Tips mempersiapkan anak khitan, satu pengalaman menantang buat kami. Anak sulung kami laki-laki. Saat ini usianya menginjak 5 tahun. Kami berdua tentu sudah membicarakan tentang satu hal yang menjadi salah satu tugas orangtua, terlebih yang memiliki anak laki-laki.

Apa itu?

Tugas untuk mengkhitan anak laki-laki.

Bagaimana cerita dan kisah keluarga kami selengkapnya mengenai tips mempersiapkan anak khitan? Ikuti terus ya, semoga ada manfaatnya bagi para pembaca setia Blog kami 🙂

Tips Mempersiapkan Anak Khitan Pengalaman Seru Bagi Orangtua - catatan bunda

Pengalaman Berbagi Tips Mempersiapkan Anak Khitan

Perjalanan kami dimulai sejak beberapa tahun yang lalu. Mulai dari ngobrol-ngobrol ringan tentang kakak Mirza yang akan menjalani proses khitan. Tentu tantangannya akan jauh berbeda dibandingkan dengan tantangan membawa anak naik kereta api.

Pilihan kami saat itu terbayang dua saja. Apakah mau menjalankan proses khitan saat kakak masih kecil atau nanti saja saat sudah mulai beranjak dewasa?

Kami belum tahu tentang proses khitan anak saat masih kecil. Dari pengalaman, ayah dulu sunat saat di kelas 5 SD dan dalam masa liburan kenaikan ke kelas 6 SD.

Mulailah kami cari informasi dan tanya-tanya ke keluarga, tetangga hingga ke teman tentang aneka tips mempersiapkan anak khitan. Banyak cerita pengalaman yang kami dengarkan saat mencari informasi mengenai sunat anak-anak.

Seperti cerita tetangga yang mendatangkan dokter ke rumah untuk khitan anaknya. Di lain pihak, tetangga lain ada yang datang ke klinik khitan untuk proses khitan anak laki-lakinya. Kami berdua pun banyak telepon ke beberapa klinik khitan di Bandung.

Mulai dari teknik yang digunakan, apakah khitan metode konvensional, khitan metode laser, atau khitan metode smart klamp. Lalu bertanya mengenai biaya khitan yang ditetapkan di klinik khitan tersebut.

Selain itu, kami tanya mengenai proses pemulihan setelah khitan, apakah anak boleh didampingi saat proses khitan.

Lumayan, kami mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai rencana untuk menjalankan proses khitan anak sulung. Dari hasil mencari informasi dan tanya sana-sini, kami akhirnya mencoba untuk mengkhitan anak saat usianya masih kecil, belum terlalu besar.

Akan tetapi, kami tidak pernah mematok harus pada usia sekian tahun. Pasrah saja mau di usia berapa. Tugas kami hanya berdoa dan berusaha sebaik mungkin untuk mengedukasi anak supaya mau dikhitan.

Pengertian dan Manfaat Khitan dalam Islam

Sebenarnya, apa sih khitan atau sunat ini? Dalam Islam, khitan ialah proses memotong kulit yang menutupi ujung kemaluan laki-laki. Apa tujuan dan manfaat seseorang melakukan khitan?

Beberapa tujuan dan manfaat khitan ialah sebagai berikut:

Menjaga kebersihan alat kelamin

Dengan memotong kulit yang menutupi ujung kemaluan, maka akan lebih mudah dibersihkan;

Mencegah terjadinya masalah khusus pada penis

Pada sebagian orang, ujung kulit penis (kulup) tidak bisa ditarik ke atas yang sering disebut fimosis. Masalah ini akan menimbulkan peradangan di ujung penis;

Menghindari perkembangan kuman

Jika seseorang tidak melakukan khitan, maka kulit yang menutupi ujung kemaluan akan menjadi tempat berkembangnya kuman atau bakteri;

Tuntunan yang diwajibkan dalam agama Islam

Perintah khitan merupakan satu kewajiban bagi setiap laki-laki, seperti yang dicantumkan di dalam kitab suci Al-Quran dan Hadis Rasulullah Muhammad SAW;

Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan saat seseorang menjalankan perintah khitan ini. Oleh sebab itu, kami berdua ingin segera menjalankan proses khitan untuk anak sulung. Sambil berpikir, apa ya yang bisa kami lakukan sebagai persiapan dan aneka tips mempersiapkan anak khitan yang bisa kami bagikan di blog.

proses sunat di klinik khitan sumbawa bandung - catatan bunda

Aneka Tips Mempersiapkan Anak Khitan

Lalu, apa saja hal-hal yang kami berdua kerjakan sebagai rangkaian tips mempersiapkan anak khitan? Ada beberapa hal yang kami lakukan. Cerita lengkapnya bisa anda simak pada bab berikut ini.

#1 Menjelaskan Tentang Perintah Sunat

Tentunya anak belum mengetahui sama sekali apa itu khitan.

Tips mempersiapkan anak khitan ialah dengan menjelaskan tentang perintah sunat kepada anak. Tentunya penjelasan dengan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh anak. Tujuan awalnya ialah untuk memperkenalkan anak dengan proses khitan. Akan ada anak yang ketakutan atau menolak.

Tidak apa, sebagai orangtua juga jangan ikutan baper 😀

Biarkan saja dulu karena masih proses pengenalan di awal. Seiring berjalannya waktu, pemahaman dan kedewasaan anak akan makin membaik.

#2 Janji Memberi Hadiah

Salah satu tips mempersiapkan anak khitan yang kami lakukan ialah dengan janji memberikan hadiah bagi kakak. Tentunya jika kakak mau melakukan khitan. Hal ini kami pilih sebagai apresiasi untuk keberanian kakak. Walaupun usia masih kecil, tetapi sudah paham dan berani untuk dikhitan.

Hadiahnya apa?

Masih seputar mainan yang jadi kesukaannya, seperti jenis lego atau brick.

Kami juga menceritakan, bahwa keluarga besar tentu akan sangat mendukung jika kakak mau khitan. Kakak bisa dapat hadiah tambahan diluar hadiah yang telah kami siapkan. Bisa dari eyang kung dan eyang putri, dan hadiah lain dari Om beserta tantenya.

#3 Menonton Upin dan Ipin

Ada satu kartun favorit yang biasa ditonton oleh kakak. Apa itu?

Upin dan Ipin.

Nah, salah satu tema kartun tersebut ada yang pernah menayangkan cerita Upin Ipin dan temannya mau menjalani proses khitan. Dari cerita tersebut, kami bisa masuk memberi pengertian dan mendampingi saat kakak sedang menonton.

Kami menggunakan tips mempersiapkan anak khitan dengan menceritakan bahwa khitan itu sakitnya sebentar saja dan tidak perlu ketakutan yang berlebihan.

Dari gambaran yang kakak lihat pada cerita Upin dan Ipin, kami kembangkan lagi dengan kondisi psikologis kakak. Jangan sampai muncul ketakutan yang berlebihan hingga muncul penolakan yang sangat berat di dalam diri kakak. Buat cerita ringan dan menghibur untuk menggembirakan hatinya.

#4 Ceritakan Saudara / Teman yang Sudah Dikhitan

Kakak Mirza punya saudara sepupu yang berdekatan usianya. Tidak terlalu jauh dan mereka pun pernah bermain bersama. Hanya terpaut beberapa tahun saja. Jadi ada kenangan dan memori tersendiri tentang saudaranya. Kebetulan beberapa waktu yang lalu, kakak sepupu dari Mirza ini melakukan proses khitan.

Tips mempersiapkan anak khitan berikutnya yang kami gunakan ialah menceritakan kakak sepupunya yang baru saja melakukan khitan. Lagi-lagi kami harus memilih rangkaian cerita yang tepat, supaya tidak muncul ketakutan dari dalam diri kakak.

Kami bukan tukang cerita yang handal, jadi kami pun berlatih untuk bisa mengajak kakak ngobrol dengan nyaman. Bisa saat bermain, pada kesempatan lain kami ceritakan ketika sedang jalan-jalan. Cari saat suasana hatinya sedang terlihat nyaman dan ceria. Nah, saat itulah kami berdua masuk untuk bercerita tentang kakak sepupunya.

Demikian halnya cerita anak dari tetangga yang baru saja dikhitan. Jangan remehkan kisah dari teman seperti ini.

Karena dalam kasus kami, kakak mendapat kemantapan hati untuk khitan setelah mendengar cerita dari tetangganya saat bermain bersama di komplek.

Anda bisa lakukan semua tips mempersiapkan anak khitan, tetapi kita sama-sama tidak tahu, dari tips yang mana yang akan “KLIK” dan berhasil pada anak kita.

Jadi buat para orang tua, tetap semangat ya untuk membujuk dan mengedukasi khitan pada anaknya 😀

Teman kakak ini usianya masih 3 tahun. Lebih muda dari kakak, badannya pun lebih kecil. Akan tetapi, dia berani untuk khitan. Dia cerita pada kakak, bahwa khitan itu tidak sakit. Saat khitan yang dipotong juga hanya sedikit saja, lalu dia bisa menonton film kartun di dalam ruangan saat proses khitan berlangsung.

#5 Ceritakan Kisah Ayah Saat Khitan

Setiap anak, terlebih laki-laki akan sangat membutuhkan figur seorang ayah di dalam kehidupannya.

Anda setuju?

Demikian halnya salah satu tips mempersiapkan anak khitan yang kami lakukan. Tidak perlu jauh-jauh, ayah menceritakan perjalanannya saat khitan dulu. Ayah dikhitan ketika liburan kenaikan ke kelas 6 SD. Masih metode konvensional tentunya, jadi penyembuhannya memakan waktu lumayan lama.

Tenang, bagian penyembuhan yang lama tidak kami ceritakan ke anak kami 😀

Ayah bercerita pada kakak, bahwa ayah mendapatkan banyak sekali hadiah berupa uang dan mainan setelah khitan. Dapat dari mana?

Ayah dapat hadiah dari eyang kung dan eyang putri ditambah hadiah dari keluarga besar. Maksud kami ialah ingin memotivasi kakak terus supaya dari waktu ke waktu bisa lebih berani.

#6 Hindari Pemaksaan

Tips mempersiapkan anak khitan selanjutnya ialah jangan sampai memaksa anak untuk segera mengikuti keinginan orang tua. Terlebih jika anak masih kecil. Jalani saja dengan sebagaimana mestinya.

Kita terus lakukan edukasi dan memberi penjelasan pada anak. Hal ini kita kerjakan sebagai bentuk ikhtiar orang tua. Mengenai hasilnya, kita pasrahkan saja pada Allah SWT. Sebagai orang tua, banyak-banyak berdoa dan memohon supaya Allah melembutkan hati anak sehingga anak mau sendiri untuk melakukan khitan.

Jika orang tua terlalu memaksa, anak-anak akan jauh lebih menolak lagi.

#7 Lakukan Sesi Tanya Jawab dengan Anak

Setelah selesai menceritakan segala sesuatu tentang khitan pada anak, kami melakukan tips mempersiapkan anak khitan yang berikutnya.

Apakah itu?

Kami bebaskan kakak Mirza untuk ngomong dan mengajukan aneka jenis pertanyaan. Jadi kami lakukan diskusi dua arah dengan anak. Bukan hanya sekedar perintah atau komunikasi satu arah saja. Dengan komunikasi dua arah, kami juga ingin memperkuat keyakinan mentalnya bahwa kakak itu seorang anak yang tangguh dan kuat.

Sudah jadi tugas kami sebagai orang tua untuk mendampingi dan memberikan penjelasan pada kakak. Dalam hal ini ialah terkait dengan proses khitan.

Tempat Pilihan Khitan Anak

Akhirnya beberapa minggu yang lalu, kakak pun setuju untuk melakukan khitan. Mendengar hal tersebut, kami sangat bersyukur, sekaligus deg-degan.

Akhirnya momen tersebut datang juga.

Hanya berselang beberapa waktu sejak kakak menerima buku laporan perkembangan pertengahan semester dari sekolah. Kami langsung bergerak cepat untuk mempersiapkan proses khitan.

Hari yang dipilih bertepatan dengan tanggal kelahiran kakak. Jadi kakak khitan tepat pada usia yang ke-5. Siang harinya, sepulang kakak sekolah kami mempersiapkan acara kecil-kecilan untuk doa bersama keluarga.

Sebagai upaya untuk menghibur dan menyenangkan hati kakak sebelum mulai proses khitan.

Salah satu tips mempersiapkan anak khitan ialah memilih tempat khitan yang cocok.

Pilihan kami jatuh ke mana?

Kami memilih Klinik Khitan Sumbawa sebagai tempat sunat kakak Mirza.

Di mana lokasinya?

Klinik ini terletak di Jalan Sumbawa no. 9 Kota Bandung. Tidak terlalu jauh dari rumah kami.

Kami memilih tempat ini karena rekomendasi dari anak tetangga yang baru saja khitan. Saat di sana prosesnya nyaman, tidak terlalu lama dan anaknya bisa menonton film kartun selama proses berlangsung.

Di Klinik Khitan Sumbawa, teknik sunat apa yang digunakan? Ada dua teknik sunat yang digunakan.

Teknik pertama ialah teknik konvensional dan teknik kedua ialah teknik sunat laser. Kedua teknik ini memiliki keunggulannya tersendiri. Kami lebih memilih untuk menggunakan teknik sunat laser.

Salah satu pertimbangannya ialah masa penyembuhan yang relatif lebih cepat dibandingkan teknik konvensional. Selain itu, orang tua diizinkan untuk masuk ke dalam ruangan dan menemani anak saat proses khitan.

Hal ini jadi salah satu pertimbangan utama kami dalam tips mempersiapkan anak khitan.

 

Biaya Khitan Anak

Tips mempersiapkan anak khitan berikutnya ialah kami harus mengetahui biaya sunat di tempat yang sudah kami pilih. Untuk biaya khitan di Klinik Khitan Sumbawa berapa?

Ada beberapa biaya yang kami keluarkan saat mendaftarkan anak untuk khitan di Klinik Khitan Sumbawa.

Yang pertama ialah biaya pendaftaran sebesar Rp 50.000,-.

Lalu, yang kedua ialah biaya proses khitan menggunakan teknik laser sebesar Rp 850.000,-.

Kemudian, biaya berikutnya ialah biaya untuk obat-obatan sebesar Rp 150.000,-.

Jadi, total biaya yang kami keluarkan ialah berjumlah Rp 1.050.000 untuk proses khitan.

Belum termasuk mainan ya, hahahaha. Pihak klinik menjual aneka mainan juga. Tepat di jalan masuk menuju ruang tempat khitan. Bentuk mainannya aneka jenis bricks berbentuk dinosaurus, superhero dan aneka bentuk lainnya.

Anak kami pun terpikat dan langsung meminta beli mainan di klinik. Sungguh suatu strategi jitu dari pihak klinik untuk meningkatkan penjualan 😀

kado mainan lego untuk kakak - catatan bunda

Proses Penyembuhan Setelah Khitan

Akhirnya, pada tanggal 22 Maret 2018 yang lalu, kakak Mirza resmi sudah dikhitan. Bertepatan pula dengan tanggal kelahirannya, tepat pada usia 5 tahun.  Kondisi tiap anak tentu berbeda-beda. Demikian halnya anak kami dengan anak yang lain.

Jadi kami siapkan untuk berbagai kemungkinan, termasuk jika anak panik dan menangis saat di dalam ruangan hingga masa penyembuhan. Alhamdulillah kami mendapat banyak bantuan dari adik dan kedua orang tua kami selama masa pemulihan kakak pasca dikhitan.

Selesai disunat, kami langsung pulang dan melanjutkan proses pemulihan pasca khitan. Hingga tulisan ini diterbitkan, kakak masih dalam proses penyembuhan setelah khitan. Semoga kakak cepat pulih dan bisa beraktivitas lagi seperti biasanya. Mohon doa ya dari para pembaca sekalian 🙂

Sambil memulihkan diri, kakak bisa bermain sambil duduk dan banyak istirahat. Kami pun terus menyemangati kakak untuk melalui prosesnya sampai benar-benar pulih. Saat sudah pulih, kakak bisa jalan-jalan lagi seperti saat menikmati jalan pagi di Forest Walk Babakan Siliwangi.

Tips mempersiapkan anak khitan sebelumnya ialah dengan mempersiapkan aneka mainan dan kegiatan selama proses pemulihan.

Jadi, sudah ada mainan lego yang bisa kakak rakit selama masa pemulihan. Alhamdulillah kakak mendapat hadiah dari Uwak saat bertemu beberapa waktu yang lalu. Hadiahnya apa? Berupa mainan Lego dalam beraneka bentuk, seperti perahu besar hingga superhero Batman.

kegiatan pemulihan pasca khitan - catatan bunda

Mainan lainnya kami dapatkan dari Planet Sains Bandung. Awalnya kakak dijadwalkan untuk bermain di Planet Sains Bandung untuk pertemuan sesi kedua. Salah satunya ialah mewarnai dinosaurus.

Berhubung kondisi kakak belum pulih total, jadi tidak bisa ikutan di sesi keduanya. Kami pun mengambil jatah mainan yang disiapkan untuk kakak, yaitu berupa mainan dinosaurus yang bisa diwarnai. Kakak pun bisa tetap berkreasi dan bermain di rumah dengan mewarnai mainan dinosaurus di rumah.

Eyang Kung dan Eyang Putri pun memberikan hadiah sepeda baru untuk kakak. Mainan yang siap digunakan saat kakak pulih sepenuhnya pasca khitan. Tentu sepeda baru ini akan membantu memotivasi kakak supaya cepat sembuh.

Belum mainan mobil remote control dan baju dari Om dan Tantenya. Alhamdulillah 🙂

Demikian cerita keluarga kami mengenai tips mempersiapkan anak khitan. Semoga aneka tips kali ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Sampai jumpa di episode cerita berikutnya 😀

(Visited 1,887 times, 6 visits today)