Mangut pedas khas Semarang menjadi tujuan kuliner pertama kami setelah selesai liburan di Blitar. Petualangan di Blitar akhirnya selesai. Mulai dari wisata ke Kampung Coklat, Pantai Serang, dan Bukit Teletubbies berhasil kami datangi. Belum ditambah dengan wisata kuliner ke beberapa tempat makan maknyuss di Blitar. Seperti sop ayam Raja, tahu lontong khas Blitar, dan lain-lain.

Tidak lupa ialah bisa bertemu dan silaturahmi dengan keluarga besar yang masih tinggal di Blitar. Selain itu, kami sekeluarga bisa berziarah ke makam nenek yang ada di Blitar. Walaupun waktu liburan keluarga singkat saja. Akan tetapi, perjalanannya sangat padat dan meninggalkan kesan yang mendalam bagi keluarga.

Pada hari Kamis, kami kembali pulang ke Semarang. Memulai perjalanan dari Blitar sebelum sholat subuh. Dengan harapan bisa lebih segar selama di perjalanan yang panjang. Kali ini kami tidak mampir lagi ke Ngawi. Akan tetapi, kami langsung menuju ke Semarang untuk menghemat waktu.

Seperti apa perjalanan keluarga kami? Hingga akhirnya bisa menikmati mangut pedas khas Semarang? Ikuti terus cerita selengkapnya di sini.

warung mangut pedas khas semarang bu nasimah cabang kyai saleh - catatan bunda

Pengalaman Menikmati Mangut Pedas Khas Semarang

Jarak dari Blitar menuju Semarang lumayan jauh. Jika menempuh perjalanan darat nonstop, akan membutuhkan waktu 7 hingga 8 jam dengan menggunakan mobil. Dengan berangkat sebelum subuh, kami bisa tiba di Semarang kurang lebih saat siang hari. Tubuh juga tidak akan terlalu lelah karena cuaca panas di sepanjang perjalanan.

Tantangan perjalanan paling berat memang ketika akan tiba di Semarang. Ketika itu sudah mulai siang hari. Panas terik cuaca di luar mulai terasa. Selain itu, perut mulai terasa lapar. Terbayang bagaimana saat tiba di rumah nanti. Tidak ada masakan sama sekali, ditambah semuanya kelelahan setelah perjalanan jauh dari Blitar ke Semarang. Setelah diskusi singkat, akhirnya kami putuskan untuk makan siang terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah. Jadi, saat tiba di rumah, tidak perlu kebingungan lagi untuk mencari atau memasak makan siang keluarga.

Topik berikutnya, ke mana tujuan makan siang kami? Jika mau ke kedai tahu gimbal, rasanya sayang. Buat kami, tahu gimbal lebih enak dinikmati saat malam hari. Jadi, tahu gimbal kami tunda dahulu. Tiba-tiba suami nyeletuk, “gimana kalo makan siang di warung mangut aja?

Tanpa pikir panjang, semuanya setuju. Dahulu kala, kami pernah makan mangut di warung tersebut. Jadi, paling tidak kami sudah tahu seperti apa rasanya. Pada kesempatan sebelumnya, waktu kami sering tidak tepat untuk wisata kuliner ke warung mangut tersebut. Jadi selalu kami urungkan. Baru pada kesempatan kali ini, momennya terasa sangat tepat. Posisi sudah siang hari, dalam perjalanan pulang dari Blitar. Semuanya lapar dan belum sempat makan siang. Kami pun langsung mengarahkan mobil menuju ke lokasi warung mangut pedas khas Semarang untuk makan siang.

pilihan menu makanan di warung mangut pedas khas semarang bu nasimah - catatan bunda

Alamat Warung Mangut Pedas Khas Semarang

Ada banyak warung yang menjual menu mangut. Warung langganan kami yang mana? Warung mangut yang menjadi langganan keluarga kami ialah warung mangut bu Nasimah. Pusatnya berada di Jalan Sampangan kota Semarang. Akan tetapi, kali ini kami tidak menuju ke Jalan Sampangan.

Kami menuju ke lokasi cabangnya. Ya, warung pedas khas Semarang milik Bu Nasimah ini punya cabang di Jalan Kyai Saleh nomor 10 Semarang. Lokasinya lebih dekat ke pusat kota Semarang, jadi memudahkan bagi kami untuk mendatanginya.

Pada alamat tersebut, warung mangut pedas khas Semarang ini tidak sendiri. Lahannya cukup luas dan digunakan oleh banyak warung makan. Secara konsep, bentuk lahannya seperti foodcourt. Bagi para pengunjung, tidak perlu khawatir akan lahan parkir. Ukuran tempat parkir kendaraannya besar, sehingga bisa menampung banyak mobil dan motor sekaligus. Begitu kami tiba di lokasi, mobil langsung diparkir dan kami turun menuju ke warung tempat tujuan.

Jenis Makanan dan Harga Menu

Sepertinya banyak yang bertanya-tanya, apa sih yang dimaksud dengan mangut? Nama menu makanannya jarang didengar. Kecuali bagi anda yang gemar memasak, pasti pernah mendengar nama menu yang satu ini.

Jadi, mangut ialah mengolah suatu bahan makanan inti dengan cara diasap. Setelah itu, bahan yang sudah diasap akan diberi kuah dengan bumbu tertentu. Bahan makanan yang digunakan bisa bermacam-macam. Ada yang memilih memakai berbagai jenis ikan. Pada lain menu, ada yang menggunakan belut sebagai bahan utama. Dalam hal ini, warung mangut pedas khas Semarang bu Nasimah memakai belut sebagai bahan pokoknya.

wisata kuliner legendaris mangut pedas khas semarang - catatan bunda

Saat anda masuk ke warungnya, anda akan melihat berbagai macam pilihan menu makanan. Warung ini tidak hanya menyediakan menu mangut belut saja. Saking banyaknya, bisa jadi anda akan kebingungan dalam memilih menu makanan. Beberapa menu yang disajikan di Warung Mangut Pedas khas Semarang ialah sebagai berikut:

  • Mangut belut;
  • Mangut kepala manyung;
  • Mangut ikan pari;
  • Mangut panggang;
  • Bebek rica-rica;
  • Garang asem;
  • Empal goreng;
  • Opor ayam;
  • Oseng kikil;
  • Sayur sop;
  • Sayur asem;
  • Sayur bayam;
  • Sayur tahu;
  • Sayur daun singkong;
  • Terong balado;
  • Udang bago;
  • Kerang srimping;
  • Oseng pare;
  • Oseng keong;
  • Sambal tumpang;
  • Botok tahu;
  • Botok teri;
  • Botok udang;
  • Botok cumi;
  • Pepes ikan.

Banyak sekali ya variasi menunya? Selain menu makanan yang sangat banyak, demikian halnya dengan menu minuman. Beberapa menu minuman yang disediakan di Warung Mangut Pedas khas Semarang ialah sebagai berikut:

  • Es teh / teh manis panas;
  • Es jeruk / jeruk panas;
  • Temulawak;
  • Beras kencur;
  • Kunir asem;
  • Dan lain-lain.

Karena kami ingin menikmati mangutnya, kami tidak memesan yang lain. Harga dari menu mangut juga relatif terjangkau. Satu porsi nasi plus 1 potong mangut dan sayur tempe bisa didapatkan dengan harga Rp 20.000 saja. Jika anda memesan tanpa nasi, harganya menjadi Rp 15.000 per porsi.

Jangan khawatir dengan ukuran porsinya. Satu porsi sajian di warung mangut pedas khas Semarang lumayan besar. Kami langsung kekenyangan setelah menikmati satu porsi, tidak perlu nambah lagi.

Untuk anak-anak bagaimana? Untungnya menu makanan yang disajikan di warung tersebut sangat banyak. Khususnya pilihan sayur yang tidak pedas. Menu tersebut bisa kami gunakan untuk makan anak-anak. Tambahkan dengan nasi dan lauk pauk yang tersedia, urusan makan untuk anak-anak sudah terselesaikan. Kami tinggal bergantian untuk menyuapi anak-anak makan.

menu makanan pedas di warung mangut pedas khas semarang - catatan bunda

Kesan Citarasa Mangut Pedas Khas Semarang

Kami pesan makanan yang dipilih satu persatu. Konsepnya adalah tiap pengunjung datang ke meja menu. Di meja tersebut sudah ada karyawan yang bertugas menyajikan makanan. Selanjutnya, kami tinggal memilih makanan apa saja yang mau dipesan. Pramusaji akan meramu pesanan kami lalu menyerahkan piringnya setelah menu pesanan kami lengkap.

Semuanya pesan menu nasi dan mangut. Nah, ada cerita tersendiri mengapa kami menyebutnya warung Mangut Pedas khas Semarang. Tidak lain dan tidak bukan karena rasa pedas dari olahan mangut. Warung tersebut menyajikan beberapa level kepedasan. Mulai dari yang tidak pedas, pedas, dan level sangat pedas.

Kami pernah pesan yang level sangat pedas, tetapi tidak sanggup. Level sangat pedasnya tidak main-main. Rasa pedasnya sangat tinggi dan betul-betul pedas. Sampai-sampai seluruh kepala terasa panas dan telinga berdenging. Ketika itu, kami tidak sanggup menghabiskan makanan yang dipesan karena terlalu pedas.

Belajar dari pengalaman tersebut, kami sadar diri. Menu mangut yang kami pesan cukup yang pedasnya level menengah saja. Harapannya supaya rasa pedasnya tetap dapat. Disamping itu, kami tetap bisa menikmati makanan yang kami pesan. Bagaimana citarasa makanan yang disajikan saat wisata kuliner di warung tersebut?

menu mangut ekstra pedas di warung mangut pedas khas semarang bu nasimah - catatan bunda

Dugaan kami benar. Saat memesan level pedas yang menengah, kami lebih bisa menikmati makanannya. Memang pedasnya masih lumayan terasa. Akan tetapi, masih bisa ditahan dan kelezatan makanannya tidak kalah karena rasa pedas. Aroma asap masih sangat terasa pada mangut, memberikan tambahan rasa yang unik saat masuk ke dalam mulut.

Daging mangut yang kami makan rasanya empuk. Sama sekali tidak alot. Ada rasa gurih yang terasa di lidah. Bumbu-bumbu yang tercampur menjadi satu pada daging mangut dan kuah menambah rasa tersendiri saat menikmati makanannya.

Nasi yang hangat disiram kuah mangut dan sayur tempe pun lezat. Paduan yang sempurna sekali untuk makan siang. Berhubung kami semua sudah kelaparan, kami menikmati makanan dengan sangat lahap. Dalam waktu singkat, sudah habis tidak tersisa.

Bagi anda penikmat pedas ekstrim, anda bisa menikmati menu mangut pada level yang sangat pedas. Dengan demikian, anda bisa menilai sendiri, seperti apa level pedas di warung tersebut? Apakah sudah sesuai dengan ekspektasi atau masih kurang pedas? 😀

Secara keseluruhan, kami sangat merekomendasikan untuk wisata kuliner di warung Mangut Pedas khas Semarang. Sensasi rasanya tiada banding. Kami sangat menikmati makanan yang ada. Demikian juga dengan pengunjung yang lain. Siang itu, kondisi warung sangat ramai oleh para pelanggan. Salah satu indikator yang menunjukkan bahwa warung tersebut sudah memiliki banyak pengunjung setia yang ingin menikmati mangut lezat di dalamnya.

Selesai makan, kami langsung menuju ke kasir. Pembayaran dilakukan dengan uang tunai saja. Warung tersebut masih belum menerima pembayaran dengan mesin kartu debit. Sama seperti saat kami menikmati Sop Ayam Raja di Blitar. Selesai membayar, kami langsung pulang ke rumah. Perut kenyang, perasaan juga puas setelah menikmati kelezatan di warung Mangut Pedas khas Semarang milik Bu Nasimah.

Demikian pengalaman wisata kuliner di Semarang kali ini. Semoga cerita singkat ini memberikan referensi berharga bagi anda semua. Apalagi bagi anda yang sedang berkunjung atau liburan di Semarang. Pastikan anda tidak melewatkan kesempatan untuk kulineran di warung mangut pedas khas Semarang milik Bu Nasimah. Selamat mencoba yaa 😀

(Visited 11 times, 2 visits today)