Free Update

Nikmati update cerita Catatan Bunda langsung di smartphone Anda. GRATIS ^_^

Tips Membatasi Akses Handphone ke Anak

Tips Membatasi Akses Handphone pada anak.

Satu tantangan besar bagi orang tua jaman now 😀

Perkembangan otak bayi hingga anak-anak akan mempengaruhi kualitas hidupnya pada masa mendatang, saat mereka beranjak dewasa.

Oleh sebab itu, sebagai orang tua, kita wajib memperhatikan hal-hal yang berinteraksi dengan anak secara langsung maupun tidak.

Masa lima tahun pertama dari kehidupan bayi hingga tumbuh menjadi anak, merupakan fase terpenting dari perkembangan otak.

Otak mulai terbentuk sejak bayi berada di dalam rahim ibu. Saat lahir, kondisi otak belum tumbuh berkembang secara sempurna.

Massa otak juga hanya seberat kurang lebih 400 gram.

Akan tetapi, saat usia bertambah, massa otak akan terus bertambah. Pada usia 2 hingga 3 tahun, massa otak seorang anak akan mencapai 1,1 hingga 1, 2 kilogram.

Artinya tumbuh 300 % dari sejak kelahiran.

Perkembangan otak pada tahun pertama kehidupan sangat luar biasa. Otak anak akan banyak berkembang pada area penglihatan.

Dari yang awalnya kabur saat melihat dalam jarak jauh, lama kelamaan penglihatan bayi akan berkembang dan mampu melihat sebuah objek lebih jelas dibandingkan sebelumnya.

Selain itu, perkembangan lain yang perlu diketahui para orang tua ialah pada area otak kecil.

Area ini akan mempengaruhi kemampuan motoriknya.

Oleh sebab itu, tidak heran pada bayi di bawah usia 1 tahun, akan sangat lincah bergerak kesana kemari. Tidak kenal takut dan bahaya.

Anak-anak juga seakan-akan tidak ada capek atau bosannya. Terus saja jalan atau berlarian kesana kemari.

Di gaya hidup modern seperti saat ini, tidak akan bisa terlepas dari yang namanya handphone atau smartphone. Setiap orang, termasuk orang tua pasti memiliki smartphone sendiri. Anak-anak tentu akan memperhatikan.

Dan lama kelamaan biasanya akan muncul ketertarikan terhadap smartphone pada anak.

Jika tidak diwaspadai, hal ini akan menjadi salah satu hal yang membahayakan kehidupan anak pada masa mendatang.

Mengapa harus dibatasi aksesnya pada anak?

Penggunaan handphone atau smartphone sebaiknya dibatasi pada anak. Hal tersebut disebabkan banyaknya dampak negatif untuk anak kita.

Akan tetapi, masih banyak orang tua yang menghiraukan bahaya smartphone ini bagi bayi dan anak-anak.

Asalkan anak bisa diam, beri saja tontonan video di Youtube;

Asalkan anak bisa duduk tenang, beri saja games atau permainan yang ada di smartphone;

Dan banyak lagi kejadian yang serupa. Apakah anda termasuk yang seperti itu?

Apa saja efek negatif yang bisa timbul akibat pemakaian handphone pada anak?

Dan bagaimana tips membatasi akses handphone ke anak?

Beberapa dampak buruk yang bisa terjadi dari penggunaan smartphone untuk anak diantaranya sebagai berikut:

Kurang Gerak Hingga Resiko Obesitas

Dengan sering menggunakan handphone, maka anak-anak akan terdiam saja dalam waktu lama.

Jika sudah seperti itu, maka akan timbul resiko obesitas atau kegemukan. Padahal anak perlu beraktivitas lebih banyak, untuk melatih dan mengembangkan sistem motorik yang ada di dalam tubuhnya.

Baik sistem motorik kasar maupun motorik halus.

Penglihatan Anak Akan Terganggu

Resiko berikutnya dari akses smartphone yang berlebihan pada anak ialah terganggunya kemampuan penglihatan dari anak.

Tingkat cahaya yang sangat tinggi dari HP akan sangat menyiksa penglihatan bayi dan anak. Jika terlalu lama, maka bisa membuat penglihatan terganggu dan menurun kemampuannya.

Tak jarang, kita melihat anak kecil yang sudah memakai kacamata akibat kemampuan penglihatannya menurun.

Susah untuk Fokus dan Berkonsentrasi

Berikutnya yang akan mengganggu ialah menurunnya kemampuan anak-anak untuk fokus.

Kemampuan fokus untuk menyelesaikan suatu kegiatan, anak menjadi mudah bosan, dan resiko lainnya bisa mengganggu anak yang terlalu banyak memakai handphone.

Tidak jarang pula, saat diajak berbicara atau interaksi, reaksinya juga tidak terlalu bagus.

Ada yang tidak menjawab, ada yang acuh, dan ada juga yang tidak memperhatikan atau mendengarkan.

Jika anak sudah mulai terindikasi mengalami gangguan fokus, ada baiknya anda sebagai orang tua mulai mencari informasi untuk melakukan terapi khusus untuk memperbaiki kemampuan fokusnya.

Kecanduan

Sering mendengar anak menjadi tantrum saat tidak diberi kesempatan untuk bermain atau menonton di smartphone?

Berhati-hatilah, kondisi tersebut jadi sinyal kuat bahwa anak anda mulai kecanduan oleh smartphone

Kemampuan Berinteraksi Sosial Akan Menurun

Resiko berikut nya jika anak terlalu banyak mengakses handphone ialah menurunnya kemampuan untuk berinteraksi secara sosial.

Anak akan malas beraktivitas keluar rumah.

Anak bisa malas bertemu dan bermain dengan teman-teman sebaya yang ada di lingkungan rumah maupun sekolah.

Jadi sebaiknya sebagai orangtua harus lebih waspada dan berhati-hati.

tips membatasi akses handphone ke anak

Tips Membatasi Akses Handphone ke Anak

Lalu, adakah tips membatasi akses handphone ke anak? Sebetulnya ada banyak sekali cara yang bisa kita lakukan untuk mendampingi anak dalam membatasi pemakaian HP.

Kali ini, kami coba berbagi jenis kegiatan yang biasa kami lakukan bersama putra dan putri.

Aktivitas yang sangat sederhana bagi kami sebagai orang tua, tetapi bisa menjadi pengalaman yang sangat berharga buat putra dan putri kami.

Bagaimana efektivitas tips membatasi akses handphone ke anak bagi kami berdua?

Tentu saja terasa sekali. Anak-anak jadi tidak kecanduan dan terlalu dekat dengan smartphone.

Anak-anak tidak terlalu rewel saat tidak memegang hp.

Selain itu, membantu menciptakan ikatan yang lebih bagus antara saya, ayah, dengan kedua anak kami.

Jadi lebih akrab.

Jadi lebih dekat.

Mari langsung saja. Inilah beberapa kegiatan dan aktivitas yang biasa kami lakukan untuk membatasi akses handphone ke anak.

Baca Buku Cerita

Kegiatan pertama yang biasa kami lakukan dengan anak ialah membaca buku cerita.

Kebetulan, Mirza dapat warisan (lungsuran) buku cerita dari kakak sepupu yang sudah gede, hingga buku cerita milik Ayah saat masih kecil. Banyak sekali.

Mulai dari cerita tentang Nabi dan Rasul, cerita tentang berbagai jenis hewan, cerita tentang keluarga Islami, dan lain-lain.

Selain warisan, ada juga beberapa buku yang kami beli untuk menambah koleksi kisah hingga buku untuk beraktivitas.

Cukup dengan ajakan atau pertanyaan sederhana saja untuk mengajak kakak untuk baca-baca buku. Seringnya si adik akan mengekor, duduk di dekat saya atau ayahnya saat mulai membaca buku.

Ambil 2 sampai 3 buku cerita sudah cukup. Satu buku biasanya akan dibuat mainan si adik 😀

Berapa lama waktu yang biasa kami habiskan saat membaca dan mengisahkan buku cerita?

Tidak pasti sih, selalu berbeda. Kadang cukup 30 menit, kadang juga lebih lama, bisa sampai 60 menit (1 jam).

Saat membaca bersama, sambil bercerita tentang kisah yang ada di dalam buku tersebut. Apa makna yang ada di dalam cerita tersebut?

Apa hal baik yang patut dicontoh?

Apa hal buruk yang perlu kakak ketahui?

Apa yang harus kakak lakukan setelah mengetahui hal-hal buruk tersebut?

Dan banyak lagi pengajaran yang bisa diambil bersama dari membaca buku cerita.

Mewarnai Gambar

Tips membatasi akses handphone ke anak berikutnya ialah mengajak kakak untuk mewarnai gambar.

Kebetulan kakak suka sekali mewarnai gambar.

Saya sudah menyediakan alat-alat untuk mewarnai, seperti pensil warna dan crayon.

tips membatasi akses handphone pada anak
kegiatan mewarnai

Cukup sediakan gambarnya, saya terkadang beli buku yang khusus untuk latihan mewarnai. Pada kesempatan lain saya googling, lalu print gambarnya.

Setelah itu, serahkan ke kakak. Biarkan dia berkreasi dengan imajinasinya sendiri.

Bebaskan kakak untuk mewarnai gambar dengan warna apapun yang dia sukai.

Olah Raga di Tempat Gym

Anak-anak diajak ke tempat gym? Serius? Iya doong 😀

Hanya saja programnya berbeda dari latihan yang saya jalani bersama dengan suami. Di tempat gym kami, ada program latihan untuk anak.

Namanya program Ninja Warrior.

Intinya, anak diajak untuk latihan fisik dengan porsi tertentu. Bentuknya sambil bermain. Ada alat pendukungnya, ada alat untuk bermainnya.

Sesekali saya ajak Mirza untuk latihan fisik. Saya buat Mirza sibuk dengan latihan di tempat gym.

Programnya juga tidak lama. Hanya 1 atau 2 jam, latihan sambil bermain. Seminggu cukup sekali saja.

Tips membatasi akses handphone ke anak ini bisa anda gunakan, apalagi jika anak-anak anda punya energi berlebih.

Salurkan energi berlebih tersebut ke latihan fisik. Ga harus di tempat gym juga, yang penting anak bisa bergerak dan berkeringat.

Tips Membatasi Akses Handphone ala Keluarga Kami

Berkreasi Membuat Kolase

Aktivitas lainnya yang biasa saya lakukan bersama anak untuk membatasi pemakaian handphone ialah dengan berkreasi membuat kolase.

Salah satu hasilnya seperti pada foto berikut ini:

tips membatasi akses handphone
membuat kolase

Kreasi ini mudah sekali untuk dipraktekkan. Anak juga terhibur dan sibuk untuk menyelesaikan kolase yang sudah saya siapkan.

Saya akan coba ulas tentang membuat kolase ini pada artikel lainnya ya ^_^

Kerajinan tangan lainnya juga bisa muncul saat ada acara tertentu, seperti ide membuat spinner saat market day di sekolah anak.

Main Sepeda Keliling Komplek

Alternatif kegiatan lainnya yang biasa saya lakukan ialah mengajak kakak untuk naik sepeda keliling komplek.

Tentu pas cuaca cerah saja main sepedanya dan saat sore hari sampai menjelang waktu Maghrib.

Saya ajak juga adiknya, biar rame-rame dan sekalian ngasi makan. Adiknya menggunakan sepeda untuk balita dan kakak pakai sepeda miliknya.

Selain bersepeda, kakak juga bisa bertemu dan bersosialisasi dengan teman sebayanya di komplek. Saat udah bosan, biasanya mereka lanjut bermain lari dan kejar-kejaran.

Keliling Komplek Naik Mobil

Ini tips sederhana banget.

Saat ide untuk melakukan kegiatan lagi tipis dan mentok, saya cukup ajak kakak dan adik untuk keliling komplek naik mobil.

Gitu aja mereka sudah seneng lho. Sudah merasa diperhatikan, merasa diajak jalan-jalan. Keep them busy 😀

Dengan membuat mereka terlibat banyak kegiatan, semakin jauh pula anak-anak untuk mengakses smartphone.

Jalan-jalan ke Berbagai Tempat Wisata di Kota Bandung

Kota Bandung kini punya banyak tempat wisata yang murah meriah. Hasil pembangunan dan perbaikan selama periode kepemimpinan Pak Walikota Ridwan Kamil.

Alhamdulillah, kami sebagai orang tua juga sangat terbantu.

Jadi punya banyak alternatif untuk mengajak kakak dan adik untuk beraktivitas.

Seperti misalkan main ke taman-taman tematik di Kota Bandung.

Ada banyak taman yang bisa dikunjungi, seperti taman lansia, bisa lanjut main ke Gasibu setelah itu. Bisa juga dilanjutkan dengan wisata murah meriah ke Museum Geologi.

Pemandangan tulang dinosaurus, sejarah bumi dan alam semesta bisa menjadi cerita yang menarik lho buat anak ^_^

Ada juga taman superhero di Jalan Bengawan, Taman balai kota Bandung, taman film, taman teras cikapundung, dan berbagai jenis taman lainnya.

Latihan Menulis dan Menggambar

Cukup sediakan whiteboard yang cukup besar, lalu tempelkan ke dinding. Setelah itu siapkan beberapa spidol.

Kakak sudah bisa latihan untuk menulis dan menggambar di whiteboard. Menulis apa saja boleh.

Bisa mengulang apa yang sudah diajarkan ibu guru saat di sekolah. Atau dilatih untuk menulis dan menggambar yang lainnya.

Selain di whiteboard, bisa juga dilakukan di buku tulis atau buku gambar.

Bermain Menyusun Lego atau Bricks

Jika saya amati, Mirza suka mainan yang detail. Salah satu yang jadi favoritnya ialah mainan seperti Lego atau mainan yang berbentuk bricks.

Saat ngulik bricks, kakak bisa betah banget mainnya. Dia bisa berimajinasi menyusun bentuk secara bebas.

Atau ada keasyikan tersendiri saat menyusun Lego dari awal sampai terbentuk, misalkan bentuk superhero, mobil, rumah dan bentuk-bentuk lainnya.

Ini salah satu kegiatan favorit sebagai tips membatasi akses handphone ke anak saya.

Melukis Kaos

Aktivitas berikutnya yang saya kreasikan untuk anak sebagai tips membatasi akses handphone ialah melukis di kaos.

Jadi, ceritanya kakak dan ayahnya punya banyak kaos polos atau kaos oblong. Nah, dari beberapa kaos tersebut, saya ambil untuk area berkreasi.

Saya siapkan alat mewarnainya saja untuk bisa digunakan melukis gambar di kaos. Mirza seneng sekali bisa menggambar bebas di kaos. Dia melukis di kaosnya sendiri dan kaos ayahnya.

Contoh hasil kreasi saya dan kakak, penampakannya seperti ini:

mirza melukis kaos - catatanbunda
mirza melukis kaos

 

mirza melukis kaos ayah - catatanbunda
mirza melukis kaos ayah

Untuk mensukseskan kegiatan ini, tentu kerjasama antara saya dan suami sangat diperlukan. Tidak bisa suami jalan sendiri, tidak bisa juga jika saya harus mengasuh anak sendirian.

Tugas mendidik anak bukan tugas salah satu saja. Akan tetapi, sudah menjadi tanggung jawab ayah dan mama.

Anak akan sangat memerlukan hadirnya sosok ayah dan mama untuk selalu berada di dekatnya.

Proses untuk membangun kedekatan secara emosional antara anak dengan orang tua akan memerlukan waktu yang lama dan perjuangan yang panjang.

Demikian pula dengan kami, perjalanan yang kami tempuh masih sangat panjang. Nikmati setiap langkahnya untuk bisa mendampingi buah hati saat beraktivitas.

Sekian informasi dan tips membatasi akses handphone ke anak ala keluarga kami. Nikmati informasi berbagi pengalaman lainnya mengenai alternatif kegiatan bersama anak saat berada di rumah.

Semoga bermanfaat ya 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ada Pertanyaan?

Channel Youtube

Copyright 2017 - Catatan Bunda