Free Update

Dapatkan update mingguan GRATIS dari Catatan Bunda yang akan dikirim langsung ke alamat email Anda

Pecel Pincuk Malang, Sarapan Penyambut Saat Tiba di Ngalam

Pecel pincuk Malang. Satu makanan sederhana yang menemani saat kami tiba pertama kali di Malang. Perjalanan kami dari Bandung ke Malang dilakukan dengan menggunakan kereta api. Kami menghabiskan waktu 16 jam selama perjalanan. Tentu sebuah waktu yang panjang dan melelahkan.

Akan tetapi, rasa capek itu hilang saat kami tiba di kota Malang. Berganti dengan rasa lega dan gembira, sudah sampai di tempat tujuan. Waktunya untuk main dan menikmati traveling berdua di Malang, hehehe 😀

tampak depan lokasi pecel pincuk malang - catatan bunda

Review Pecel Pincuk Malang

Kami tiba di Kota Malang saat pagi hari. Sambil berjalan dari kereta api hingga ke arah keluar dari Stasiun kota Malang, rasa lapar langsung menyeruak 😀

Wah, rasa lapar ini jadi satu alarm nih. Waktunya menjelajah wisata kuliner di Malang, waktunya makan-makan. Berhubung masih pagi, kami belum ada rencana pasti mau makan di mana.

Awalnya kami mau langsung jalan kaki ke alun-alun kota Malang, lalu cari makan di sekitar alun-alun. Akan tetapi, sebelum jalan, perut sudah mulai protes dan lapar. Jadi deh kami mengubah rencana awal. Akhirnya, kami cari tempat sarapan dulu baru melanjutkan perjalanan ke alun-alun kota Malang. Pilihan tempat sarapan kami jatuh ke mana? Ikuti terus cerita kami ya 😀

proses order makanan - catatan bunda

Alamat Lengkap Pecel Pincuk Malang

Berhubung kami sudah kelaparan saat sampai di stasiun Malang, kami putuskan untuk menuju ke tempat makan yang dekat saja. Saat tiba di luar stasiun dan selesai foto-foto, kami melihat ada satu tempat yang menarik di seberang jalan.

Apakah itu? Kami melihat papan nama Pecel Pincuk Malang, tepatnya ialah Pecek Pincuk Stasiun Kota Baru. Wah, cocok nih. Kulineran di Malang kami mulai dengan menikmati dengan makan pecel. Tempatnya gampang banget ditemukan, anda bisa menuju ke Jalan Sriwijaya no 1 – 9 kota Malang.

Baca juga  KrangKring Foodcourt Bandung, Tempat Nongkrong Komplit dan Seru

Lokasinya tepat di seberang jalan dari Stasiun Malang. Anda bisa temukan lokasi kedai pecelnya pada peta berikut ini:

 

Menu Pecel Pincuk Malang

Jalan deh kami ke arah seberang Stasiun Malang. Saat tiba ke Pecel Pincuk Malang, tempatnya masih sepi. Iya dong, masih pagi, jadi baru aja buka. Alhamdulillah saat itu sudah buka, jadi bisa menyambut dua orang traveler yang kelaparan pagi itu 😀

Kedai yang lain belum buka. Baru kedai Pecel Pincuk Malang saja yang buka. Kata karyawan yang bertugas saat itu, kedai yang lain baru akan buka sekitar jam 09.00 WIB. Konsep tempatnya berbentuk seperti foodcourt, jadi ada beberapa jenis makanan yang dijual di tempat tersebut.

Selain pecel, di foodcourt tersebut menjual menu lain seperti ayam geprek, bakso daging sapi, kopi, dan menu pendukung lainnya. Tempatnya luas dan sejuk. Banyak pepohonan di sekelilingnya.

sayur pecel telur ceplok dan tempe - catatan bunda

Pilihan Makanan di Pecel Pincuk Malang

Kami langsung pesan makanan untuk sarapan pertama kami di Malang. Pesan apa saja? Tentu pesan pecel ya, karena ini menu utama yang disediakan. Lauk tambahannya kami pesan kerupuk, telur ceplok, tempe goreng dan ayam geprek. Untuk minum, kami pesan teh manis hangat saja.

Sambil menunggu, kami bisa foto-foto dan duduk santai di tempat yang sudah disediakan. Sofa di area Pecel Pincuk Malang lumayan nyaman dan berukuran besar. Area makannya juga lumayan besar, meja dan sofa makannya banyak. Bisa menampung banyak pengunjung sekaligus. Tidak lama kemudian, pesanan makanan dan minuman kami diantarkan ke meja makan.

Saat melihat pesanan kami, ukuran porsinya pas buat sarapan. Tidak berlebihan ukuran per porsinya. Kami pesan sayur pecelnya tanpa nasi putih, supaya tidak makan terlalu banyak, biar tidak terlalu kenyang. Tanpa pikir panjang, kami langsung menikmati makanan dan minuman yang sudah kami pesan.

Baca juga  Restoran Everfresh Fish Market Jakarta, Surganya Pecinta Seafood

Bagaimana rasanya?

Rasa pecelnya enak, sayurannya segar, dan sambal kacangnya tidak terlalu pedas. Jika kurang bumbu, anda tinggal minta tambah sambal kacang saja ke pramusaji yang bertugas. Berhubung kami suka pedas, makanya kami pesan ayam geprek yang disajikan dengan sambal korek.

Nah, sambal korek ini yang rasa pedasnya maknyuss. Pas deh dengan selera kami berdua yang sama-sama pecinta pedas. Ayam gorengnya biasa, berbentuk ayam goreng krispi.

pecel pincuk malang - catatan bunda

Saya pesan ke pramusajinya supaya sambal koreknya dipisah saja. Tidak dicampurkan ke ayam gorengnya. Tidak perlu waktu lama buat kami berdua menghabiskan pecel pincuk Malang beserta lauk pauknya. Sudah kelaparan 😀

Sambil makan, kami mendiskusikan rencana perjalanan selama di Malang. Termasuk salah satunya wisata kuliner ke Bakso President. Saat ngobrol, tidak terasa waktu terus bergulir. Barangkali udara pagi yang sejuk membuat kami merasa nyaman dan merasa seperti di rumah.

Ya, kesejukan udara paginya mirip seperti di Bandung. Sama-sama sejuk. Jadi menambah kenyamanan suasana di Malang. Tujuan mana saja yang mau kita datangi, sambil lihat-lihat lokasi Hotel Atria Malang yang akan jadi tempat kami menginap.

Harga Menu Makanan di Pecel Pincuk Malang

Dari makanan yang sudah kami pesan, berapa harganya? Apakah harganya terjangkau? Kami bisa jawab, TERJANGKAU dan MURAH banget. Hihihi 😀

Sayur pecel (tanpa nasi putih) dijual dengan harga Rp 6.000 / porsi;

Kerupuk kaleng dijual dengan harga Rp 500 / pc;

Ayam goreng krispi dan sambal korek dijual dengan harga Rp 12.000 / porsi;

Tempe goreng dijual dengan harga Rp 3.000 / pc;

Telur ceplok harganya Rp 4.000 / pc;

Teh manis hangat harganya Rp 4.000 / gelas;

Saat sarapan pagi itu, kami menghabiskan total Rp 44.000 untuk makan berdua di Pecel Pincuk Malang. Sangat terjangkau dengan rasa yang enak.

Baca juga  Restoran Pak Nurdin Pekanbaru, Sensasi Kuliner Otentik Khas Sumatra

ukuran menu sayur pecel dan ayam geprek - catatan bunda

Melanjutkan Perjalanan

Selesai menikmati makanan di Pecel Pincuk Malang, kami meneruskan perjalanan ke alun-alun Malang. Saat jalan kaki, ternyata kami melewati Alun-Alun Tugu. Cakep dan indah lokasinya. Ada kolam yang mengelilingi Tugu yang terletak di tengah alun-alun.

Alun-alun ini terletak tepat di seberang Kantor Walikota Malang. Alun-alun Tugu ini terjaga kebersihannya, jadi senang banget pas kami jalan mengelilingi alun-alun yang satu ini. Saat kami ke sana ada beberapa warga yang sedang asyik berfoto ria dan menikmati suasana di alun-alun Tugu.

balaikota malang - catatan bunda

Kami sempat mengabadikan beberapa foto saat kami mampir ke lokasi alun-alun Tugu dan Kantor Walikota Malang. Ketika kami jalan kaki, ada pemandangan asyik yang sempat kami lihat. Kami melihat banyak anggota Satpol PP setempat yang sedang berlari dan latihan fisik melewati kami.

Selain pemandangan bapak dan ibu Satpol PP, kami juga melihat pemandangan unik lainnya. Ada bus bertingkat warna-warni yang sedang berjalan berkeliling kota. Sepertinya itu bus khusus untuk wisata keliling kota Malang. Mirip seperti Bus Bandros yang ada di kota Bandung.

Sayangnya waktu kami tidak lama, jadi tidak bisa mencari info lebih lanjut untuk bisa naik bus kota tersebut. Mudah-mudahan di waktu berikutnya kami bisa liburan keluarga ke Malang lagi dan memiliki kesempatan untuk naik bus unik itu.

alun alun tugu malang - catatan bunda

Selesai singgah sejenak di sini, kami lanjut jalan kaki ke alun-alun Malang untuk beristirahat sejenak sebelum check in ke hotel siang harinya. Demikian kisah perjalanan saat kami mampir sarapan di Pecel Pincuk Malang.

Jika anda kebetulan menjalani perjalanan yang mirip seperti kami, bisa cobain mampir untuk mencicipi makanan di kedai makanan yang satu ini. Semoga cerita kali ini bermanfaat buat para pembaca. Sampai jumpa di episode selanjutnya 😀

(Visited 301 times, 6 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe Channel Youtube

Copyright 2017 Blog Catatan Bunda