Free Update

Dapatkan update mingguan GRATIS dari Catatan Bunda yang akan dikirim langsung ke alamat email Anda

Tips Memilih Dokter Anak, karena yang Mahal Belum Tentu Cocok

Tips memilih dokter anak ala keluarga kami. Mudah-mudahan pengalaman dan cerita singkat kali ini ada manfaatnya buat para pembaca setia blog Catatan Bunda.

Tiap orang pasti ingin selalu sehat. Tidak mau sakit. Saat keluarga ada yang sakit, apalagi anak, dunia berasa mau runtuh. Benar ga ibu-ibu? 😀

Kami berdua pun demikian. Saat anak sakit, langsung ikutan lemas dan sedih melihat anak tergolek lemah di tempat tidur. Biasanya anak bisa main dengan ceria, berlarian keliling rumah. Bahkan jika dibandingkan antara pasangan anda yang sakit atau anak, pasti yang terasa lebih berat bebannya ialah sakitnya anak.

Namanya juga anak-anak. Mereka belum mengerti tentang mengurus diri sendiri. Bagaimana caranya bertindak saat tubuhnya terasa sakit? Apa yang harus dilakukan saat tubuhnya demam? Apa yang harus diminum saat sedang batuk?

Mereka pun hanya bisa tergolek lemah sambil menangis dan terus merengek. Tidak tahu apa yang harus dilakukan. Apalagi pada bayi yang masih tidak berdaya. Cara berkomunikasi dengan orang tuanya masih sangat terbatas. Dominannya dengan cara menangis.

Seringkali muncul banyak pertanyaan di dalam diri. Anak-anak sudah terjaga makanannya, selalu diawasi, tetapi kenapa masih sakit? Saat bermain, anak-anak selalu didampingi, tetapi kenapa masih sakit? Dan aneka pertanyaan lainnya berkelebat muncul di dalam kepala.

Saat dipikirkan kembali, kami pun coba menenangkan diri. Barangkali Allah SWT punya satu pesan buat kami berdua. Ada hikmah yang ingin disampaikan melalui sakitnya anak-anak. Allah SWT ingin melihat usaha kami untuk memilih dokter anak dan melakukan usaha terbaik untuk mengobati anak-anak.

Setelah pikiran tersebut muncul, kami relatif lebih tenang. Banyak berzikir dan mohon ampun pada Allah SWT. Sambil terus berusaha untuk mengobati anak supaya cepat sembuh.

pengalaman memilih dokter anak - catatan bunda

Tips Memilih Dokter Anak Favorit

Salah satu usaha yang ada di benak orang tua, termasuk kami, ialah pergi ke dokter anak untuk berobat. Pada kesempatan ini, kami coba berbagi pengalaman tips memilih dokter anak. Alhamdulillah keluarga kami sudah punya satu dokter anak langganan yang sangat cocok dan kami percaya.

Sejak anak pertama, kami sudah periksa ke dokter anak tersebut. Mulai dari imunisasi hingga saat anak sakit, kami periksakan ke beliau. Hingga saat ini, anak kedua kami pun ikutan seperti kakaknya. Saat ada masalah kesehatan, kami ikhtiar dengan berobat ke dokter anak yang sama.

Semoga dengan tips memilih dokter anak yang sederhana dari kami, bisa menginspirasi anda saat mencari dokter anak yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan anda.

Dokter Anak yang Bagus? Banyak, tetapi yang Cocok?

Dokter anak sangatlah banyak. Bahkan banyak yang sudah gelarnya tinggi dan termasuk kategori dokter senior. Secara kualitas, dokter anak tersebut sangat berkualitas dalam bidang keilmuannya, yaitu untuk menangani permasalahan penyakit anak-anak.

Akan tetapi, apakah dokter anak tersebut cocok untuk semua orang? Menurut kami belum tentu cocok. Dalam perjalanan kami, pernahkah ganti dokter anak? Tentu saja pernah. Bukan karena kami tidak cocok lagi dengan dokter anak yang sudah jadi kepercayaan kami. Akan tetapi, karena jadwalnya tidak cocok.

Saat itu dokter anak sedang cuti dan berlibur bersama keluarganya. Pada kesempatan lain, sang dokter sedang ada symposium. Jadi kami terpaksa berpindah sementara ke dokter anak yang lain untuk berobat.

Jadi, tingginya gelar dan senioritas seorang dokter, bukan menjadi salah satu tips memilih dokter anak menurut pengalaman kami.

Kami bertemu dokter anak favorit ini sejak kelahiran anak pertama di salah satu klinik kesehatan. Lokasi kliniknya tidak jauh dari rumah. Beberapa saat setelah anak kami lahir, langsung dibawa ke dokter anak untuk dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatan setelah lahir. Sejak itulah kami tidak mau berpindah ke dokter anak yang lain.

Banyak faktor yang membuat keluarga kami percaya dan nyaman saat diperiksa oleh beliau. Hingga saat ini pun, kami masih memeriksakan anak ke beliau saat kondisi anak kami sedang tidak enak badan.

Dari perjalanan selama ini, apa saja tips memilih dokter anak? Ikuti cerita dan pengalaman kami selengkapnya di sini.

#1 Ramah dan Murah Senyum

Salah satu tips memilih dokter anak yang sangat penting. Sejak awal ketemu, sudah bisa terasa apakah dokter tersebut cocok dengan anda atau tidak. Karakteristik yang pertama ialah sang dokter ramah dan murah senyum.

Setiap kali kami masuk ke ruangannya saat mau periksa, sang dokter selalu menyapa kami dengan tersenyum.

“Halooo, kenapa nih? Perasaan baru beberapa hari yang lalu saya lihat lagi main-main di Kidzoona” Begitu sapa dokter pada kami sambil tersenyum.

Dari mana dokter tahu kami baru saja main ke Kidzoona? Karena kami berteman di media sosial. Ternyata, beliau mengamati lini masa media sosial. Termasuk kegiatan kami saat main bersama anak di Kidzoona.

Gimana rasanya saat disapa seperti itu? Tentu akan muncul rasa nyaman pada keluarga pasien. Saat sudah nyaman, konsultasi pun akan terasa ringan dan mudah. Obrolan antara kami dan dokter pun berlanjut dengan penuh keceriaan. Tidak jarang kami dan dokter bisa ngobrol sampai ketawa bersama-sama.

tips memilih dokter anak - catatan bunda

#2 Pendengar yang Baik

Saat masih di rumah, biasanya sebisa mungkin kami akan mengamati kondisi anak baik-baik. Apa saja tanda-tanda pada tubuhnya? Apakah badannya panas? Jika panas, sampai suhu berapa derajat?

Dengan mengamati berbagai gejala tersebut, saat bertemu dokter anak kami bisa cerita selengkap mungkin. Faktor berikutnya sangatlah penting buat kami. Jika tidak terpenuhi, maka kami bisa tidak nyaman dan menjadi tidak respek pada sang dokter tersebut. Setinggi apapun gelarnya, seberapa senior pun statusnya.

Sebagai salah satu tips memilih dokter anak yang utama ialah dokter mau menjadi pendengar yang baik. Saat pasien bercerita, berkeluh kesah, menanyakan segala sesuatu yang masih terkait, maka dokter anak bersedia untuk mendengarkan dengan baik tanpa memotong pembicaraan.

Lalu setelah mendengar dan menyimak perkataan pasien, dokter bisa memberikan respon yang baik. Mulai dari menjawab pertanyaan yang perlu penjelasan serius hingga obrolan ringan yang penuh canda.

#3 Membaur dengan Pasien (Tidak Jaim / Jaga Image)

Dalam bayangan pasien, bertemu dokter ibarat ketemu dosen penguji saat sidang skripsi atau tesis. Penuh dengan ketegangan di dalam ruangan. Dosen penguji dan dosen pembimbing pun tampak saling menjaga wibawa.

Suasana yang terbangun akhirnya menjadi tegang. Seolah-olah para dosen penguji itu sedang lapar dan melihat makanan enak di hadapannya. Bawaannya ingin membantai saja si mahasiswa yang sedang diujinya. Apalagi jika sang dosen penguji sedang dalam keadaan bad mood.

Padahal dokter seharusnya bisa membaur dengan pasien supaya pasien dan keluarganya merasa nyaman. Satu tips memilih dokter anak yang patut anda perhatikan sebagai pasien. Dokter sebaiknya tidak perlu terlalu jaga image (baca: jaim) saat memberikan konsultasi pada pasien. Jika dokter tegang, maka pihak keluarga pun akan ikut terbawa suasana yang mencekam.

Buat para pembaca sekalian, tips memilih dokter anak berikutnya ialah pilih dokter yang bisa membaur secara baik dengan pasien dan keluarga. Dengan demikian, saat konsultasi tentang penyakit yang dialami oleh anak, suasananya bisa santai dan seperti ngobrol dengan teman sendiri.

#4 Berkenan Sharing Nomor Kontak

Kondisi saat anak sakit bisa sangat berbeda. Demikian halnya dengan kondisi pekerjaan yang dilakukan dokter anak sehari-hari. Kita semua maklum jika dokter memiliki beban pekerjaan yang sangat tinggi.

Banyak pasien yang harus ditangani. Keluhan tiap pasien pun akan berbeda-beda waktu penanganannya. Ada yang bisa ditangani dengan cepat, sedangkan pada pasien lain perlu tindakan yang lebih lama.

Nah, bayangkan jika saat anda perlu konsultasi secepatnya dengan dokter, namun sang dokter anak sedang ada tindakan darurat di Rumah Sakit. Tentu anda tidak akan bisa menemui dokter dengan cepat. Tips memilih dokter anak berikut ini sangat penting dan terbukti sangat membantu kami.

Apa itu? Tips memilih dokter anak kali ini ialah sang dokter berkenan untuk berbagi nomor kontaknya pada pasien. Demikian halnya dengan dokter anak favorit keluarga kami.

Tanpa ragu-ragu sang dokter berkata pada kami, “Ibu, ini nomor hp saya. Silakan hubungi saya lewat whatsapp bila ibu perlu konsultasi sesuatu.”

Secara refleks kami pun menjawab, “Terima kasih banyak, Dok.”

Dalam prakteknya, beliau pun membuktikan ucapannya. Ketika kami konsultasi lewat whatsapp, pesan kami selalu dijawab. Baik itu kondisi yang perlu respon cepat atau tidak.

Seperti saat anak kami perlu cek darah ke laboratorium untuk memutuskan apakah anak kami perlu rawat inap di Rumah Sakit atau tidak. Beliau sampaikan pada kami, tidak perlu datang lagi untuk menemui beliau untuk konsultasi. Cukup fotokan saja hasil periksa darah di laboratorium, setelah itu sang dokter akan memberikan instruksi berikutnya.

Selesai kami periksa darah dan hasilnya keluar, kami langsung kirimkan foto hasil cek darahnya ke whatsapp dokter. Tak lama kemudian, beliau merespon lewat whatsapp, “Anak ibu perlu dirawat di rumah sakit.”

Bayangkan bila kami harus janjian lagi untuk konsultasi tatap muka. Berapa lama waktu yang terbuang. Mulai dari daftar antrian di klinik, antri saat konsultasi, hingga tatap muka. Output keputusan yang diambil pun sama, antara konsultasi lewat whatsapp dan konsultasi tatap muka.

Jadi, saat anda konsultasi ke dokter, tidak ada salahnya untuk mencoba meminta nomor kontaknya. Lakukan dengan sopan supaya sama-sama nyaman. Jika berhasil, maka tips memilih dokter anak ini akan sangat membantu anda ke depannya. Bila tidak, maka anda bisa pertimbangkan lagi pilihan anda ke dokter tersebut.

dokter anak favorit keluarga di bandung - catatan bunda

#5 Tidak Segan Untuk Membantu

Ada kejadian menarik saat interaksi keluarga kami dengan dokter anak kepercayaan kami. Kejadian ini menjadi salah satu tips memilih dokter anak yang bisa anda pertimbangkan. Waktu itu anak kami sakit dan harus rawat inap. Saat itu kami sedang konsultasi di rumah sakit, salah satu tempat praktek beliau.

Setelah memutuskan bahwa anak kami harus rawat inap, beliau tidak tinggal diam. Bagian administrasi rumah sakit pun ditelponnya, suster pun ditanya apakah ada ruangan periksa yang kosong untuk anak kami.

Berhubung anak kami masuk ke rumah sakit lewat jalur BPJS, beliau juga memberikan tips ringan. Salah satu prosedur klaim BPJS diterima ialah pasien harus masuk lewat ruang UGD rumah sakit.

Beliau menyarankan pada kami untuk pulang dulu ke rumah. Biarkan anak istirahat sebentar di rumah. Sementara itu, kami bisa mempersiapkan perlengkapan selama di rumah sakit.

Kemudian beliau menyarankan untuk kembali ke Rumah Sakit saat malam hari. Prediksinya ialah anak saya kondisi tubuhnya mulai panas lagi. Ternyata tepat, ketika malam hari anak kami panas tubuhnya naik dan lemas.

Jadi kami punya alasan kuat untuk memasukkan anak ke UGD rumah sakit. “Yang penting bisa masuk UGD dulu, supaya klaim BPJSnya diterima”, saran beliau.

Sederhana, tetapi sangat bermanfaat bagi kami. Beliau tidak segan untuk membantu kami dan mandaftarkan anak kami untuk masuk ke waiting list ruangan perawatan kala itu. Kejadian ini bisa dijadikan satu tips memilih dokter anak yang tepat untuk anak anda.

#6 Tidak Pelit Informasi

Tips memilih dokter anak berikutnya juga sangat penting. Tidak jarang saya mendengar cerita tidak menyenangkan tentang hal ini dari keluarga terdekat walaupun dari teman-teman. Jika hal ini terjadi pada anda, tentu sangat tidak menyenangkan.

Kejadiannya ialah penjelasan dari dokter anak yang apa adanya. Tidak memenuhi rasa haus informasi dari pasien. Keluarga pasien tentu tidak mengerti tentang detail di dalam dunia medis. Oleh sebab itulah, perlu informasi dan penjelasan yang lengkap dari petugas kesehatan, salah satunya dokter anak.

Tips memilih dokter anak berikut ini sangat penting untuk anda. Keluarga pasien akan memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap dokter anak. Seorang dokter dianggap memiliki keahlian yang tinggi di bidang medis.

Jadi ketika pihak keluarga mengajukan pertanyaan, mereka berharap akan mendapat penjelasan yang memuaskan. Baik penjelasan dari segi bahasa yang baik, hingga detail informasi medis yang tidak diketahui keluarga.

Akan tetapi, kenyataannya seringkali tidak berjalan seperti harapan. Seperti saat adik kami konsultasi ke dokter anak di salah satu rumah sakit besar di Bandung. Waktu itu, orang tua kami ikut mendampingi saat pergi ke dokter anak.

Orang tua kami sempat ikut bertanya beberapa hal kepada dokter. Akan tetapi, respon dari dokter tersebut sangat jauh dari harapan. Tidak mencerminkan bayangan dokter anak yang ramah saat membantu pasien.

Jawabannya tidak memuaskan. Nada bicaranya juga tidak enak untuk didengar. Bahkan sang dokter waktu itu cenderung mengacuhkan pertanyaan dari orang tua kami.

Dari cerita orang tua, kami membayangkan beda jauh kualitasnya dengan dokter anak kepercayaan saya dan suami. Jadi, unsur ini penting untuk kami masukkan ke dalam tips memilih dokter anak yang berkualitas dan cocok untuk anda.

Lalu beberapa waktu kemudian, adik mengikuti rekomendasi untuk konsultasi ke dokter anak yang kami percaya. Ternyata benar, kualitas personalnya berbeda jauh. Adik puas saat berkomunikasi dan konsultasi tentang permasalahan anaknya.

Orang tua kami pun ikut senang saat mendampingi. Semua pertanyaan dijawab dengan baik. Mulai dari gaya bahasa, gestur tubuh, hingga informasi yang diterima pun sangat detail. Berbeda jauh dengan dokter yang sebelumnya.

Kami pun sempat mengalaminya. Saat dokter favorit kami berhalangan praktek, kami periksa ke dokter yang lain. Hasil periksa anak saya disebut sangat berat sakitnya, hingga diberikan obat yang harganya sampai jutaan.

Begitu dokter anak favorit kami tugas kembali, kami konsultasikan ulang ke beliau. Ternyata kondisi sakitnya jauh berbeda dari hasil pemeriksaan dokter sebelumnya. Lebih ringan dan kami sebagai orang tua tidak perlu khawatir.

Sejak kejadian tersebut, kami tidak mau lagi berpindah ke dokter anak yang lainnya.

Dokter anak yang berkualitas sangat banyak. Anda bisa menemukannya di tiap rumah sakit atau klinik kesehatan di sekitar anda. Akan tetapi, tugas sebenarnya ialah bagaimana tips memilih dokter anak yang bisa cocok dengan anda.

Saat sudah cocok dengan kualitas pelayanan dan pribadinya, maka bisa dipastikan anda tidak akan pindah ke lain hati. Alhamdulillah sudah menemukan dokter anak yang cocok di hati.

Ibaratnya sama seperti fotografer yang cocok dengan satu merk, pasti tidak akan berpindah ke merk kamera yang lain. Seperti kami yang sampai saat ini masih cocok dengan kamera merk Canon.

Demikian kisah berbagi pengalaman mengenai tips memilih dokter anak ala keluarga kami. Terimakasih banyak sudah berkenan menyimak.

Bagaimana dengan anda? Apa saja tips memilih dokter anak favorit anda beserta keluarga? Jika berkenan, bisa share pengalamannya di kolom komentar ya 😀

(Visited 108 times, 1 visits today)

4 Comments

  1. baik ya bun mau bantu pake bpjs biasanya pada susah minta jalur pribadi

    dokter anak yg penting detail dlm periksa ga keburu2 aku sempet kesel sama dokter anak emanh sih ngantri banget giliran periksa ngasal lah piye toh makanya aku milih dokter yg meski aku lama antri tapi dokternya emang bener detail dlm periksa kasih kesempatan buat diskusi

    1. Pernah ngalamin juga ketemu dokter anak yang ga enak diajak diskusi. Akhirnya kembali lagi ke dokter anak yang udah saya percaya 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe Channel Youtube

Copyright 2017 Blog Catatan Bunda