Restoran Raja Aceh, Menikmati Masakan Daerah dengan Nuansa Modern

Salah satu tempat makan yang baru kami datangi ialah Restoran Raja Aceh. Kami sempat mampir ke restoran ini pada Bulan Ramadhan yang lalu, saat buka puasa bersama. Kami tidak banyak keluar rumah untuk acara buka puasa bersama.

Waktu berbuka lebih banyak kami nikmati di rumah. Sesekali makan di luar kami lakukan untuk menghilangkan rasa bosan yang timbul saat berada di rumah.

Sesungguhnya kami juga tidak sengaja menemukan lokasi restoran satu ini. Hari itu kami berkumpul untuk buka puasa bersama teman-teman kuliah saat di MBA ITB. Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba kami melihat papan nama Restoran Raja Aceh.

Kami memang tidak langsung mampir saat itu. Akan tetapi, kami simpan sebagai database tujuan makan-makan selanjutnya. Berhubung sudah kenyang setelah kumpul bersama teman-teman alumni MBA ITB, kami langsung pulang ke rumah.

Restoran Raja Aceh kuliner khas aceh di bandung - catatan bunda

Kulineran di Restoran Raja Aceh Bandung

Beberapa waktu kemudian, kami agak bosan buka puasa terus di rumah. Akhirnya, kami putuskan untuk buka puasa di luar. Jatuh ke mana pilihan kami?

Di mana lagi jika bukan Restoran Raja Aceh. Kami ingin menjelajahi rasa yang baru. Mudah-mudahan bisa kami temukan saat menjelajah tempat kuliner di Restoran Raja Aceh.

Kami menunggu hingga waktu Maghrib tiba. Sengaja kami tidak berangkat saat sore hari. Mengapa? Jika berangkat saat sore, jalanan kota Bandung akan sangat padat dan macet. Kami akan berdesakan dengan warga lain yang bergerak menuju tempat buka puasa pilihannya.

Saat tiba waktu Maghrib, kami membatalkan puasa dengan minuman dan jajanan ringan di rumah. Kemudian, kami sholat Maghrib dahulu. Setelah selesai sholat, baru kami berangkat ke tempat tujuan makan kami.

Bisa diduga, jalanan sangat sepi. Tidak penuh seperti sore hari menjelang waktu berbuka. Kami pun tiba di lokasi 15 – 20 menit saja, tidak terjebak kemacetan sama sekali. Sungguh menyenangkan.

Alamat Restoran Raja Aceh

Anda ingin mencoba makan di sini? Di mana alamat lengkap Restoran Raja Aceh? Anda bisa menemukan restoran ini di alamat berikut ini:

Jalan Taman Cempaka no. 4, Kota Bandung 40113.

Tempat makan ini alamatnya mudah ditemukan. Letaknya tepat berada di tepi Taman Cempaka Bandung. Anda bisa mencarinya di Google Maps atau aplikasi Waze untuk mendapat petunjuk arah ke lokasi restoran.

Restoran Raja Aceh buka setiap hari mulai dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam. Jika anda memerlukan info lebih lengkap, anda bisa langsung menghubungi pihak restoran lewat telepon. Misalkan, ingin melakukan reservasi tempat atau keperluan lainnya.

Nomor teleponnya ada di nomor 022 – 7208151.

Setiba di lokasi, kami parkir kendaraan. Kami parkir di seberang restoran, tepat di tepi lokasi Taman Cempaka. Kami lihat di parkirannya terparkir dua buah mobil, satu ukuran kecil dan satu lagi ukuran besar.

Gerbang masuknya hanya seukuran lebar mobil berukuran besar saja. Lalu di dalamnya, hanya cukup untuk parkir dua buah mobil. Jika ada mobil lain yang datang, maka harus parkir di luar area parkir restoran.

Lain halnya bila anda membawa sepeda motor. Anda bisa masuk ke dalam area parkir. Di bagian dalamnya masih cukup untuk sepeda motor. Mungkin 5 hingga 10 sepeda motor masih bisa.

nasi goreng aceh di restoran raja aceh - catatan bunda

Nuansa Restoran Raja Aceh

Area tempat duduknya ada dua bagian, yaitu bagian dalam dan bagian luar. Dapur tempat memasak pesanan terletak di bagian depan. Jadi para pengunjung yang datang bisa melihat proses masaknya secara langsung.

Suasana saat itu tidak terlalu ramai. Hanya ada beberapa pengunjung saja yang berada di bagian dalam. Kami lihat, di parkiran juga hanya ada mobil saja, tidak ada sepeda motor.

Masuklah kami ke dalam Restoran Raja Aceh. Lalu, saat mau duduk di bagian dalam, kami merasa tidak nyaman. Mengapa? Banyak yang merokok di bagian dalam.

Kami bertanya kepada pegawai restoran. Pengaturannya memang demikian. Area merokok diletakkan di bagian dalam restoran. Sedangkan area bebas rokok (non-smoking area) ditempatkan di bagian luar.

Rasanya aneh saja buat kami. Bentuk area dalamnya tertutup, tidak ada jendela di sekelilingnya. Jadi saat ada yang merokok, asapnya akan terkumpul dengan padat di dalam ruangan. Akibatnya, aroma di dalam ruangan menjadi tidak sedap. Rasanya pun pengap sekali.

Apalagi kami membawa dua orang anak kecil. Sudah pasti kami tidak akan duduk di area bagian dalam Restoran Raja Aceh. Kami pilih area bagian luar saja.

Mudah-mudahan hal ini mendapat perhatian lebih dari pihak pengelola ya. Harapannya supaya pengunjung lebih nyaman dan bebas asap rokok. Jika diberi area untuk merokok, lebih cocok ditempatkan di bagian luar restoran saja.

Untuk nuansa restoran sendiri memang didesain berbeda. Suasananya terasa modern dan elegan. Berbeda dari Restoran Dapur Aceh langganan keluarga kami.

Tempat duduknya ada yang berbentuk sofa dan disesuaikan dengan meja di bagian dalam. Tempatnya nyaman untuk tempat nongkrong dan ngobrol santai.

es teh tarik khas aceh - catatan bunda

Pilihan Menu Makanan dan Harga

Akhirnya kami memilih tempat duduk yang berada di area luar. Alhamdulillah cuaca sedang cerah, jadi kami merasa nyaman menggunakan tempat makan di luar.

Sudah disediakan beberapa meja dan kursi kayu di bagian luar restoran. Selain itu, tiap satu meja dilengkapi dengan payung berukuran besar supaya lebih nyaman. Seandainya hujan atau kondisi panas, pengunjung masih bisa makan sambil berteduh di bawahnya.

Pramusaji datang dan memberikan buku menu makanan. Kami pun membuka-buka dan memilih makanannya. Ada banyak pilihan makanan dan minuman yang bisa anda nikmati di Restoran Raja Aceh.

Pilihan kami saat itu ialah mie tumis Aceh pedas, nasi goreng Aceh, martabak Aceh original. Minumannya kami pilih es teh manis dan teh tarik dingin.

Berapa harga menu makanannya? Harganya masih relatif terjangkau dan murah. Misalkan martabak Aceh original dijual dengan harga Rp 20.000 per porsi. Jika anda suka martabak Aceh daging sapi, anda bisa memesannya dengan harga Rp 26.000 per porsi.

mie tumis restoran raja aceh - catatan bunda

Untuk mie aceh dijual mulai dari harga Rp 18.000 hingga Rp 29.000 per porsi. Harga berbeda untuk tiap toppingnya. Topping yang disediakan ialah udang, cumi-cumi dan daging sapi.

Sedangkan menu nasi goreng dijual mulai dari harga Rp 17.000 hingga Rp 28.000 per porsi. Anda bisa memilih nasi goreng dengan tambahan cumi-cumi, udang, hingga daging kambing.

Selain menu standar di atas, anda bisa memesan menu makanan yang lain. Restoran Raja Aceh mengembangkan beberapa menu tambahan. Contohnya ialah menu ayam goreng / ayam bakar dengan bumbu Aceh yang dijual dengan harga Rp 20.000 / porsi. Kemudian ada bebek bakar / bebek goreng yang bisa anda dapatkan dengan harga Rp 30.000 / porsi.

Pihak restoran juga menyediakan menu iga bakar, kari kambing, dan sop iga dengan harga yang terjangkau. Menu ini disajikan dengan tambahan roti canai. Jadi sensasinya akan berbeda saat mencicipi roti canai yang didampingi dengan iga bakar, sopi iga, hingga kari kambing.

Bagaimana rasa makanannya?

Setelah menunggu beberapa menit, makanan kami mulai diantarkan ke meja. Sajian mie Aceh, nasi goreng, dan martabak originalnya sangat sederhana. Hanya disajikan di piring dengan hiasan standar saja. Mie dan nasi goreng aceh dihias dengan potongan timun dan emping.

Mulailah kami mencicipi makanan. Saat kami nikmati, rasa makanannya enak. Pedasnya juga terasa, walaupun tidak terlalu mencolok.

Akan tetapi, ada rasa yang kurang cocok di lidah kami. Jika sebelumnya, kami biasa menikmati makanan Aceh dengan bumbu yang tajam dan dominan, kali ini kami tidak menemukannya di sajian Restoran Raja Aceh.

Jadi, tingkat kepuasannya agak berbeda jika menurut indra perasa kami. Hehehe 😀

martabak khas aceh - catatan bunda

Rasa martabaknya lumayan enak dan pas di lidah. Lebih enak dinikmati saat masih panas. Jangan tunggu hingga dingin. Kelamaan 😀

Makanan yang kami pesan ada rasa pedas semua. Jadi saat kami coba ke anak, kedua anak kami masih kepedesan.

Ada menu tidak pedas seperti roti canai. Akan tetapi, saat kami tawarkan ke anak, mereka tidak mau. Jadinya kami tidak pesankan menu jajanan tersebut.

Kami nikmati makan sambil berbincang santai dan mengawasi anak-anak. Setelah beberapa waktu, makanan kami akhirnya habis dinikmati. Anak-anak pun bisa berlarian ke dalam dan keluar menikmati area restoran yang lumayan luas.

Jadi, tempat ini bisa jadi salah satu alternatif untuk tempat makan bersama keluarga di Bandung. Misalkan, saat momen merayakan Idul Fitri bersama dengan keluarga besar atau pada momen lainnya.

Meja kasir ada di bagian dalam restoran. Saat proses membayar, mereka hanya menerima uang tunai saja. Pihak restoran belum menerima pembayaran melalui mesin kartu debit. Jadi, siapkan uang tunai anda ya saat mau kulineran ke sini.

Jika anda mau coba makanannya, anda bisa dengan mudah melakukan pemesanan. Restoran Raja Aceh sudah terdaftar di Go-Food by Gojek dan GrabFood dari Grab. Anda bisa pesan langsung lewat smartphone, lalu tunggu makanan anda diantar ke rumah.

Demikian cerita jalan-jalan kuliner kami ke Restoran Raja Aceh. Semoga bermanfaat dan memberikan informasi berguna bagi perbendaharaan kuliner enak di Bandung. Selamat menikmati 😀

(Visited 320 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *