Beraktivitas bersama anak di Planet Sains Bandung, “Semua Anak Bisa Jadi Einstein”.

Kegiatan untuk anak-anak sangatlah banyak. Tugas kami sebagai orangtua untuk mengeksplorasi aneka jenis kegiatan yang baik dilakukan bersama anak-anak. Hari Sabtu, 18 Maret 2018 yang lalu, saya mengajak kakak untuk beraktivitas di luar rumah. Pilihan saya jatuh ke Planet Sains Bandung.

Planet Sains Bandung menyelenggarakan semacam mini workshop untuk anak-anak dengan Tema “Sains di Balik Dinosaurus”. Tiap anak cukup membayar Rp 200.000 untuk mengikuti mini workshop untuk anak kali ini. Acaranya mulai jam 9 pagi. Ada kegiatan apa di sana? Banyak banget.

planet sains bandung belajar sambil bermain ilmu sains - catatan bunda

Aktivitas Bermain dan Belajar Anak di Planet Sains Bandung

Kegiatan kali ini dibagi menjadi dua pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan tanggal 17 Maret 2018 dan pertemuan yang kedua diselenggarakan pada tanggal 24 Maret 2018. Kita bisa mengenalkan ilmu sains pada anak-anak secara sederhana dan mudah.

Untuk pertemuan yang pertama kali ini, tema acaranya ialah mengenal jejak fosil dan telur dinosaurus. Pihak Planet Sains Bandung secara rutin menyelenggarakan kegiatan semacam ini. Bahkan mini workshop untuk anak kali ini sudah menginjak kegiatan periode yang ke-14.

Tujuan besar dari Planet Sains ialah sebagai berikut:

  • Menumbuhkan kecintaan anak terhadap dunia sains.
  • Menumbuhkan dan menciptakan calon ilmuwan Indonesia yang hebat
  • Menciptakan berbagai event sebagai media apresiasi terhadap sains.

Lokasi Planet Sains Bandung

Di mana bisa menemukan lokasi Planet Sains Bandung? Kebetulan lokasinya ada di dekat rumah kami.

Alamat lengkapnya di Jalan Cikutra Barat Gapura Pasir Reuma No. 84, Sadang Serang, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40133.

Jika anda perlu informasi, anda bisa menghubungi Planet Sains Bandung di nomor telepon 022 – 2509744.

Kegiatan Pertama di Planet Sains Bandung

Begitu tiba di lokasi, kami melakukan registrasi ulang. Setelah registrasi dan menyimpan tas, kakak Mirza langsung naik ke lantai 2 untuk menonton tayangan mengenai Dinosaurus. Ada kakak mentor yang sangat komunikatif menjelaskan dan sesekali melempar pertanyaan ke anak-anak.

Suasananya sangat menyenangkan. Hal yang membuat saya takjub, ketika anak-anak itu fasih sekali menyebutkan jenis-jenis Dinosaurus. Buat saya, jangankan menghapalkan nama-nama Dinosaurus, disuruh baca pun, rasanya lidah mau keseleo 😀

Yang saya tahu, nama dinosaurus ini cuma T-Rex (dan ini ternyata singkatan).

Mirza suka Dinosaurus, tapi saat ini hanya sebatas suka saat dia melihat gambar di buku bersama ayah, saat memakai baju, kaos kaki, ataupun piyama yang bergambar Dinosaurus. Setelah ikut acara di Planet Sains Bandung, dia jadi mau mengenal lebih dalam tiap jenis Dinosaurus.

menonton film dinosaurus - catatan bunda

Kegiatan Kedua di Planet Sains Bandung

Setelah acara nonton bareng, anak-anak turun ke lantai dasar dan duduk di meja yang sudah disediakan alat-alat peraga. Kali ini mereka akan belajar jadi Paleontologi.

Bermain sambil belajar tentang fosil dinosaurus, ketentuan permainannya sebagai berikut:

  • Safety first, anak-anak harus memakai kacamata atau google dan apron bening. Gunanya untuk melindungi mata dan baju selama permainan berlangsung;
  • Tiap anak mendapatkan alat-alat seperti gelas plastik, sendok plastik, dan beberapa wadah lain yang dibutuhkan untuk permainan ini;
  • Tiap kelompok meja terdiri dari 5 anak, kemudian kelima anak tersebut hompimpa untuk menentukan siapa akan menjadi orang pertama, orang kedua, sampai orang kelima.
  • Urutan ini dipakai untuk antri saat mengambil bahan-bahan yang akan digunakan.

Permainan pun dimulai:

Secara bergantian, 2 anak ke meja depan untuk mengambil mainan Dinosaurus di tumpukan pasir. Syaratnya, mereka mengambil sambil membelakangi tumpukan pasir. Setelah dapat, mainan langsung digenggam dan tidak boleh ada yang melihat jenis Dinosaurus apa yang mereka dapatkan.

Pelajaran yang anak-anak dapatkan di sini adalah nilai kejujuran. Ada satu anak yang betul-betul tercermin kejujurannya. Anak tersebut tidak melihat sama sekali benda yang digenggam selama permainan. Setelah dia mendapat izin dari kakak mentor untuk melihat jenis apa yang didapat, ternyata anak tersebut bukan dapat Dinosaurus tapi coral hehehehe… Lucu deh 😀

Karena kejujurannya, anak tersebut mendapatkan apresiasi hadiah pada akhir acara.

kegiatan anak di planet sains - catatan bunda

Kegiatan Ketiga di Planet Sains Bandung

Saat tiap anak sudah mendapatkan mainan Dinosaurus kecil, kemudian mereka mendapat pinjaman kuas. Tugas berikutnya adalah membersihkan pasir yang menempel di mainan dinosaurus. Setelah bersih, orang pertama tiap-tiap kelompok mengantri ke meja di depan untuk mengoles Dinosaurus nya dengan cairan (baby oil) menggunakan kuas.

Bergantian mulai dari anak yang pertama, kedua, dan seterusnya. Kalau sudah selesai mengoles, anak-anak kembali ke tempat duduk. Ketika semua anak sudah beres mengoles, kembali lagi ke meja depan secara bergantian untuk menimbang gipsum.

Di sini mereka belajar operasi menambah dan mengurangi. Gipsum ditimbang harus pas 50 gram. ‎Selanjutnya mereka diminta untuk menakar jumlah air di dalam tabung yang sudah disediakan.

‎Kakak-kakak mentor mendatangi masing-masing anak untuk diperiksa lagi timbangan gipsumnya. Ternyata benar, ada saja yang kurang atau lebih. Kemudian kakak mentor menjelaskan dan menyemangati anak-anak, kalau jadi seorang peneliti harus sangat teliti saat mengerjakan sesuatu.

Perlu melakukan double check, periksa ulang terus menerus. Masuk ke bagian yang paling seru, yaitu mencampur gipsum dan air. Kakak mentor mempraktekkan caranya di depan. Selain itu, para mentor menjelaskan kenapa gipsum harus ditimbang dan kenapa air harus diukur. Intinya supaya adonannya tidak mudah mengeras atau terlalu encer.

Kemudian saat dicampur harus segera diaduk dengan cepat karena gipsum akan menggumpal jika tidak cepat diaduk. Ketika anak-anak memulai, kakak-kakak mentor langsung sigap menolong anak-anak terutama yang masih seusia Mirza. Buat Mirza cukup berat saat ngaduk adonan gipsumnya, mungkin karena dia terbiasa ngaduk adonan tepung tempe goreng yang lebih ringan hahahaha…

‎Adonan yang sudah rata, dimasukkan ke dalam wadah kaca dan mulai diratakan. Selanjutnya diamkan beberapa saat, Dinosaurus yang sudah diolesi baby oil mulai dibenamkan ke dalam adonan tadi.

“Jangan terlalu dalam saat membenamkan”, pesan kakak mentor.

Jika terlalu dalam saat membenamkan dinosaurusnya, akan lebih susah saat melepaskan mainan dari cetakan gipsumnya. Beres deh, anak-anak tinggal menunggu cetakan gipsumnya kering.

cetakan gipsum dinosaurus - catatan bunda

Kegiatan Keempat di Planet Sains Bandung

Sambil menunggu cetakan fosil kering, anak-anak diajak mengikuti permainan selanjutnya. Permainan apa itu? Anak-anak diajak untuk ikut menebak Dinosaurus yang membeku di dalam es.

Setelah itu tiap anak diberi satu buah balon yang di dalamnya sudah diisi satu mainan Dinosaurus. Sekarang tugas mereka menuliskan nama di balon tersebut. Balon tadi diisi air, mereka bergantian ke kran air dan balon diikat. Balon tadi boleh dibawa pulang dan dibekukan di rumah.

Tapi dasar Mirza, baru beberapa jam di freezer rumah, dia sudah tidak sabar untuk memainkan balonnya. Akhirnya pecah deh balonnya.

Saat saya tanya kenapa bisa pecah?

Dia jawab karena belum mengeras, kata kakak-kakak tadi tunggu 3 hari, tapi kelamaan… (ya sudah lah).

Tugas mengisi air ke dalam balon beres, saatnya untuk melepaskan Dinosaurus dari gipsum. Alhamdulillah, mainan milik Mirza berhasil, bisa dicopot dan kelihatan cetakan bentuk Dinosaurus nya. Beberapa anak yang terlalu dalam saat membenamkan, Dinosaurus nya tidak bisa dilepas. Kalau dipaksa, gispumnya akan pecah.

Pilihannya dibiarkan saja terbenam di dalam gipsum. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua Paleontologi berhasil mengangkat fosil Dinosaurus. Banyak juga yang diambil berupa bongkahan-bongkahan yang besar.

Banyak pelajaran menarik yang bisa didapatkan oleh anak-anak dari mini workshop di Planet Sains Bandung ini, apa saja?

  • Melatih motorik kasar dan halus yang dilatih saat menggunakan kuas untuk membersihkan dan mengoles benda kecil;
  • ‎Belajar sabar, antri dan menunggu giliran;
  • ‎Belajar menghargai orang lain;
  • Belajar kejujuran, dan banyak hal kecil lainnya.

 

para peserta di planet sains - catatan bunda

Mirza punya kebiasaan, kalau dia tidak suka saat bermain sesuatu atau saat bermain di tempat tertentu, dia pasti akan menyampaikan hal itu ke saya. Jika tidak suka, kakak akan bilang bahwa “dia tidak mau memainkan benda itu lagi atau dia gak mau datang ke tempat itu lagi.”

Akan tetapi, kemaren saat bermain di Planet Sains Bandung, kakak bilang ke saya, “Ma, nanti kita ke sana lagi ya.”

Alhamdulillah, berarti kegiatan dan aktivitas di Planet Sains Bandung berkesan untuk kakak. InsyaAllah nak, sesi kedua tanggal 24 Maret kita akan main ke sana lagi.

Bagaimana cerita bermain saat di Planet Sains? Anda bisa nikmati di video berikut ini:

Kakak akan mewarnai celengan Dinosaurus dan diajari cara menggandakan gambar cetak Dinosaurus oleh kakak mentor. Seperti apa ya kegiatannya?? Nantikan cerita pertemuan keduanya di blog kami ya.

Demikian cerita aktivitas bersama anak saat bermain di Planet Sains Bandung. Sampai ketemu di episode selanjutnya 😀

(Visited 255 times, 1 visits today)