Free Update

Nikmati update cerita Catatan Bunda langsung di smartphone Anda. GRATIS ^_^

10 Tips Traveling Membawa Balita Naik Kereta Api Dengan Nyaman

Tips Traveling Membawa Balita Naik Kereta Api. Pastinya akan sangat menantang πŸ˜€

Image naik kereta api beberapa waktu yang lalu tidak jauh dari kesan kereta api yang kotor dan kumuh. Apalagi kereta api ekonomi.

Kami pernah backpacking bareng teman-teman kuliah dari Bandung ke Yogyakarta menggunakan kereta api ekonomi. Saat itu tahun 2010 kalau tidak salah.

Yang namanya pedagang asongan bisa masuk di tiap stasiun, duduk pun berdesak-desakan, bahkan ada penumpang yang tidur di lantai gerbong.

Akan tetapi, kereta api sudah banyak berbenah dan memperbaiki kualitas pelayanannya. Saat ini traveling dengan kereta api sudah jauh lebih nyaman.

Cerita kali ini ialah saat kami sekeluarga pergi ke Semarang, kampung halaman suami saya. Kami memilih untuk traveling dengan kereta api.

Bagaimana tips traveling membawa balita naik kereta api? Ikuti terus cerita kami ya.

Bagi anda yang ingin traveling atau liburan ke Bandung, bisa simak cerita kami tentang panduan liburan ke Bandung. Semoga anda nyaman dan menikmati liburan anda di sini πŸ˜€

pose sebelum kereta api berangkat - catatan bunda

Tips Traveling Membawa Balita Naik Kereta Api Dengan Nyaman

Saat itu, saya dan suami membawa kedua anak yang masih berusia balita. Tentu momen traveling dengan kereta api ini akan menjadi pengalaman baru buat kami berdua.

Tantangannya akan jauh berbeda saat kami traveling dan bepergian keluar kota dengan menggunakan mobil pribadi.

Mengapa kami memilih traveling dengan kereta api?

Salah satu pertimbangannya ialah ingin memberi pengalaman yang berbeda pada kedua anak saya.

Beberapa kali anak sulung saya minta jalan-jalan naik kereta api.

Saya pun coba menjelaskan kepada kakak, β€œKita cari waktu dulu ya Kak, nanti kita naik kereta api bareng-bareng ke rumah Kung dan Eyang Uti di Semarang”

Akhirnya momen itu pun tiba. Kebetulan adik bungsu kami lulus dan menjalani proses wisuda di Universitas Diponegoro Semarang.

Langsung deh, tanpa pikir panjang, kami berburu tiket kereta api untuk perjalanan menuju ke Semarang.

Lalu, gimana cara dan tips traveling membawa balita naik kereta api supaya anak-anak tetap nyaman? Berikut ini informasinya.

Ceritakan tentang Asyiknya Liburan

Jauh-jauh hari, saya sering mengajak anak-anak untuk ngobrol bareng. Termasuk dengan anak bungsu. Tetap saya ajakin ngobrol, walaupun anak bungsu saya masih kecil dan belum lancar untuk ngomong.

Saat itu, saya terus cerita tentang asyiknya liburan ke Semarang.

Bisa main ke rumah Kung dan Uti, bisa jalan-jalan di Simpang Lima dan naik sepeda warna-warni di sana. Termasuk saya ceritakan juga nikmatnya naik kereta api.

Seperti apa bentuknya kereta api, seperti apa bunyi kereta api saat mulai berjalan, lalu kita bisa menikmati perjalanan sambil duduk di dalam gerbong, dan lain-lain.

Saya ingin memberikan sugesti awal ke anak bahwa kita mau jalan-jalan naik kereta api. Pasti seru dan menyenangkan.

Dengan memiliki gambaran perjalanan yang menyenangkan dengan menggunakan kereta api, anak-anak akan tetap excited dan menanti momen liburan tersebut.

Anda bisa menerapkan tips traveling membawa balita ini jauh hari sebelum berangkat. Atau saat anda sudah mendapatkan tiket.

 

Beli Tiket Jauh Hari Sebelumnya

Saat mengetahui tanggal pasti acara wisuda adik di Semarang, kami langsung berburu tiket kereta api.

Walaupun acaranya masih lumayan lama, kami tidak mau membuang waktu.

Kegiatan berburu ini menjadi salah satu tips traveling membawa balita naik kereta api supaya anak-anak bisa nyaman selama di perjalanan.

Lagipula dengan membeli tiket kereta api jauh hari sebelumnya, banyak keuntungan yang bisa saya dapatkan.

Pertama, bisa dapat harga tiket yang relatif lebih murah, daripada memesan tiket kereta api saat sudah dekat tanggal keberangkatan.

Kedua, saya bisa lebih leluasa memilih tempat duduk. Harapannya saat pesan jauh hari sebelum berangkat, masih banyak kursi yang tersedia.

Jadi saya bisa memilih gerbong dan kursi yang nyaman untuk saya, suami, dan kedua anak kami.

Untungnya saat kami pergi ke Semarang bukan saat liburan atau saat high season.

Harga tiket pun sangat bersahabat. Tidak melambung tinggi seperti saat hari raya Idul Fitri atau periode high season lainnya.

 

Pilih Tempat Duduk yang Berdekatan

Berikutnya, saat mulai berburu tiket kereta api, usahakan untuk memilih tempat duduk di dalam gerbong pada posisi yang berdekatan.

Hal ini menjadi salah satu tips traveling membawa balita naik kereta api.

Selain itu, menjaga anak-anak tetap nyaman selama perjalanan panjang ke Semarang. Setidaknya ada dua pilihan posisi kursi yang biasa saya ambil.

Posisi pertama ialah posisi kursi yang sejajar, lalu posisi kedua ialah posisi kursi yang paralel (depan-belakang).

Enaknya tentu memilih posisi kursi yang paralel. Kursi yang ada di bagian depan bisa diputar untuk menghadap kursi yang di belakang. Jadi bisa saling berhadapan.

Lebih enak dan nyaman saat berinteraksi selama di perjalanan.

Sayangnya, saat itu kami mendapatkan kursi yang sejajar. Jadi tidak bisa saling berhadap-hadapan.

Saya lebih memilih tempat duduk yang ada di bagian tengah gerbong dibandingkan tempat duduk yang ada di bagian depan atau belakang gerbong.

Lebih kepada faktor keamanan dan supaya tidak terlalu dekat dengan kamar mandi. Terkadang aroma kamar mandi bisa tercium dari posisi tempat duduk tersebut.

Tips Traveling Membawa Balita Naik Kereta Api - catatan bunda

Datang ke Stasiun Kereta Api Lebih Awal

Satu tips membuat anak nyaman saat perjalanan naik kereta api sudah dimulai sejak perjalanan dari rumah.

Oleh sebab itu, kami berusaha untuk tiba di stasiun Bandung lebih awal dari jadwal keberangkatan kereta api. Bayangkan bila datang di waktu yang mepet.

Bagaimana kami harus berlarian sambil menggendong anak dan membawa barang bawaan yang banyak. Tentu hal ini akan membuat perjalanan menjadi tidak nyaman sejak awal.

Belum lagi adanya resiko ketinggalan kereta api. Bisa jadi rencana berlibur ke Semarang akan gagal total.

Jadi, lebih baik menunggu sejenak di stasiun kereta api dan naik ke dalam gerbong dengan nyaman daripada datang di waktu yang mepet.

Sederhana, bisa menjadi tips traveling membawa balita naik kereta api dengan nyaman dan menentukan keberhasilan liburan anda secara keseluruhan.

 

Bawa Makanan / Cemilan yang Cukup

Berikutnya, satu hal penting yang sangat membantu saya selama perjalanan ialah membawa makanan atau cemilan yang cukup. Baik itu cemilan untuk anak maupun cemilan untuk saya dan suami πŸ˜€

Jenis cemilan pun bisa bermacam-macam. Tergantung selera tiap anak. Selain membawa cemilan, saya biasa mempersiapkan potongan buah yang saya simpan di dalam wadah khusus.

Alhamdulillah kedua anak saya pada doyan buah-buahan seperti apel, buah pir, semangka, salak dan aneka buah lainnya. Jadi saya bisa membawa beberapa jenis buah saat perjalanan naik kereta api.

Saya lebih memprioritaskan untuk membawa buah yang tidak terlalu berair, seperti buah salak, buah pir dan buah apel.

Saat di perjalanan, lalu anak-anak mulai terlihat bosan, saya bisa memberi mereka makanan, baik makanan kecil, buah-buahan hingga makanan utama. Tergantung situasi dan kondisi.

Pastikan anda tidak terlewat tips traveling membawa balita naik kereta api yang satu ini ya πŸ˜€

Kita semua mengetahui jika harga makanan di dalam gerbong kereta lumayan mahal.

Jadi kami lebih memilih untuk membawa bekal makanan dari rumah untuk disantap saat perjalanan. Alhamdulillah anak-anak tidak rewel dan mudah untuk makan selama di kereta.

Mending budget liburannya dihabiskan untuk jalan-jalan dan wisata kuliner di Semarang, daripada di dalam kereta. Seperti cerita kami jalan-jalan ke Jakarta dan makan di salah satu restoran seafood di Jakarta πŸ˜€

 

Sortir Barang yang Akan Dibawa

Saat memutuskan untuk berangkat naik kereta api, kami harus melakukan beberapa penyesuaian. Salah satunya ialah mengenai barang-barang yang akan dibawa ke Semarang.

Bila naik mobil pribadi, segala macam barang pun bisa kami masukkan ke mobil. Tinggal melakukan penataan yang lebih bagus di bagian belakang mobil.

Akan tetapi, kondisinya berbeda dalam perjalanan kali ini.

Bayangkan bila membawa barang yang sangat banyak ditambah harus menjaga dua anak sekaligus, tentu perlu tenaga ekstra saat perjalanan.

Oleh sebab itu, tips traveling membawa balita naik kereta api berikutnya ialah dengan mensortir barang-barang yang akan kami bawa ke Semarang.

Tidak semuanya kami bawa.

Ada satu cara sederhana yang bisa anda lakukan untuk mengurangi barang bawaan saat naik kereta api.

Bagaimana caranya?

Kami mengirim beberapa barang bawaan ke Semarang terlebih dahulu dengan jasa pengiriman. Dengan demikian, saya dan suami tidak kerepotan dengan barang bawaan selama di perjalanan.

Kami bisa fokus pada anak-anak dan menikmati perjalanan.

Demikian juga dengan pakaian. Dari pengalaman, jika melakukan perjalanannya malam hari, kita akan memerlukan pakaian ekstra seperti jaket atau sweater.

Selain dari dinginnya cuaca malam, AC yang ada di dalam kereta api akan makin menambah dingin suasana.

Akan tetapi, karena kami melakukan perjalanan pagi ke siang hari, kami tidak perlu membawa jaket atau sweater. Hal itu sangat membantu lho.

Barang bawaan bisa jauh lebih sederhana dan tidak merepotkan.

 

Ajak Jalan Keliling Gerbong

Perjalanan dari Bandung ke Semarang memerlukan waktu kurang lebih 8 hingga 10 jam. Satu rentang waktu yang cukup panjang dan melelahkan, terlebih bagi anak-anak.

Selain melelahkan, perjalanan panjang ini bisa sangat membosankan bagi anak.

Oleh sebab itu, kami perlu menyiapkan berbagai alternatif kegiatan selama di dalam gerbong kereta api.

Apalagi saat anak bungsu mulai rewel dan menangis.

Salah satu tips traveling membawa balita selama perjalanan di kereta api ialah saya menggendong anak untuk keliling gerbong.

Proses ini sangat membantu saya untuk mengatasi rasa bosan yang dialami anak saya.

Saat anak mulai tenang, saya bisa duduk kembali dan ajak main dengan mainan lainnya.

 

Bawa Mainan Anak

Ya, hal ini sangat penting, seperti halnya tips lainnya.

Tips traveling membawa balita naik kereta api dengan nyaman ialah dengan membawa beberapa mainan milik anak.

Saya pun sudah mempersiapkan untuk membawa mainan anak saat perjalanan kami ke Semarang. Aneka mainan dimasukkan ke dalam tas punggung milik kakak.

Saat diajak diskusi bahwa kakak harus bertanggungjawab atas mainannya sendiri, dia bisa mengerti.

Jadi kakak membantu memilih mainannya sendiri, mana yang akan dibawa ke Semarang, mana yang ditinggalkan saja di Bandung.

Selama perjalanan, anak-anak bisa bermain dengan tenang di kursinya.

Anak bungsu pun mengikuti dan mendampingi kakaknya main. Saat bosan, baru minta gendong ke saya atau ayah.

 

Ajak Melihat Pemandangan di Luar Gerbong

Tips traveling membawa balita naik kereta api dengan nyaman ialah dengan mengajak mereka untuk melihat-lihat pemandangan yang ada di luar gerbong.

Cara yang satu ini efektif lho saat saya lakukan.

Anak-anak bisa terpukau melihat pemandangan sawah dan gunung yang hijau, jembatan, jalan raya, aneka mobil hingga melihat aneka bangunan yang dilalui oleh kereta api.

Alhamdulillah saat itu perjalanan kami berlangsung di pagi hingga siang hari.

Jadi bisa melihat aneka pemandangan. Beda halnya bila anda melakukan perjalanan di malam hari, tentu anda hanya bisa tidur malam saja selama perjalanan πŸ˜€

Kami menggunakan Kereta Api Malabar dari Bandung ke Semarang, dan pilihan kami jatuh ke gerbong kelas bisnis.

Berangkat dari Stasiun Bandung jam 6 pagi dan tiba di Semarang siang harinya.

 

Ceritakan Rute Perjalanan yang Akan Dilalui

Saat perjalanan, saya lebih banyak duduk bersama si bungsu. Sedangkan suami saya duduk bersama anak sulung.

Satu hal yang dilakukan suami saya ialah dengan bercerita ke kakak mengenai rute perjalanan yang akan dilalui oleh kereta api.

Jika hanya diceritakan saja secara verbal, tentu kakak belum begitu paham. Suami saya menggunakan smartphone dan menunjukkan rute lewat Google Maps atau aplikasi Waze.

Di aplikasi tersebut terlihat jalur rel yang dilalui beserta posisi kereta api ketika itu.

Nah, dengan alat bantu seperti Google Maps dan Waze, suami saya bisa banyak bercerita pada kakak tentang rute kereta api.

Berapa lama lagi sampai ke Semarang, berapa kecepatan kereta saat itu, dan aneka bahan cerita yang lainnya.

Hal ini menjadi salah satu tips traveling membawa balita naik kereta api dengan nyaman. Kakak fokus memperhatikan cerita yang disampaikan oleh Ayah sambil melihat ke layar smartphone.

Tips Traveling Membawa Balita Naik Kereta Api Dengan Nyaman - catatan bunda

Alhamdulillah, siang harinya kami tiba di Stasiun Tawang Semarang.

Perjalanan lancar dan tidak ada hambatan apapun. Kami sekeluarga puas dengan fasilitas dan kenyamanan selama di gerbong kereta.

Liburan bersama keluarga jauh lebih menyenangkan dengan dukungan kereta api.

Anak-anak pun bisa menikmati perjalanan dan mendapatkan pengalaman baru bepergian dengan menggunakan kereta api.

Setibanya di Semarang, anak-anak bahagia banget bisa bertemu dengan Eyang Kung dan Uti. Langsung main, lupa sama capek dan bosannya selama di kereta api πŸ˜€

Demikian rangkaian tips traveling membawa balita naik kereta api yang bisa kami bagikan pada kesempatan kali ini.

Semoga informasi dan cerita kami kali ini bermanfaat buat anda, para orangtua yang membaca pengalaman dan 10 tips traveling membawa balita ala keluarga kecil kami.

Sampai jumpa di episode selanjutnya πŸ˜€

(Visited 3,552 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ada Pertanyaan?

Channel Youtube

Copyright 2017 - Catatan Bunda