Free Update

Nikmati update cerita Catatan Bunda langsung di smartphone Anda. GRATIS ^_^

Penyakit Cacar Air, Bagaimana Gejala dan Tips Mudah Menghadapinya

Siapa yang tidak kenal dengan penyakit cacar air? Penyakit satu ini merupakan salah satu penyakit populer yang sering kita dengar. Anda sudah pernah terkena penyakit cacar air?

Mengapa tiba-tiba kami bercerita mengenai penyakit cacar air? Kebetulan kami punya beberapa kisah seputar ini. Beberapa waktu lalu, keluarga kami sempat kedatangan penyakit cacar air. Sepertinya menarik jika kami dokumentasikan dan bagikan dalam bentuk cerita di dalam blog. Siapa tahu berguna bagi para pembaca setia Catatan Bunda.

Setiap orang berpotensi terkena penyakit cacar air. Minimal sekali dalam seumur hidup, setiap dari kita pernah mengalaminya. Waktunya saja yang berbeda. Ada yang terkena cacar air saat masih kecil. Sementara yang lain, tidak jarang kedatangan cacar ketika sudah dewasa.

Baik, sudah cukup pembukaan kisah kali ini. Sekarang kita simak cerita selengkapnya. Semoga kisah berbagi pengalaman ini memberi manfaat bagi para pembaca sekalian. Selamat menyimak yaa 😀

penyakit cacar air sehingga tidak bisa wisata kuliner hingga jalan-jalan - catatan bunda

Sekilas Tentang Penyakit Cacar Air

Penyakit cacar air merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. Dalam istilah medis dikenal juga dengan sebutan penyakit varicella. Virus akan menginfeksi tubuh seseorang hingga akhirnya terjangkit cacar.

Penyakit ini memiliki ciri khas yang mudah dikenali. Pada tubuh orang yang terjangkit akan muncul bintik dan ruam berwarna kemerahan di sekujur tubuhnya. Ruam ini berisi cairan. Setelah beberapa waktu, ruam ini akan terasa sangat gatal dan menyiksa orang yang terjangkit.

Penularan penyakit ini bisa melalui berbagai media. Prosesnya juga sangat mudah dan bisa cepat sekali menular dari satu sumber ke orang lain. Apalagi jika seseorang sedang berada dalam kondisi rubuh yang tidak fit. Media penularannya bisa melalui air liur atau percikan ludah sumber penyakit. Selain itu, bisa bersumber saat kontak langsung dengan dahak atau cairan dari ruam cacar yang pecah.

Lalu, bagaimana ceritanya penyakit cacar air mendatangi keluarga kami? Ceritanya bermula pada saat kami mengikuti outbond di sekolah anak. Tepatnya family gathering dan outbond di Cantigi Camp. Ulasan lengkapnya sudah pernah kami tuliskan. Silakan kunjungi juga link ceritanya ya.

Pada saat acara berlangsung, memang tidak ada masalah apapun. Gejala cacar baru terlihat kurang lebih 2 hingga 3 minggu setelah selesai dari Cantigi Camp. Tiba-tiba muncul gejala cacar air pada tubuh kakak Mirza. Awalnya, Mirza mengeluhkan seluruh tubuhnya terasa sangat pegal. Selain itu, disertai dengan tubuh yang agak demam.

Kami pun tidak menduga bahwa tanda-tanda tersebut merupakan gejala cacar. Sebelumnya disangka hanya gejala tubuh Mirza sedang meriang biasa saja. Tidak lama kemudian, pada hari kedua mulai bermunculan bintik merah pada tubuhnya. Jumlahnya lebih banyak daripada hari pertama.

Mulai muncul rasa khawatir pada diri kami berdua. Tanpa pikir panjang, Mirza dibawa ke dokter anak pada hari itu juga. Ternyata benar, dokter menyatakan bahwa Mirza positif terkena penyakit cacar air.

Dokter memberikan beberapa obat untuk Mirza. Obat tersebut akan membantu proses pemulihan penyakitnya. Setelah selesai konsultasi dengan dokter anak, kami pun pulang untuk merawat Mirza di rumah.

tips menghadapi penyakit cacar air dengan mudah - catatan bunda
periksa ke dokter

Awal Mula Penularan Cacar

Hubungannya bagaimana dengan kisah keluarga saat di Cantigi Camp? Begini, kami coba jelaskan pada bagian ini. Tidak lama setelah Mirza cacar, kami pun mendapat kabar dari orangtua siswa yang lain. Mulai ada teman-temannya yang menyusul terjangkit penyakit cacar air. Tidak hanya satu orang, tetapi berturut-turut hingga 5 – 6 orang anak yang terkena cacar.

Kami pun mulai curiga. Pasti ada sumber yang menjangkiti anak-anak di sekolah. Dari keterangan dokter anak, ada kemungkinan Mirza terjangkit virus cacar 2 hingga 3 minggu sebelumnya. Pada periode waktu tersebut, memang bertepatan dengan kegiatan di Cantigi Camp yang diikuti oleh semua murid. Besar kemungkinan ada salah satu anak yang sudah terkena cacar dan memaksakan diri untuk ikut di acara tersebut.

Kecurigaan kami benar adanya. Salah satu orangtua murid sempat memergoki dan melihat ada anak yang terlihat ruam-ruam di tubuhnya. Kecurigaan besarnya adalah anak tersebut sudah terjangkit penyakit cacar air.

Seperti kita ketahui, cacar air sangat mudah untuk menular. Apalagi dengan kegiatan outdoor seperti di Cantigi Camp. Kita tidak bisa mengendalikan seperti apa aktivitas yang anak-anak lakukan.

Ketika itu, Mirza tertular cacar air pada bulan November 2018. Proses pemulihan berjalan lancar di rumah. Untung saja, Mirza sedang berada dalam masa libur sekolah. Dengan demikian, tidak perlu khawatir ketinggalan materi pelajaran di sekolah.

media penularan penyakit cacar air - catatan bunda
istirahat total saat cacar

Petualangan Seru Selanjutnya

Alhamdulillah, dalam waktu satu minggu, mulai terlihat hasilnya. Cacar air yang ada di tubuh Mirza mulai membaik. Tidak lagi berwarna merah seperti saat periode awal tertular cacar. Memang belum pulih sepenuhnya, tetapi sudah sangat membaik. Kami pun sangat bersyukur atas keadaan tersebut.

Tidak lama setelah itu, nenek dari Medan datang ke Bandung. Kami merencanakan liburan akhir tahun. Ceritanya sudah sempat kami bagikan pada tulisan sebelumnya. Malam hari sebelum hari H liburan, muncul keseruan selanjutnya.

Tiba-tiba ayah merasa tidak enak badan. Tubuhnya terasa sakit-sakit dan meriang. Sempat muncul wacana untuk membatalkan rencana liburan. Akan tetapi, ayah memastikan bahwa dirinya tidak apa-apa dan masih sanggup untuk menyetir ke tempat tujuan.

Kami pun meneruskan kegiatan sesuai rencana awal. Saat menyetir, ayah terlihat segar dan sehat. Demikian juga saat berhenti sejenak untuk makan siang. Tidak terlihat tanda-tanda ayah sakit. Semata-mata karena ingin memberikan hadiah istimewa untuk orangtua yang baru datang dari Medan dan ingin liburan di Bandung.

Semuanya terlihat normal, ayah pun menyebutkan badannya terasa segar seperti biasa. Begitu sampai di lokasi penginapan, mulai terlihat lagi gejalanya. Ayah terlihat lemas dan tidak bisa menemani anak-anak untuk bermain. Jadi, suasana liburan terasa tidak nyaman karena ayah terlihat sakit.

Saya pun mengamati lebih dekat. Saat itulah saya melihat, mulai muncul bintik-bintik persis seperti yang dialami Mirza. Kecurigaan terbesarnya, ayah tertular virus cacar air juga seperti kakak beberapa minggu sebelumnya. Selain itu, tubuh ayah mulai terasa pegal dan sakit-sakit.

Untungnya, liburan keluarga saat itu hanya satu malam saja. Dengan demikian, keesokan harinya bisa langsung pulang. Kami akan langsung pergi ke dokter untuk memeriksakan diri ayah dan memastikan kondisinya.

Ternyata benar, ayah tertular cacar air. Keesokan harinya, ruam merah di tubuh ayah mulai menyebar dan makin bertambah. Dokter memberikan beberapa obat pendukung untuk dikonsumsi di rumah.

gejala munculnya penyakit cacar air - catatan bunda
batasi interaksi

Tips Menghadapi Penyakit Cacar Air

Saat diberondong penyakit cacar, apa yang harus dilakukan? Kali ini kami akan coba berbagi sedikit tips yang bisa diterapkan. Sederhana saja, harapannya bisa dilakukan secara langsung bila anda sedang mengalami seperti keluarga kami.

#1 Jangan mudah panik

Ketika muncul gejala penyakit cacar air, hal pertama yang harus dilakukan ialah jangan panik. Bila anda panik, maka semuanya akan terasa berat dan kacau. Jernihkan hati dan pikiran anda. Bahwa semua peristiwa, termasuk penyakit cacar air hanyalah sedikit dari sekian banyak episode kehidupan.

Hadapi saja dengan tenang dan tidak terburu-buru. Selalu pegang keyakinan bahwa ada pertolongan Allah SWT di depan sana.

#2 Segera periksakan diri ke dokter

Hal berikutnya yang harus dilakukan ialah segera periksakan diri ke dokter. Seperti yang kami kerjakan saat itu. Saat anak sakit, kami segera memeriksakan diri ke dokter anak. Sementara ayah diperiksakan ke dokter umum.

Kebetulan letak klinik pengobatannya dekat dari rumah. Tidak perlu menghabiskan banyak waktu. Selain itu, tidak merepotkan anggota keluarga lainnya. Saat itu ayah masih sanggup untuk menyetir sendiri, jadi sepulang dari liburan bisa langsung pergi ke klinik.

Demikian juga saat kakak tertular cacar air. Kami sendiri yang langsung membawanya ke dokter anak. Jangan tunda saat mulai muncul bercak berwarna merah di tubuh. Kata dokter yang kami datangi, jika baru diobati pada hari ketiga, bisa dibilang sudah terlambat.

Terlambat di sini maknanya ialah virus cacar sudah sangat menyebar. Jadi, tujuan utama dari segera periksa ke dokter ialah untuk menghambat penyebaran virus cacar ke seluruh tubuh.

#3 Istirahat total

Tips selanjutnya saat menghadapi penyakit cacar air sangatlah penting. Istirahat total merupakan suatu keharusan. Tubuh akan terasa lemas dan tidak nyaman untuk bergerak saat tertular penyakit cacar. Belum lagi rasa perih dan gatal dari bercak yang muncul di seluruh tubuh.

Seperti yang dialami oleh kakak Mirza dan ayah. Keduanya terlihat memiliki gejala yang sama persis. Apalagi pada waktu periode puncak penularan cacar airnya. Tubuh keduanya terlihat lemas sehingga mengharuskan banyak tidur setiap harinya.

#4 Batasi interaksi dengan orang lain

Penyakit cacar air sangat mudah ditularkan pada orang lain. Apalagi jika orang tersebut belum pernah terkena cacar. Kondisinya akan lebih rentan dibandingkan seseorang yang sudah pernah terjangkit cacar air sebelumnya.

Dengan demikian, saat ayah dan kakak Mirza terkena cacar, kami pisahkan dari yang lain. Keduanya ditempatkan pada kamar tidur yang terpisah. Antisipasi tersebut kami lakukan untuk mengantisipasi supaya tidak menularkan pada yang lain.

Kebetulan anak bungsu kami belum pernah terkena cacar. Dengan kakak dan ayah mengalami cacar air, saya dituntut bersiap untuk berbagai kemungkinan. Jika memang harus terkena cacar air, maka lengkaplah sudah prosesnya. Seluruh anggota keluarga kami sudah waktunya mengalami penyakit yang satu ini.

Dalam aktivitas sehari-hari, keduanya pun sangat menjaga. Kakak Mirza dan ayah hanya keluar kamar pada saat tertentu saja. Setiap harinya harus berdiam diri dan istirahat di dalam kamar.

Ternyata, takdir Allah menyatakan bahwa kami harus istirahat total di rumah lebih lama. Anak bungsu pun menyusul terkena cacar air juga. Tanda-tandanya mulai terlihat sekitar 4 – 5 hari setelah ayah periksa di dokter.

Kondisi inilah yang menyebabkan kami fokus untuk pemulihan selama beberapa bulan. Malam pergantian tahun pun dilalui di rumah saja. Tidak ada jalan-jalan ataupun wisata kuliner di berbagai tempat seperti yang biasa kami lakukan.

Itulah sebabnya, tidak banyak konten yang muncul di blog, Instagram, maupun Youtube dalam beberapa bulan terakhir ini. Saat semuanya sudah kondusif, kami akan kembali produktif dan menyapa sahabat pembaca semua di berbagai media. Mohon doanya ya bagi kami sekeluarga. Kami pun selalu mendoakan seluruh pembaca setia tetap dalam keadaan sehat.

rehat sejenak dari mengisi konten di blog instagram dan youtube - catatan bunda
libur mengisi konten

#5 Sediakan kangen water

Tips berikut ini merupakan tips sederhana yang kami lakukan. Sifatnya opsional dan sesuai selera masing-masing. Dalam perjalanannya, cacar air ini akan terasa panas hingga gatal di seluruh permukaan tubuh. Kami tidak tahu apa penyebabnya secara medis. Kurang lebih, kondisi tersebut yang dirasakan oleh kakak Mirza dan ayah.

Seorang penderita disarankan untuk tidak menggaruk bercak-bercak atau permukaan kulit gatal. Jika bercak cacar air pecah, dikhawatirkan akan semakin menyebar ke bagian tubuh yang lain. Lalu, bagaimana solusinya?

Kami terpikirkan solusi yang mudah. Semprot saja dengan kangen water. Kebetulan ada banyak tetangga di sekitar rumah yang berjualan kangen water. Kami memesan beberapa botol strong acid dari tetangga.

Secara berkala, tinggal semprot ke bagian yang terasa gatal maupun panas. Hal tersebut sangat membantu meredakan rasa sakit yang muncul.

#6 Tetap mandi secara teratur

Banyak anggapan yang muncul bahwa saat terkena penyakit cacar air tidak boleh mandi. Saat kami konsultasi ke dokter, justru mendapat info sebaliknya. Seorang penderita cacar seharusnya tetap menjaga kebersihan tubuhnya. Salah satunya dengan mandi secara teratur.

Apalagi bagi kakak Mirza yang memiliki kondisi kulit yang khusus. Kakak malah diwajibkan untuk mandi setiap hari. Jika tidak mandi, justru akan berdampak buruk terhadap kulit tubuhnya secara keseluruhan.

#7 Sabar dan terus berdoa

Proses pemulihan dan penyembuhan dari penyakit cacar air membutuhkan waktu. Penyakit ini tidak akan sembuh dalam waktu satu malam saja. Diperlukan waktu yang cukup panjang untuk pulih 100% hingga bekas cacar air hilang total dari seluruh tubuh.

Oleh sebab itu, kami menyarankan untuk tetap sabar dan terus berdoa saat terjangkit cacar air. Jalani prosesnya dan tetap berprasangka baik terhadap Allah SWT. Ada hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian tersebut.

Dari pengalaman kami, masa parah-parahnya berlangsung selama satu minggu. Di situ, kakak dan ayah terlihat sangat tersiksa karena rasa gatal dan panas dari bercak-bercak cacar air di tubuhnya. Setelah satu minggu berlalu, kondisinya mulai membaik.

Rasa gatal dan panas mulai berkurang. Selain itu, bercak cacar air di tubuh perlahan mulai berangsur mengering. Pemulihan akan berlangsung hingga kurang lebih satu bulan lebih.

Demikian sharing singkat pengalaman keluarga kami tentang penyakit cacar air. Semoga kisah dan tips menghadapi cacar air dengan mudah ada manfaatnya bagi sahabat pembaca sekalian.

Jangan lupa untuk bergabung di channel Telegram yang kami kelola. Kami akan berbagi update secara berkala. Mulai dari artikel terbaru, video, ataupun informasi menarik lainnya.

Terimakasih sudah menyimak perjalanan keluarga saat terjangkit penyakit cacar air. Sampai jumpa pada kisah kami lainnya 😀

(Visited 42 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ada Pertanyaan?

Channel Youtube

Copyright 2017 - Catatan Bunda