Grup Diskusi

Ada pertanyaan dari informasi di Catatan Bunda? Bisa ditanyakan langsung di Grup

Simpang Lima Semarang, Menemani Anak Bermain Mobil Hias

Selesai jalan-jalan keliling Grand Maerakaca, kami melanjutkan wisata keluarga ke Simpang Lima Semarang. Ada yang menjadi aktivitas favorit anak-anak di kawasan tersebut. Sejak awal liburan keluarga di Semarang, anak-anak sudah meminta untuk datang ke Simpang Lima. Jadi, wajib bagi kami untuk memasukkan Simpang Lima Semarang sebagai salah satu tempat yang harus didatangi.

Kawasan Simpang Lima berfungsi sebagai di pusat kota Semarang. Alun-alun berbentuk lapangan luas menjadi tandanya. Di sini, warga diperbolehkan untuk melakukan berbagai aktivitas. Mulai dari berolahraga di area Simpang Lima hingga yang ingin jalan-jalan saja.

Aktivitas kami sekeluarga di Grand Maerakaca selesai pada sore hari. Rencananya, kami akan mulai menjelajah Simpang Lima saat malam hari. Tepatnya mulai setelah sholat Maghrib. Ya, pengunjung bisa menjadikan Simpang Lima sebagai satu tujuan wisata malam di Semarang. Banyak keseruan yang bisa dilakukan. Berhubung masih sore, kami belum bisa bermain di sana. Kami perlu tujuan sementara sebelum bermain di alun-alun Semarang.

Seperti apa perjalanan kami sekeluarga di Simpang Lima Semarang? Ikuti terus ya cerita lengkapnya di sini 😀

bersiap keliling lapangan simpang lima semarang naik mobil hias - catatan bunda

Wisata Malam Hari di Simpang Lima Semarang

Mengapa kami mengejar wisata malam hari di Simpang Lima? Seperti disebutkan di atas, ada satu aktivitas favorit anak-anak. Nah, aktivitas tersebut baru bisa dilakukan saat malam hari. Aktivitas ini menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan maupun warga lokal untuk bermain di alun-alun Semarang. Kami coba ulas beberapa keseruannya secara singkat. Mudah-mudahan bisa memberikan gambaran yang lebih baik untuk pembaca Catatan Bunda.

Jadi, ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan di Simpang Lima Semarang, terutama saat malam hari. Beberapa aktivitas tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

Berfoto di depan Neon Sign Simpang Lima

Sejak tahun 2015, ada tulisan raksasa di kawasan Simpang Lima Semarang. Tulisan tersebut bisa menyala saat malam hari. Sangat terang dan bisa dilihat dari kejauhan. Secara otomatis, tulisan Simpang Lima berukuran raksasa itu menjadi simbol baru di kawasan alun-alun.

Banyak wisatawan maupun warga setempat yang menyempatkan diri untuk berfoto di depannya. Dengan mengambil foto, sudah bisa menjadi bukti bahwa orang tersebut sudah pernah jalan-jalan di Simpang Lima.

lambang tulisan raksasa di lapangan simpang lima semarang - catatan bunda

Wisata kuliner

Kami melihat, ada banyak tempat untuk wisata kuliner di sekeliling alun-alun. Setelah anda selesai bermain di Simpang Lima, anda bisa menyempatkan diri untuk wisata kuliner di sekelilingnya.

Rata-rata tempat makan di sekeliling Simpang Lima mulai buka dari sore hingga ke malam hari. Sebetulnya, waktu kami berkunjung sangat cocok saat itu. Kami bisa wisata kuliner setelah puas jalan-jalan. Akan tetapi, kami sudah punya tempat makan langganan sendiri yang letaknya tidak jauh dari alun-alun. Jadi, kami memutuskan untuk tidak makan malam di kawasan Simpang Lima Semarang.

Naik Sepeda dan Mobil Hias

Nah, inilah kegiatan favorit anak-anak saat di Simpang Lima Semarang. Ada banyak yang menyediakan sepeda dan mobil hias di kawasan alun-alun. Uniknya, bentuk dari mobil hias yang disediakan sangat bermacam-macam. Penyedianya pun banyak, anda bisa memilih bentuk mobil hias yang diinginkan. Ada mobil yang berbentuk doraemon, putri duyung, burung merak, lumba-lumba, dan lain sebagainya.

Seluruh mobil tersebut dihias dan penuh dengan lampu. Mobil hias beraneka bentuk, penuh dengan lampu, sudah pasti menjadi daya tarik utama bagi anak-anak. Mobil tersebut muat untuk dinaiki 3 hingga 4 orang dewasa sekaligus. Sopir di bagian depan akan bertugas mengayuh pedal dan mengarahkan untuk berkeliling alun-alun.

Sepeda hias pun sama uniknya. Seluruh tubuh sepeda dipenuhi oleh lampu-lampu kecil beraneka warna. Selain itu, sepedanya tidak berupa sepeda satuan saja. Akan tetapi, sepeda yang disediakan berbentuk sepeda tandem. Satu buah sepeda tandem bisa dinaiki oleh 2 hingga 4 orang sekaligus.

variasi bentuk mobil dan sepeda hias di lapangan simpang lima semarang - catatan bunda

Naik Kendaraan Mainan di Area Lapangan

Selain sepeda dan mobil hias, ada satu lagi daya tarik yang tersedia di kawasan Simpang Lima Semarang. Letaknya ada di dalam area lapangan. Ada beberapa pedagang yang menjajakan mainan berupa sepeda motor mini, mobil dan sepeda ukuran mini. Uniknya, semua kendaraan mini ini memiliki bahan bakar berupa aki.

Seluruh mainan di area ini hanya bisa dinaiki oleh anak-anak. Jadi, buat orangtua harap bersabar ya, tidak bisa ikutan naik mobil mainan keliling lapangan di sini 😀

Jalan-Jalan ke Mall

Kawasan alun-alun Semarang terletak di pusat kota. Lapangan ini dikelilingi oleh banyak bangunan, termasuk beberapa pusat perbelanjaan atau mall. Ada Ciputra Mall, Plaza Simpang Lima, dan ACE Hardware. Jadi, jika anda bosan setelah jalan-jalan di lapangan Simpang Lima, anda bisa menyeberang jalan untuk menuju ke mall.

Kurang lebih beberapa hal di atas ialah beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di alun-alun. Anda bisa memilih mana yang anda sukai. Mau jalan-jalan santai bisa, mau menemani anak bermain di area lapangan juga sangat memungkinkan. Banyak alternatif, jadi lokasi ini patut anda jadikan sebagai salah satu tujuan wisata malam di Semarang yang menarik.

Menemani Anak Bermain di Kawasan Simpang Lima

Kami menuju ke Simpang Lima sore itu. Rencananya ialah beristirahat sejenak sambil menanti waktu sholat Maghrib. Pilihan kami untuk istirahat jatuh ke Masjid Agung Baiturrahman. Dari lokasi masjid, kami tinggal menyeberang jalan untuk mencapai lapangan Simpang Lima Semarang.

Bagi para pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, anda perlu memikirkan lokasi parkir kendaraan. Anda bisa parkir kendaraan di lahan parkir yang tersedia di gedung-gedung yang mengelilingi alun-alun. Contohnya ialah parkir di pusat perbelanjaan atau di Masjid Baiturrahman.

Kami memilih untuk parkir di area parkir masjid saja. Alhamdulillah, lahan untuk parkir mobil masih banyak tersedia. Saat itu, masjid sedang dalam tahap renovasi besar-besaran. Jadi, akses untuk masuk lewat pintu utama tidak bisa digunakan. Kami harus masuk ke ruang sholat melalui pintu lain. Kami pun bisa menunggu waktu sholat sambil beristirahat.

Selesai sholat Maghrib, kami berencana langsung menuju ke lapangan Simpang Lima. Akan tetapi, sebelum menyeberang ada persiapan yang dilakukan. Kami membeli satu bungkus makanan dan minuman untuk anak-anak. Ketika anak-anak asyik bermain, bisa sambil disuapi makanan.

naik mobil hias penuh lampu di simpang lima semarang - catatan bunda

Setiba di lapangan, kami langsung mencari yang menyewakan mobil hias. Tidak sulit, karena hampir di setiap sudut lapangan, pengunjung bisa melihatnya. Tawar menawar ongkos sewa mobil hias pun terjadi. Kami pun menyerah dengan tariff sewa Rp 35.000 untuk satu kali keliling lapangan Simpang Lima.

Oya, harga sewa tiap mobilnya bervariasi ya. Tergantung pada bentuk hiasan yang ada di mobil tersebut. Demikian juga harga sewa untuk sepeda hias. Untuk satu keliling lapangan Simpang Lima Semarang memakai sepeda, pengunjung perlu mengeluarkan uang sebanyak Rp 30.000 per sepeda.

Tugas mengayuh mobil berkeliling lapangan diserahkan kepada ayah. Saya bersama anak-anak duduk di kursi belakang. Tugas saya ialah menyuapi anak-anak makan malam. Harapannya sudah bisa habis ketika selesai satu putaran. Mobil pun dikayuh perlahan-lahan. Lumayan juga lho mengayuh mobil hias satu keliling, bisa membuat tubuh berkeringat.

Anak-anak sangat menikmati perjalanan. Sambil makan, anak-anak bisa melihat sekeliling. Pada jalan raya, banyak kendaraan yang lalu lalang. Sebaliknya, di sepanjang trotoar lapangan Simpang Lima, banyak pedagang yang menjajakan mobil hias dan sepeda hiasnya. Setelah satu keliling lapangan, kami melanjutkan perjalanan.

Tidak lain dan tidak bukan ialah untuk berfoto di depan neon sign Simpang Lima. Jalan kaki sebentar, kami sudah sampai. Berfoto dalam kondisi gelap memang tidak ideal, tetapi gambarnya lumayan terlihat dengan jelas. Di tengah-tengah jalan kaki, kami melihat para pedagang yang menyewakan mobil, sepeda, dan sepeda motor mainan.

penyedia mobil baterai mainan di simpang lima semarang - catatan bunda

Anak-anak langsung minta untuk bermain di sana. Mumpung sedang ada di lokasi, kami ikuti kemauan anak-anak untuk bermain. Supaya bisa bermain, pengunjung harus membayar uang sewa tiap kendaraannya. Biaya sewa mainannya ialah Rp 20.000 untuk bermain selama 15 menit. Selama bermain, anak-anak bebas mengganti kendaraannya. Mau memilih mobil boleh, atau mengganti dengan sepeda dan sepeda motor juga diperbolehkan. Jika baterai atau daya aki habis, nanti akan diperbaiki oleh penjualnya.

Hari sudah malam, tubuh mulai terasa lelah. Akan tetapi, kami sekeluarga belum makan malam. Oleh sebab itu, selesai bermain di Simpang Lima Semarang, kami langsung menuju tempat makan favorit keluarga. Letaknya tidak jauh dari lokasi alun-alun. Kami menuju ke warung tahu gimbal Pak Edy yang terletak di depan SMA 1 Semarang.

Menurut kami, warung ini menyediakan tahu gimbal paling enak di Semarang. Ceritanya sudah sempat kami tuliskan beberapa waktu yang lalu. Kali ini, kami coba tambahkan beberapa update informasi terbarunya. Sempatkan untuk membaca ya, semoga menambah referensi kuliner saat teman-teman berkunjung ke Semarang.

Jika anda mau ke Simpang Lima Semarang, ikuti peta berikut ini ya untuk langsung menuju ke lokasi. Sangat mudah rutenya, karena menuju ke pusat kota.

Selesai sudah rangkaian aktivitas keluarga hari itu. Mulai perjalanan dari siang hingga selesai di malam hari. Diawali dari makan siang dengan mie kopyok khas Semarang, berlanjut jalan-jalan ke Grand Maerakaca. Selanjutnya, kami istirahat di Masjid Baiturrahman dan bermain menemani anak di Simpang Lima Semarang. Aktivitas kami akhiri dengan makan malam tahu gimbal Pak Edy. Melelahkan, tetapi sungguh menyenangkan. Kami kembali pulang ke rumah untuk beristirahat.

Terimakasih banyak ya sudah berkenan menyimak. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Sampai ketemu pada cerita petualangan lainnya 😀

(Visited 284 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Grup Diskusi

Channel Youtube

Copyright 2017 - Catatan Bunda