Pecel Bu Sumo Semarang, satu warung makan legendaris yang selalu kami kunjungi. Saat mudik ke kampung halaman, wisata kuliner merupakan satu agenda yang wajib dilakukan. Termasuk saat liburan keluarga ke Semarang dan Blitar beberapa waktu yang lalu.

Persis seperti saat kami backpacker berdua ke Malang. Ketika itu, setibanya di stasiun kereta api Malang masih sangat pagi. Kurang lebih kami tiba sekitar pukul 06.00 WIB. Saat jalan kaki keluar stasiun, kami langsung mencari sarapan pagi yang terdekat. Kebetulan saat itu kami menemukan warung nasi pecel yang sudah buka. Akhirnya, kami berdua menikmati sarapan pagi dengan memesan pecel beserta lauk pauknya. Sensasi rasa pecel Malang dengan Semarang tentu berbeda. Hal itulah yang membuat kami tidak bosan-bosan dengan kuliner tradisional yang satu ini.

Demikian halnya saat di Semarang beberapa waktu yang lalu. Kami memilih sarapan dengan menu nasi pecel. Pilihan yang tidak terlalu sulit buat keluarga. Kebetulan keluarga besar di Semarang juga penggemar menu nasi pecel. Selain itu, sudah ada warung langganan yang letaknya dekat dari rumah orang tua, yaitu warung Pecel Bu Sumo Semarang.

Seperti apa perjalanan kuliner kami? Ikuti cerita selengkapnya pada tulisan berikut ini. Jika anda penggemar nasi pecel dan sedang berlibur ke Semarang, anda bisa juga menikmati kuliner di warung yang satu ini. Selamat menikmati kisahnya 😀

alamat warung pecel bu sumo semarang di jalan fatmawati - catatan bunda

Sarapan Pagi Langganan di Pecel Bu Sumo Semarang

Siapa yang tidak kenal dengan kuliner yang satu ini? Nasi pecel merupakan satu kuliner tradisional khas Indonesia yang sangat populer. Banyak sekali penggemarnya. Kita bisa menemukannya dengan mudah di berbagai kota. Apalagi jika anda sedang traveling ke Jawa Tengah hingga ke Jawa Timur. Anda bisa lebih mudah menemukan warung yang menjual nasi pecel.

Bisa dibilang, nasi pecel merupakan menu favorit bagi warga di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dari pengalaman jalan-jalan kami, banyak sekali warung yang menjualnya. Bahkan kami sampai kesulitan untuk memilih, mana warung nasi pecel yang sudah menjadi legenda. Mana warung nasi pecel yang enak-enak.

Cara membuat menu nasi pecel juga sangat mudah dan praktis. Barangkali faktor praktis tersebut menjadi satu penyebab nasi pecel menjadi favorit banyak orang. Isiannya pun sangat sederhana. Pecel berisi dari berbagai jenis sayuran matang yang sudah direbus.

Pilihan jenis sayuran yang digunakan di pecel bisa beraneka macam. Mulai dari sayur bayam, kangkung, taoge, bunga turi, kacang panjang, mentimun, dan lain-lain. Setelah aneka sayuran disatukan di dalam sebuah piring, barulah diguyur dengan sambal kacang sebagai pelengkapnya. Citarasa sambal kacang ini yang menjadi ujung tombak, apakah pecel tersebut akan nikmat rasanya atau biasa saja.

Anehnya, selama kami jalan-jalan keliling Semarang dan Jawa Timur, kami tidak menemukan pecel yang tidak enak. Semua warung pecel yang kami coba rasanya lezat. Maknyuss semua, bahkan di warung kecil sekalipun 😀

Perjalanan kami ke Semarang dimulai saat berangkat hari Jumat sore. Perjalanan menggunakan mobil memerlukan waktu kurang lebih 8 jam. Kami pun tiba di Semarang saat malam hari. Setibanya di rumah orang tua, kami sekeluarga langsung beristirahat.

Keesokan paginya, barulah terasa lapar. Sambil menemani anak bermain di TK yang ada di depan rumah, kami ngobrol bareng. Gimana kalo sarapan paginya pakai nasi pecel saja? Di dekat rumah juga ada warung pecel yang enak. Di mana lagi jika bukan warung Pecel Bu Sumo Semarang.

Semuanya setuju untuk sarapan pecel. Ibunda kami di rumah kebetulan sudah memasak beberapa jenis lauk pauk juga. Rencananya, kami pesan beberapa porsi pecel saja lalu dimakan di rumah. Tidak perlu pesan lauk pauk, karena ibunda sudah memasak.

bentuk warung pecel bu sumo semarang yang legendaris - catatan bunda

Lokasi Warung Pecel Bu Sumo

Berangkatlah kami berdua ke warung Pecel Bu Sumo Semarang. Sepeda motor menjadi pilihan yang kami gunakan. Saat itu masih pagi, udara masih segar dan belum terlalu panas. Ya, Kota Semarang udaranya jauh berbeda dari Bandung. Letak kota Semarang yang ada di pantai utara menjadi penyebabnya. Akibatnya, udara kota Semarang jauh lebih panas dibandingkan udara di Bandung.

Saat itu, kami berangkat dari rumah sekitar pukul 07.00 WIB. Mengapa perginya pagi sekali? Apakah warung Pecel Bu Sumo Semarang sudah buka?

Tenang, warung pecel ini sudah buka. Jam operasionalnya pagi sekali. Warung Pecel Bu Sumo Semarang pukul 6.30 WIB sudah buka dan melayani pengunjung. Kami berangkat naik motor menuju ke lokasi.

Lokasi warung pecel yang kami tuju sangatlah dekat dari rumah. Cukup 5 menit saja naik motor sudah sampai. Iya, dekat sekali ya. Tidak heran warung pecel Bu Sumo sudah menjadi langganan tetap keluarga kami untuk sarapan pagi.

Dari yang kami ketahui, warung nasi pecel ini punya beberapa cabang di Semarang. Letaknya tersebar di beberapa lokasi. Pagi itu, kami mengunjungi warung Pecel Bu Sumo Semarang yang terletak di Jalan Fatmawati Semarang.

Selain di Jalan Fatmawati, ada di mana lagi lokasi warungnya? Anda bisa menemukan warung pecel legendaris Semarang ini di Jalan Kyai Saleh no. 10 Semarang. Lokasi ini berupa foodcourt, jadi ada beberapa warung makan sekaligus yang terletak di satu lokasi.

Uniknya, warung nasi pecel Bu Sumo Semarang ini punya tiga kedai sekaligus di satu lokasi. Keren banget, ya?! Setidaknya hal ini menunjukkan betapa warung nasi pecel ini menjadi favorit bagi warga kota Semarang. Pecinta dan langganannya sudah banyak, sampai membuka 3 kedai sekaligus.

aneka pilihan lauk di warung pecel bu sumo semarang - catatan bunda

Menu Makanan di Warung Pecel Bu Sumo

Ketika kami berdua sampai, belum banyak yang datang untuk sarapan di warung Jalan Fatmawati. Hanya ada satu pasang suami istri yang sedang asyik menikmati makanannya. Ukuran warungnya lumayan luas. Bisa menampung banyak konsumen sekaligus yang ingin makan di tempat.

Tujuan kami saat itu tidak makan di tempat. Kami ingin memesan nasi pecelnya saja. Setelah itu, kami akan sarapan bersama di rumah. Untuk memesan makanan, kami tinggal menuju tempat penyajian pecelnya.

Kami pesan 7 bungkus nasi pecel. Pramusaji yang bertugas langsung menyiapkan pesanan kami sekeluarga dengan cekatan. Di sini, anda mau memesan pecel saja (tanpa memakai nasi)? Bisa sekali. Jika anda mau pesan menu lengkap, yaitu pecel menggunakan nasi? Sangat bisa. Anda bisa sesuaikan dengan selera masing-masing.

Harga nasi pecelnya berapa? Bisa dibilang, murah sekali. Satu nasi pecel dijual dengan harga Rp 8.000 per porsi. Jika anda mau pesan pecel saja, anda cukup membayar Rp 7.000 per porsi. Asli, wisata kuliner di kampung halaman memang murah meriah dan enak 😀

Isian sayurnya sederhana saja. Seperti pecel pada umumnya. Sayuran yang tersedia ada bayam, kacang panjang, dan tauge. Tiga jenis saja sudah cukup memberi kenikmatan bagi para pecinta pecel.

Selain nasi pecel, warung Pecel Bu Sumo Semarang juga menyediakan aneka jenis lauk pauk. Mulai dari aneka gorengan, tempe goreng, tahu goreng, semur telur, berbagai jeroan, mie goreng, dan berbagai lauk lainnya. Jenis lauknya sangat bervariasi. Sangat cukup untuk memuaskan hasrat kuliner para pengunjung.

Anda suka rempeyek? Tenang saja. Warung pecel ini juga menyediakan aneka jenis rempeyek. Makan pecel memang sedap jika didampingi lauk seperti tempe goreng dan rempeyek. Makin maknyus rasanya.

Nah, di warung Pecel Bu Sumo Semarang, anda juga bisa membeli rempeyek sebagai pendamping saat makan pecel. Satu bungkus dijual dengan harga Rp 3.000,00. Variannya seperti rempeyek pada umumnya. Ada varian rempeyek kacang tanah, rempeyek teri, dan rempeyek kacang hijau.

Lauk pauk kami tidak beli, karena di rumah sudah tersedia. Jadi, kami hanya memesan pecel dan rempeyek saja saat di Pecel Bu Sumo Semarang. Begitu pesanan selesai dibungkus dan dihitung, kami langsung membayar dan pulang ke rumah.

Oya, pembayarannya hanya memakai uang tunai saja ya. Belum tersedia mesin gesek untuk pembayaran menggunakan kartu debit. Benar-benar nuansa warung tradisional deh.

Bagaimana rasanya?

Setibanya di rumah, kami sekeluarga langsung sarapan bersama. Bungkusan dibuka, bumbu pecelnya dituangkan ke sayuran. Beri tambahan lauk pauk yang sudah disiapkan ibunda seperti tempe goreng, tahu goreng, dan telur dadar. Setelah itu, makan dengan tambahan rempeyek teri dan kacang.

Beuh, rasanya sungguh nikmat. Makan bersama keluarga di kampung halaman memang berbeda. Rasa makanannya menjadi jauh lebih lezat. Di samping itu, rasa bumbu pecelnya memang enak. Tidak terlalu pedas dan tidak terlalu manis. Jika kurang pedas, kami tinggal menambahkan sambal buatan sendiri untuk mendapatkan rasa pedas.

Alhamdulillah, semuanya menikmati Pecel Bu Sumo Semarang dengan lahap. Aneka lauk yang disiapkan ibunda pun laris manis. Semuanya kenyang dan gembira. Bagi para penggemar makanan tradisional, warung legendaris ini harus anda coba saat anda liburan ke Semarang. Dijamin, anda pasti puas dan bahagia.

Bisa menikmati makanan tradisional yang enak dan lezat. Selain itu, makanan di sini ramah dengan kantong alias murah meriah. Puasnya makin berlipat-lipat nih 😀

Demikian cerita dan pengalaman kuliner keluarga kali ini. Jangan lupa untuk berburu Pecel Bu Sumo Semarang ya. Nantikan cerita wisata kuliner kami lainnya saat liburan. Sampai ketemu di kisah petualangan berikutnya 😀

(Visited 82 times, 1 visits today)