Free Update

Nikmati update cerita Catatan Bunda langsung di smartphone Anda. GRATIS ^_^

Pengalaman Rawat Inap BPJS di Dua Rumah Sakit Berbeda

Pengalaman rawat inap BPJS kali ini dialami oleh kedua anak saya. Tidak bersamaan waktu kejadiannya. Hanya saja, kami baru bisa menuliskan kembali ceritanya kali ini. Jadi, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menceritakan bagian-bagian inti yang sempat kami alami.

Dokumentasi memang tidak banyak karena waktu itu tidak terpikirkan untuk mengabadikan momen dan dokumen penting saat anak opname di Rumah Sakit. Tentu rasanya campur aduk saat anak sakit.

Di satu sisi perasaan kami sebagai orangtua tentu sangat sedih melihat anak sakit, tidak bisa beraktivitas dan bermain bersama di rumah. Pada sisi lain, kami pun harus kuat untuk melalui periode anak sakit seperti ini. Semoga berkenan menyimak cerita pengalaman rawat inap BPJS kali ini. Mari kita mulai πŸ˜€

Pengalaman Rawat Inap BPJS - catatan bunda

Pengalaman Rawat Inap BPJS di Rumah Sakit yang Berbeda

Sebelum kami masuk ke cerita pengalaman saat kedua anak kami sakit, kami ingin bercerita beberapa hal.

BPJS Kesehatan ialah singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Lembaga ini bertanggung jawab secara langsung kepada Presiden. Tugas utamanya, seperti yang kita ketahui, ialah untuk menyelenggarakan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat di Indonesia.

Idealnya ialah seluruh layanan kesehatan di negara Indonesia bisa gratis untuk semua kalangan ya.

Akan tetapi, memang kenyataannya sampai saat ini belum terwujud, jadi kita jalani saja dengan kondisi yang ada. Semoga kondisi ideal tersebut cepat terwujud ya, supaya rakyat Indonesia makin nyaman dengan fasilitas kesehatan yang memadai.

Dengan kondisi yang belum ideal tersebut, saya bisa sharing pengalaman rawat inap BPJS yang sempat kami rasakan.

Tarif Iuran BPJS Kesehatan 2018

Untuk mendapatkan layanan BPJS Kesehatan, anda harus memiliki akun aktif di BPJS. Tanda keaktifan tersebut bisa dilihat dari pembayaran iuran setiap bulan dari tiap peserta.

Lalu berapa nominal tarif iuran BPJS Kesehatan tahun 2018? Ada tiga kelas di dalam layanan BPJS Kesehatan. Tiga kelas tersebut ialah:

Kelas 1

Iuran wajib bagi peserta di kelas 1 ialah sebesar Rp 80.000 / bulan / orang.

Para peserta di kelas 1 akan mendapatkan kamar rawat inap kelas 1 di fasilitas kesehatan yang telah ditentukan.

Kelas 2

Untuk peserta di kelas 2, besar iurannya ialah sebesar Rp 51.000 / bulan / orang.

Jika anda memilih di kelas 2, maka anda berhak mendapatkan layanan kamar rawat inap kelas 2 di Rumah Sakit atau fasilitas kesehatan yang sudah ditentukan.

Kelas 3

Kelas selanjutnya di dalam layanan BPJS Kesehatan ialah kelas 3. Berapa besar iuran bulanannya?

Iuran wajib bagi para peserta BPJS Kesehatan kelas 3 ialah sebesar Rp 25.500 / bulan / orang.

Tentunya anda akan mendapatkan fasilitas ruang rawat inap kelas 3 di fasilitas kesehatan yang sudah bekerja sama dengan BPJS.

Keluarga kami menggunakan layanan BPJS kelas 1, yaitu sebesar Rp 80.000 / orang / bulan. Metode pembayaran yang biasa kami lakukan pun sangat mudah.Β Kami biasa membayar iuran BPJS Kesehatan setiap bulan lewat aplikasi Tokopedia.

anak bungsu dirawat di Rumah Sakit Hermina - catatan bunda

Pengalaman Rawat Inap BPJS di Rumah Sakit Hermina Arcamanik Bandung

Cerita yang pertama ialah saat anak bungsu kami sakit. Tiba-tiba panas tinggi. Kejadiannya berlangsung pada bulan Mei 2017. Awalnya kami konsultasi ke dokter anak kepercayaan dan diberi obat penurun panas.

Kami dibekali juga dengan surat pengantar untuk periksa darah ke laboratorium. Jaga-jaga bila kondisi demam anak saya tidak membaik dalam 2 – 3 hari ke depan, dokter anak menyarankan supaya kami langsung periksa darah ke laboratorium.

Singkat cerita, anak bungsu kami akhirnya harus cek darah karena kondisi demamnya yang tidak kunjung reda. Setelah kami kirim foto hasil cek darah ke whatsapp dokter anak, kami disarankan untuk membawa anak bungsu untuk rawat inap saja.

Mengapa harus rawat inap?

Karena kondisi leukositnya tinggi jika tidak salah. Saya agak lupa juga karena dokumen hasil cek darahnya tidak saya simpan. Akhirnya kami memilih untuk memasukkan anak bungsu untuk dirawat di Rumah Sakit Hermina Arcamanik.

Mengapa memilih rumah sakit tersebut?

Pertimbangan memilih Rumah Sakit Hermina Arcamanik saat itu karena lokasinya yang dekat dari rumah dan menerima pasien BPJS. Waktu itu kami langsung masuk ke UGD karena panas tubuhnya sangat tinggi. Sampai-sampai harus dimasukkan obat penurun panas melalui duburnya.

ruang perawatan di rumah sakit hermina arcamanik - catatan bunda

Registrasi Pasien BPJS di Rumah Sakit Hermina Arcamanik

Saya siap siaga dan menunggui anak di ruang UGD. Sementara ayah melakukan proses pendaftaran ke bagian administrasi rumah sakit. Kartu BPJS tidak lupa kami bawa saat itu. Saat registrasi rawat inap, ayah menyerahkan kartu BPJS atas nama anak kepada petugas.

Proses pendaftarannya sangat mudah, tidak berbelit-belit. Sempat terbayang cerita yang banyak beredar bahwa pasien BPJS akan dipersulit saat prosesnya. Dari pengalaman rawat inap BPJS yang saya jalani, ternyata tidak demikian.

Petugas melayani dengan baik pada semua pengunjung yang melakukan registrasi rawat inap. Bahkan di Rumah Sakit Hermina Arcamanik disediakan loket khusus untuk registrasi pasien BPJS. Saat itu kondisi rumah sakit sedang padat pasien, jadi sabar saja menunggu giliran untuk dilayani registrasinya.

Petugas administrasi memberi penjelasan lanjutan pada suami saat registrasi. Obat-obatan akan diberikan sesuai kelasnya. Bila dalam proses perawatan diperlukan upgrade obat, maka akan diinfokan terlebih dahulu pada saya dan suami.

Jika kami setuju, maka obat akan diberikan pada pasien. Lalu biaya upgrade obat tersebut akan dibebankan kepada kami. Seperti yang kami sebutkan di atas, bahwa kami mendaftar di layanan BPJS untuk kelas 1.

Di Rumah Sakit Hermina Arcamanik, layanan kelas 1 BPJS Kesehatan setara dengan ruang rawat inap dengan 3 pasien. Akan tetapi, ketika itu ruang pasien BPJS yang sesuai dengan kebutuhan kami sedang penuh semua.

Ayah pun bertanya ke petugas administrasi, β€œBagaimana jika anak saya ruangan perawatannya naik kelas?”

Artinya bukan di ruangan 3 tempat tidur. Petugas menjelaskan, jika naik kelas, ada kebijakan khusus dari Rumah Sakit Hermina Arcamanik. Pasien diperbolehkan untuk memilih ruangan yang naik kelas.

Akan tetapi BPJS hanya akan menanggung 25 % dari total biaya perawatan dan 75 % sisanya ditanggung oleh pasien.

Mengetahui hal tersebut, kami ikut ketentuan BPJS saja. Lumayan, bisa menghemat biaya. Berhubung ruang perawatan masih penuh, akhirnya ada kebijakan khusus dari Rumah Sakit. Anak kami akan dirawat sementara di ruang pasien umum dengan 2 tempat tidur. Setelah menyelesaikan proses registrasi dan kamar sudah siap, masuklah anak kami ke ruang perawatan.

Secara umum, pengalaman rawat inap BPJS di Rumah Sakit Hermina Arcamanik sangat berkesan. Kualitas pelayanannya pada pasien sangat baik. Para perawat juga sangat ramah dan membantu dengan sigap tiap kali kami membutuhkan bantuan.

Saat itu anak kami dirawat selama kurang lebih 3 harian. Alhamdulillah, dari hari ke hari makin membaik kondisinya. Akhirnya anak kami diperbolehkan pulang. Sebelum pulang, kami menyelesaikan urusan administrasi dulu.

Saat suami berada di loket pembayaran, petugas menginfokan total biaya perawatannya sebesar 2 – 3 jutaan. Lalu selanjutnya, petugas menyampaikan bahwa semua biaya perawatan sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Kami tidak perlu membayar biaya apa-apa, mulai dari biaya perawatan hingga biaya obat-obatan.

Alhamdulillah, anak kembali sehat. Kami pun berkemas dan pulang kembali ke rumah. Demikian pengalaman rawat inap BPJS yang pertama.

anak bungsu mulai pulih di Rumah Sakit Hermina - catatan bunda

Pengalaman Rawat Inap BPJS di Rumah Sakit Santosa

Yang berikutnya adalah pengalaman rawat inap BPJS pada anak sulung kami. Kejadian sakitnya berlangsung pada bulan Desember 2017. Saat itu kondisi anak kami panas tinggi selama beberapa hari.

Prosesnya kami bawa dulu untuk konsultasi ke dokter anak, lalu diberikan obat untuk beberapa hari. Tidak lupa kami dibekali surat pengantar untuk melakukan cek darah di laboratorium jika kondisi demamnya tidak kunjung membaik.

Setelah 2 – 3 hari, kondisinya belum membaik. Badannya masih panas dan belum terlihat tanda-tanda mereda. Akhirnya kami bawa anak sulung untuk periksa darah di laboratorium.

Setelah mendapatkan hasilnya, kami langsung kirim foto ke whatsapp dokter anak. Dari situ, terlihat kondisinya baik-baik saja. Awalnya disuruh untuk meneruskan obat saja dulu. Kami ikuti sarannya. Akan tetapi, beberapa hari kemudian, kami amati kondisinya belum juga membaik.

Badannya masih panas, kondisinya juga lemas. Akhirnya kami putuskan untuk datang ke Rumah Sakit Santosa untuk periksa lagi ke dokter anak. Dari situ, kami disarankan untuk cek darah ulang dan kami tunggu hasilnya. Setelah cek darah ulang, terlihat ada yang lebih tinggi dari standar normal.

Jika tidak salah di bagian leukosit sehingga menimbulkan demam tinggi. Dokter anak pun merekomendasikan untuk masuk UGD dulu supaya bisa klaim BPJS saat proses administrasi. Ya, salah satu prosedur supaya klaim BPJS bisa diterima di Rumah Sakit ialah pasien harus masuk dari ruang UGD.

Satu informasi berharga buat saya saat menjalani pengalaman rawat inap BPJS pada anak saya. Jika masuk dan registrasi langsung untuk rawat inap (tanpa lewat UGD), klaim BPJS Kesehatan tidak akan diterima pihak Rumah Sakit. Singkatnya, kakak masuk ke ruang UGD pada malam harinya.

Sebelumnya kami sempat pulang dan mempersiapkan pakaian yang diperlukan selama rawat inap.

cek darah di laboratorium rumah sakit santosa - catatan bunda

Pengalaman Rawat Inap BPJS – Registrasi Pasien di Rumah Sakit Santosa

Sambil proses pemeriksaan awal di UGD, suami menuju ruang administrasi untuk melakukan pendaftaran rawat inap. Cukup membawa surat pengantar dari ruang UGD dan kartu BPJS kakak saat registrasi. Pelayanannya cepat, tidak bertele-tele. Saat itu sudah malam, jadi tidak seramai saat siang atau sore hari.

Kondisinya sama, ruangan di kelas 1 untuk pasien BPJS sedang penuh. Suami pun menanyakan prosedur untuk mendapatkan ruang perawatan yang lebih tinggi. Lebih penting lagi, bagaimana kebijakan coverage BPJS saat pembayaran nantinya.

Informasi penting saat pengalaman rawat inap BPJS pada kedua anak kami. Saat ditanya, kebijakan di Rumah Sakit Santosa BERBEDA dari Rumah Sakit Hermina Arcamanik.

Jadi BPJS tetap menanggung biaya perawatan. Hanya saja persentasenya tidak disebutkan. Petugas administrasi mengatakan, tergantung kepada tiap kasusnya. Pembiayaannya bisa berbeda-beda. Jadi ada kemungkinan persentasenya lebih besar daripada ketentuan yang berlaku di Rumah Sakit Hermina Arcamanik.

Suami pun setuju dengan ketentuan tersebut. Kakak akhirnya dirawat di ruangan Junior Suite Rumah Sakit Santosa Bandung. Tarif normal dari ruangan Junior Suite jika tidak salah ingat ialah Rp 1.200.000 per hari. Ruangannya luas, nyaman dan hanya satu tempat tidur saja. Jadi bisa lebih tenang saat istirahat.

Kakak dirawat selama kurang lebih 3 hari.

Pembayaran Biaya Perawatan di Rumah Sakit Santosa

Alhamdulillah pada hari ketiga, kakak sudah diperbolehkan untuk pulang karena kondisinya yang sudah pulih. Bahkan sudah bisa bermain dengan alat pengendali tempat tidur rumah sakit supaya tidak bosan. Demam sudah reda, tinggal pemulihan kondisi dengan banyak asupan makanan bergizi.

Pada hari terakhir dirawat, suami menyelesaikan urusan administrasi. Berapa total biaya perawatannya?

Jika tidak salah, total biaya perawatan kakak selama 3 hari sekitar Rp 3,5 jutaan.

Berapa yang ditanggung BPJS?

Dari invoice yang kami terima, BPJS membayar sekitar Rp 2,8 juta – Rp 2,9 jutaan. Jadi kami membayar selisihnya, yaitu sekitar Rp 600ribuan saja.

Alhamdulillah. Bisa dirawat di ruangan junior suite Rumah Sakit Santosa Bandung selama 3 hari, lalu hanya membayar total biaya perawatan sebesar Rp 600ribuan saja. Alhamdulillah kami bisa melewati masa ujian ini, saat anak sakit.

Pengalaman rawat inap BPJS saat proses administrasi pembayaran di Rumah Sakit Santosa juga tidak rumit. Mudah sekali. Kami hanya diminta untuk menunggu di ruangan saja saat perhitungan biaya dilakukan pihak rumah sakit. Saat invoice sudah terbit, ada petugas yang menginformasikan ke ruangan perawatan kami. Lalu mempersilakan kami untuk menuju ruang administrasi untuk pembayaran.

Selesai membayar, kami pun langsung pulang supaya kakak bisa beristirahat lagi saat masa pemulihan. Demikian dua cerita pengalaman rawat inap BPJS dari kedua anak kami saat sakit.

ruang perawatan junior suite di rumah sakit santosa - catatan bunda

Call Center BPJS Kesehatan

Jika anda membutuhkan informasi tambahan, anda bisa langsung menghubungi pihak BPJS Kesehatan. Berapakah nomor Call Center BPJS Kesehatan? Simpan ya, suatu saat pasti akan berguna.

Nomor Call Center BPJS Kesehatan ialah 1500 400.

Anda bisa menghubungi Call Center tersebut 24 jam non stop. Bisa jadi ada berbagai masalah atau kendala darurat yang anda hadapi. Anda bisa langsung menghubungi nomor BPJS Kesehatan bila memerlukan konsultasi detail mengenai program BPJS.

Lalu, dimanakah alamat kantor pusat BPJS Kesehatan? Alamatnya bisa anda temukan di sini:

Kantor Pusat BPJS Kesehatan

Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510

Nomor telepon 021 – 421 2938

Catatan Penting Pengalaman Rawat Inap BPJS

Dari kedua cerita di atas, ada beberapa informasi penting yang bisa kami rangkum ulang. Catatan penting yang perlu diperhatikan dari pengalaman rawat inap BPJS yang kami alami:

  1. Pastikan keanggotaan BPJS aktif (dengan membayar iuran wajib tiap bulan), supaya bisa digunakan saat klaim BPJS;
  2. Bawa kartu BPJS saat ke rumah sakit;
  3. Pasien harus masuk ruang UGD supaya klaim BPJS diterima saat registrasi rawat inap;
  4. Registrasi pasien BPJS di kedua rumah sakit sangat mudah, tidak ada yang mempersulit atau sengaja mengulur waktu;
  5. Ada kebijakan berbeda dari tiap rumah sakit tentang prosedur pembiayaan ruang perawatan yang naik kelas (lihat cerita kami di atas);
  6. Pembiayaan BPJS sudah termasuk biaya kamar, perawatan dan obat-obatan yang telah ditentukan;
  7. Jika ada perbedaan atau upgrade obat dari standar BPJS, maka pihak rumah sakit akan menginformasikan pada penanggungjawab pasien;
  8. Jangan khawatir soal kualitas pelayanan, kedua rumah sakit kualitas pelayanannya bagus sekali. Mulai dari petugas administrasi, para perawat, dokter, dan petugas pendukung lainnya semuanya sangat ramah;

Sepertinya faktor di atas cukup mewakili informasi penting selama kedua anak kami menjalani pengalaman rawat inap BPJS. Semoga cerita sederhana dari pengalaman rawat inap BPJS ini bisa memberi manfaat dan informasi berharga bagi para pembaca. Selain itu, kami juga turut berdoa supaya keluarga kita semua selalu dilindungi Allah SWT dan berada dalam keadaan yang sehat.

Ikuti juga yuk cerita dan pengalaman saat umroh bersama keluarga yang kami jalani saat sedang hamil. Terimakasih banyak sudah berkenan menyimak cerita keluarga kami mengenai pengalaman rawat inap BPJS di dua rumah sakit yang berbeda di kota Bandung. Sampai ketemu di cerita selanjutnya πŸ˜€

7 Comments

  1. Ya Rabb.. berat ya Mbak.. kalo diuji dengan anak atau anggota keluarga yang sakit.. semoga Allah ganti musibah ini dengan yang lebih baik ya Mbak.. Amiiin Ya Rabb..

  2. jika melalui UGD, dalam keadaan darurat, jadi kita tidak harus mendapat rujukan terlebih dahulu dari FASKES 1 untuk ke rumah sakit mba?jadi kita bisa langsung memilih ke UGD rumah sakit mana saja mba?

    1. Dari pengalaman saat anak saya sakit, anak saya bisa langsung masuk UGD dan tanpa rujukan dari FASKES.. Lalu klaim BPJS saya diterima oleh RS terkait. Pastikan juga RS tersebut menerima pasien BPJS ya mba.

      Semoga membantu πŸ™‚

  3. Bun mau tanya, bunda faskes tingkat 1 nya dimana ya? Karena saya sedang mencari faskes tingkat 1 yang bisa rujukan k santosa hospital bandung central..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ada Pertanyaan?

Channel Youtube

Copyright 2017 - Catatan Bunda