Free Update

Nikmati update cerita Catatan Bunda langsung di smartphone Anda. GRATIS ^_^

Tahu Lontong Lonceng, Kuliner Legendaris Malang yang Lezat dan Murah

Tahu lontong lonceng menjadi salah satu destinasi kuliner yang kami coba saat perjalanan ke Malang. Kami pergi ke sini di hari pertama, setelah kami selesai menikmati makanan di bakso President Malang dan mampir sebentar ke Taman Kunang-Kunang. Kami jalan kaki dari bakso President menuju ke Taman Kunang-Kunang. Lumayan berkeringat 😀

Saat sampai ke lokasi, ternyata begitu saja tampilan tamannya. Hihihi, jika dilihat dari foto yang ada di hasil pencarian Google, semuanya terlihat mempesona dan keren. Ternyata saat kami melihat aslinya, tidak seperti yang kami harapkan. Tidak masalah, kini saatnya kami menuju ke lokasi berikutnya, yaitu makan-makan ke Tahu Lontong yang legendaris di Malang.

Dari mana kami mengetahui tempat kuliner ini?

Kami mencari informasi lewat google, dan dari hasil browsing, banyak teman-teman penulis yang merekomendasikan tempat makan yang satu ini. Jadilah saya dan suami memilih Tahu Lontong Lonceng sebagai salah satu tempat makan yang kami kunjungi.

 

warung tahu lontong lonceng - catatan bunda

Review Tahu Lontong Lonceng

Bagaimana cara kami menuju ke tempat Tahu Lontong Lonceng? Kali ini kami tidak jalan kaki lagi.

Mengapa?

Karena saat kami periksa di google maps, jaraknya lumayan jauh dan lama jika jalan kaki. Waktu sudah mulai gelap juga saat itu, jadi kami ingin cepat menyelesaikan perjalanan hari pertama lalu kembali ke Hotel Atria untuk beristirahat. Oleh sebab itu, kami memutuskan untuk pesan Go-Car saja untuk menuju ke lokasi.

Alamat Lengkap Tahu Lontong Lonceng

Di mana alamat lengkap kios tahu lontong Lonceng? Anda bisa menemui kedai makanan ini di Jalan Martadinata no. 66, Kotalama, Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur 65118.

Kedai makannya mudah sekali ditemukan. Warungnya terletak di seberang Klenteng Eng An Kiong kota Malang. Warung tahu lontong ini buka setiap hari Senin hingga Minggu, mulai dari jam 8 pagi hingga jam 8 malam. Jadi anda bisa datang kapan saja. Sesuaikan dengan waktu yang anda tentukan saat liburan ke Malang. Saat kami naik Go-Car, kami turun di Jalan Kyai Tamin. Tidak langsung di Jalan Martadinata. Mengapa?

Kami melihat ada yang unik di jalan tersebut. Saat itu cuaca sedang cerah, jadi di sepanjang ruas tersebut ditutup untuk mobil dan kendaraan bermotor. Sebagai penggantinya, ruas jalan tersebut digunakan untuk tempat berjualan oleh para pedagang kaki lima. Jadi semacam Car Free Day di Bandung.

Hanya saja waktu berjualan di ruas jalan ini ialah pada saat sore hingga malam hari. Dari hasil pengamatan, pedagang yang banyak berjualan di area ini ialah pedagang makanan dan mainan anak. Jarang sekali saya lihat ada yang jualan pakaian.

Lalu di sekeliling jalan dan sepanjang Jalan Kyai Tamin, banyak kami jumpai toko grosir beras. Semacam pusat beras yang ada di Malang. Kami jalan kaki kurang lebih 5 hingga 10 menit saat menyusuri Jalan Kyai Tamin. Menikmati sore hari menjelang malam dengan cuaca yang cerah dan sejuk.

Saat di ujungnya, kami tinggal belok ke kanan dan sudah berjumpa dengan Jalan Martadinata, tempat warung Tahu Lontong Lonceng.

suasana jalan kyai tamin malang - catatan bunda

Sejarah Singkat Tahu Lontong Lonceng

Warung legendaris ini sudah berdiri sejak lama. Bahkan sebelum masa kemerdekaan Indonesia. Tahu lontong ini mulai berjualan sejak tahun 1935 dan bisa bertahan hingga saat ini, tahun 2018. Luar biasa menurut saya. Dengan perkembangan zaman, semakin berjubelnya tempat makan di Malang, warung tahu lontong Lonceng tetap berdiri dan tetap melayani para konsumen setianya.

Mengapa diberi nama Tahu Lontong Lonceng?

Dari sejarahnya, pada zaman penjajahan Belanda dulu, warung ini berjualan di dekat Tugu Lonceng Malang. Lalu baru pindah ke lokasi yang saat ini sejak tahun 1990, pada saat dikelola oleh generasi kedua. Saat ini warung tahu lontong tersebut dikelola oleh generasi ketiga.

pilihan menu - catatan bunda

Menu dan Harga Tahu Lontong Lonceng

Tempat makan ini sangat sederhana. Ukuran depotnya pun tidak terlalu luas. Perkiraan saya lebar pintu masuknya hanya sekitar 3 hingga 4 meter saja, lalu memanjang ke bagian dalam. Meja dan kursi yang tersedia pun tidak terlalu banyak.

Akan tetapi, ada saja pelanggan yang sedang menikmati makanannya di tempat tersebut. Papan namanya pun kecil dan sangat sederhana. Tanda pengenalnya ditempelkan tepat di atas pintu masuk ke warung. Ketika kami tiba di lokasi, kami langsung memesan makanan yang disediakan.

Sesuai namanya, warung ini hanya menyediakan satu jenis makanan saja, yaitu tahu telor yang didampingi oleh lontong atau nasi putih. Saat masuk, langsung bisa tercium aroma wangi dari tahu dan telur yang sedang digoreng. Kami pun tidak sabar.

Mereka menyediakan menu sebagai berikut:

Tahu telur lontong dengan harga Rp 10.000 / porsi;

Tahu telur nasi dijual dengan harga Rp 10.000 / porsi;

Tahu lontong biasa dijual dengan harga Rp 8.000 / porsi;

Jika suka pedas, anda bisa pesan menu makanan yang pedas. Sampaikan saja pada yang sedang masak. Untuk minuman, anda bisa pesan air putih, teh manis, kopi, kopi susu, jeruk, dan jahe. Anda tinggal pesan mau yang panas atau dingin. Kami pesan satu porsi tahu telur lontong dan minta yang pedas tentunya. Minumnya cukup air mineral saja.

Tahu Lontong Lonceng Kuliner Legendaris Malang yang Lezat dan Murah - catatan bunda

Pengalaman Menikmati Tahu Lontong Lonceng

Jika dilihat, bentuk satu porsi tahu telur lontong ini biasa-biasa saja. Dalam satu porsi, selain tahu, lontong dan telur, ada campuran dari bahan-bahan lainnya, seperti tauge dan timun. Lalu campuran tersebut disiram dengan bumbu kacang dan ditaburi kerupuk di atasnya. Kami tidak perlu menunggu lama, pesanan tahu lontong langsung diantarkan ke meja. Saatnya mencicipi.

Saat melihat tampilannya, kami sekilas teringat dengan tahu gimbal khas Semarang. Tentunya tiap menu makanan punya ciri khasnya masing-masing. Salah satu rasa yang mendominasi tentu rasa manis. Akan tetapi, manisnya tidak terlalu berat. Rasa gurih juga muncul dari kombinasi rasa tahu dan telurnya.

Ditambah rasa renyah dari timun dan taugenya. Jadi membuat makin nikmat saat mencicipi tahu lontong lonceng. Sayang, rasa pedasnya tidak terlalu terasa. Hanya terasa sedikit saja. Jadi berasa ada yang kurang menurut kami berdua. Tidak perlu waktu lama bagi kami untuk menghabiskan tahu lontongnya. Maklum, tukang makan, ga bisa lihat makanan menganggur 😀

Jadi, bagi anda yang sedang berlibur di Malang, kami merekomendasikan untuk mencoba menu makanan khas Malang yang legendaris ini. Bila ingin mudah, anda bisa pergi naik taksi online saja untuk ke warung ini. Mudah, praktis, dan tidak perlu repot mencari tempat parkir.

Setelah makanan kami habis, kami langsung membayar ke kasir. Berhubung sudah malam, kami pulang kembali ke hotel untuk beristirahat. Memulihkan tenaga untuk perjalanan keesokan harinya.

Demikian cerita singkat perjalanan kami di Tahu Lontong Lonceng. Semoga bermanfaat dan memberi tambahan referensi tempat makan di Malang bagi anda. Sampai ketemu di episode selanjutnya ya, terimakasih sudah menyimak 😀

(Visited 388 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ada Pertanyaan?

Channel Youtube

Copyright 2017 - Catatan Bunda