Free Update

Nikmati update cerita Catatan Bunda langsung di smartphone Anda. GRATIS ^_^

Museum Gedung Sate, Ketika Informasi Sejarah dan Teknologi Bersatu

Siapa yang belum pernah ke Museum Gedung Sate? Alhamdulillah, kami sekeluarga sudah sempat berkunjung ke sana. Tepatnya ketika sedang berlangsung acara festival kopi Jawa Barat, Ngopi Saraosna 2018.

Sudah lama sih acaranya selesai. Hanya saja, kami baru sempat menuliskan ceritanya kali ini. Untuk cerita tentang Ngopi Saraosna 2018, sudah pernah kami tulis di artikel sebelumnya. Silakan dinikmati ya kisah petualangan keluarga kami saat acara berlangsung. Ssttt, kami menang TV loh di festival tersebut, hehehehe 😀

Kebetulan kami ada waktu dan kesempatan yang pas hari itu. Sambil menunggu acara di Ngopi Saraosna, kami berkeliling area Gedung Sate yang sangat luas. Hingga akhirnya, kami putuskan untuk masuk dan mengunjungi museum.

Seperti apa petualangan kami di dalam Museum Gedung Sate? Ikuti terus yuk cerita lengkapnya. Selamat menikmati 😀

keceriaan keluarga di area gedung sate bandung - catatan bunda

Sejarah Museum Gedung Sate

Bisa dibilang, Museum ini menjadi salah satu museum favorit keluarga kami. Dalam bayangan kita, namanya museum itu berbentuk bangunan kuno. Selain itu, isi di dalam museum tidak kalah kuno. Akan tetapi, semua bayangan tersebut sirna ketika kami menjelajah di dalamnya.

Waktu itu sudah masuk siang hari di hari pelaksanaan Ngopi Saraosna. Saat jalan keliling area Gedung Sate, kami menemukan pintu masuk museum. Spontan, kami putuskan untuk masuk dan mengajak anak-anak ke museum. Kesempatannya tepat, kami juga sedang menunggu penyerahan hadiah sore harinya. Jadi, sambil menunggu sore tiba, kami mengisi waktu dengan berbagai aktivitas. Salah satunya jalan-jalan di dalam Museum Gedung Sate.

Hari itu sangat melelahkan. Sudah ikut berbagai aktivitas Ngopi Saraosna sejak pagi. Tidak terasa, botol air minum yang kami bawa dari rumah juga sudah kosong isinya. Jadi, untuk melepas lelah, kami coba bersantai di dalam museum.

pintu masuk museum gedung sate bandung - catatan bunda

Museum ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Bapak Ahmad Heryawan ketika itu. Tepatnya dibuka pada tanggal 8 Desember 2017. Tidak terasa museum satu ini sudah berusia setahun lebih. Nah, jika anda sedang jalan-jalan ke area Gedung Sate dan Lapangan Gasibu, tidak ada salahnya untuk mampir ke museum satu ini. Museum juga berada di komplek Gedung Sate. Akan sangat mudah untuk menemukannya.

Museum ini terletak di Jalan Diponegoro nomor 22, Citarum, Bandung Wetan, Kota Bandung 40115. Sangat mudah untuk menuju ke sana. Letaknya berada di pusat kota sekaligus pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Mudah sekali untuk diakses dari berbagai arah di kota Bandung.

Jika mau pergi ke museum, pengunjung bisa parkir di mana?

Pilihan lokasi parkirnya lumayan banyak. Jika anda datang menggunakan motor, anda bisa masuk dari pintu gerbang nomor 9. Apabila anda berkunjung naik mobil, silakan gunakan pintu gerbang nomor 3 atau 4. Sementara itu, jika anda datang bersama rombongan naik bus, anda bisa konsultasi lebih lanjut pada pihak Gedung Sate.

batu peresmian museum gedung sate oleh gubernur jawa barat - catatan bunda

Harga Tiket Masuk

Sebelum bisa masuk dan menikmati sajian di dalam museum, kami diwajibkan membeli tiket masuk. Berapa harga tiket untuk masuk ke dalam museum?

Harga tiketnya sangat murah. Tidak jauh berbeda saat kami masuk ke dalam Museum Geologi. Kebetulan juga letaknya berdekatan. Anda bisa jalan kaki dari Gedung Sate menuju ke Museum Geologi.

Tiap orang dikenakan biaya Rp 5.000 untuk bisa masuk ke dalam museum. Sangat murah, bukan? Dengan biaya tersebut, kita bisa menikmati keseruan yang tersedia di dalam museum.

Kapan bisa mengunjungi museum satu ini? Anda perlu mengetahui waktu operasional museum. Anda bisa datang setiap hari, kecuali hari Senin dan tanggal merah. Saat hari Senin, museum akan tutup. Selain hari Senin, yaitu dari Selasa hingga Minggu, museum akan buka dan siap menyambut para pengunjung.

Museum ini beroperasi dari pukul 09.30 WIB. Lalu akan tutup pada pukul 16.00 WIB. Waktu menjelang makan siang atau setelah makan siang akan menjadi waktu sempurna jika ingin jalan-jalan di dalamnya.

aneka desain gambar menarik di dalam museum gedung sate bandung - catatan bunda

Keunikan Museum Gedung Sate

Begitu kami membeli tiket masuk, kami diperbolehkan untuk masuk. Di dalam, kami langsung disambut berbagai informasi yang sangat menarik. Sesuai namanya, museum ini menyajikan informasi dan sejarah seputar Gedung Sate.

Banyak sekali informasi yang bisa kami temukan pada ruangan pertama. Mulai dari sejarah pembangunan dan berbagai informasi lainnya yang berkaitan dengan Gedung Sate. Uniknya ialah cara menampilkan informasi tersebut.

Museum lain pada umumnya menampilkan informasi dengan cara yang biasa saja. Akan tetapi, berbeda halnya dengan yang ditampilkan di Museum Gedung Sate. Kami bisa menikmati banyak informasi dengan media yang interaktif dan lebih modern.

Anak-anak sangat senang bisa melihat semua itu. Tampilan visual di dalam museum seperti itu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kedua anak kami. Pada satu sudut, kami bisa melihat miniatur maket Gedung Sate.

Serunya lagi, tiba-tiba maket tersebut bisa terbelah menjadi dua bagian yang sama besar. Di area maket tersebut, kami bisa mendengar dan melihat video penjelasan sejarah berdirinya Gedung Sate. Mulai dari awal berdiri hingga awal mula gedung bersejarah ini menjadi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat.

aneka benda bersejarah di museum gedung sate bandung - catatan bunda

Apakah boleh mengambil foto di dalam museum?

Pengunjung diperbolehkan mengambil foto. Akan tetapi, di dalam ruangan museum itu cukup gelap. Jadi, memang harus disesuaikan setelan saat memakai kamera. Bagi kami yang memakai kamera DSLR, settingan ISO, diafragma, dan lain-lainnya harus disetel ulang. Tujuannya supaya bisa mengambil gambar di tempat yang minim cahaya.

Selain itu, disarankan supaya tidak menggunakan flash kamera. Jika sedang banyak pengunjung, flash kamera akan mengganggu pengunjung yang lain. Bisa sangat menyilaukan di mata. Apalagi berada dalam ruangan yang minim cahaya.

Jalan ke bagian berikutnya, kami menemukan satu tempat yang menarik. Ada sebuah ruang bioskop mini di dalam museum kebanggaan Bandung dan Jawa Barat. Beruntungnya kami, pertunjukan film baru akan dimulai. Dengan demikian, kami bisa langsung masuk ke dalam ruangan teater.

Ukuran ruangan tidak terlalu besar. Jadi, pengunjung harus bergantian untuk masuk ke dalam. Dalam sekali pertunjukan, ruangan tersebut bisa menampung kurang lebih 15 – 30an orang sekaligus. Ada petugas yang memandu di dalam untuk memastikan ruangan tidak overload.

menonton film dokumenter sejarah di dalam museum gedung sate bandung - catatan bunda

Apa yang ditampilkan di dalam ruang pertunjukan tersebut?

Penonton disuguhi video sejarah Gedung Sate. Sejak awal berdiri hingga saat ini. Banyak cerita menarik yang kami nikmati saat itu. Pertunjukan tidak berlangsung lama, kurang lebih hanya 10 hingga 15 menit saja.

Asyiknya, para pengunjung diperbolehkan merekam video tersebut. Petugas sendiri yang menginformasikan di depan seluruh pengunjung. Jadi, merekam di dalam ruang teater Museum Gedung Sate adalah sesuatu yang resmi dan tidak melanggar peraturan. Mengetahui hal tersebut, kami langsung merekam video yang ditampilkan di ruang pertunjukan. Nantikan rekamannya di channel Youtube Catatan Bunda.

Sudah subscribe atau belum? 😀

Oya, kami dan para pengunjung bisa menikmati video dokumenter tersebut secara gratis. Kami tidak perlu membayar apapun untuk masuk ke ruangan teater. Asyik banget yah? Makanya, ayo buruan datang untuk jalan-jalan ke lokasi wisata yang satu ini. Satu alternatif lokasi wisata keluarga dan sejarah yang murah meriah di Kota Bandung.

Selesai menonton di ruangan teater, kami melanjutkan perjalanan ke bagian selanjutnya. Kami melihat ada bagian yang menarik. Bisa dibilang, sajian informasi dan pengetahuan sejarah di sini dikemas dalam bentuk teknologi visual yang sangat menarik dan berbeda.

Ada satu ruangan khusus di dalam museum yang menampilkan Augmented Reality. Di dalamnya, pengunjung bisa mendapatkan visual menarik bagaimana situasi pada zaman dahulu. Bagaimana para pekerja membangun Gedung Sate dan sebagainya. Berhubung saat itu sedang padat pengunjung, jadi kami tidak mencoba fasilitas satu ini. Kami melanjutkan ke bagian selanjutnya.

miniatur maket gedung sate di dalam museum gedung sate bandung - catatan bunda

Berjalan di lorong yang gelap, kami melihat ada bagian yang terang dan penuh cahaya. Ternyata, area tersebut menampilkan proyeksi Gedung Sate dalam bentuk 4 dimensi. Keren banget dan menjadi pengalaman unik bagi kami sekeluarga. Anak-anak terpana melihat tampilan proyeksi 4 dimensi. Seolah-olah kami sedang terbang di atas komplek pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat tersebut.

Secara keseluruhan, kami merasakan banyak manfaat saat menjelajah di dalam museum. Bagi kami yang sedang melatih anak membaca, aktivitas seperti ini yang banyak dicari. Bisa sekaligus bermain sambil belajar. Anak-anak bisa berlatih membaca, sementara bagi orangtua bisa berinteraksi dengan menceritakan sejarah yang ada di dalam museum.

Masih banyak informasi menarik yang bisa dinikmati. Lebih seru lagi jika anda datang sendiri ke museum bersama keluarga untuk melihat lebih lengkap. Bisa gak seru lagi jika kami ceritakan semuanya di sini 😀

Oke, demikian dulu cerita perjalanan kami menjelajah Museum Gedung Sate. Terimakasih sudah berkenan menyimak petualangan keluarga. Sampai ketemu pada cerita keluarga kami lainnya yaa 😀

Peta Lokasi Museum

(Visited 45 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ada Pertanyaan?

Channel Youtube

Copyright 2017 - Catatan Bunda