Free Update

Nikmati update cerita Catatan Bunda langsung di smartphone Anda. GRATIS ^_^

Pantai Serang Blitar, Sensasi Wisata di Pantai Pribadi ala Catatan Bunda

Perjalanan kami di Blitar tidak lama, tetapi untungnya kami sempat mampir ke Pantai Serang Blitar. Saat di Bandung, kami tidak bisa piknik ke pantai. Berhubung Bandung terletak di dataran tinggi, jadi sudah pasti tidak ada pantai di tempat tinggal keluarga.

Oleh sebab itu, ketika jalan-jalan ke Blitar, kami mencari tempat wisata yang β€œberbeda tipe” dengan yang ada di Bandung. Kami pun banyak berdiskusi dengan Pakde dan Budhe. Kira-kira obyek wisata apa saja yang tidak ada di Bandung, tetapi ada di Blitar. Setelah berdiskusi beberapa waktu, akhirnya pilihan jatuh ke Pantai Serang Blitar.

Dari penuturan pakde dan budhe, Blitar memiliki banyak pantai. Dengan waktu yang singkat, kami tidak mungkin mengunjungi semua pantai yang ada. Jadi, kami harus memilih salah satu pantai saja. Minimal anak-anak bisa main di pantai dan menikmati hembusan ombak. Salah satu pantai yang diusulkan ialah Pantai Serang Blitar. Menurut pakde dan budhe, pantai ini pemandangannya bagus.

Jadilah kami sekeluarga pergi meluncur ke Pantai Serang Blitar. Seperti apa ceritanya? Ikuti terus ya perjalanan keluarga kami. Semoga bermanfaat πŸ˜€

review wisata keluarga ke pantai serang blitar - catatan bunda

Review Wisata Keluarga ke Pantai Serang Blitar

Pada hari kedua wisata keluarga di Blitar, kami berencana untuk memaksimalkan waktu. Sejak hari sebelumnya, kami sudah banyak bertanya pada pakde dan budhe tentang obyek wisata khas Blitar. Hingga akhirnya kami sekeluarga sepakat untuk jalan-jalan ke Pantai Serang Blitar.

Keluarga kami suka mulai bepergian saat pagi hari. Demikian halnya saat kami memulai perjalanan menuju Pantai Serang. Berangkat dari rumah sekitar pukul 05.30 WIB. Tujuan berangkat lebih awal ialah supaya bisa menikmati pantai lebih lama. Selain itu, saat menikmati pantai, kondisinya tidak terlalu panas.

Tujuan lainnya karena perjalanan menuju pantai lumayan jauh. Rumah menuju pantai memiliki jarak sekitar 40 km lebih. Waktu perjalanan menggunakan mobil ke pantai memerlukan waktu kurang lebih 1 jam. Itulah beberapa faktor penyebab kami berangkat lebih awal saat menuju Pantai Serang.

Kami semua berangkat dalam keadaan belum mandi. Jika menunggu semuanya selesai mandi, bisa-bisa matahari sudah tinggi. Rencana piknik ke Pantai Serang Blitar bisa jadi berantakan. Tidak lupa kami membawa bekal berupa alat untuk bermain anak-anak. Misalnya ember plastik, sekop plastik, dan beberapa alat lain.

menikmati waktu bersama keluarga di pantai serang blitar - catatan bunda

Rute Menuju Pantai Serang

Sebagai pendatang, kami sama sekali tidak mengetahui rute yang harus saya pilih untuk menuju ke Pantai Serang Blitar. Oleh sebab itu, kami sangat mengandalkan aplikasi penunjuk arah. Mulai dari Bandung hingga tiba di Blitar, kami menggunakan bantuan aplikasi Waze. Termasuk saat kami jalan-jalan bersama keluarga ke Pantai Serang. Setting rute dari rumah menuju ke Pantai Serang saja. Selanjutnya, kami mengikuti rute yang sudah diarahkan oleh Waze.

Jalanan yang kami lalui mayoritas sepi. Tidak ada kemacetan seperti di kota besar. Saat masih berada di jalanan kota, kualitas aspalnya masih bagus. Akan tetapi, begitu mulai memasuki kawasan desa, kualitas aspal mulai berkurang. Walau tidak semuanya berkualitas buruk. Ada sebagian jalan yang mulus dan halus, sehingga saat dilalui sangat nyaman.

Rute yang kami lalui untuk menuju Pantai Serang Blitar sangat bervariasi. Mulai dari jalanan perkotaan yang halus, lalu beberapa saat kemudian kami melewati obyek wisata Kampung Coklat yang sudah dikunjungi pada hari sebelumnya. Rute selanjutnya yang kami lewati bermacam-macam. Banyak pemandangan yang bisa kami nikmati bersama-sama dari dalam mobil.

Beberapa waktu setelah melewati Kampung Coklat, kami melalui hutan yang luas. Kami terkejut juga melihat hutan di jalan yang kami lewati. Tidak biasanya ada hutan di dekat kota. Bisa dibayangkan jika berada di kota besar, bisa jadi sudah hilang semua hutannya dan berganti dengan berbagai bangunan komersial.

Pemandangan lain yang kami nikmati ada sawah hijau yang luas sekali. Selain itu, kami juga melalui pegunungan kapur. Pada sepanjang jalan, kami melihat berbagai aktivitas warga pedesaan. Ada anak-anak yang berangkat sekolah sendiri maupun diantar oleh orang tuanya. Ada petani yang sedang bekerja di sawah. Ada warga yang berkeliling naik sepeda motor, dan lain sebagainya.

Berhubung perjalanannya lumayan jauh, kami pun menikmati momen di dalam mobil. Saat itu, pakde ikut serta rombongan keluarga kami. Budhe tetap tinggal di rumah mempersiapkan keperluan yang lain. Jadi, ketika di dalam mobil, kami banyak berbincang seputar keluarga besar. Wah, suasananya sangat nyaman dan terasa kekeluargaannya.

Untuk menuju ke Pantai Serang Blitar, ternyata kami melalui jalur pegunungan juga. Menurut cerita pakde, pegunungan ini merupakan pegunungan kapur. Banyak tempat penambangan kapur juga di sepanjang kawasan tersebut. Unik ya, untuk menuju ke pantai yang panas, kami harus melewati pegunungan yang relatif lebih sejuk udaranya. Jadi, sepanjang jalan menuju Pantai Serang, AC mobil tidak perlu dinyalakan. Udara sejuk dari luar masih terasa nyaman.

Pemandangan unik lainnya kami jumpai ketika sudah hampir tiba ke lokasi Pantai Serang. Kami melihat sebuah tambak. Perkiraan kami, tambak tersebut berisi udang. Kami kurang tahu juga, karena hanya sekedar lewat saja, tanpa turun dan melihat langsung. Dari cerita pakde, tambak tersebut merupakan tambak air tawar. Padahal lokasinya sudah sangat dekat dengan laut yang memiliki air asin. Unik saja menurut kami, tambak air tawar bisa berdekatan lokasinya dengan laut.

Selain tambak, di dekatnya juga ada banyak sawah. Saat itu, sawahnya belum periode panen. Jadi, kami masih melihat sawah luas yang berwarna hijau. Pemandangan yang indah sekali.

Tidak jauh dari lokasi tambak dan sawah, akhirnya kami tiba di lokasi Pantai Serang Blitar. Sebelum masuk ke lokasi, ada gerbang penjualan tiket masuk. Lucunya, ketika kami tiba, gerbangnya masih kosong. Tidak ada petugas yang menjaga di gerbang tersebut, jadi kami langsung masuk tanpa membayar tiket. Sepertinya, kami datang terlalu pagi sehingga petugas tiket pun belum datang πŸ˜€

bermain air laut dan ombak di pantai serang blitar - catatan bunda

Bermain Sepuasnya di Pantai Serang Blitar

Kami pun langsung masuk dan memarkir mobil di dekat pantai. Sebelum tiba di pantai, banyak pepohonan yang menyejukkan. Sejuk dan rindang rasanya. Perlengkapan dan alat main anak-anak diturunkan dari mobil. Setelah itu, kami pun berjalan menuju pantai.

Suara debur ombak yang khas langsung menyambut kami. Sungguh, jalan-jalan ke pantai memang memberikan kesan tersendiri. Apalagi saat masih pagi, udaranya belum terlalu panas. Anak-anak gembira sekali saat tiba di Pantai Serang Blitar. Mereka siap untuk bermain pasir di pantai.

Sebelum bermain, kami jalan-jalan dulu. Menikmati suasana pagi di Pantai Serang. Angin berhembus tiada henti. Kami makin mendekat ke air. Kami masing-masing memegang satu anak. Saya bersama anak sulung, sementara ayah bersama anak bungsu. Tidak lama kemudian, kaki kami sudah diguyur oleh air laut.

Anak-anak berteriak gembira. Kami pun menikmati momen tersebut. Mana bisa menikmati pantai di Bandung. Jadi, kesempatan jalan-jalan yang ada benar-benar kami manfaatkan. Anak-anak pun demikian. Mereka mengeluarkan segenap tenaga untuk bermain sampai puas.

Sebelum mulai jalan-jalan, kami tidak lupa untuk meletakkan sandal dan tas di tempat khusus. Berjalan-jalan di pantai dengan bertelanjang kaki menjadi salah satu agenda. Kami ingin menikmati kelembutan khas pasir pantai tanpa menggunakan alas kaki.

Puas membasuh kaki dengan air laut, kami melanjutkan permainan. Ember dan sekop kami ambil. Lokasi bermain pun kami pilih. Kami memilih yang tidak terlalu dekat dengan air. Begitu tempat pilihan sudah didapat, kami langsung duduk dan asyik bermain. Kakak semangat sekali memasukkan pasir ke dalam ember. Begitu penuh, pasir-pasir tersebut dipadatkan dan dibalik kembali untuk membentuk bentuk yang menarik.

Pagi itu, Pantai Serang benar-benar sepi pengunjung. Hanya ada kami sekeluarga yang bermain di pantai. Seolah-olah kami bermain di pantai pribadi. Kami bisa puas bermain tanpa perlu berdesak-desakan dengan pengunjung lain. Hal ini disebabkan kami berwisata saat hari kerja. Saat itu, kami datang ke pantai ketika hari Selasa, bukan hari libur.

Kami banyak berjalan kaki dan berlarian di pantai. Anak-anak pun ikut serta. Tentu pengamanan anak-anak harus ekstra ketat. Pantai Serang Blitar termasuk salah satu pantai yang terletak di selatan Jawa. Ombaknya lumayan besar dan bisa membahayakan jika tidak waspada.

Saat kami jalan-jalan, kami melihat banyak benda transparan yang terdampar di pantai. Apakah sejenis hewan atau tumbuhan laut, kami pun tidak mengerti. Jumlahnya banyak dan tersebar di sepanjang pantai. Kami menganggapnya seperti ubur-ubur seperti yang sering dilihat di film kartun Spongebob πŸ˜€

Wisata Kuliner di Pantai Serang Blitar

Puas bermain, kami pun mulai merasa lapar. Semuanya belum sempat untuk sarapan pagi. Memang rencananya kami akan wisata kuliner di Blitar. Salah satu momennya ialah ketika selesai jalan-jalan di Pantai Serang Blitar. Kami lebih mengkhawatirkan anak-anak karena belum terisi apapun sejak bangun tidur. Bisa jadi mereka sudah kelaparan setelah puas bermain di pantai.

Akhirnya, kami mengubah rencana untuk kulineran. Tujuan wisata kuliner yang awalnya mau mencari di area kota, kini berubah. Kami memutuskan untuk sarapan pagi di Pantai Serang Blitar saja. Syukurlah ada banyak warung warga setempat di sepanjang pantai. Pilihan warung dan menu makanannya sangat beragam.

Pilihan kami jatuh ke satu warung yang dekat dengan lokasi bermain kami. Namanya Warung Luhur. Sebelum makan, kami minta ijin ke pemilik warung untuk memandikan anak-anak terlebih dahulu. Badannya sudah berkeringat dan basah setelah bermain di pantai. Pakaian ganti dan alat mandi sudah disiapkan ketika kami mau berangkat ke pantai. Mengantisipasi jika kami semua bermain di air.

Selesai memandikan anak-anak, barulah kami memesan makanan. Pemilik warung mengajak kami masuk ke dalam warung lalu menunjukkan freezer miliknya. Saat dibuka, freezer miliknya penuh dengan ikan segar hasil tangkapan para nelayan. Setelah menanyakan beberapa hal, kami pun memilih ikan yang ukurannya lumayan besar. Kami memesan dua ekor ikan supaya bisa dinikmati bersama-sama.

Pilihan tempat duduknya banyak. Kami bisa memilih tempat duduk manapun yang ada di depan warungnya. Pilihan tempat duduk jatuh ke tempat duduk dan meja yang dinaungi oleh payung dari kayu. Kami pun duduk dan menunggu pesanan ikan bakar kami dimasak.

wisata kuliner makanan seafood di pantai serang blitar - catatan bunda

Apakah pilihan makanannya hanya ikan saja? Tentu tidak. Pilihan menu makanannya bervariasi. Ada soto ayam, popmie, indomie rebus dan goreng, bakso, dan lain-lain. Kami pun bermaksud memesan menu lain yang berkuah untuk anak-anak. Ternyata pihak warung tidak menyediakan menu tersebut.

Apa sebabnya? Tidak lain karena faktor pengunjung. Ketika hari biasa, wisatawan yang berkunjung ke Pantai Serang Blitar sangat sedikit. Seperti contohnya keluarga kami saat itu. Jadi, warung akan rugi jika menyediakan makanan dalam jumlah yang banyak.

Pilihan makanan tersebut akan tersedia ketika hari libur tiba. Baik itu saat akhir pekan (Sabtu dan Minggu), hingga hari libur nasional. Saat tanggal merah, pengunjung yang bermain ke Pantai Serang akan jauh lebih banyak. Dengan demikian, peluang makanan untuk laku terjual bisa lebih besar.

Sambil menunggu, kami duduk bersantai dan mengobrol bersama. Tidak lama kemudian, muncul seseorang yang melintas dengan sepeda motornya. Orang tersebut tampak membawa beberapa ikat ikan segar hasil tangkapan di laut. Saat makin dekat ke arah kami, bapak itu menawarkan ikannya pada kami. Harganya berkisar Rp 25.000 hingga Rp 35.000 untuk satu ikat. Jika tidak salah, satu ikat berisi kurang lebih 11 hingga 12 ekor ikan.

Kami putuskan untuk membeli ikan tersebut. Lalu muncul sebuah ide. Bagaimana jika ikan tersebut minta tolong dibakarkan di warung? Supaya saat pulang, ikannya sudah kondisi matang. Setelah itu, tinggal ditambahkan beberapa pelengkap supaya lebih nikmat lagi saat dimakan. Pemilik warung pun setuju dengan usulan kami. Asyik, lumayan bisa menghemat waktu dan tenaga untuk memasak ikan di rumah.

Selang 15 – 30 menit kemudian, pesanan ikan bakar kami akhirnya matang. Proses memasaknya lama karena dibakar menggunakan arang. Pemilik warung tidak membakar ikan memakai kompor gas. Selain itu, ikan dibakar dengan tambahan bumbu rahasia supaya hasil akhirnya semakin istimewa.

Begitu ikan disajikan di atas meja, kami semua langsung bersiap-siap. Ikan bakar disajikan bersama nasi putih, lalapan, dan dua jenis sambal. Pertama, ada sambal merah (sepertinya sambal terasi), lalu yang kedua ada sambal kecap. Semuanya langsung beraksi dan mengambil makanan masing-masing.

Kami tidak lupa memisahkan porsi makanan untuk anak-anak. Nasi putih dengan potongan daging ikan bakar tanpa sambal menjadi pilihan yang ada. Sambil menyuapi anak-anak, kami terus menikmati sarapan pagi di pantai. Hembusan angin dan rindangnya pepohonan menemani sarapan kami sekeluarga.

Daging ikannya lembut dan enak sekali. Sensasi aroma asap saat dibakar sangat memberi rasa di dalam makanan. Membuat rasanya semakin nikmat. Dinikmati dengan sambal terasi atau sambal kecap sama enaknya. Rasa sambalnya juga pedas dan pas. Tidak terlalu menyengat tingkat pedasnya. Semuanya ikut menikmati dan cocok dengan rasa masakan yang disajikan.

ikan bakar lezat rekomendasi di pantai serang blitar - catatan bunda

Pilihan kami tepat untuk sarapan di Pantai Serang Blitar. Jadi tidak perlu repot-repot untuk wisata kuliner di area kota. Kami bisa berburu kuliner di waktu liburan yang tersisa.

Alhamdulillah, ukuran ikan yang besar sangat tepat untuk dinikmati banyak orang. Apalagi kami yang membawa rombongan keluarga. Jadi tidak pusing-pusing untuk memilih banyak menu. Cukup dua ekor ikan berukuran besar, semuanya sudah kenyang.

Selesai menikmati sarapan pagi yang lezat, kami membayar makanan pada pemilik warung. Harganya masih wajar, tidak terlalu mahal untuk ukuran kuliner di tempat wisata. Pembayaran makanan hanya bisa memakai uang tunai saja. Warung-warung di sini masih sangat konvensional dan tidak ada mesin gesek kartu debit.

Akhirnya, selesai juga agenda kami pagi itu. Puas bermain-main di Pantai Serang Blitar. Lalu dilanjutkan dengan menikmati sarapan pagi dengan ikan bakar di warung setempat. Rasanya juara. Jika anda liburan ke pantai ini, kami sarankan anda untuk menikmati makanan di warung yang ada.

Demikian cerita jalan-jalan kami sekeluarga di Pantai Serang Blitar. Terimakasih banyak sudah menyimak kisah petualangan kali ini ya. Semoga informasi yang kami sajikan bermanfaat untuk para pembaca. Sampai jumpa di cerita perjalanan kami berikutnya πŸ˜€

(Visited 79 times, 1 visits today)

4 Comments

  1. Waaaah, pantainya asyik ya, luas dan sepi, benar-benar pantai pribadi. Mana ada yang jual ikan pula, asyik bener buat berlibur. Pantai yang pernah saya kunjungi di Blitar hanya Pantai Balekambang, itu pun saat masih kecil jadi memorinya mulai lupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ada Pertanyaan?

Channel Youtube

Copyright 2017 - Catatan Bunda