata ini sangat panjang.

Tempat wisata unik ini buka mulai pukul 08.30 WIB hingga pukul 22.00 WIB. D’Dieuland beroperasi setiap hari, mulai dari Senin hingga hari Minggu. Tentu kepadatan akan berbeda antara hari biasa dengan hari libur atau saat akhir pekan.

Saat itu, kami sekeluarga wisata ke D’Dieuland Bandung ketika hari biasa (weekday). Pengunjung tidak terlalu banyak. Lokasi lumayan longgar untuk bisa dinikmati suasananya.

menu makanan d'dieuland bandung - catatan bunda

Tempat Makan yang Cocok untuk Keluarga

Begitu tiba di lokasi, tujuan kami ialah langsung makan siang terlebih dahulu. Semua anggota keluarga sudah kelaparan. Kami lihat ada beberapa tempat makan. Awalnya bingung, apakah ini semua Lereng Anteng atau berupa tempat makan yang terpisah.

Akhirnya, kami masuk ke café yang pertama kami lihat. Namanya Dago Bakery Punclut. Sebelum masuk, ada tiket masuk yang harus dibayar sebesar Rp 10.000 / orang. Tiket tersebut bisa ditukarkan untuk membeli makanan dan jajanan yang tersedia di dalam.

Seperti namanya, tempat ini menyediakan makanan berupa aneka roti, bakery, dan pizza homemade. Saat masuk ke dalam, kami melihat satu tempat menarik. Ada replika menara dan benteng berwarna hitam. Ada banyak pengunjung yang menikmati tempat tersebut.

Semuanya menggunakan benteng hitam itu sebagai tempat untuk foto bersama. Kami hanya melihat-lihat saja sambil saling ngobrol. Sepertinya tempat ini bukan tujuan kami deh, sajian makanannya tidak cocok.

Belakangan kami baru tahu, bahwa tiap tempat makan itu terpisah. Mereka menyajikan makanan masing-masing. Jadi, bisa dibilang kami salah masuk. Akhirnya membuang Rp 70.000 hanya untuk (salah) masuk. Akhirnya, daripada rugi, kami tukarkan tiket tersebut dengan memesan satu buah pizza homemade yang dijual di Dago Bakery Punclut.

Kami jalan lagi untuk melihat-lihat. Akhirnya ketemu dengan tujuan awal, yaitu ke Lereng Anteng. Mau masuk ke sana, tetapi saat itu tempatnya terlihat sangat penuh. Sepertinya tidak nyaman jika kami makan di dalamnya. Akhirnya kami pindah ke kedai makanan di sebelah Lereng Anteng. Namanya Angkringan De Blankon.

Masih banyak meja kosong. Kami langsung mencari tempat duduk. Pilihan jatuh ke meja besar yang bisa melihat pemandangan. Akan sangat nikmat saat makan sambil menikmati pemandangan terbuka indah. Bagaimana tidak? Di hadapan kami terbentang perbukitan berwarna hijau yang sangat luas dan rindang. Terasa sangat sejuk di mata.

Area tempat makannya juga luas. Anak-anak bisa berlarian dengan leluasa. Saat lelah, mereka kembali duduk bersama kami. Udara yang sejuk membuat semua nyaman dan terlihat menikmati suasana.

Sambil ngobrol, kami melihat menu makanan yang disediakan. Harga menunya masih terasa normal untuk ukuran sebuah tempat wisata. Tidak terlalu mahal alias overpriced. Pilihan menunya banyak. Mulai dari aneka olahan mie tektek, bakso daging sapi, garang asem, sop buntut, dan berbagai cemilan. Ya, tidak hanya makanan berat saja. Tempat makan ini menyediakan aneka jajanan seperti pisang goreng, sosis, kentang goreng, dan tempe mendoan.

Harga makanan di Angkringan De Blankon masih terjangkau. Mulai dari belasan ribu hingga puluhan ribu per porsinya, masih wajar. Jadi, jangan khawatir untuk memesan makanan favorit anda di sini.

Pembayaran makanan di area ini sangat fleksibel. Anda bisa membayar memakai uang tunai atau menggunakan kartu debit BCA atau Mandiri.

Sebelum makanan datang, kami melihat sekeliling. Ada satu tempat yang terlihat seperti area permainan. Akan tetapi, kami belum tahu apa nama tempat itu. Kami selesaikan dulu makanan yang sudah dipesan. Selesai makan, baru kami akan jalan-jalan untuk menjelajah lebih jauh.

Bagaimana rasa makanannya? Rasanya enak dan cocok di lidah. Kami memesan banyak menu makanan karena rombongan keluarga lumayan banyak. Mulai dari pisang goreng coklat, mie rebus, sop buntut, garang asem, dan beberapa menu lainnya.

Apakah ada pilihan makanan untuk anak? Tentu saja ada. Variasi makanannya lumayan banyak. Ada makanan berkuah dan tidak pedas yang disediakan. Jadi, tidak perlu bingung memilih makanan untuk anak ketika wisata ke D’Dieuland Bandung.

tempat foto menarik d'dieuland bandung - catatan bunda

Mulai Petualangan Wisata ke D’Dieuland Bandung

Seperti tempat wisata pada umumnya, destinasi ini dilengkapi banyak spot untuk berfoto. Keluar dari tempat makan, kami disambut oleh jalanan yang penuh payung bergelantungan penuh warna. Satu spot strategis untuk foto. Pengunjung lain pun berpikir demikian. Jadi, jalanan berpayung itu termasuk titik yang ramai pengunjung. Kami harus mencari momen saat jalanan tidak terlalu ramai, supaya bisa berfoto di jalanan.

Jalan kaki lebih jauh, kami melihat papan nama D’Dieuland Bandung. Di situlah baru kami mengetahui bahwa secara tidak sadar, kami sedang wisata ke D’Dieuland Bandung sekaligus. Akhirnya, kami putuskan untuk mengajak anak untuk jalan-jalan dan menikmati wahana di dalamnya.

Harga Tiket Masuk Wisata ke D’Dieuland Bandung

Sebelum menikmati wahana permainan, kami harus membeli tiket masuk. Mayoritas wahana permainan anak D’Dieuland Bandung disediakan untuk anak-anak. Jadi, orangtua kami memutuskan untuk menunggu di luar saja. Tidak ikut masuk ke dalam D’Dieuland. Biarkan anak-anak menikmati mainan sepuasnya.

Faktor lain ialah kontur lokasi wisata D’Dieuland. Tempatnya berupa lereng yang relatif curam. Lalu di dalamnya dihias dengan berbagai wahana bermain. Memang sudah dibuat jalanan landai yang aman untuk dilalui. Akan tetapi, bagi bapak dan ibu, kondisi naik turun dan jalanan terjal di dalam D’Dieuland Bandung akan sangat melelahkan. Kurang cocok bagi bapak dan ibu untuk wisata ke D’Dieuland Bandung.

Loket pembelian tiket masuk berada di pintu depan. Harga tiketnya sangat terjangkau. Ada beberapa tiket yang tersedia saat anda wisata ke D’Dieuland Bandung.

Jika anda hanya mau jalan berkeliling di dalam area D’Dieuland Bandung, anda cukup membeli tiket masuk sebesar Rp 10.000 / orang (weekday). Saat weekend berbeda harga.

Berhubung kami membawa anak-anak, sudah pasti tidak hanya jalan-jalan saja. Kami mau mengajak anak untuk bermain-main di dalam. Jadi, kami akan memilih opsi tiket lainnya. Ada tiket untuk masuk dan bermain di playground. Lalu ada juga tiket untuk mini outbond.

Harga tiket keduanya berbeda. Untuk bermain di playground, harganya Rp 50.000 / orang. Tiket ini sudah termasuk harga tiket masuk untuk umum. Harga tiket normal berlaku untuk anak di atas usia 6 bulan. Lalu, orang tua diperbolehkan untuk mendampingi anak untuk bermain di playground sepuasnya. Jika anda tertarik untuk mini outbond, anda bisa membeli tiket masuknya seharga Rp 40.000 / orang.

Jadi, saat itu kami membeli dua buah tiket masuk dan dua tiket untuk anak bermain di playground. Ada peraturan yang harus anda ketahui saat wisata ke D’Dieuland Bandung, terutama ketika mau bermain di wahana bermain. Tiap pengunjung, termasuk anak-anak, harus memakai kaos kaki saat masuk ke arena playground.

Anda bisa membawa kaos kaki sendiri dari rumah saat wisata ke D’Dieuland Bandung. Jika tidak, maka anda harus membeli kaos kaki di loket masuk. Kaos kaki dijual dengan harga Rp 10.000 / pasang. Beruntungnya, di dalam tas, sudah tersimpan kaos kaki tiga pasang. Dua pasang untuk anak, satu pasang untuk suami. Jadi, kami tinggal membeli satu pasang kaos kaki saja.

Total biaya tiket masuk yang kami keluarkan saat wisata ke D’Dieuland Bandung ialah sebagai berikut:

Tiket masuk = 2  x Rp 10.000 = Rp 20.000

Tiket bermain di playground = 2 anak x Rp 50.000 = Rp 100.000

Beli kaos kaki = 1 pasang x Rp 10.000 = Rp 110.000

Total = Rp 130.000

wahana permainan anak saat wisata ke d'dieuland bandung - catatan bunda

Wahana Permainan Anak di D’Dieuland Bandung

Tujuan wisata ini tergolong unik menurut kami. Mereka menawarkan banyak hal menarik untuk para pengunjung. Mulai dari pengunjung dewasa hingga anak-anak. Beberapa daya tarik obyek wisata D’dieuland Bandung versi kami:

  • Pemandangan alam yang hijau dan menyejukkan mata;
  • Bentuk tempat wisata yang tidak biasa (berbentuk lereng curam, tetapi didesain supaya aman dilewati pengunjung);
  • Udara yang sejuk karena letaknya yang berada di dataran tinggi;
  • Banyak spot foto menarik dan instagrammable;
  • Disediakan banyak sekali wahana bermain untuk anak-anak;
  • Ada tempat makan dan minum yang menarik (cocok untuk semua kalangan);
  • Tempat wisatanya didesain penuh warna, jadi terlihat lebih menarik;

Setelah membeli tiket masuk, kami mulai menjelajah dan wisata ke D’Dieuland Bandung. Letak wahana bermain anak ada di bagian paling bawah. Tanpa membuang waktu, kami langsung jalan kaki ke bawah untuk bermain.

Anak-anak sangat antusias. Dari kejauhan sudah terlihat tempat permainannya. Medan jalan kaki yang menantang pun dilibas oleh anak-anak. 10 – 15 menitan jalan kaki menurun, akhirnya tiba di arena permainan. Kami berempat langsung masuk setelah menyimpan alas kaki di tempat yang sudah disediakan.

Kakak dan adik sangat gembira. Melihat aneka mainan, mereka langsung lupa diri. Semua mau dicoba. Rasa lelah tidak dirasakan, yang penting bisa puas main bersama.

Mainan untuk anak yang tersedia sangat beragam. Ada perosotan anak, jungkat-jungkit, ayunan, dan berbagai mainan anak lainnya. Lebih dari cukup untuk membuat kedua anak kami gembira dan puas bermain. Buat anda yang mau wisata bersama anak, D’Dieuland Bandung bisa menjadi tujuan yang menarik.

Tidak terasa sudah 30 menit lebih anak-anak bermain di playground. Kami mengajak kakak dan adik untuk naik. Masih ada permainan seru lain yang bisa mereka mainkan di atas, terutama untuk kakak. Namanya flying fox.

Kakak bisa ikut bermain di wahana flying fox. Sudah didesain dengan aman untuk anak-anak seusia kakak. Sebelum bermain, kakak membeli tiket flying fox sebesar Rp 10.000 / orang. Jika sebelumnya, anda sudah membeli tiket outbond, maka anda bisa menikmati permainan flying fox gratis. Tidak perlu membayar lagi.

flying fox anak saat wisata ke d'dieuland bandung - catatan bunda

Sebelum naik, kakak memakai helm dan pengaman lainnya. Kakak didampingi oleh seorang petugas yang berjaga di arena flying fox. Saat sudah siap, kakak langsung meluncur hingga ke ujung di bagian bawah. Lintasannya tidak terlalu panjang karena keterbatasan lahan yang tersedia di D’Dieuland Punclut, jadi menurut kakak, mainnya kurang seru.

Tadinya kakak mau berteriak saat sedang meluncur di lintasan. Akan tetapi, kenyataannya berbeda. Kakak tidak bisa berteriak-teriak saat meluncur. Belum sempat berteriak, eh sudah sampai ke bagian bawah lintasan flying fox. Hehehe 😀

Selesai meluncur di lintasan flying fox, kami ajak anak-anak untuk masuk ke playground lain. Letaknya ada di dalam ruangan. Tepatnya di dekat loket pembelian tiket masuk. Sebelum masuk dan bermain, para pengunjung harus melepas alas kakinya.

Playground dalam ruangan ini terasa lebih sempit dan gelap dibandingkan playground yang berada di luar. Anak-anak bisa bermain mandi bola di dalamnya, terjun ke dalam kolam bola, dan saling melempar bolanya.

Bermain di arena dalam ruangan kali ini tidak terlalu lama. Kelelahan sudah mulai terasa. Hari sudah mulai sore. Tiba saatnya bagi kami untuk pulang ke rumah.

Kami tidak sempat mengelilingi seluruh spot foto menarik saat wisata ke D’Dieuland Bandung. Bermain dengan anak menjadi prioritas saat itu. Berfoto menjadi bonus saja dan tidak harus dipaksakan. Ketika ada tempat menarik dan kesempatan yang tepat, barulah kami mengambil foto.

Selesai sudah jadwal petualangan keluarga saat wisata ke D’Dieuland Bandung. Demikian cerita dan pengalaman kami kali ini. Semoga memberikan informasi bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Sampai jumpa di episode dan cerita perjalanan kami selanjutnya ya 😀

(Visited 33 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe Channel Youtube

Copyright 2017 Blog Catatan Bunda