Free Update

Dapatkan update mingguan GRATIS dari Catatan Bunda yang akan dikirim langsung ke alamat email Anda

Pengalaman Umroh Backpacker, Cerita Seru Ibadah di Tanah Suci

Kesempatan kali ini saya menemani suami untuk menyimak cerita pengalaman umroh backpacker dari teman. Bertemu banyak teman memang sangat menyenangkan. Banyak insight dan wawasan baru yang bisa kami peroleh.

Sungguh ilmu kami berdua masih sangat dangkal. Kami ingin terus belajar dari siapapun. Baik dari teman, kakak kelas, para guru dan siapapun. Belajar pengalaman hidup, belajar agama, belajar pengalaman saat traveling, belajar mengelola bisnis, dan aneka ilmu lainnya.

Kebetulan saat itu jadwal kami berdua sedang longgar. Jadi suami segera menghubungi temannya untuk janjian bertemu. Alhamdulillah waktunya cocok dan kami bertemu di Masjid Al-Latiif Bandung setelah sholat Ashar.

Tidak lupa kami mengajak anak-anak untuk ikut serta. Jalan-jalan sore sambil bertemu teman di masjid. Sayangnya anak-anak tidak membawa mainan lego, jadi anak-anak pun heboh sekali saat di masjid. Berlarian kesana kemari 😀

Seperti apa keseruan dari cerita pengalaman umroh backpacker? Ikuti terus ya kisahnya berikut ini. Semoga membawa manfaat.

pengalaman umroh backpacker - catatan bunda

Cerita Pengalaman Umroh Backpacker

Teman kami ini merupakan kakak kelas suami saat di SMA 3 Semarang hingga kuliah di Institut Teknologi Bandung. Namanya Masri. Saat ini beliau berkarir di salah satu perusahaan minyak dan ditempatkan di salah satu negara Timur Tengah, yaitu Oman.

Beliau bercerita, bahwa teman-teman kantornya sering sekali berangkat umroh. Hari Jumat berangkat, lalu Minggu sudah pulang kembali ke Oman. Setelah itu hari Senin sudah mulai bekerja seperti biasa.

Ya, proses umroh memang sangat sederhana dan singkat. Jamaah umroh hanya perlu mengerjakan rangkaian rukun umroh saja supaya umrohnya sah secara syariah Islam.

Apa saja yang termasuk rukun umroh? Berikut ini daftarnya:

  • Memakai pakaian ihrom
  • Melakukan thawaf atau mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali putaran;
  • Melakukan Sa’i atau berlari kecil dari bukit Shofa hingga ke Marwa sebanyak 7 putaran;
  • Melakukan proses Tahallul atau mencukur rambut;
  • Tertib

Sangat singkat bukan? Ya betul, sangat singkat. Bahkan seluruh rangkaian proses umroh tersebut bisa diselesaikan dalam beberapa jam saja.

Kembali lagi ke teman kami. Tiba-tiba, teman saya ingin sekali berangkat umroh karena melihat banyak temannya yang berangkat umroh dalam waktu singkat. Beliau pun menelepon istrinya yang berada di Indonesia untuk mengajaknya pergi umroh. Sang istri pun setuju untuk pergi umroh berdua saja. Anak-anaknya tidak ikut, tetap tinggal di Indonesia.

Lalu, pakai travel umroh apa perginya? Beliau memutuskan untuk pergi sendiri, tanpa memakai travel umroh alias umroh backpacker 😀

Tentunya banyak kisah dan tantangan yang beliau hadapi saat mengurus aneka persiapan tanpa menggunakan travel umroh. Tantangan lainnya, waktu persiapan beliau saat mau umroh sangat singkat. Hanya 2 mingguan saja.

Jadi kebayang gimana repotnya saat mempersiapkan segala sesuatunya saat berangkat umroh.  Beda halnya bila ikut umroh regular di biro travel umroh. Para jamaah tinggal menyetor dana dan dokumen administrasi saja. Semua urusan administrasi dari berangkat hingga pulang diurus oleh pihak biro.

cerita umroh di kabah mekkah - catatan bunda

Syarat Administrasi Ibadah Umroh

Persiapan apa saja yang perlu diperhatikan saat mau umroh? Setidaknya ada beberapa bagian inti yang harus anda siapkan. Dari pengalaman beliau, banyak sekali informasi berharga yang kami peroleh mengenai pengalaman umroh backpacker.

Kita sepakat bahwa untuk berangkat umroh memerlukan sejumlah biaya. Baik itu biaya sendiri maupun dibiayai pihak lain. Bahkan tidak jarang para jamaah yang berangkat umroh itu merupakan hadiah pemberian dari pihak lain. Sampai sini setuju ya? 😀

Jika mau wisata gratis, cobain aja jalan pagi di Car Free Day Dago. Asyik tuh buat jalan-jalan gratis bersama keluarga. Mampir yaa.

Kembali lagi ke cerita umroh. Nah, ada beberapa unsur biaya yang diperlukan saat berangkat umroh. Berdasarkan pengalaman umroh backpacker teman kami, anda bisa perhatikan beberapa biaya berikut ini:

BIAYA TIKET PESAWAT

Pengalaman umroh backpacker beliau diawali dari mencari tiket pesawat. Biaya tiket pesawat ini merupakan salah satu porsi terbesar dari biaya total untuk berangkat umroh. Ada banyak pilihan yang bisa anda gunakan dalam memilih pesawat.

Anda bisa pilih maskapai yang mempunyai rute penerbangan langsung dari Jakarta ke Jeddah. Lalu pada maskapai yang lain ada yang rute terbangnya harus transit dulu sebelum tiba di Bandara Jeddah.

Maskapai penerbangan yang bisa anda pilih pun sangat banyak. Diantaranya ialah Garuda Indonesia, Ettihad Airways, Saudi Airlines, dan lain-lain.

Pada kesempatan umroh waktu itu, beliau memilih untuk memakai maskapai Garuda Indonesia. Rute penerbangannya langsung dari Jakarta ke Bandara Jeddah, tanpa transit ke wilayah tertentu.

Biaya juga beragam. Anda harus rajin-rajin berburu sejak jauh hari jika ingin mendapatkan tiket pesawat yang lebih murah dari harga tiket pada umumnya.

Berhubung teman kami berangkat dadakan, bisa ditebak bahwa harga tiket pesawatnya. Beliau tidak dapat harga yang murah. Dari maskapai juga sedang tidak ada promo.

Biaya tiket pesawat dari Jakarta ke Jeddah menghabiskan Rp 15 juta (untuk 2 orang).

Lalu, bagaimana dengan biaya pesawat saat pulang? Apakah menggunakan maskapai yang sama?

Saat itu, beliau memilih maskapai yang berbeda. Pilihannya ialah menggunakan Oman Air. Biayanya lebih murah, yaitu kurang lebih Rp 13 jutaan untuk dua orang dari Bandara Madinah ke Jakarta.

BIAYA PENGINAPAN

Setelah biaya tiket pesawat beres, pengalaman umroh backpacker selanjutnya ialah memilih penginapan selama di Tanah Suci. Sebelum memilih hotel, pastikan anda mengetahui jadwal perjalanan anda selama di Tanah Suci.

Anda mau berapa hari di Arab Saudi? Berapa hari di Mekkah dan berapa hari di Madinah? Dengan mengetahui waktu perjalanan, kita bisa menghitung kebutuhan biaya yang diperlukan untuk penginapan saat di Mekkah dan Madinah.

Pada cerita pengalaman umroh backpacker kali ini, teman kami merencanakan waktu perjalanan selama 7 hari (sudah termasuk saat berangkat dan pulang). Jadi mereka akan berada di Mekkah selama 3 hari dan 2 hari di Madinah.

Saat di Mekkah, beliau memilih Hotel Hilton Suites. Tidak jauh dari lokasi Masjidil Haram, di dekat Zam Zam Tower. Pesannya lewat mana? Beliau pesan lewat situs booking dot com.

Berapa tarif menginap per malamnya? Jika tidak salah, tarif menginap untuk berdua sekitar Rp 2 juta per malam.

Saat di Madinah menginap di mana? Nah, ini kami lupa tanya dan belum mendapat informasi dari beliau. Lain waktu akan kami update ya ceritanya di sini.

BIAYA VISA

Pengalaman umroh backpacker berlanjut. Setelah mempersiapkan tiket pesawat dan hotel, beliau mulai cari-cari informasi tentang visa umroh. Bagaimana ya teknisnya? Saat itu googling dan mencari informasi, tetapi tidak mendapat cara yang jelas untuk membuat visa umroh.

Padahal waktu keberangkatan semakin dekat. Nah, di sini ada satu orang kawan lagi yang membantu. Namanya Kang Adan, beliau punya banyak pengalaman dan koneksi untuk mengelola perjalanan umroh.

Teman kami akhirnya meminta bantuan pada Kang Adan untuk membuat visa umroh. Waktu itu sudah mepet banget, sekitar 7 hari lagi sudah harus terbang ke Tanah Suci. Sementara visa umroh belum didapatkan.

Singkat cerita, akhirnya visa umroh pun bisa diterbitkan oleh Kedutaan. Beliau pun bisa berangkat umroh dengan tenang bersama istrinya. Sesuai jadwal, tidak ada keterlambatan. Alhamdulillah.

BIAYA LAIN-LAIN

Tiga komponen di atas merupakan komponen biaya terbesar saat melakukan perjalanan umroh. Masih ada biaya lain-lainnya, tetapi komponen biaya tersebut masih bisa dikendalikan. Tinggal sesuaikan dengan keperluan saja.

Selama perjalanan ibadah di Tanah Suci, beliau banyak mendapat bantuan dari Kang Adan. Kang Adan membantu menghubungi relasinya yang berada di Arab Saudi untuk membantu transportasi untuk teman kami selama perjalanan ibadah umroh.

Komponen biaya lainnya ada biaya transportasi, biaya untuk makan, biaya perlengkapan, dan biaya lain-lain. Lalu saat pulang, beliau membeli air Zam Zam dengan harga 9 Riyal Saudi / galon.

Selama di Mekah dan Madinah, makannya apa? Apakah sulit?

Menurut beliau sama sekali tidak sulit. Banyak pilihan makanan yang bisa dipilih saat beliau di sana. Jenis makanan yang dipilih selama pengalaman umroh backpacker ialah ayam goreng dan kentang goreng hingga makanan Indonesia seperti bakso.

Beliau berhasil menemukan restoran Indonesia yang ada di Arab Saudi, berkat informasi dari Kang Adan juga. Akhirnya bisa melepas rindu dengan menikmati makanan Indonesia.

payung masjid nabawi di madinah - catatan bunda

Plus Minus Pengalaman Umroh Backpacker

Dalam tiap pilihan tentu ada plus dan minusnya, termasuk saat menjalani pengalaman umroh backpacker. Pasti ada enak dan tidak enaknya. Akan tetapi, namanya sudah sampai di Tanah Suci, biasanya sudah sangat berbeda suasananya.

Kenikmatannya berbeda, ketenangannya berbeda, dan setiap kejadian pun akan sangat dinikmati. Pasti ada hikmah di baliknya.

Tantangan yang dihadapi dari pengalaman umroh backpacker sahabat kami diantaranya:

#1 Tantangan saat mempersiapkan visa umroh. Sebaiknya anda mempersiapkan segala sesuatunya dari jauh-jauh hari, supaya bisa lebih tenang saat persiapan berangkat.

#2 Tidak selalu berbiaya murah. Pengalaman umroh backpacker sering diartikan dengan biaya yang murah. Apakah selalu murah? Ternyata tidak juga.

Kita harus melihat konteks perjalanan tiap orang yang berangkat umroh sendiri tanpa ikut travel umroh. Bisa jadi banyak unsur biaya yang justru menjadi lebih mahal dengan berbagai penyebab.

Salah satunya ialah karena sempitnya waktu persiapan. Terlebih saat mencari tiket pesawat dan hotel. Bila sudah mepet, maka kemungkinannya kecil untuk bisa mendapatkan tiket hotel dan pesawat dengan harga yang murah.

Apakah bisa berangkat umroh sendiri dengan biaya yang lebih murah? Sangat bisa. Bahkan teman kami, Kang Adan pernah berangkat umroh saat 10 hari terakhir di Bulan Ramadhan cukup dengan biaya Rp 15 juta atau Rp 16 juta per orang beberapa tahun yang lalu.

Ada tekniknya, ada caranya tersendiri. Bagaimana supaya bisa lebih murah. Banyak hal yang harus dipersiapkan jauh hari sebelumnya.

#3 Lakukan segalanya sendiri. Namanya juga pengalaman umroh backpacker. Tentu segala kegiatan di Tanah Suci dilakukan sendiri.

Termasuk saat mencari makan. Beda halnya saat ikut dengan travel umroh, kegiatan makan sudah disediakan di hotel setiap jam makan tiba. Seperti yang kami alami saat berangkat umroh keluarga dua tahun yang lalu.

Dengan melakukan sendiri, sudah pasti memerlukan tenaga yang lebih. Jadi harus pintar mengatur tenaga diri sendiri. Jangan terlalu memaksakan diri dan harus mengenal batas kemampuan fisik dirinya sendiri. Dengan mengenal batas kemampuan, seseorang jadi tahu kapan waktunya untuk beristirahat.

Faktor positif dari pengalaman umroh backpacker diantaranya ialah sebagai berikut:

#1 Bebas mengatur jadwal perjalanan. Artinya waktu keberangkatan dan kepulangan bisa sangat fleksibel, saat di Tanah Suci pun bisa sangat fleksibel.

#2 Bisa fokus beribadah. Ketika berada di Mekkah dan Madinah, teman kami menghilangkan semua kegiatan untuk tour ke Jabal Rahmah, Gua Hiro, Museum Al-Quran, Mall dan lain-lain. Mereka hanya fokus untuk memperbanyak thawaf Sunnah dan I’tikaf saja selama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

#3 Pengalaman yang sangat menarik. Kami berdua pun sampai penasaran seperti apa cerita beliau melakukan perjalanan umroh backpacker. Tanpa pikir panjang, kami langsung atur jadwal supaya bisa ngobrol dan mendengar langsung ceritanya 😀

#4 Perjalanan umroh itu bisa diatur sendiri. Satu kesimpulan penting yang bisa dipetik dari sini ialah bahwa perjalanan untuk beribadah umroh itu bisa lho anda kelola sendiri. Bisa disesuaikan dengan biaya, jangka waktu, dan jadwal perjalanannya. Sesuaikan dengan kebutuhan anda masing-masing.

Demikian kurang lebih cerita kami tentang pengalaman sahabat ketika melakukan perjalanan umroh sendiri. Semoga pengalaman umroh backpacker kali ini memberikan manfaat tersendiri bagi para pembaca setia Blog Catatan Bunda.

Sampai ketemu di cerita kami berikutnya ya 😀

(Visited 1,862 times, 5 visits today)

3 Comments

  1. Makasi bun, artikel ini sangat membantu sekali terutama bagi jamaah yang baru pertama kali ingin umroh, apalagi dengan cara backpacker tentunya akan lebih murah dari sisi biaya.

  2. Asalamualaikum, bund. Boleh tau gak detail cara mengurus visa nya sendiri. Harus lewat biro umroh atau kita dateng kemana dulu trus surat2 yg dibawa apa aja. Makasih sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe Channel Youtube

Copyright 2017 Blog Catatan Bunda