Free Update

Nikmati update cerita Catatan Bunda langsung di smartphone Anda. GRATIS ^_^

Traveling Keluarga ke Duri, Merasakan Panasnya Kota Minyak

Cerita traveling keluarga ke Duri, satu kota minyak di Indonesia. Awal Mei 2018 ini kami jalan-jalan lagi sekeluarga. Tujuannya ke mana? Perjalanan kali ini kami pergi ke Riau. Tepatnya ke kakak saya yang ada di Duri.

Duri merupakan satu kota kecil di Provinsi Riau. Satu kota penghasil minyak di Indonesia. Letaknya kurang lebih 3 jam perjalanan darat dari kota Pekanbaru yang merupakan ibukota provinsi.

Perjalanan kali ini sungguh mengesankan. Kesempatan kali ini merupakan pertama kalinya traveling keluarga kami menggunakan pesawat terbang dengan anggota keluarga yang lengkap.

Beberapa waktu lalu kami sudah pernah naik pesawat, tetapi saat itu anak kami baru satu. Si bungsu belum lahir. Pada perjalanan ke Pekanbaru dan Duri bulan inilah baru dapat kesempatan bisa pergi bersama-sama.

Seperti apa cerita selengkapnya dari traveling keluarga ke Duri? Simak pengalaman komplitnya di bawah ini ya.

traveling keluarga ke duri - catatan bunda

Persiapan Traveling Keluarga ke Duri

Persiapan untuk traveling ini sudah kami siapkan sejak beberapa bulan sebelumnya. Dimulai dengan berburu tiket pesawat. Tujuan kami ialah mendarat di Bandara Pekanbaru.

Sempat galau juga sih. Apakah berangkat dari Jakarta saja? Atau cari rute penerbangan yang bisa langsung dari Bandung menuju Pekanbaru? Akhirnya, kami memilih penerbangan dari Bandung ke Pekanbaru setelah berunding bareng suami.

Waktu perjalanan yang jauh lebih singkat menjadi pertimbangan utama kami berdua. Berhubung kami membawa anak-anak, jadi inginnya bisa cepat sampai ke Pekanbaru supaya kedua anak kami tidak terlalu lelah.

Mulailah kami berburu tiket pesawat murah sebagai persiapan traveling keluarga ke Duri. Saat ini mudah sekali untuk memesan tiket pesawat secara online. Banyak aplikasi yang bisa digunakan. Saya dan suami sudah terbiasa menggunakan aplikasi Traveloka.

Setelah mencari dan membandingkan harga tiket, akhirnya kami dapat juga tiket pesawatnya. Kami berangkat traveling keluarga ke Duri memakai pesawat Citilink. Penerbangan langsung dari Bandung menuju ke Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru.

Harga tiket pesawatnya berapa?

Rombongan keluarga kami ada empat orang. Terdiri dari saya, suami, anak sulung dan anak bungsu. Alhamdulillah anak bungsu masih berumur di bawah 2 tahun, jadi masih dapat harga tiket yang sangat murah, yaitu hanya sebesar Rp 150.000.

Kami menghabiskan biaya tiket pesawat Bandung – Pekanbaru PP sebesar Rp 4.480.000 memakai pesawat Citilink. Lumayan murah menurut kami, melihat waktu terbangnya mendekati waktu bulan Ramadhan dan Idul Fitri yang biasanya membuat harga tiket membumbung tinggi.

Harga tiket tersebut kami dapatkan saat berburu tiket 4 bulan sebelum keberangkatan. Memesan tiket jauh lebih awal akan sangat membantu perjalanan liburan keluarga anda. Dalam kasus ini ialah perjalanan traveling keluarga ke Duri.

tiba di bandara sultan syarif kasim pekanbaru - catatan bunda

Tujuan Traveling Keluarga di Duri

Ada keperluan apa kami traveling keluarga ke Duri?

Anak dari kakak kami ada yang melangsungkan pernikahan di Duri. Jadilah kami sekeluarga traveling boyongan membawa anak-anak ke Duri untuk menghadiri acara pernikahan tersebut.

Tujuan lainnya, saya bisa mengenalkan kota tempat tinggal saya saat kecil ke anak-anak dan suami. Saya memang terlahir di kota Medan. Akan tetapi, masa kecil saya hingga remaja dihabiskan di kota Duri. Saya tinggal bersama kakak sulung yang bekerja di kota Duri.

Pada kisah sebelumnya, suami yang menceritakan kisah napak tilas di Semarang. Maka kali ini giliran saya yang mengajak traveling keluarga ke Duri. Mengenalkan kota Duri pada suami dan anak-anak yang baru pertama kalinya berkunjung ke kota Duri.

Ternyata banyak juga ya tujuan perjalanan kami ke Duri. Setelah kami amati, masih ada lagi tujuan lainnya. Sebentar lagi umat Islam akan menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Selesai proses ibadah puasa, umat muslim akan merayakan hari raya Idul Fitri.

Di Indonesia, perayaan Idul Fitri tidak bisa dipisahkan dari yang namanya mudik. Perjalanan pulang kembali ke kampung halaman setelah lama merantau untuk mencari nafkah. Termasuk keluarga kami salah satunya.

Keluarga besar yang ada di Medan pun datang ke Duri. Jadi momen keluarga besar berkumpul di Duri ini sangat pas. Selain itu waktunya pun menjelang Puasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Jadi, kami minta ijin ke mama dan kakak tertua, tahun 2018 ini kumpul keluarganya hanya bisa ikut saat di Duri saja. Kami tidak bisa ikut mudik ke rumah mama di Medan. Rencananya saya dan suami akan kumpul keluarga di Bandung saat lebaran.

Kesempatan traveling keluarga ke Duri ini kami setting lumayan lama waktunya. Sudah jauh-jauh pergi dari Bandung, sayang kalo hanya sebentar liburannya. Jadilah kami habiskan waktu selama 10 hari untuk traveling keluarga ke Duri.

wisata kuliner pertama di pekanbaru - catatan bunda

Cerita Saat Tiba di Pekanbaru

Perjalanan pesawat dari Bandara Husein Sastranegara Bandung berjalan lancar. Kami butuh waktu 1 jam 50 menit untuk tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Cuaca pun sangat cerah selama penerbangan, jadi kakak dan adik bisa menikmati pemandangan awan yang sangat indah.

Saat mendarat di Pekanbaru, kesan awal yang langsung bisa kami dapatkan ialah perbedaan cuaca dengan Bandung. Cuaca di ibukota Riau ini jauh lebih panas dan lembab. Tidak perlu waktu lama sampai tubuh kami mulai berkeringat.

Kami dijemput oleh pak sopir yang bertugas di kantor kakak. Beliau sudah menunggu di luar dan kami langsung bertemu di pintu keluar. Sambil menunggu kakak yang sedang menyelesaikan pekerjaan, kami isi waktu dengan makan siang.

Pilihan wisata kuliner pertama kami jatuh di Restoran Pak Nurdin Pekanbaru. Tempat makan ini terletak di Jalan HR. Soebrantas RT 02 / RW 03, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau.

Setelah berkendara selama 20 menitan, kami tiba di lokasi Restoran Pak Nurdin. Tempat makannya sangat luas, mulai dari parkiran hingga area tempat makannya. Setiba di sana, kami bisa melihat aneka menu masakan yang disajikan.

Mayoritas merupakan menu masakan padang. Kami pun langsung minta ke petugas untuk menyajikan aneka menunya di meja makan. Selain menu masakan padang, restoran ini menyediakan menu lainnya.

Tak lama kemudian, aneka menu terhidang di atas meja. Tanpa disuruh, kami pun langsung menyantap makanan yang ada. Apakah ada menu untuk anak? Alhamdulillah ada sop buntut yang tidak pedas rasanya. Anak-anak pun bisa makan sedikit demi sedikit dengan sop buntut tersebut.

Bagaimana dengan rasa makanannya? Dari yang kami cicipi, rasa makanannya nikmat dan tidak mengecewakan. Kami pun menikmati makanan sampai kekenyangan.

Menu masakan padang memang tidak pernah salah 😀

Selesai menikmati makanan, kami meneruskan perjalanan ke kantor kakak. Dari perjalanan tersebut, kami bisa melihat seperti apa kota Pekanbaru. Kotanya besar dan ramai.

Pusat kota pun sempat kami lewati. Pak sopir menjelaskan secara singkat tentang aneka bangunan yang kami lalui di perjalanan. Mulai dari komplek perkantoran Gubernur Riau, kantor Polda Riau, perpustakaan daerah.

Selain itu, beliau sampai memperlihatkan komplek gedung serbaguna yang tidak selesai selama bertahun-tahun. Hingga kini kondisi bangunannya masih amburadul dan tidak jelas kapan akan selesai. Sungguh disayangkan bila terjadi penyelewengan saat pembangunan fasilitas-fasilitas publik seperti itu.

acara pernikahan keluarga di duri - catatan bunda

Tempat Menginap Selama Traveling Keluarga ke Duri

Selesai dari Pekanbaru, kami meneruskan traveling keluarga ke Duri. Jaraknya lumayan jauh dari Pekanbaru. Sepanjang perjalanan, kami menikmati pemandangan deretan pohon sawit yang tidak ada habisnya.

Baru kali ini suami dan anak-anak melihat pemandangan pohon sawit secara langsung. Suatu pengalaman menarik saat traveling keluarga ke Duri.

Saat tiba di Duri, di mana tempat menginap kami selama liburan? Apakah menginap di hotel? Seperti cerita liburan pada umumnya. Tidak, kami tidak menginap di hotel.

Kami menginap di rumah kakak yang berada di Camp Chevron Duri. Komplek perumahan ini merupakan tempat saya bermain sejak kecil dulu. Aroma nostalgia langsung menyeruak saat tiba di komplek perumahan untuk karyawan Chevron ini.

Banyak hal menarik dan baru kami temui selama menginap di rumah kakak. Mulai dari keteraturan luar biasa di dalam kompleknya, aneka fasilitas yang tersedia di dalam komplek, pintu gerbang yang selalu dijaga 24 jam oleh penjaga, hingga adanya lampu lalu lintas di dalam komplek.

Kami akan ceritakan pengalaman saat di dalam komplek Chevron Duri pada tulisan di episode lainnya setelah cerita traveling keluarga ke Duri kali ini. Stay tune terus di blog kami ya 😀

Kami sangat berterima kasih pada kakak atas jamuan dan sambutannya yang luar biasa selama traveling keluarga ke Duri. Kesannya sangat membekas pada kakak dan adik. Saat ditanya, apa mau ke rumah Uwak lagi, serentak keduanya menganggukkan kepala dan bilang “Mau”.

Singkat cerita, acara pernikahan yang diadakan berjalan dengan lancar. Kami pun bisa berkumpul dengan keluarga besar yang datang dari Medan dan Duri. Selesai prosesi acara, kami bisa lebih menikmati waktu libur dan traveling keluarga ke Duri yang kami jalani.

kumpul keluarga besar di duri - catatan bunda

Kesan Selama Traveling Keluarga ke Duri

Ada bermacam-macam kesan yang kami rasakan selama liburan keluarga ke Duri. Beberapa diantaranya kami coba rangkum di bawah ini.

CUACA YANG SANGAT PANAS

Kota Duri merupakan salah satu lokasi penghasil minyak bumi di Indonesia. Selain itu letaknya berada di dataran rendah. Seperti kebanyakan lokasi di pulau Sumatra, hal tersebut mempengaruhi cuaca di daerah tersebut.

Cuaca di Duri terasa sangat panas dan lembab. Saat keluar rumah dan bepergian pada siang hari, akan sangat terasa panasnya. Tubuh pun bereaksi dengan mengeluarkan banyak keringat.

Bahkan saat berada di dalam mall sekalipun. Udara panasnya masih terasa hingga ke dalam mall. Kami pun sempat bercanda dengan kakak tentang hal ini saat main ke mall yang ada di Duri.

“Duri ini luar biasa ya Kak. Sampai di dalam mall pun kerasa gerahnya”

“Iya ya, bener banget”, kata Kakak sambil ketawa. Saya pun ikut-ikutan ketawa sambil cari-cari barang yang bisa dijadikan kipas 😀

Saat persiapan mau pergi ke Duri, saya mempersiapkan lotion sun burn khusus untuk anak. Salah satu kegiatan yang mau kami lakukan bersama anak-anak ialah berenang. Nah, tujuan membawa lotion ialah dipakai saat berenang.

Sebelum berangkat ke kolam renang, saya mengoleskan lotion sun burn ke anak-anak. Tujuannya jelas, supaya anak-anak tidak terbakar kulitnya saat terkena panas matahari. Jika kelupaan, bisa belang kulit anak-anak nantinya.

Membawa topi jadi satu tips berguna saat traveling keluarga ke Duri. Jalan-jalan ketika siang atau sore hari, cahaya dan panas matahari akan sangat terasa. Dengan memakai topi, akan membantu melindungi kepala anda supaya tidak terlalu panas.

NOSTALGIA MASA KECIL

Sejak kecil, saya tinggal dan dibesarkan oleh abang sulung. Beliau bekerja di Duri saat itu. Jadi saya pun ikut pindah ke Duri. Masa kecil hingga masa remaja saya habiskan di kota kecil yang terletak di utara Pekanbaru ini.

Banyak kenangan yang muncul saat saya menginjakkan kaki kembali ke Duri. Bedanya kali ini saya berkunjung bersama keluarga. Saya punya kesempatan untuk menceritakan masa kecil kepada anak-anak.

Barangkali tidak semua cerita saya bisa dibayangkan oleh anak-anak. Akan tetapi, saya tetap ceritakan kisah bermain saya semasa kecil. Anak-anak pun sangat menikmati liburannya di Duri.

Saat jalan-jalan bersama kakak, saya bisa bercerita masa sekolah dulu. Atau saat bermain basket bersama teman-teman. Banyak lagi agenda cerita yang tadinya tersimpan dalam memori, bisa saya sampaikan saat perjalanan ke sana.

TIKUS MATI DI LUMBUNG PADI

Seperti kita ketahui, kawasan kota Duri menjadi salah satu lokasi produksi minyak bumi. Dalam bayangan kami, seharusnya kota ini menjadi kota yang makmur dan sejahtera. Harga-harga barang dan BBM murah.

Akan tetapi, kenyataannya berbeda dari bayangan saya sebelumnya. Ibarat peribahasa yang berbunyi, seperti tikus mati di lumbung padi. Sumber daya ada di daerahnya, tetapi banyak yang tidak bisa merasakannya.

Satu contoh mudah yang kami temui ialah mahalnya harga BBM di Duri. Seperti Pertalite salah satunya. Di Pulau Jawa saat ini harga Pertalite sekitar Rp 8.150 per liter, betul ga? Atau sudah naik naik lagi?

Nah, di Duri harga Pertalite bisa mencapai harga Rp 9.000 per liter. Jauh banget kan mahalnya? Bahkan SPBU pun hanya ada dua buah di seluruh Duri. Padahal lokasinya merupakan penghasil minyak bumi itu sendiri. Secara logika memang tidak masuk akal.

Bahkan untuk mendapatkan BBM pun memerlukan perjuangan tersendiri. Kakak pun sempat merasakan hal tersebut. Kakak harus antri satu hingga dua jam hanya untuk mengisi bahan bakar mobilnya. Sungguh kisah yang ironis.

Tentu akan ada penjelasan secara ilmiah mengapa hal ini bisa terjadi. Secara keilmuan, kami pun tidak mengerti ilmu yang ada dibalik pengolahan BBM. Akan tetapi, seharusnya wilayah penghasil ini bisa mendapatkan sesuatu yang lebih baik dibandingkan kondisi yang terjadi sekarang.

Semoga ke depannya semua wilayah di negara Indonesia bisa menjadi makmur dan sejahtera ya. Amiiin

BELUM ADA BIOSKOP

Namanya kota tidak bisa lepas dari unsur hiburan. Bayangan kota yang penuh dengan fasilitas seperti di Bandung menghampiri pikiran kami. Salah satu fasilitas kota jaman now ialah adanya bioskop untuk menonton film yang baru saja rilis.

Lagi-lagi kami pun terkecoh, kenyataan berkata lain. Saat kami traveling keluarga ke Duri, kami tidak menjumpai bioskop film di sana. Sayang sekali ya.

Perkembangan kota Duri memang masih belum sebaik ibukota provinsinya, Pekanbaru. Bahkan mall pun masih ada satu saja lho di Duri. Namanya Mandau City Mall. Saat kami main ke sana, suasananya pun sepi.

Menurut cerita kakak, mall ini terasa ramai hanya saat-saat tertentu saja. Salah satunya ialah saat warga Duri berbelanja kebutuhan sehari-hari di Hypermart yang ada di dalamnya.

Bandingkan dengan kota Bandung. Ada banyak pusat perbelanjaan besar yang letaknya tersebar di seluruh penjuru kota. Mulai dari Bandung Indah Plaza, Cihampelas Walk, Trans Studio Mall, Paris van Java Mall, dan sebagainya.

Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini Duri bisa lebih berkembang dibandingkan saat kami traveling keluarga ke Duri.

KULINER ENAK DI DURI

Traveling keluarga ke Duri tentu tidak bisa terlepas dari wisata kuliner. Kami sempat diajak untuk menikmati kuliner khas yang ada di Duri. Menu masakan padang sangatlah banyak, kami pun sempat diajak ke salah satu rumah makan favorit kakak.

Namanya ialah rumah makan Family Anda. Menunya ialah masakan padang. Akan tetapi, menu olahan seafood di restoran ini menurut kami sangat enak. Mulai dari ikan bakar, ikan gulai, hingga udang galah berukuran jumbo pun tersedia.

Kami pun menghabiskan aneka menu seafood yang disajikan. Ikan dan udang galahnya sangat segar. Rasanya? Jangan ditanya lagi, enak banget. Semua habis kami nikmati hehehehe 😀

Wisata kuliner Duri lainnya yang sempat kami datangi ialah menu Mie Sop khas Duri. Isinya mie kuning dan bihun yang dilengkapi dengan potongan daging ayam, lalu disiram kuah kaldu. Rasa kuah dan aroma kaldunya sungguh lezat.

Jika kurang pedas, tinggal ditambah sambal yang sudah tersedia. Sambal yang ada hanya satu jenis saja, yaitu sambal dari cabe hijau saja. Cabe di Duri berbeda dengan cabe yang ada di Bandung.

Cabe hijau di Duri sangat pedas. Suami saya salah sangka. Menurutnya cabe hijau itu tidak terlalu pedas, jadi suami ambil dua sendok sambal. Pas dicobain, wuah rasa pedasnya menggigit banget. Penuh perjuangan untuk menghabiskan satu porsi mie sop, hehehe 😀

Demikian beberapa kesan yang kami dapatkan selama traveling keluarga ke Duri. Perjalanan berlibur selama 10 hari yang berkesan. Terima kasih banget buat kakak sekeluarga yang sudah sangat baik menyambut kedatangan kami.

Bagi para pembaca, semoga cerita traveling keluarga ke Duri bisa menginspirasi dan memberikan informasi yang bermanfaat. Sampai jumpa di episode cerita keluarga kami berikutnya ya 😀

(Visited 228 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ada Pertanyaan?

Channel Youtube

Copyright 2017 - Catatan Bunda