Free Update

Dapatkan update mingguan GRATIS dari Catatan Bunda yang akan dikirim langsung ke alamat email Anda

Melatih Kreativitas Anak dengan Permainan Lego

Bagaimana caranya melatih kreativitas anak? Sebagai orangtua, sudah menjadi satu tanggungjawab untuk melakukan edukasi kepada anak. Prosesnya akan memakan waktu yang panjang, bahkan bisa menjadi proses yang berjalan seumur hidup.

Demikian juga dengan yang kami jalani. Usia rumah tangga kami masih sangat muda, kami pun ingin terus belajar dan mencoba memperbaiki diri. Termasuk dalam hal melatih kreativitas anak.

Seru rasanya bila melihat teman atau orangtua lain yang sedang bermain dengan anaknya. Baik saat melihat di media sosial atau melihat tetangga sendiri. Dari situ kami mempelajari banyak hal.

Kami menyerap banyak informasi selama proses menonton, mendengar dan mengobrol mengenai aneka tips dan cara orang tua untuk melatih kreativitas anak. Setelah itu, kami berkreasi sendiri saat melakukan aneka jenis kegiatan seru bersama anak.

Seperti apa cerita saat kami melatih kreativitas anak? Kali ini kami coba bercerita tentang salah satu aktivitas yang menjadi favorit anak kami. Semoga cerita kali ini bisa memberikan manfaat dan insight berharga bagi para pembaca setia blog kami. Selamat mengikuti yaa 😀

Melatih Kreativitas Anak dengan Permainan Lego - catatan bunda

Bermain Lego untuk Melatih Kreativitas Anak

Namanya anak, pasti suka dengan yang aktivitas bermain. Sama halnya dengan anak kami yang suka sekali bermain. Anak kami suka sekali dengan satu jenis permainan menyusun balok-balok kecil atau yang lebih kita kenal dengan nama mainan bricks.

Siapa yang tidak kenal dengan mainan anak dengan merk Lego? Hampir semua orang mengenal merk permainan anak yang satu ini. Tidak jarang orang dewasa pun ikut serta bermain dengan mainan Lego.

Banyak hal positif yang bisa diambil dari permainan Lego. Beberapa hal tersebut ialah melatih kesabaran, ketekunan dan kreativitas. Dalam cerita kali ini dialami oleh anak kami sendiri. Sejak usia lebih kecil dari 5 tahun, kakak sudah mulai tertarik dengan permainan Lego.

Mainan anak dengan model bricks ini sangat membantu melatih kreativitas anak kami. Awalnya tentu model bermainnya masih sangat acak alias belum mengerti konsep bermain bricks. Kami biarkan saja seperti itu, untuk melatih kemampuan motorik dan meningkatkan daya imajinasinya. Selain itu, kami bisa sambil mengelola pekerjaan utama untuk jual minyak kemiri dan produk perawatan rambut alami lainnya.

Baru dalam beberapa waktu terakhir ini, kakak sudah jauh lebih paham tentang rule of game saat bermain bricks seperti Lego. Dengan pemahaman yang semakin baik, kakak bisa menerapkan hal-hal menakjubkan (bagi kami, orangtuanya) saat bermain Lego.

Mengapa Memilih Mainan Bricks untuk Anak?

Awalnya kami ingin mencari aneka jenis kegiatan untuk melatih kreativitas anak. Setelah mengumpulkan informasi, jatuhlah salah satu pilihan kami untuk memilih mainan bricks. Ada beberapa penyebab kami suka dengan mainan anak jenis bricks.

  • Bentuk mainannya sangat bervariasi, mulai dari bentuk bricks dan pilihan warna;
  • Jenis mainan bricks juga sangat beragam, mulai dari yang dasar hingga jenis yang rumit pun ada;
Baca juga  Asmila Hotel Bandung, Tempat Singgah Nyaman Sebelum Wisata ke Lembang

Mainan bricks, mulai dari bentuk dasar seperti kotak, segitiga, atau bentuk aneh lainnya pun bisa kita temukan. Jadi saat praktek bermain dan melatih kreativitas anak, kami bisa bereksperimen banyak sekali. Kami memakai berbagai macam susunan untuk dibentuk menjadi bangunan yang unik.

cara mudah melatih kreativitas anak - catatan bunda

Merk dan Harga Mainan Bricks

Banyak banget mainan jenis bricks yang kita jumpai di marketplace. Mulai dari merk kelas atas seperti Lego hingga ke bawah-bawahnya pun bertebaran di banyak toko. Lalu, bagaimana cara kami memilih mainan bricks yang bisa dibuat media bermain untuk melatih kreativitas anak?

Apakah kami selalu memilih mainan dengan merk Lego? Tentu tidak. Bahkan seringnya kami menggunakan merk mainan bricks untuk anak yang lainnya. Masih banyak pilihan yang bisa digunakan, tentu disesuaikan dengan kebutuhan.

Setidaknya ada beberapa trik kami memilih mainan bricks untuk anak. Apakah anda menggunakan trik yang sama dengan kami? 😀

#1 Cari Tahu Apa Kebutuhan Anak

Misalkan saat kakak masih usia balita, kami ingin melatih kemampuan motorik kasarnya. Jadi, menurut kami akan tidak cocok bila kakak menyusun mainan bricks atau Lego yang berukuran kecil.

Akhirnya, kami lebih memilih mainan bricks dengan aneka bentuk yang sangat sederhana. Kakak pun tertarik saat melihat aneka warna dari mainan bricks tersebut, selain bentuknya yang berukuran besar sehingga mudah dipegang oleh anak.

Saat kakak mulai beranjak besar, baru kami memilih mainan bricks yang berbeda dari sebelumnya. Sampai terkadang kami kebingungan memilih bentuk yang unik karena pilihannya sangat banyak. Bentuk yang sering kami pilih saat memilih bricks ialah mainan bricks dengan bentuk bangunan dan kendaraan.

#2 Perhatikan Keamanan Mainan

Secanggih atau semahal apapun mainan anak, pemanfaatannya akan diserahkan kembali kepada kita (para pembeli). Demikian pula dengan anak yang baru latihan motorik kasar lewat permainan anak berbentuk bricks.

Jika anak yang masih berlatih motorik kasar sudah diberikan bentuk mainan lego yang rumit, tentu tidak akan cocok. Selain dari kemampuan motorik anak yang belum sempurna, faktor keamanan untuk anak akan lebih mengkhawatirkan.

Yang namanya anak kecil (usia balita), belum mengenal yang namanya bahaya. Mereka akan sering memasukkan apa saja ke dalam mulut. Bisa jadi mainan bricks salah satunya. Bila sudah mendapatkan mainan bricks yang bagiannya berukuran kecil-kecil, maka resiko bahaya akan lebih tinggi karena akan mudah tertelan oleh anak.

Sebagai orangtua, tentunya harus bisa lebih memahami hal ini. Jadi saat memilih mainan untuk melatih kreativitas anak, para orangtua bisa lebih memperhatikan keamanan mainan tersebut bagi putra dan putrinya.

Baca juga  Tutorial Membuat Bintang Kertas, Mainan Sederhana untuk Anak

#3 Pilih yang Sesuai Anggaran

Seperti kita ketahui, mainan bricks dengan merk Lego memiliki harga mainan yang lebih mahal dibanding merk lainnya. Kami pun sangat sadar dengan hal tersebut. Jadi kami melunakkan standar dengan mencari merk mainan bricks lain sebagai media melatih kreativitas anak.

Saat dicari, kami menemukan banyak sekali merk mainan anak lain yang relatif bagus kualitas produknya. Walaupun tidak selembut merk Lego ya. Saat kami coba, tentu ada perbedaan dalam beberapa hal.

Akan tetapi, dengan kualitas yang relatif bagus, merk tersebut bisa memberikan penawaran harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan Lego. Anda pun bisa menggunakan tips dan trik sederhana tersebut saat memilih bricks untuk mainan anak.

Asyiknya Anak Saat Bermain Lego

Seperti yang kami sampaikan pada cerita sebelumnya, beberapa waktu lalu anak kami melakukan proses sunat. Kakak mendapat banyak hadiah ketika selesai sunat. Salah satunya ialah hadiah dari Uwak (baca: paman) yang tinggal di Duri, Riau.

Uwak menghadiahi kakak berupa mainan bricks dengan merk Lego sebagai apresiasi keberanian kakak untuk sunat dalam usia 5 tahun. Bentuk mainan Lego yang dipilih sebagai hadiah pun bermacam-macam. Kakak sendiri yang memilih mainannya waktu itu.

Tentunya kakak senang sekali mendapat hadiah berupa mainan Lego. Kami pun bahagia, hehehe 😀

Kami bisa menggunakan mainan tersebut sebagai media untuk melatih kreativitas anak. Kebetulan mainan yang dipilih berbentuk dasar hingga yang berbentuk rumit seperti superhero Batman dan bentuk lain seperti kapal polisi.

Mainan Lego berbentuk dasar ini dikenal dalam tipe Lego Classic. Bentuknya sederhana dan bisa dirakit menjadi berbagai jenis bentuk. Serunya lagi dari mainan Lego Classic, mereka menyertakan buku manual yang bisa dijadikan contoh.

Kakak pun bahagia banget bisa bermain Lego Classic hingga Lego City dan Lego Superheroes sebagai ajang untuk melatih kreativitas anak. Mulailah kami mendampingi kakak untuk merakit mainan lego hadiahnya. Salah satunya saat kakak bermain merakit mainan lego saat sedang kulineran bersama keluarga di Waroeng Pinus.

bermain lego duplo untuk balita - catatan bunda

Pengalaman Menarik Saat Merakit Lego

Ada banyak hal menarik yang kami temukan saat mendampingi kakak merakit mainan legonya. Beberapa diantaranya ialah sebagai berikut:

#1 Ketelatenan yang Sangat Tinggi

Seperti yang kita ketahui bersama, bermain lego akan membutuhkan ketelatenan yang sangat tinggi. Merakit satu bagian ke bagian yang lainnya bisa memberi makna yang berbeda pada tiap orang. Ada yang menganggap proses tersebut adalah hal yang membosankan, orang yang lain melihatnya sebagai kegiatan yang sangat mengasyikkan.

Nah, kakak termasuk pada bagian yang melihat merakit mainan lego sebagai kegiatan yang mengasyikkan. Oleh sebab itu, kakak bisa tahan berjam-jam saat melakukan proses melatih kreativitas anak yang satu ini. Jika belum selesai, maka dia tidak akan berhenti untuk ngoprek permainan legonya.

Baca juga  Car Free Day Bandung, Tujuan Sempurna Menikmati Akhir Pekan

#2 Sanggup Mengikuti Manual Book

Pada mainan Lego Classic, kami bisa menemukan adanya manual book. Buku ini akan memberikan panduan sederhana untuk merakit lego menjadi satu bentuk tertentu. Mulai dari bentuk yang sederhana hingga bentuk yang lebih rumit.

Nah, awalnya kami mendampingi kakak saat bermain lego sambil melihat manual book. Saat kakak mulai asyik dengan legonya, kami mulai memperhatikan apa yang dilakukannya. Kakak bisa mengikuti petunjuk yang ada di buku dengan sangat baik.

Kakak membuka halamannya satu persatu, sambil melihat bentuk lego yang ada di buku. Setelah itu, kakak mencari bagian tersebut ke tumpukan mainan lego miliknya. Saat ketemu, kakak bisa memasangnya ke bentuk yang sedang disusun. Demikian seterusnya sampai bangunan tersebut selesai.

#3 Sering Berimajinasi Dengan Aneka Bentuk

Melatih kreativitas anak dengan permainan lego sangat membantu kami. Saat melalui prosesnya, kami bisa mengobservasi perkembangan yang dialami oleh kakak. Terkadang kami pun dibuat kaget saat melihatnya.

Salah satunya ialah kakak seringkali berimajinasi sendiri dengan aneka bentuk. Tanpa melihat manual book, kakak merakit bentuk secara bebas, tanpa ada batasan. Kakak ngoprek dalam waktu lama dan setelah jadi, kakak pun bisa menceritakan kepada kami.

Saat itulah kadang kami terkesima. Kakak tahu apa yang sedang dikerjakannya. Dia bisa menceritakan apa yang sedang dibangunnya dengan jelas. Kami pun berusaha menjadi pendengar yang baik saat kakak sedang bercerita.

Sebagai orangtua, tetap harus melakukan pengawasan kepada anak saat bermain apapun. Bahkan sebaiknya orangtua harus mendampingi anak saat bermain. Biasanya anak akan banyak bertanya dan bercerita saat bermain. Di sinilah pentingnya orangtua mendampingi anak saat bermain.

Orangtua akan berperan penting dalam keberhasilan proses ini. Proses interaksi yang terjalin dengan baik akan membantu melatih kreativitas anak. Kami pun masih terus belajar untuk mengembangkan kemampuan kami dalam mendampingi dan mengedukasi anak.

Patut diingat, aktivitas untuk melatih kreativitas anak tidak hanya terbatas di bermain mainan bricks seperti Lego saja. Banyak kegiatan lain yang bisa orangtua lakukan bersama dengan anak-anak. Salah satu kegiatan fisik yang bisa dinikmati bersama keluarga ialah dengan bersepeda di Car Free Day.

Ya, demikian sharing pengalaman kali ini. Semoga cerita tentang melatih kreativitas anak dengan lego bisa memberikan insight berharga bagi para pembaca sekalian. Terimakasih banyak telah berkenan membaca cerita kami sampai habis.

Sampai ketemu di cerita berikutnya ya 😀

(Visited 186 times, 1 visits today)

2 Comments

  1. Wah kalo mainan ini mah kesukaan anakku. Kalo liat emaknya baca ini pasti kepengen nih anak. Hihi… anak ku dr usia 3 th udh di kenalin mainan Lego n emng bner manfaaynya byk bgt. Tapi yg sy beliin Lego yg besar2 itu soalnua klo yg kaya Lego city takut kemakan. Nah sekrng kan umurnya udah 5 thn Rencananya Lego cty ini mau saya beliin buat hadiah, emng harganya Lumayan mahal jd masih dlm poroses menabung 😂
    Ulasannya aku suka 😊 lengkap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe Channel Youtube

Copyright 2017 Blog Catatan Bunda