Free Update

Nikmati update cerita Catatan Bunda langsung di smartphone Anda. GRATIS ^_^

Nasi Kuning Pak Rowi, Sebuah Apresiasi Kecil dari Pelanggan Setia

Warga Bandung mana yang belum kenal dengan nasi kuning Pak Rowi? Ya, wisata kuliner kami kali ini akan mengupas kisah saat kami makan pagi dengan menu nasi kuning. Pilihan menu ini sudah menjadi menu umum yang mudah dijumpai saat berada di Bandung. Jika anda mau wisata kuliner dengan nuansa modern, ada tempatnya tersendiri. Salah satunya seperti cerita kami saat menikmati makanan porsi ekstra besar.

Memang apa lagi menu makanan yang lazim ditemukan saat mau sarapan di Bandung? Anda bisa menjumpai menu makanan khas Bandung. Beberapa diantaranya ialah lontong kari, kupat tahu, bubur ayam, nasi kuning, dan nasi soto. Mana yang menjadi favorit anda saat makan pagi? 😀

Kami yang sudah lama tinggal di Bandung sudah sangat mengenal aneka pilihan tersebut. Hampir semua menu sarapan khas Bandung sudah pernah kami coba. Kali ini, waktunya untuk mencicipi nasi kuning. Bisa dibilang, warung nasi kuning Pak Rowi sudah menjadi tempat makan langganan dan favorit jika kami mau kulineran nasi kuning.

Bagaimana cerita lengkapnya? Ikuti perjalanan kuliner kami di bawah ini yuk. Semoga pengalaman kuliner kali ini bisa menjadi referensi berguna bagi para pengunjung setia Blog Catatan Bunda.

wisata kuliner di nasi kuning pak rowi paling enak di bandung - catatan bunda

Kuliner Langganan Keluarga di Nasi Kuning Pak Rowi

Warung ini sudah buka sejak lama. Saya mengetahui ada warung nasi kuning Pak Rowi karena rekomendasi seorang sahabat. Kebetulan rumahnya berada di dekat warung tersebut. Jadi, saat saya main ke rumahnya, saya diajak untuk makan nasi kuning bersama. Saat itu kurang lebih tahun 2005.

Lalu, berlanjut hingga tahun 2010, saat saya ketemu dengan suami di kampus MBA ITB. Warung nasi kuning ini tetap menjadi langganan kami berdua. Beberapa kali saya wisata kuliner berdua ke sana.

Setelah kami berdua menikah pun tidak berubah. Selain langganan makan di Dapur Aceh, kami juga menjadi pelanggan tetap di warung nasi Pak Rowi. Hingga saat ini, tahun 2018, warung sederhana itu masih ada dan awet. Setiap kali ke sana, selalu ramai dengan pelanggan yang sedang menikmati sajiannya.

Hampir 13 tahun sejak pertama kali menikmati kuliner di nasi kuning tersebut. Walaupun buka pagi, pelanggan akan tetap mencari dan mendatanginya. Bukti nyata jika warung ini memiliki ciri khas yang berbeda dan cocok di lidah para pelanggannya, termasuk kami sekeluarga.

gerobak sederhana nasi kuning pak rowi bandung - catatan bunda

Lokasi Warung Nasi Kuning Pak Rowi

Warung ini letaknya lumayan jauh dari rumah. Jadi, kami memang meluangkan waktu khusus jika mau sarapan nasi kuning di sini. Biasanya kami pergi saat akhir pekan, antara hari Sabtu atau Minggu. Menyesuaikan dengan kegiatan Mirza yang libur sekolah saat akhir pekan.

Kami berangkat saat pagi hari. Warung ini sudah buka sejak pukul 06.30 WIB. Tutupnya jam berapa? Jam tutupnya tidak pasti. Saat nasi kuningnya sudah habis, maka langsung tutup warungnya. Rata-rata, warung ini akan tutup sekitar pukul 11.00 WIB.

Suatu waktu, kami pernah datang ke warung sekitar pukul 10.00 WIB. Ternyata, saat itu sudah habis nasi dan lauk pauknya, jadi tidak kebagian. Saran kami, jika mau kulineran ke sini, datang pagi-pagi saja supaya masih kebagian.

Warung nasi kuning Pak Rowi terletak di Jalan Pandu No. 6A, Pamoyanan, Cicendo, Kota Bandung 40173.

Letaknya yang jauh dari rumah membuat kami harus bersiap lebih awal. Setelah anak-anak dan kami berdua siap, barulah bisa berangkat. Rute yang kami ambil biasanya melewati Jalan Suci dan naik ke Jembatan Layang Surapati. Selanjutnya, mobil akan kami arahkan ke kiri untuk turun di Jalan Cihampelas Bandung.

Akan ada lampu merah di ujung Jalan Cihampelas, kemudian kami akan belok ke kanan menuju Jalan Dr. Rum, lurus terus lalu belok ke Jalan Pasir Kaliki. Selanjutnya, kami akan belok ke kanan menuju Jalan Pajajaran. Tidak jauh dari Mall Istana Plaza, kami akan belok ke kanan dan bertemu dengan Jalan Pandu.

Warung ini terletak tepat di ujung Jalan Pandu dan berada di kiri jalan. Selain dikenal dengan nama nasi kuning Pak Rowi, kami sering menyebutnya dengan sebutan nasi kuning Jalan Pandu. Kami langsung parkir kendaraan di sepanjang jalan Pandu lalu jalan kaki menuju ke warung. Jika sedang sepi, kami bisa parkir dengan mudah dan cepat. Akan tetapi, saat akhir pekan biasanya ramai. Mengapa?

Karena di jalan Pandu ada satu gereja yang menjadi tempat peribadatan saudara kita yang beragama Nasrani. Umat Nasrani akan datang ke gereja saat akhir pekan. Oleh sebab itu, sepanjang jalan Pandu akan sangat padat. Jika anda mengendarai mobil, maka akan membutuhkan perjuangan ekstra mencari tempat parkir saat akhir pekan.

antrian pembeli setia di nasi kuning pak rowi bandung - catatan bunda

Pilihan Menu Makanan dan Harga

Sesuai namanya, warung nasi kuning Pak Rowi menyajikan nasi kuning saja sebagai menu utamanya. Sebagai menu pendamping, pengunjung bisa memilih berbagai macam lauk pauk. Beberapa lauk yang bisa dipilih ialah sebagai berikut:

  • Tempe mendoan;
  • Bala-bala;
  • Telur balado;
  • Ayam goreng;
  • Rendang;
  • Perkedel kentang;
  • Dan lain-lain.

Isian standarnya mirip seperti nasi kuning pada umumnya. Satu porsi nasi kuning standar dilengkapi dengan potongan telur dadar, daun kemangi, kacang goreng, dan sambal. Tidak lupa potongan mentimun dan bawang goreng. Di samping itu, dilengkapi juga dengan kerupuk yang diletakkan pada mangkuk terpisah. Jangan khawatir dengan porsinya. Ukuran porsinya lumayan besar. Bagi kami, porsi tersebut sudah sangat mengenyangkan.

Untuk menikmati satu porsi nasi kuning, pengunjung cukup merogoh kocek sebesar Rp 12.000 per porsi. Jika satu porsi dirasa terlalu besar, bisa meminta setengah porsi. Anda cukup membayar Rp 10.000 jika memesan setengah porsi nasi kuning. Murah meriah, kan? 😀

Minuman yang disediakan di warung Pak Rowi hanya teh tawar hangat. Tidak ada yang lain. Mau tambah sepuasnya juga boleh. Demikian juga untuk kerupuk. Jika kehabisan, bisa minta tambah lagi. Jika mau tambah teh tawar dan kerupuk, semuanya gratis, tidak dikenakan tambahan biaya.

Seberapa besar ukuran warung nasi kuning Pak Rowi? Bagi anda yang belum pernah kulineran di sini, jangan kaget ya. Ukuran warungnya sangat kecil. Hanya berupa gerobak seperti pedagang kaki lima pada umumnya. Pengunjung yang sedang makan disediakan meja yang menempel di sepanjang dinding. Jumlahnya tidak banyak. Perkiraan kami, hanya bisa menampung sekitar 10 orang saja dalam satu kesempatan.

Akan tetapi, jangan ditanya tentang pelanggannya. Ramai terus dan tidak pernah sepi. Pelanggan datang terus silih berganti. Ada yang makan di tempat dan ada pula yang pesan untuk makan di rumah. Buat kami, lebih nikmat saat dinikmati langsung di tempat. Jika sudah dibungkus, kurang segar aja rasanya. Pasti ada perbedaan jika dinikmati langsung.

Pelanggan setia dari warung nasi kuning ini sangat beraneka macam. Mulai dari yang berjalan kaki hingga mengendarai mobil mewah juga ada. Semuanya setia untuk mengantri demi bisa menikmati nasi kuning khas di warung tersebut. Apalagi ketika akhir pekan, saat ada jamaah di gereja. Warung nasi kuning Pak Rowi akan dipenuhi oleh para jamaah yang bergantian untuk sarapan pagi.

Serunya lagi, lokasi warung ini berada dalam jarak yang tidak terlalu jauh dari Bandara Husein Sastranegara. Saat makan di sini, beberapa kali kami melihat pesawat yang terbang melintas tepat di atas warung. Pesawat tersebut menuju bandara Husein untuk mendarat. Seru juga sensasinya, sambil makan bisa menikmati pesawat yang terbang rendah dan dalam posisi mau mendarat.

tempat makan nasi kuning paling enak di bandung - warung nasi kuning pak rowi - catatan bunda

Citarasa Nasi Kuning Pak Rowi

Saat kami tiba pagi itu, warung masih agak sepi. Kami tiba sekitar pukul 07.30 WIB. Kemungkinan para jamaah gereja masih menjalankan proses ibadahnya. Anak dari pemilik warung yang sedang bertugas jaga di warung. Biasanya ibu dan bapaknya langsung yang melayani pembeli. Anak-anaknya menemani sambil sesekali menggantikan ibu mengambilkan kebutuhan para pembeli.

Kami pesan nasi kuning sejumlah 4 porsi. Satu porsi untuk saya, satu porsi untuk suami, satu porsi untuk kedua anak kami, dan satu porsi lagi untuk adik yang ikut serta. Untuk anak-anak, kami meminta supaya tidak ditambah sambal. Sedangkan pesanan lainnya seperti standarnya saja, yaitu dengan menggunakan sambal.

Oya, warung Pak Rowi menyediakan dua jenis sambel. Jenis pertama ialah sambal yang ekstra pedas. Tentunya diperuntukkan bagi anda yang sangat suka pedas, seperti kami. Jenis yang kedua ialah sambel oncom. Sambel tipe oncom rasanya tidak pedas dan lebih ramah di lidah. Cocok bagi anda yang tidak suka pedas.

Lauk pauk favorit kami biasanya tidak jauh dari tempe mendoan, bala-bala, dan telur balado. Sesekali saja kami memesan lauk berupa ayam dan rendang. Sambel pedas juga tidak boleh ketinggalan. Tidak jarang, kami minta tambah sambel dan kerupuk karena selalu kehabisan di tengah jalan 😀

Rasanya bagaimana?

Nasi kuning Pak Rowi punya ciri khas yang sangat kuat. Mulai dari nasi kuningnya yang memiliki rasa berbeda. Enak dan pulen banget nasinya. Kemudian rasa sambalnya juga enak sekali. Pedasnya berbeda dari sambal yang lain. Rasa yang kuat itu memikat kami dan pembeli yang lain untuk menjadi pelanggan setia.

Cocok banget nasi kuning dan sambalnya untuk lidah kami. Ditambah dengan lauk pauk pendukung yang tidak kalah nikmatnya. Anak-anak pun sama, sangat bisa menikmati nasi kuning tanpa sambal dengan tenang. Sesekali mereka heboh karena ada pesawat terbang yang lewat di atas kami 😀

Mantabnya lagi, rasa nasi kuning dan sambalnya tidak berubah sejak langganan pertama kali 13 tahun yang lalu. Suami saya kenal nasi kuning Pak Rowi sejak tahun 2010. Suami juga mengakui rasanya bertahan dan tidak berubah dari pertama kali kulineran di warung nasi kuning Pak Rowi.

Kami belum pernah menemukan sensasi rasa nasi kuning seenak ini. Apalagi rasanya juga bertahan dan tidak berubah selama belasan tahun. Kuliner nasi kuning Pak Rowi ini bisa disebut sebagai salah satu wisata kuliner legendaris di Bandung. Sama seperti yang kami temukan ketika menikmati Mie Aceh yang lezat di Dapur Aceh. Citarasa makanannya mantab, bumbunya terasa tebal dan tidak nanggung. Selain itu, rasa masakannya tetap sama selama bertahun-tahun.

Jika sedang kalap, kami bisa tambah satu piring lagi loh. Itu dulu, saat masih masa-masa kuliah, hehehe. Akan tetapi, saat ini dengan menikmati satu piring saja sudah sangat kenyang rasanya. Apalagi jika anak-anak tidak habis makannya. Giliran ayah dan mamanya yang bertugas menghabiskan sisa nasi kuning anak-anak 😀

Ibu pemilik warung juga ingat kepada kami. Dari masih single, sudah menikah, punya anak satu, hingga punya anak dua. Saat kami mampir kulineran ke sana dan bertemu dengan si ibu, kami selalu ngobrol. Beliau selalu ingat dengan kami yang sudah langganan bertahun-tahun. Semoga ibu dan bapak sekeluarga dikaruniai kesehatan terus ya.

Pembayaran makanan di warung Pak Rowi tidak bisa memakai mesin kartu debit. Sistem bayarnya hanya melayani uang tunai saja. Jadi, pastikan anda membawa cukup uang ya saat kulineran ke warung tersebut.

Nah, tunggu apalagi. Anda belum pernah coba kulineran di nasi kuning Pak Rowi? Ayo buruan coba ke warungnya. Nikmati sensasi kelezatan yang sudah kami rasakan selama bertahun-tahun. Kami sangat merekomendasikan anda untuk wisata kuliner ke warung yang satu ini. Siapa tahu nanti ketemu kami yang lagi nongkrong juga di sana. Say hello yaa jika melihat kami di warungnya. Jangan sungkan-sungkan 😀

Demikian cerita perjalanan kuliner kami di warung nasi kuning Pak Rowi. Terimakasih banyak sudah menyimak sampai habis. Semoga informasi kali ini bermanfaat ya bagi para pembaca. Selamat menikmati atraksi wisata menarik lainnya di kota Bandung. Sampai jumpa di petualangan kami selanjutnya.

(Visited 104 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ada Pertanyaan?

Channel Youtube

Copyright 2017 - Catatan Bunda