Free Update

Nikmati update cerita Catatan Bunda langsung di smartphone Anda. GRATIS ^_^

Mie Kopyok Semarang, Kuliner Khas yang Sering Terlupakan Saat Mudik

Saat liburan yang lalu, kami beruntung bisa menemukan warung mie kopyok Semarang. Mengapa demikian? Kuliner yang satu ini jarang sekali kami temukan. Oleh sebab itu, saat liburan di Semarang, kami tidak pernah menikmati salah satu wisata kuilner khas Semarang yang satu ini.

Pada kisah sebelumnya, kami menceritakan perjalanan saat makan siang di warung mangut pedas Bu Nasimah. Anda belum baca? Sayang sekali. Seru loh ceritanya, silakan dibaca dulu yaa 😀

Nah, kami cerita bahwa warung mangut Bu Nasimah terletak di foodcourt Kyai Saleh. Ternyata, tepat di sebelah warung mangut tersebut, ada warung Mie Kopyok Semarang. Kami bahagia banget bisa menemukannya. Akan tetapi, karena sudah kenyang setelah makan siang di warung mangut, kami pulang dahulu untuk beristirahat.

Seperti apa kisah kuliner keluarga di warung Mie Kopyok khas Semarang? Ikuti terus cerita lengkapnya ya. Selamat menyimak 😀

wisata kuliner legendaris khas di mie kopyok semarang pak dhuwur - catatan bunda

Wisata Kuliner Khas Semarang di Warung Mie Kopyok

Liburan kami di Semarang masih cukup panjang. Jadi, menurut hitungan, kami masih ada kesempatan untuk wisata kuliner di Mie Kopyok Semarang. Siang itu, kondisi tubuh mulai kelelahan setelah perjalanan panjang non stop dari Blitar. Untungnya, perut sudah kenyang setelah makan siang di warung mangut.

Dalam obrolan keluarga, kami merencanakan kegiatan untuk hari berikutnya. Di situlah kami memasukkan agenda untuk kulineran di Warung Mie Kopyok Pak Dhuwur. Selain kulineran, kami masukkan agenda jalan-jalan ke beberapa tempat wisata kota Semarang. Ikuti terus deh cerita di blog Catatan Bunda 😀

Rencananya, kami akan mulai berangkat dari rumah saat siang hari. Tepatnya setelah sholat Dzuhur. Jadi, saat pagi kami masih bisa bersantai dan memulihkan tenaga di rumah. Tiba siang hari, kami berangkat menuju warung mie Kopyok Semarang milik Pak Dhuwur.

Hari itu, kami berencana untuk menghabiskan waktu hingga malam hari untuk jalan-jalan. Wisata kuliner kami pilih sebagai pembukanya. Perjalanan ke warung Mie Kopyok memerlukan waktu 20 – 30 menitan. Sambil menikmati perjalanan, kami banyak ngobrol di dalam mobil.

Alamat Warung Mie Kopyok Pak Dhuwur

Di mana kami menemukan warung mie kopyok Pak Dhuwur? Jujur, sebelumnya tidak terpikir untuk menikmati mie kopyok. Akan tetapi, setelah melihat warung pada hari sebelumnya, kami menjadi tertarik. Jika tidak, besar kemungkinan kami tidak akan bisa mengingat mie kopyok sebagai salah satu kuliner khas Semarang. Sama seperti tahu lontong, yang menjadi salah satu kuliner khas Blitar.

Kami menemukan warung mie kopyok Semarang di lokasi yang sama dengan warung mangut pedas Bu Nasimah. Tepatnya di Foodcourt atau Pujasera Kyai Saleh. Anda bisa menuju ke Jalan Kyai Saleh nomor 10 Semarang untuk menikmati aneka makanan di sana.

Selain mie kopyok, kami lihat ada mangut pedas, warung pecel Bu Sumo, dan aneka warung lainnya. Banyak sekali pilihannya. Anda tidak akan kehabisan pilihan untuk wisata kuliner di foodcourt ini. Luangkan waktu ke sini ya, jika anda sedang liburan di Semarang.

Warung di Jalan Kyai Saleh ini merupakan cabang dari warung sebelumnya. Warung mie kopyok pertama terletak di Jalan Tanjung Semarang. Usia mie kopyok ini sudah lumayan lama. Jadi, tidak salah jika mie kopyok menjadi satu sajian kuliner khas kota Semarang.

Pilihan Menu dan Harga

Sesuai namanya, warung Mie Kopyok khas Semarang ini hanya menyediakan satu jenis menu saja. Tidak lain dan tidak bukan mie kopyok khas Semarang. Pengunjung tidak akan menemukan jenis makanan yang lainnya di warung ini. Kami memang sudah niat sejak awal untuk berburu mie kopyok saja. Jadi, kami datang ke tempat makan yang tepat.

Mie kopyok ini jenis makanan seperti apa sih?

Jika dilihat sekilas, namanya mirip seperti mie kocok khas Bandung. Akan tetapi, setelah dilihat lagi, ternyata jauh berbeda. Pada mie kocok, salah satu isiannya ialah kikil. Sementara di mie kopyok Semarang, tidak ada isian daging sama sekali.

Ada beberapa unsur yang menyusun seporsi mie kopyok khas Semarang. Mie kopyok terdiri dari mie, irisan tahu, lontong, tauge, bawang goreng, irisan daun seledri. Setelah itu, ditaburi kerupuk gendar yang sudah dihancurkan menjadi kecil-kecil. Sebagai sentuhan akhir, akan disiram dengan kuah kaldu rempah.

Kuah dari mie kopyok memang khas. Kuah dari mie kopyok buatan Pak Dhuwur Semarang hanya terdiri dari bumbu-bumbu dan bahan nabati saja. Sama sekali tidak memakai kaldu daging. Jadi, jauh berbeda dengan mie bakso atau menu mie pada umumnya. Dengan demikian, mie kopyok Semarang memiliki citarasa khas tersendiri yang berbeda.

Berapa harga satu porsi mie kopyok di warung Pak Dhuwur?

Kami cukup membayar Rp 13.000 per porsi mie kopyok Semarang. Relatif murah dengan isian yang sederhana. Walaupun isiannya hanya sederhana, jangan khawatir soal rasa. Sensasi kenikmatannya tetap terasa.

porsi besar mie kopyok semarang pak dhuwur - catatan bunda

Citarasa Mie Kopyok Semarang di Warung Pak Dhuwur

Mengapa makanan yang satu ini dipanggil dengan nama Mie Kopyok? Hal ini disebabkan dari proses memasaknya. Mie akan dikopyok-kopyok atau dicelupkan secara berulang ke dalam air yang sudah mendidih. Itulah asal muasal nama mie kopyok.

Tujuan dicelupkan ke dalam air mendidih ialah untuk melunakkan mie yang ada. Mie yang digunakan ialah mie produksi sendiri, tidak menggunakan mie olahan pabrik. Sensasi rasanya tentu saja berbeda.

Kami pun pesan mie kopyok. Waktu mempersiapkan mie kopyok juga tidak lama. Cukup meracik isiannya satu persatu ke dalam piring. Lalu diakhiri dengan siraman kuah bumbu, mie kopyok siap untuk disajikan.

Bagaimana citarasa menu mie kopyok khas Semarang di warung Pak Dhuwur?

Menurut kami, rasa kuahnya segar dan ringan. Warna kuahnya tidak terlalu jernih seperti kuah kaldu pada umumnya. Akan tetapi, agak berwarna kekuning-kuningan. Irisan tahu dan lontongnya melimpah dan berukuran besar.

Menu mie kopyok ini disajikan dengan rasa yang tidak pedas. Bagi yang suka pedas, tinggal menambahkan sambal yang sudah disediakan di atas meja. Kami bisa menambahkan sambal sesuai keinginan. Bagi yang bumbunya terasa kurang nendang, sudah disediakan juga botol bumbu di atas meja.

Rasa mie kopyok khas Pak Dhuwur Semarang ini segar sekali. Mienya juga empuk dan enak. Ditambah rasa dari potongan tahu dan lontongnya menambah rasa tersendiri. Remahan kerupuk gendar memberikan rasa renyah yang menyempurnakan keseluruhan rasa mie kopyok Semarang. Kami menikmati sajian mie kopyok khas Semarang dengan lahap. Ukuran porsinya juga tidak pelit, jadi kami sudah kenyang setelah selesai menikmatinya.

isian mie kopyok semarang satu tempat makan ikonik yang legendaris - catatan bunda

Pilihan minuman di warung tersebut ada beberapa. Pengunjung bisa memilih air mineral, teh botol, atau minuman seperti es teh manis dan es jeruk. Kami cukup menggunakan air mineral saja sebagai pendamping saat menikmati mie kopyok khas Semarang.

Selesai menikmati sajian mie kopyok, kami langsung membayar. Di warung ini, pembayaran hanya menggunakan uang tunai saja. Warung Pak Dhuwur tidak menyediakan pembayaran dengan mesin gesek kartu debit.

Pembayaran selesai, kami langsung pamit dan meneruskan perjalanan. Selanjutnya, kami akan menuju ke salah satu tempat wisata yang ada di Semarang. Jalan-jalan kami masih panjang, karena akan berlangsung hingga malam hari. Sampai puas dan sampai capek, demi memaksimalkan waktu yang tersisa saat liburan keluarga di Semarang 😀

Demikian cerita wisata kuliner kami di Warung mie kopyok Semarang milik Pak Dhuwur. Jangan lupa mampir ke sini ya, kawan-kawan. Selamat wisata kuliner di Semarang. Terimakasih sudah berkenan menyimak pengalaman kami. Sampai jumpa di cerita perjalanan berikutnya.

(Visited 126 times, 2 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ada Pertanyaan?

Channel Youtube

Copyright 2017 - Catatan Bunda