Free Update

Dapatkan update mingguan GRATIS dari Catatan Bunda yang akan dikirim langsung ke alamat email Anda

Liburan dan Edukasi Anak, Napak Tilas Masa Kecil di Semarang

Liburan dan edukasi anak. Bisa dilakukan oleh orang tua untuk meningkatkan kualitas ikatan dengan anak, terlebih saat anak masih kecil dan berada di masa usia perkembangan.

Berinteraksi di sini bisa melalui banyak cara. Beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua ialah dengan liburan bersama keluarga, menceritakan kisah menarik, dan bermain bersama anak.

Kali ini, kami mengajak anak-anak untuk liburan ke Semarang, tempat kelahiran ayah.

Kebetulan adik bungsu dari ayah mau wisuda sarjana saat itu, jadi kami bisa dapat banyak tujuan sekaligus.

Menghadiri wisuda adik, bertemu dengan orangtua, anak-anak bisa bermain dengan eyang, sekaligus berlibur dan menikmati wisata kuliner di Semarang.

Tentunya tujuan kuliner di Semarang akan berbeda dengan kuliner di Bandung seperti mie Aceh favorit keluarga kami.

Jadi, liburan dan edukasi anak seperti apa yang kami lakukan selama di Semarang? Ikuti cerita edukasi anak di Semarang versi kami selengkapnya.

foto di dalam SMA 3 Semarang - Catatan Bunda

Liburan dan Edukasi Anak di Semarang

Perjalanan liburan dan edukasi anak di Semarang kali ini kami mulai dengan naik kereta api dari Stasiun Bandung hingga Stasiun Tawang di Semarang.

Anak-anak bisa mendapatkan pengalaman dengan traveling naik kereta api, bisa melihat seperti apa bentuk kereta api, bagaimana suara kereta api, tempat duduk kereta api, dan lain sebagainya.

Bagi saya dan suami, naik kereta api lebih menghemat tenaga kami jika dibandingkan harus menyetir mobil sendiri dari Bandung ke Semarang.

Jadi kami bisa fokus menemani anak saat melakukan perjalanan di kereta api.

Setibanya di Semarang, kami berencana untuk melakukan satu perjalanan khusus liburan dan edukasi anak sekaligus. Apa itu?

Kami ingin membawa anak untuk berkeliling ke sekolah-sekolah ayah, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Alat edukasi anak yang ingin kami gunakan saat itu ialah melalui cerita dan menunjukkan gedung tempat ayah bersekolah.

 

Berkunjung ke Taman Kanak-Kanak

TK ayah bernama TK Trisula Perwari. Alamat lengkapnya ada di depan rumah eyang, hehehe.

Jadi dulu saat ayah TK, berangkat ke sekolahnya menunggu bel masuk dibunyikan. Suaranya terdengar sampai ke rumah 😀

Kami jalan kaki saja ke TK saat masih pagi sambil melihat-lihat ruangan kelas ayah saat di TK.

Ayah pun asyik bercerita ke anak tentang saat bersekolah di TK.

Bagaimana gurunya yang baik dan sabar mendidik anak-anak.

Bagaimana ayah dulu berangkat sekolah, sambil menunggu bel masuk berbunyi.

Seperti apa teman-teman ayah.

Punya banyak teman dan bermain bersama itu mengasyikkan.

Dan lain-lain

Di halaman TK ada arena permainan untuk anak-anak, seperti perosotan, jungkat-jungkit, dan beberapa mainan lainnya.

Jadi, kami menghabiskan waktu untuk bercerita ke anak sambil bermain di arena kecil tersebut.

Kakak pun bisa mendengarkan cerita sambil bermain.

Saat matahari mulai terasa panasnya, kami pun pulang ke rumah eyang untuk mandi dan kegiatan lainnya.

 

Berkunjung ke SD Sompok Semarang

Berikutnya, kami meneruskan liburan dan edukasi anak dengan berkunjung ke sekolah ayah saat SD. Ayah bersekolah di SDN Sompok Semarang, dari tahun 1992 hingga tahun 1998.

Dulu SDN Sompok terdiri dari SDN Sompok 1 sampai SDN Sompok 4. Ayah masuk di SDN Sompok 4.

Saat ini, ternyata nama sekolahnya sudah berubah menjadi SDN Lamper Kidul 02 Semarang.

foto di depan gerbang SD Lamper Kidul Semarang - alat edukasi anak - Catatan Bunda

Di sini ayah bercerita ke kakak, setelah selesai belajar di TK, kakak akan meneruskan ke sekolah dasar. Seragam ayah dulu warnanya putih dan merah.

Dulu ayah selalu dapat peringkat tiga besar saat di SD dari kelas 1 sampai kelas 6. Hingga saat kelulusan SD, ayah lulus sebagai peringkat terbaik ke-3 di kelasnya, SDN Sompok 4.

Ayah sering ikut lomba dan aneka kegiatan saat SD seperti lomba pramuka, ikut kegiatan dokter kecil dan aneka kegiatan lainnya.

Sambil duduk di halaman sekolah, ayah bercerita ke kakak, dulu saat berangkat sekolah selalu diantar oleh Eyang Kung dan Uti. Baik naik motor ataupun naik mobil.

duduk di halaman SD Lamper Kidul Semarang - Catatan Bunda

Saat pulang sekolah, baru pulang sendiri. Naik bus sendiri pernah, naik jasa antar jemput sekolah juga pernah.

Ayah pun cerita mengenai gurunya saat SD yang sangat berkesan, namanya Pak Santoso. Beliau mengajar ayah saat kelas 5 dan kelas 6.

Sampai saat ini pun masih beberapa kali berinteraksi dan bertegur sapa di media sosial walaupun jarak ayah dan Pak Santoso berjauhan, antara Bandung dengan Semarang.

Semoga beliau selalu sehat dan panjang umur.

foto di depan SD Lamper Kidul Semarang - Catatan Bunda

Sayangnya saat kami datang ke SD, pintu gerbang ke bagian dalamnya sedang dikunci, jadi kami tidak bisa jalan-jalan masuk ke bagian dalam SD ayah.

Kami hanya duduk, jalan, dan bercerita di halaman SD saja untuk menikmati momen liburan dan edukasi anak di Semarang.

 

Berkunjung ke SMP 2 Semarang

Selesai dari SD, kami melanjutkan perjalanan liburan dan edukasi anak ke sekolah ayah selanjutnya, yaitu di SMP 2 Semarang.

Ayah sekolah di SMP 2 dari tahun 1998 sampai tahun 2001.

Di sini kami berkeliling di halaman sekolah yang ada lapangan basket dan ruang kelas di bagian depan.

foto di depan SMP 2 Semarang - alat edukasi anak - Catatan Bunda

Bagian dalamnya masih sangat luas dan banyak ruang kelas, tetapi tidak bisa masuk karena dikunci.

Ayah cerita ke kakak, saat SMP dulu sering main bola basket sama teman-teman. Ga jago-jago amat, yang penting bahagia 😀

Selain bola basket, ayah juga sering ikut main sepakbola dan badminton di sekolah.

Di sini ayah juga menceritakan ke kakak bagaimana saat mendaftar ke SMP 2 Semarang.

Awalnya ditanya oleh Eyang Kung dan Uti, mau melanjutkan sekolah ke mana. Ayah menyebutkan, ayah mau lanjut sekolah di SMP 2 Semarang.

Setelah itu, eyang Kung dan Uti sampaikan ke ayah untuk mendaftar sendiri ke sekolah impiannya. Akhirnya ayah berangkat sendiri ke SMP 2 untuk mengurus dan memasukkan berkas pendaftarannya.

Ada lagi cerita lainnya.

Saat berangkat sekolah, saat SMP sudah bisa berangkat sendiri. Kadang naik bus kota, beberapa waktu lainnya naik sepeda.

Jarak dari rumah ke sekolah tidak terlalu jauh, jadi ayah bisa naik sepeda sendiri saat berangkat ke sekolah.

 

Berkunjung ke SMA 3 Semarang

Yang terakhir dari perjalanan liburan dan edukasi anak kali ini, kami jalan-jalan ke SMA 3 Semarang. Tempat ayah bersekolah semasa SMA.

Ayah sekolah di sini dari tahun 2001 dan lulus pada tahun 2004. Setelah itu baru merantau ke Bandung untuk kuliah hingga hidup berkeluarga saat ini.

Saat mau masuk ke SMA 3, ayah ditanya lagi oleh eyang Kung dan Uti, mau melanjutkan ke mana?

Ayah saat itu awalnya tidak mendaftar ke SMA 3 Semarang dulu, tetapi sempat mendaftar untuk ikut tes di SMA Taruna Nusantara yang ada di Magelang.

Sayangnya, saat seleksi tahap pertama ayah sudah gugur. Oleh sebab itu, ayah mengalihkan targetnya untuk masuk ke SMA 3 Semarang.

Sama seperti pendaftaran SMP, ayah mengurus sendiri proses pendaftaran ke SMA 3 Semarang. Naik angkutan kota saat itu.

Setelah mengikuti proses, alhamdulillah ayah bisa masuk dan bersekolah di sekolah favorit kota Semarang ini.

Liburan dan Edukasi Anak di Semarang - Catatan Bunda

Ketika kami sampai ke SMA 3 Semarang, kami bisa berkeliling hingga ke bagian dalam.

Di sini kami bisa melihat aneka ruang kelas, kantin sekolah, tempat parkir yang luas, hingga masjid yang ada di bagian dalam sekolah.

Saat sekolah di SMA 3 Semarang, ayah aktif di kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Terlebih saat kelas 1 dan kelas 2 SMA.

Di masa liburan dan edukasi anak kali ini, kami pun menjelaskan dan mendorong semangat kakak untuk aktif berkegiatan saat di sekolah nanti.

Kelas 1 SMA masih menjadi junior dan mengikuti masa pendidikan, lalu saat kelas 2 menjadi salah satu anggota kepengurusan ambalan Pramuka SMA 3 Semarang, yang dikenal dengan Korps Soeringgit 149.

Ayah pun cerita ke kakak tentang bagaimana kegiatan pramuka itu, cerita tentang berkemah di alam bebas. Saat malam bisa melihat pemandangan yang indah dengan udara yang sejuk.

Lalu saat kegiatan di pagi harinya bisa berjalan kaki ke bukit, pematang sawah dan banyak lagi area alam lainnya.

Cerita lainnya ialah bagaimana masa sekolah itu, pelajaran seperti apa yang ayah pelajari, bagaimana bisa bermain dengan teman-teman, dan banyak cerita lainnya yang menarik perhatian kakak.

Tidak lupa ayah menceritakan tentang tiang bendera yang ada di halaman sekolah, karena hal tersebut yang menarik perhatian kakak saat jalan dan memasuki halaman SMA 3 Semarang.

Tiang bendera itu untuk apa, digunakan saat apa, dan aneka pertanyaan lainnya yang keluar dari mulut kakak.

Tak terasa kami sudah menghabiskan beberapa jam saat berkeliling dari SD hingga SMA tempat ayah bersekolah dulu sebagai rangkaian proses liburan dan edukasi anak di Semarang.

Setelah selesai berkeliling, kami langsung pulang lagi ke rumah eyang untuk beristirahat.

Alhamdulillah, satu misi liburan dan edukasi anak untuk menceritakan masa kecil ayah saat bersekolah bisa terlaksana.

Kakak jadi bisa mengetahui bagaimana masa kecil ayah, terlebih saat masa sekolah dari kecil hingga beranjak dewasa. Mulai dari bermain mainan sederhana seperti membuat bintang kertas sampai proses sekolah dari kecil.

Dengan berinteraksi lewat obrolan dan tanya jawab selama perjalanan liburan dan edukasi anak, mudah-mudahan kakak bisa lebih dekat dengan kami, orangtuanya.

Suatu waktu, kami ingin mengajak anak-anak untuk mengenang masa kecil saya saat di Medan dan Duri, tentu dengan aneka cerita kehidupan yang berbeda.

Demikian cerita perjalanan liburan dan edukasi anak di Semarang kali ini. Semoga ada manfaatnya dan memberikan inspirasi untuk para pembaca.

Sampai ketemu di episode selanjutnya ya 😀

(Visited 249 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe Channel Youtube

Copyright 2017 Blog Catatan Bunda