Free Update

Dapatkan update mingguan GRATIS dari Catatan Bunda yang akan dikirim langsung ke alamat email Anda

16 Tips Wisata Keluarga ke Taman Safari Dalam 6 Jam – Bisa Dapat Apa?

Tips Wisata keluarga ke Taman Safari Bogor ala keluarga kami. Simak keseruannya berikut ini 😀

Di Taman Safari berasa main kejar-kejaran..!!

Kejar-kejaran? Sama siapa? Hewan liarnya kah? Hehehe.. Bukaan, kejar-kejaran dengan waktu. Satu hari mengeksplor dan wisata keluarga ke Taman Safari rasanya tidak cukup. Selain cukup besar, wahana dan pertunjukannya banyak.

Jadi ceritanya, ada acara Family Gathering di sekolah Mirza. Tapi tidak terasa Family Gatheringnya karena seperti berangkat bareng aja naik Bus. Sampai di lokasi, bebas mau kemana saja seperti rekreasi sendiri.

Harapan saya, acara Family Gathering adalah wahana saling mengenal satu sama lain, tidak hanya anak. Akan tetapi juga antara orangtua ke orangtua lain dan guru.

Di Bandung, kami sudah harus berkumpul jam 04.30 WIB di lokasi yang sudah ditentukan pihak sekolah. Setelah itu, kami tinggal menunggu peserta lain sampai lengkap, akhirnya kami mulai berangkat dari Bandung sekitar jam 05.30 WIB dan berharap jam 09.00 WIB sudah sampai di gerbang Taman Safari di Bogor.

Perjalanan wisata keluarga ke Taman Safari Cisarua kali ini tidak menginap di penginapan atau hotel sekitar Cisarua atau Bogor. Jadi sore harinya kami langsung pulang kembali ke Bandung. Coba kalau ada acara menginap di hotel, pasti kami bisa sekalian membuat cerita seperti yang kami lakukan saat membuat review Clove Garden Hotel Bandung, hehehe 😀

Rute yang dipilih untuk perjalanan kami ialah melewati jalan biasa (tidak lewat tol). Mengapa? Karena via tol perkiraan waktu perjalanannya akan jauh lebih lama dan macet.

Tips Wisata Keluarga ke Taman Safari Bogor

Akan tetapi, hal tak terduga justru muncul saat perjalanan kami sampai di Cianjur. Ada apa di Cianjur? Ternyata ada perbaikan jalan dan sistem drainase yang membuat macet panjang dan lama hampir dari semua arah.

Kenapa tak terduga? Karena beberapa minggu sebelumnya, beberapa guru Mirza sudah survey perjalanan untuk wisata keluarga ke Taman Safari hingga sampai ke lokasi di Bogor. Saat itu proses perbaikan jalan tidak ada. Anak-anak mulai bosan, emak-emak mulai sakit pinggang.

Akhirnya jam 11.00 WIB kami baru sampai di Gerbang Taman Safari. Akan tetapi waktu menunggu ternyata harus bertambah, karena begitu masuk gerbang, petugas bagian tiket Taman Safari masih harus memeriksa jumlah peserta.

Selain itu petugas tiket juga harus mengkonfirmasi tanggal lahir anak-anak. Berhubung untuk anak usia di bawah 5 tahun harga masuk ke Taman Safari Bogor lebih murah.

Sambil kami menunggu verifikasi tiket piknik di Taman Safari, ada kesempatan buat kami untuk ke toilet, foto-foto, dan stretching (peregangan) meluruskan badan. Petugas bagian tiket masuk ke dalam bus dan mulai menghitung jumlah orang yang ada di bus.

tips wisata keluarga ke taman safari dalam 6 jam saja
wisata di taman safari

Bunda guru pun membuntuti sambil membagikan makan siang dan gelang tiket berwarna Hijau. Tiket ini harus dijadikan gelang di pergelangan tangan sebagai tanda masuk wisata di Taman Safari.

Tips Ke-1

Jangan sampai lepas dan kehilangan Gelang Hijau ini yaa ^_^

Berapa harga tiket masuk ke Taman Safari? Untuk safari pagi hingga sore hari, rincian harga tiket masuk untuk turis atau wisatawan lokal ialah sebagai berikut:

WISATAWAN LOKAL

Anak-anak: Rp 160.000 / orang

Dewasa: Rp 180.000 / orang

Sedangkan untuk turis internasional / turis asing, harga tiket masuknya berbeda, yaitu sebagai berikut:

WISATAWAN ASING

Anak-anak: Rp 250.000 / orang

Dewasa: Rp 300.000 / orang

Cerita berlibur di Taman Safari kami akan dimulai berkeliling hutan untuk melihat hewan-hewan yang dibiarkan bebas tanpa kandang. Karena kaca bus tidak bisa dibuka, posisinya juga terlalu tinggi, jadi kami tidak bisa memberikan makan ke binatang-binatang yang ada di sana.

Kalau naik mobil pribadi, kita bisa lebih leluasa memberi makan hewan-hewan yang jinak. Ada banyak binatang di sini, diantaranya unta, rusa, kuda nil, jerapah, tapir, dan lain-lain. Masih banyak lagi yang lainnya. Saat di kandang hewan buas, kita dilarang membuka kaca apalagi memberi makan. Masih mau bandel? Cobain aja :p

Makanan berupa wortel bisa anda beli saat perjalanan menuju ke lokasi. Banyak pedagang yang menjajakan wortel di pinggir jalan, saat anda akan sampai ke lokasi.

Tips Ke-2

Jika anda mau irit, anda bisa membawa wortel sendiri dari rumah.

Sepertinya bisa lebih murah dan bawa lebih banyak makanan, jika dibandingkan harus beli di lokasi, hehehehe 😀

Baca juga  Floating Market Lembang, Menikmati Kuliner di Pasar Apung Modern

Saat perjalanan mengelilingi tempat hewan, anak-anak sangat tertarik melihat tingkah polah dari hewan-hewan. Sementara ibu-ibunya pun sibuk mengambil foto. Sedangkan saya memanfaatkan kesempatan menyuapin Mirza. Rencananya begitu tour keliling hutan selesai, kami sudah langsung berpetualang. Tidak perlu menunggu Mirza makan dulu.

Tips Ke-3

Beri anak makan saat berkeliling melihat hewan

Tour keliling hutan ini menghabiskan waktu kurang lebih 45 – 50 menit. Setelah itu kami diturunkan di lokasi parkir. Selanjutnya kami dibiarkan untuk keliling sendiri dan melakukan kegiatan bebas.

Saya sendiri pernah ada pengalaman liburan dan wisata keluarga ke Taman Safari, tetapi itu sudah lama sekali. Saat itu, saya tidak mikirin saya harus kemana atau mau bermain wahana apa? Semua sudah diatur kakak.

Berbekal brosur yang kami dapatkan saat masuk ke lokasi, saya juga masih bengong harus apa dan ke mana dulu. Beberapa orangtua ada yang memilih sholat dulu. Tapi saya dan suami memutuskan untuk menjamak sholat Dzuhur saat Ashar nanti.

Kami terus berjalan mengikuti sekelompok orang yang membawa anak-anak berseragam olahraga orange (ini seragam olahraganya Mirza). Mereka menuju area Informasi dan membeli tiket kereta (untuk berkeliling area Taman Safari). Dengan kondisi yang masih bingung, saya pun latah ikut membeli tiket kereta tersebut seharga Rp 25.000/orang  dan langsung naik kereta yang siap berangkat.

Tiket kereta ini bisa dipakai berulang kali selama masih ada di area Taman Safari, tandanya kita diberikan tiket berwarna merah dan dijadikan gelang seperti tiket masuk. Tetapi jika anda lebih kuat berjalan kaki, maka anda bisa lebih cepat untuk bergerak dibandingkan dengan kereta. Pertimbangannya ialah jumlah kereta yang terbatas. Jadi anda perlu mengantri untuk bisa naik kereta berikutnya.

Tips Ke-4

Beli tiket kereta untuk keliling Taman Safari dan langsung ke lokasi pertunjukan

 

Tips Ke-5

Tiket kereta jangan sampai hilang atau terlepas

Saat di kereta Ayah Mirza nanya: “kita mau ke mana Ma?” Saya terdiam dan lagi-lagi masih bingung harus ke mana dulu.

Akhirnya saya putuskan untuk menonton pertunjukan yang ada di Taman Safari saja, tidak usah naik wahana apapun. Pertunjukan di sini maksudnya ialah pertunjukan hewan. Asumsinya wahana tersebut bisa ada di mana saja. Saat waktu wisata keluarga ke Taman Safari lebih luang, baru kita naik wahana.

Tips Ke-6

Tidak perlu naik wahana permainan

Sedangkan saat ini, kondisinya kami ikut rombongan sekolah kakak dan hanya punya waktu kurang lebih 6 jam saja di lokasi. Jadi harus punya strategi untuk memaksimalkan waktu yang kami miliki. Keputusan kedua adalah kami hanya menikmati tontonan atau wahana yang tidak berbayar, jadi memang sudah termasuk tiket masuk.

Tips Ke-7

Tonton wahana yang gratis (sudah termasuk di harga tiket masuk Taman Safari)

Sampai di pemberhentian pertama, ada petugas yang berteriak kalau dari shuttle ini bisa turun lihat Tiger Show. Saat itu pukul 13.10 lewat, akhirnya kami turun dan masuk ke arena Tiger Show, pertunjukan baru dimulai pada pukul 13.30 WIB.

Tips Ke-8

Mulai dengan menonton Tiger Show

TIGER SHOW

Disini kita melihat atraksi bagaimana beberapa jenis harimau seperti harimau Sumatra dan Benggala. Melihat mereka mampu memanjat pohon, menerkam, dan juga ternyata bisa bersahabat dengan manusia.

Setelah Tiger Show selesai, saya masih belum paham dengan peta yang ada di brosur Taman Safari ini. Saya hanya melihat selanjutnya akan ada Cowboy Show 14.00 WIB dan Globe of Death 14.30 WIB. Saat saya lihat di peta, jarak antara lokasi tempat Tiger Show dan kedua pertunjukan tadi lumayan jauh, jadi rencananya kami akan nonton Globe of Death saja.

Buru-buru kami naik kereta yang ada. Alhamdulillah di kereta ketemu dengan teman Mirza, Azhar namanya. Dari situ, saya mendapat informasi bahwa Cowboy Show dan Globe of Death bisa turun di satu terminal yang sama. Bunda Azhar langsung ngajak kami untuk nonton Cowboy Show, tapi saya bilang bukannya sudah lewat waktunya?

Dia jawab belum. Akhirnya kami langsung berlari menuju arena Cowboy Show supaya tidak ketinggalan.

Tips Ke-9

Lanjutkan dengan menonton Cowboy Show

COWBOY SHOW

Dari awal masuk arena tempat menonton Cowboy Show, kami sudah diperingatkan oleh petugas untuk tidak mengeluarkan kamera atau HP pada arena wisata keluarga ke Taman Safari yang satu ini.

Baca juga  Teras Cihampelas Bandung, Ikon Wisata Unik di Tengah Kota

Jadi intinya dilarang keras untuk mengambil foto apalagi merekam selama pertunjukan Cowboy Show Taman Safari berlangsung. Dari semua show, ini show paling favorit versi keluarga kami… Kenapa?

Selain akting para pemainnya yang bagus banget, kami salut sekali dengan hewan-hewan yang terlibat selama pertunjukan. Kalau kuda, ya sudahlah.. Sudah biasa bisa diatur.

Akan tetapi, hewan lainnya seperti burung, ayam, dan bahkan tikus bisa ikut ambil peran di pertunjukan tersebut. Mereka (hewan-hewan ini) bisa keluar, berjalan tanpa digiring siapapun dari satu titik untuk kembali ke belakang ‘panggung’ atau arena.

Tips yang mau nonton pertunjukan ini, coba deh duduk di bagian paling depan dan posisi tengah ya. Kenapa harus di sana? Yuk.. Datang dan rasakan sendiri sensasinya hehehe 😀

Begitu Cowboy Show selesai, kami langsung jalan kaki ke arena Globe of Death. Jarak kedua arena ini cukup dekat. Berhubung waktunya sudah mepet, kami harus gerak cepat karena mulai pukul 14.30 WIB.

Tips Ke-10

Lanjut dengan nonton atraksi Globe Of Death

Wisata Keluarga ke Taman Safari Bogor

GLOBE OF DEATH (BOLA MAUT)

Arena ini kecil, ada sebuah bola raksasa yang terbuat dari baja. Kemudian dikelilingi oleh bangku penonton. Kalau jaman kecil dulu saya pergi ke taman ria atau pasar malam ada namanya Tong Setan. Kurang lebih Globe of Death ini hampir sama.

Jadi atraksi pengendara motor yang berputar secara simultan, tanpa henti, dari 1 sampai 4 motor dalam 1 bola. Kalau tong setan medannya berbentuk tong, dan pengendara motor tanpa pengaman apapun muter-muter di tong yang terbuat dari papan. Untuk membayangkannya aja saya udah merinding sendiri.

Bedanya kalau globe of death ini bolanya terlihat kokoh karena terbuat dari baja, tutup buka pintu juga menggunakan mesin tidak manual. Pengendara motor juga dilengkapi dengan helm dan kostum balap motor yang aman. Seperti kostum pembalap Moto GP yang sering kita lihat di Televisi.

Sebelum atraksi dimulai, pembawa acara menjelaskan atraksi apa yang akan dimainkan dan memperkenalkan 4 orang pengendara motor yang akan melakukan atraksi. Selanjutnya, para pengendara tersebut melambai-lambai ke penonton. Info tambahan yang tidak kalah penting: Pengendara motornya cakep-cakep looooh.. hihihi..

Atraksi dimulai dengan 1 pengendara. Tidak hanya berputar horizontal, tapi bisa mutar 360 derajat secara vertical mengikuti lengkungan bola. Kemudian tambah hingga 2 orang, 3 orang, dan akhirnya sampai 4 orang pengendara motor masuk ke dalam bola.

Di dalamnya mereka bisa bergantian dan beriringan berputar-putar melawan gravitasi. Ngeri-ngeri sedep juga kami melihat atraksinya. Sayangnya, bagi anda yang punya anak balita di bawah 3 tahun, sepertinya tontonan ini tidak cocok. Suara knalpot motor terlalu berisik.

Pasti tidak nyaman buat balita. Penonton yang duduk di depan kami ada yang membawa anak kira-kira usia 1 tahun. Tak lama saat atraksi mulai berlangsung, si anak menjerit nangis begitu mendengar suara motor meraung-raung. Akhirnya mereka keluar, tidak bisa menonton atraksi sampai selesai.

Tips Ke-11

Atraksi ini tidak disarankan bagi keluarga yang membawa bayi atau balita

Terminal angkutan yang ada di Globe of Death ini termasuk pemberhentian shuttle yang terakhir, dan jadi shuttle pertama untuk kembali pulang ke lokasi parkir kendaraan. Jadi rame sekali saat kami lihat di terminalnya.

Kereta belum datang, yang antri sudah banyak. Terminal penuh banget. Akhirnya kami pilih jalan kaki saja, untuk menghemat waktu piknik di Taman Safari. Daripada menghabiskan waktu untuk antre kereta, pasti lama banget. Sambil jalan kami, saya baru mulai paham dengan peta yang ada di brosur tersebut.

Tips Ke-12

Jika terminal penuh dengan antrian pengunjung, bisa lanjutkan perjalanan dengan jalan kaki

Tujuan berikutnya dalam perjalanan wisata keluarga ke Taman Safari Bogor, kami mau nonton Sea Lion Show. Kami berjalan kaki melewati beberapa arena yang bisa dilihat dan dipelajari seperti:

  • Meerkat Bekantan;
  • Primate Center & Reptile Tunnel;
  • Rumah Aceh;
  • Penguin House;
  • Komodo Dragon Island;

Karena kebanyakan mampir, akhirnya kami terlambat nonton Sea Lion Show-nya hahaha 😀

Tips Ke-13

Lanjutkan dengan menonton Sea Lion Show

SEA LION SHOW

Walaupun terlambat, ternyata masih bisa masuk. Nyelip-nyelip melewati penonton lainnya, akhirnya kami dapat tempat duduk kosong di bagian atas. Kami tidak bisa menikmati pertunjukan singa laut dari awal, tetapi lumayan Mirza bisa tahu dan melihat singa laut ini seperti apa.

Baca juga  Panduan Tips Liburan ke Bandung dengan Asyik dan Nyaman

Mirza terhibur saat melihat Sea Lions bisa bertepuk tangan, berenang dan melompat tinggi. Di sini kami baru tau ternyata ada hewan yang namanya Sea Lion (Singa Laut). Selama ini taunya Anjing Laut aja. Selain itu ada juga binatang yang namanya Gajah Laut.

Antara singa dan anjing laut ini mirip. Bagian tubuh yang membedakan ada pada bagian moncongnya. Kalau anjing laut lebih runcing. Dari pertunjukan yang super singkat ini, kami lanjut keluar arena dan langsung ketemu arena Birds of Prey Show yang akan segera beraksi.

Tips Ke-14

Keluar dari Sea Lion Show, bisa langsung menonton Birds of Prey Show

BIRDS OF PREY SHOW

Di area wisata keluarga Taman Safari yang satu ini dipertunjukkan berbagai macam burung pemangsa, bagaimana mereka mempertahankan sarang dan juga mengambil makanannya. Paling memukau yaitu ketika pembawa acara menyebutkan satu jenis burung, dan menyuruh penonton melihat ke arah pepohonan hutan lebat.

Beberapa saat burung tersebut mulai terlihat terbang berputar-putar bak penari yang memamerkan keindahan sayapnya. Begitu seterusnya tiap burung-burung itu dipanggil bergiliran.. Seakan-akan mereka sudah tau jadwal tampilnya masing-masing.

Ini pertunjukan terakhir yang kami tonton, kemudian bersiap sholat ashar sekaligus menjamak sholat Dzuhur di Masjid yang dekat dengan lokasi Birds of Prey Show ini.

Tips Ke-15

Bagi anda yang beragama Islam, bisa istirahat sejenak sambil melaksanakan Sholat

Sholat beres, kami jalan kaki lagi menuju bus yang sudah stand by di lokasi parkir. Jika kami hanya menunggu kereta, kemungkinan besar akan lama sekali karena penuh dengan pengunjung lain dan tidak akan bisa menonton dua show terakhir (Sea Lion dan Birds of Prey Show). Rugi lah, sudah jauh-jauh wisata keluarga ke Taman Safari, malah ga bisa nonton banyak Show 😀

Saat itu kami sudah molor 30 menit dari jadwal yang diharuskan untuk berkumpul. Akan tetapi, kami masih sempat mampir ke foodcourt beli makanan untuk makan malam di Bus.

Tips Ke-16

Mampir ke foodcourt untuk beli makanan

Alhamdulillah. Kurang lebih dalam rentang waktu 6 jam untuk wisata keluarga ke Taman Safari sudah usai. Hasilnya? Banyak show pertunjukan yang berhasil kami nikmati dalam waktu singkat.

  1. Tiger Show
  2. Cowboy Show
  3. Globe of Death
  4. Sea Lion Show
  5. Bird of Prey Show

Ditambah lihat-lihat binatang di dalam bus wisata saat awal masuk ke Taman Safari. Belum puas kata Mirza, dia belum sempat lihat lumba-lumba, nonton dan naik gajah, masuk ke baby zoo, apalagi naik wahana permainan. Jadi kakak pun juga ingin piknik di Taman Safari lagi dengan pengalaman berlibur dan cerita unik lainnya.

Saat ngobrol dengan bunda dari teman-teman kakak yang lain, saya malah kaget sendiri.

Ada yang cuma kebagian satu atau dua show saja 😀

 

Bunda yang lain malah kehabisan waktu karena kehabisan waktu untuk bermain di wahana permainan 😀

Bunda-bunda lain malah tanya ke saya, gimana caranya bisa nonton banyak show dalam waktu wisata di Taman Safari yang super duper singkat 😀

Saya bagikan saja apa yang saya lakukan dari awal hingga selesai, supaya wisata keluarga ke Taman Safari ini bisa optimal. Akhirnya bunda lainnya pada paham, gimana cara kami untuk mengejar banyak show. Ada strateginya, hehehehe 😀

Kunjungan ini bukan yang pertama dan terakhir kali. Mudah-mudahan lain waktu kami bisa berkunjung lagi untuk wisata keluarga ke Taman Safari dan mendapatkan pengalaman seru lainnya.

tips wisata keluarga ke taman safari
wisata di taman safari

Bisa punya waktu yang lebih longgar dan santai, bisa menginap di Taman Safari Lodge, jadi kami sekeluarga bisa menikmati semua fasilitas yang ada di sana dan sekaligus mencoba Safari Malam juga.

Demikian kisah singkat dan tips kami mengenai mengoptimalkan wisata keluarga ke Taman Safari (hanya) dalam waktu 6 jam saja. Semoga ada manfaat yang bisa diambil para pembaca dari cerita dan pengalaman berlibur ke Taman Safari yang sangat singkat ini 😀

Nikmati juga tulisan kami lainnya tentang wisata taman GRATIS pada salah satu taman yang ada di kota Bandung.

(Visited 5,315 times, 16 visits today)

2 Comments

  1. kemaren kesana kesuangan jadi cuma bisa lihat 2 wahana doang, cowboy show sama giant panda
    itu juga yg cowboy show ga bisa lihat sampe selesai karena anak saya yang kecil udah nangis duluan kaget sama teriakan penonton, akhirnya harus keluar lebih awal deh padahal seru banget itu pertunjukannya

    1. wah sayang banget kalo kesiangan ya.. Padahal seru banget tuh kalo bisa dapat banyak wahana, pasti puas..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe Channel Youtube

Copyright 2017 Blog Catatan Bunda