Mih Kocok Mang Dadeng, Berburu Kuliner Legendaris di Bandung

Kesampaian juga bisa mengajak keluarga makan siang di Mih Kocok Mang Dadeng. Tadinya kami tidak mengetahui nama mie kocok yang satu ini. Setelah ditelusuri, ternyata warung Mih Kocok Mang Dadeng ialah salah satu legenda kuliner di Bandung.

Kebetulan saat itu keluarga besar sedang berkumpul. Ada orangtua dan adik-adik kami. Sekalian saja kami berangkat wisata kuliner ke tempat tersebut. Selain itu, mie kocok merupakan salah satu menu kuliner favorit orangtua.

Seperti apa perburuan kuliner kami sekeluarga di Mih Kocok Mang Dadeng? Ikuti cerita selengkapnya di bawah ini. Semoga bermanfaat πŸ˜€

wisata kuliner legendaris di mih kocok mang dadeng bandung - catatan bunda

Mie Kocok Terkenal dan Legendaris di Bandung

Jika anda mencari satu menu makanan khas Bandung, menu mie kocok patut menjadi salah satu jawabannya. Didukung juga oleh keberadaan warung legendaris yang satu ini. Ya, warung Mih Kocok Mang Dadeng sudah berdiri sejak tahun 1958. Kurang lebih sudah mencapai usia 60 tahun hingga cerita ini ditulis. Luar biasa ya πŸ˜€

Pada awalnya, mie kocok ini dijual lewat gerobak keliling saja. Dari waktu ke waktu terus berkembang. Hingga akhirnya pada tahun 1990 mulai menetap di kawasan sekitar Palasari sampai saat ini.

Namanya pun β€œsunda banget”. Mereka tidak menggunakan kata β€œMIE” yang sudah umum didengar. Akan tetapi, pilihan katanya jatuh kepada kata β€œMIH”. Lebih terasa ciri khasnya dan berbeda dari mie kocok yang lain.

Perburuan kuliner legendaris di Bandung memang seru. Banyak sekali yang bisa dijelajahi. Walaupun tampilannya sederhana, tetapi jangan ragukan soal citarasanya. Seperti yang kami rasakan saat menikmati nasi kuning Pak Rowi yang legendaris.

Selain kuliner yang bersejarah, kita bisa menikmati wisata bersejarah di Bandung. Salah satunya ialah dengan mengunjungi Museum Geologi Bandung. Banyak obyek menarik yang bisa anda nikmati di dalamnya. Anda bisa jalan-jalan sambil edukasi anak tentang ilmu pengetahuan.

wisata kuliner mih kocok mang dadeng bandung - catatan bunda

Cloud Hosting Indonesia

Alamat Lengkap Mih Kocok Mang Dadeng

Rencananya, kami akan berangkat ke warung mie kocok untuk makan siang. Jadi, berangkatnya setelah sholat Dzuhur. Saat pagi, kami bisa melakukan aktivitas keluarga yang lainnya.

Setelah semuanya siap, kami pun berangkat. Perjalanan menuju ke lokasi lumayan jauh dari rumah. Selain itu, kami perlu menembus jalanan Bandung yang padat saat siang hari. Kurang lebih perjalanan dari rumah hingga ke lokasi menempuh waktu sekitar 30 – 45 menit.

Di mana lokasi Mih Kocok Mang Dadeng? Kami mendatangi warung mie kocok yang berada di alamat berikut. Catat baik-baik yaa πŸ˜€

Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan nomor 67, Kota Bandung

Letak restorannya strategis. Berada di antara kawasan Palasari dan Jalan Pelajar Pejuang yang merupakan kawasan padat di Bandung. Jadi, jalanannya juga lumayan lebar dan mudah dilalui oleh dua mobil yang saling berpapasan.

Tantangan yang akan sering muncul ialah saat mencari tempat parkir. Apalagi jika sedang penuh dengan pengunjung. Lahan parkir di depan restoran Mih Kocok Mang Dadeng hanya cukup menampung 3 hingga 5 mobil saja. Alhamdulillah, siang itu sedang tidak terlalu padat pengunjung. Ada tempat kosong untuk mobil keluarga. Langsung saja kami parkir mobil di lahan yang tersedia.

Suasana Restoran Mie Kocok

Dari luar, restoran ini terlihat sederhana. Berbentuk kotak dengan spanduk bertuliskan Mih Kocok Mang Dadeng di depannya. Saat mendekat, kami bisa melihat ada dua gerobak ukuran besar di bagian depan.

Penyajian menu makanan diletakkan di bagian depan restoran mie kocok. Para pengunjung bisa menyaksikan penyajian mie kocok dan pesanan lainnya secara langsung. Selain untuk penyajian, pengunjung bisa memesan makanannya di tempat yang sama. Ada petugas yang menunggu di gerobak tersebut.

Masuk ke dalam ruangan, kami mendapati ruang makan yang disediakan untuk pengunjung. Ukurannya tidak terlalu besar. Ada beberapa meja beserta tempat duduk yang bisa digunakan oleh konsumen. Untuk rombongan keluarga yang jumlahnya banyak, kami memilih meja panjang saja.

Jika sedang penuh pengunjung, ruangan ini akan terasa sesak dan panas. Syukurlah, siang itu tidak banyak pengunjung. Hanya rombongan keluarga kami dan beberapa pengunjung lain yang berada di meja kecil. Momen kulineran dan menikmati makanan menjadi lebih nyaman karena sedang tidak ramai pengunjung.

mie bakso menu makanan yang cocok untuk anak di mih kocok mang dadeng bandung - catatan bunda

Pilihan Menu Makanan dan Harga

Apa saja pilihan makanan yang disediakan di Mih Kocok Mang Dadeng? Sesuai namanya, menu yang tersedia masih berkaitan dengan mie kocok. Beberapa jenis pilihan menunya ialah sebagai berikut:

  • Mie kocok biasa – Rp 28.000 per porsi;
  • Mie kocok spesial sumsum – Rp 32.000 per porsi;
  • Sop kaki sapi biasa – Rp 32.000 per porsi;
  • Sop kaki sapi spesial sumsum – Rp 37.000 per porsi;

Ukuran porsinya bagaimana? Dari yang kami nikmati, satu porsi ukurannya besar. Isian yang banyak membuat porsi mie kocok Mang Dadeng terlihat sangat mengenyangkan. Jika khawatir terlalu banyak, anda bisa memesan setengah porsi saja.

Di samping mie kocok, ada pilihan menu lainnya. Penyajiannya dipisahkan di gerobak yang kedua. Pada gerobak tersebut, pengunjung bisa memesan menu bakso daging sapi beserta variasinya. Contoh menu baksonya ialah sebagai berikut:

  • Mie bakso – Rp 18.000 per porsi;
  • Mie bakso ceker – Rp 20.000 per porsi;
  • Mie yamin bakso – Rp 18.000 per porsi;
  • Mie yamin bakso ceker – Rp 20.000 per porsi;
  • Bakso kuah – Rp 18.000 per porsi;
  • Bakso kuah ceker – Rp 20.000 per porsi.

Variasi menu baksonya tidak terlalu banyak. Bisa dipahami, karena menu andalan di restoran ini bukan bakso daging sapi. Akan tetapi, menu andalannya ialah mie kocok yang sudah bertahan puluhan tahun sejak tahun 1958. Oleh sebab itu, menu baksonya tidak terlalu menonjol di restoran ini.

tempat penyajian mie kocok terkenal di bandung - mih kocok mang dadeng bandung - catatan bunda

Selain makanan, restoran Mih Kocok Mang Dadeng juga menyediakan berbagai jenis minuman. Minuman seperti aneka jus buah, teh panas, teh dingin, lemon tea, es campur, jeruk dingin, jeruk panas, dan lain-lain bisa anda pilih di restoran tersebut.

Kebetulan saat itu, kami sekeluarga duduk di meja panjang yang terletak di ujung dalam ruangan. Di belakang kami, ada tumpukan kerupuk aci berawarna putih berukuran besar. Satu plastik kerupuk berisi kurang lebih 10 buah kerupuk. Pengunjung dipersilakan untuk mengambil kerupuk yang sudah disediakan. Menikmati mie kocok didampingi kerupuk bisa menjadi opsi yang menarik.

Rombongan kami yang besar, membuat kami mengambil langsung satu bungkus besar. Jika hanya satuan, sudah pasti tidak cukup dan harus mengambil berulang kali. Bagi anda yang tidak perlu banyak, anda cukup mengambil kerupuk DDN sesuai kebutuhan. Saat sudah selesai, anda tinggal mengikat kembali plastiknya.

Citarasa Menu Makanan di Restoran Mie Kocok

Setelah menempati tempat duduk masing-masing, kami mendata pesanan makanan siang itu. Sesuai rencana awal, kami semua memesan mie kocok khas yang ada di restoran Mih Kocok Mang Dadeng. Sementara untuk anak-anak, kami pesankan satu porsi mie bakso.

Kami sempat ingin memesan mie kocok dengan ekstra sumsum sapi. Akan tetapi, siang itu sumsum sapinya sudah habis. Jadi, bagi anda yang ingin menikmati sumsum, sebaiknya datang lebih awal. Restoran Mih Kocok Mang Dadeng mulai buka dari pukul 10.00 WIB.

Penyajian mie kocok tidak membutuhkan waktu lama. Semua unsur menu makanan sudah siap. Tinggal dimasak sejenak di dalam kuah panas, menu pun sudah siap disajikan. Beberapa saat kemudian, sajian mie kocok dan mie bakso diantarkan ke meja makan.

Satu porsi mie kocok terdiri dari beberapa isian yang menjadi ciri khas. Ada mie kuning gepeng, tauge, potongan kikil sapi, sumsum sapi, dan kuah kaldu. Sebagai pelengkap, di atasnya diberi taburan daun seledri dan bawang goreng untuk menambah citarasa sajian mie kocok.

mie yamin bakso ceker di restoran mih kocok mang dadeng bandung - catatan bunda

Bagaimana rasanya?

Dari yang kami cicipi, rasa mie kocoknya memang lezat banget. Kuah kaldunya mantab, gurih sekali. Ciri khas mie kocok ialah menggunakan mie kuning gepeng. Kombinasi rasa mie beserta kuah kaldunya cocok, apalagi ditambah dengan potongan kikil sapi yang menjadi isian utama.

Jika suka rasa pedas, tinggal menambahkan sambel sesuai keinginan. Pada tiap meja sudah disediakan satu mangkuk berisi sambal. Selain itu, ada juga kecap manis, tambahan garam, merica, dan jeruk nipis.

Kikil sapi pun demikian. Tekstur khas kikil sapi yang kenyal sangat mendominasi ketika sedang dikunyah di dalam mulut. Rasa renyah dari tauge juga terasa. Kombinasi semuanya memunculkan rasa nikmat yang maknyus banget.

Anak-anak juga tampak menikmati saat disuapi mie bakso. Rasa gurih dari kaldunya juga terasa. Bakso yang empuk berpadu dengan mie kuning yang kenyal rasanya sangat pas. Khusus anak-anak, tidak perlu ditambah sambel lagi. Mereka belum terlatih menikmati rasa makanan yang pedas. Cukup dengan rasa yang original saja.

Kami sekeluarga menikmati mie kocok dengan lahap. Semua terlihat cocok dengan rasanya. Tidak lama, isian di dalam mangkuk sudah ludes dan berpindah ke dalam perut. Kami pun kenyang setelah menikmati Mih Kocok Mang Dadeng.

Selesai makan, kami membayar di meja kasir. Pembayaran makanan di kasir hanya bisa menggunakan uang tunai saja. Tidak ada mesin gesek kartu debit di restoran ini. Jadi, sediakan uang tunai dalam jumlah yang cukup saat mau wisata kuliner di Mih Kocok Mang Dadeng. Sama seperti saat kami kulineran di Bakmi Jowo DU 67.

Secara keseluruhan, kami sangat merekomendasikan anda untuk mencoba mie kocok di restoran ini. Apalagi jika anda penasaran mencari sajian kuliner khas Bandung. Menu mie kocok menjadi salah satu jawabannya.

Demikian cerita petualangan kuliner keluarga di Mih Kocok Mang Dadeng. Terimakasih sudah berkenan menyimak kisah perjalanan kami. Sampai ketemu lagi pada cerita keluarga kami berikutnya. Selamat berburu mie kocok di Bandung πŸ˜€

(Visited 1,385 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *