Grup Diskusi

Ada pertanyaan dari informasi di Catatan Bunda? Bisa ditanyakan langsung di Grup

Lembah Harau Dream Park, Surga Tersembunyi yang Sangat Mempesona

Selesai bermain dan menginap di Mifan Waterpark, kami melanjutkan perjalanan untuk wisata ke Lembah Harau Dream Park. Sumatra Barat menyimpan banyak tujuan wisata yang luar biasa. Wisata alamnya sangat luar biasa indah. Kami sangat menikmati petualangan liburan keluarga selama di Sumatra Barat. Termasuk saat berlibur dua malam di Lembah Harau.

Kesempatan ini merupakan liburan pertama kalinya di Lembah Harau. Jujur, kami tidak mengetahui sama sekali tentang obyek wisata alam yang satu ini. Saat perjalanan, kami hanya diceritakan oleh kakak bahwa keluarga besar akan menginap di rumah gadang. Akan tetapi, masih tidak terbayang sama sekali seperti apa lingkungan yang ada di sekitar Lembah Harau Dream Park.

Seperti apakah aktivitas keluarga saat liburan di Lembah Harau Dream Park? Ikuti cerita lengkapnya pada tulisan kali ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

pemandangan indah di lembah harau dream park 2019 - catatan bunda

PESONA KEINDAHAN LEMBAH HARAU DREAM PARK

Perjalanan kami dimulai dari Mifan Waterpark Padang Panjang. Check out dari penginapan kurang lebih pukul 10.00 WIB, kami langsung menuju ke obyek wisata berikutnya. Menurut driver yang mengantar kami sekeluarga, waktu normal dari Padang Panjang hingga tiba di Lembah Harau kurang lebih 3 hingga 5 jam saja. Berhubung waktu itu sedang masa liburan Idul Fitri, jadi kami tidak terlalu berharap. Kejadiannya bisa molor seperti saat perjalanan dari Pekanbaru menuju ke Padang Panjang beberapa hari sebelumnya.

Lembah Harau Dream Park lokasinya sangat jauh dari perkotaan. Lembah subur ini terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat. Lembah Harau memiliki jarak sekitar 138 km dari kota Padang, 47 km dari Bukittinggi, dan sekitar 18 km dari Kota Payakumbuh.

Jika tiba saat sore hari, kami masih bisa jalan-jalan dan menikmati pemandangan yang ada di Lembah Harau. Akan tetapi, kenyataan berkata lain. Perjalanan kami sangat panjang dan butuh waktu lama. Kemacetan menjadi teman akrab kami sekeluarga selama perjalanan. Rute melewati Bukittinggi kami hindari karena bisa dipastikan macetnya akan lebih parah. Hingga akhirnya, baru malam hari kami tiba di Lembah Harau Dream Park.

wisata alam payakumbuh yang indah - catatan bunda
wisata alam payakumbuh

Rumah gadang yang besar sudah menyambut kedatangan kami. Di dalamnya tersedia empat buah kamar ukuran besar. Tiap kamar dilengkapi dengan satu buah kamar mandi. Empat kamar tersebut tidak cukup untuk menampung seluruh anggota keluarga kami. Kamar tidur sepakat untuk digunakan oleh orangtua, sementara anak-anak tidur di ruang tengah. Ukuran ruang tengahnya luar biasa besar. Dilengkapi dengan karpet tebal dan bantal yang sangat banyak.

Setiba di penginapan, kami sekeluarga kelelahan dan langsung istirahat. Aktivitas bermain akan dilakukan keesokan paginya. Begitu pagi menjelang, barulah terlihat lingkungan sekitar rumah gadang yang kami tempati.

Lembah Harau Dream Park terlihat sangat indah ketika pagi hari. Kabut turun menghampiri dan membuat suasana pagi semakin syahdu. Anda sungguh rugi jika belum pernah wisata atau liburan ke obyek wisata alam satu ini. Udara di Lembah Harau juga sangat sejuk, cocok untuk melepas lelah dan beristirahat.

Lokasi yang jauh dari perkotaan memang menjanjikan suasana berlibur yang tenang. Akan tetapi, ada satu hal yang membuat β€œmati gaya”. Sinyal seluler di kawasan Lembah Harau sangat sulit, bisa dibilang tidak ada sinyal. Jika mau mendapat sinyal, kami harus bergerak keluar dari Lembah Harau dan menuju ke kota. Mungkin ini pertanda dari Allah SWT bahwa kami disuruh untuk menikmati liburan yang terbebas dari smartphone. Seluruh aktivitas bisa terfokus untuk menemani anak-anak bermain atau berbincang dengan anggota keluarga yang lain.

Kami keluar dari penginapan dan melihat sekeliling. Pemandangan lembah dan gunung dengan warna hijau membentang di hadapan. Selain itu, di kejauhan kami melihat ada air terjun. Tidak hanya satu buah, tetapi kami melihat ada tiga buah air terjun dengan letak yang berbeda-beda. Luar biasa!!

rumah gadang tempat menginap saat di lembah harau dream park 2019 - catatan bunda
rumah gadang tempat menginap

BERMAIN DI AIR TERJUN

Melihat air terjun, kami semua langsung kegirangan. Anak-anak pun demikian. Maklum saja, kedua anak kami belum pernah melihat air terjun secara langsung. Semuanya sepakat, agenda pagi akan diisi dengan bermain di air terjun.

Anak-anak langsung ganti kostum dengan pakaian renang. Kacamata renang tidak lupa untuk dibawa. Setelah semuanya siap, kami berangkat ke lokasi. Air terjun yang kami lihat dari rumah gadang letaknya tidak terlalu jauh. Cukup naik mobil 5 – 10 menit saja, kami sudah sampai ke lokasi.

Air terjun yang ada di Lembah Harau Dream Park menjadi daya tarik tersendiri. Buktinya, banyak pengunjung yang datang dan menikmati keindahan air terjun. Tidak sedikit juga yang berenang di sekitar air terjun. Kami pun merencanakan hal yang sama, yaitu merasakan sensasi dingin dengan berenang di dekat air terjun.

bermain di air terjun lembah harau 2019 - catatan bunda
kedinginan di air terjun

Setiba di lokasi, kami berjalan kaki melewati jalan setapak untuk menuju air terjun yang pertama. Sudah banyak kios sederhana dari para pedagang yang menyambut kami di kanan kiri jalan setapak tersebut. Para pedagang menjual aneka makanan, cemilan, hingga aksesoris untuk para pengunjung yang datang.

Tidak lama berjalan, kami sudah tiba di dekat air terjun yang pertama. Ada beberapa air terjun di kawasan Lembah Harau Dream Park. Air terjun tersebut ialah air terjun Sarasah Bunta, air terjun Sarasah Air Luluih, Air Terjun Sarasah Murai, dan Air Terjun Sarasah Aie Angek. Waktu menjelajah yang terbatas membuat kami tidak sempat berkeliling ke semua lokasi air terjun.

Hanya dua air terjun saja yang sempat kami datangi. Pada lokasi air terjun yang pertama, kami tidak jadi masuk dan berenang di sekitar air terjun. Hal ini disebabkan ukuran air terjun yang sangat besar, hembusan anginnya juga sangat kuat. Dari pengamatan kami, tidak terlalu banyak pengunjung yang terjun dan bermain air di sekitar air terjun.

air terjun lembah harau 2019 - catatan bunda
air terjun

Dari lokasi air terjun yang pertama, kami beranjak pergi menuju ke lokasi air terjun yang kedua. Lokasinya berdekatan, cukup berjalan kaki saja kami sudah sampai. Setiba di lokasi, kami melihat air terjun ini ukurannya terlihat lebih kecil dibandingkan yang pertama. Selain itu, sudah dibuatkan pembatas di sekeliling air terjun sehingga tampak seperti kolam renang. Para pengunjung juga lebih banyak yang bermain air di dalamnya.

Air terjun inilah yang akhirnya menjadi pilihan kami untuk bermain air. Sebelum masuk ke area air terjun, kami menyewa ban pelampung yang sudah disiapkan oleh penduduk lokal. Untuk ban ukuran kecil dan sedang harga sewanya Rp 10.000 / buah. Sedangkan ban ukuran besar bisa didapatkan dengan Rp 15.000 / buah. Bisa digunakan sepuasnya untuk bermain di area air terjun, tidak dibatasi oleh waktu.

Kami masuk bergantian ke dalam kolam air terjun tersebut. Ayah masuk terlebih dahulu bersama kakak Mirza. Ban pelampung dinaiki oleh kakak Mirza, sementara ayah berjalan mendorong ban pelampung ke berbagai arah. Ayah mau mengajak kakak Mirza untuk lebih mendekat hingga tiba di bawah air terjun. Akan tetapi, Mirza masih agak takut menghadapi derasnya air terjun. Dengan demikian, ayah hanya mengajak kakak Mirza jalan berkeliling di sekitar air terjun saja.

Sementara ayah dan kakak Mirza bermain air, saya menemani Chayra di tepian kolam air terjun. Hembusan angin dari air terjun cukup membuat Chayra kedinginan di pinggir kolam. Kami berdua melihat ayah dan kakak berjalan-jalan di dalam kolam. Kami berdua akhirnya melipir ke warung yang ada di sekitar air terjun.

Sambil menunggu, kami memesan cemilan dan minuman di warung tersebut. Minuman seperti teh hangat menjadi pilihan. Lalu ada jajanan unik yang jarang sekali kami temukan di Bandung. Ada jajanan berbentuk opak yang dituangi bihun dan kuah berbumbu dari sate padang. Rasanya unik dan nikmat juga. Pengalaman baru bagi kami yang doyan wisata kuliner.

Tidak lama kemudian, kakak dan ayah keluar dari kolam air terjun. Keduanya ikut bergabung di warung. Semakin siang, pengunjung di air terjun Lembah Harau Dream Park terus bertambah. Sambil istirahat, ayah mengajak Chayra untuk ikutan masuk ke kolam air terjun. Tidak disangka, Chayra bersedia untuk mencoba.

Permainan kloter dua pun dimulai. Ayah kali ini mendampingi Chayra untuk masuk ke kolam air terjun. Sementara itu, kakak Mirza menunggu sambil minum teh hangat di warung bersama anggota keluarga yang lain. Bagaimana dengan saya? Saya mengajak keponakan untuk masuk hingga ke bawah air terjun. Seru banget rasanya. Kekuatan air terjunnya sangat terasa saat terkena kepala.

Sementara itu, permainan ayah dengan Chayra tidak berlangsung lama. Mengapa? Setelah beberapa kali menyentuh air, Chayra kedinginan sekali. Mau tidak mau, ayah harus membawanya keluar dan menghangatkan tubuh πŸ˜€

wisata kuliner di air terjun lembah harau - catatan bunda
wisata kuliner

Air terjun di Lembah Harau Dream Park ini memiliki pemandangan alam yang sangat indah. Kami bisa merasakan keindahan tersebut saat wisata ke sana. Akan tetapi, ada sesuatu yang mengganjal di hati. Apa itu? Dari pengamatan kami, lingkungan yang ada di sekitar air terjun mulai terlihat kotor. Banyak sampah di mana-mana.

Bahkan, kami sempat melihat satu kejadian yang tidak pantas di depan mata sendiri. Kejadiannya saat sudah selesai bermain di air terjun. Kami antri di kamar mandi umum yang sudah disediakan. Setelah mengantri cukup lama, kami putuskan tidak jadi untuk ganti pakaian di kamar mandi. Kami akan mandi dan membersihkan badan di penginapan saja. Kembalilah kami ke warung tempat keluarga berkumpul.

Ketika itu, kami melihat ada satu pengunjung yang sedang menikmati makanan memakai bungkus daun pisang. Saat sudah selesai, tiba-tiba pengunjung tersebut membuang bungkus daun pisang tersebut ke tanah. Buang begitu saja, tanpa peduli akan dampak yang bisa terjadi di kemudian hari. Duh, jadi sakit kami melihat pemandangan itu.

Lokasi wisata air terjun sudah sangat indah. Akan tetapi, tidak semua pengunjung yang peduli terhadap kebersihan dan keindahan alami di obyek wisata tersebut. Tidak hanya satu kejadian itu saja yang kami lihat. Akan tetapi, di sekeliling lokasi warung pun terlihat banyak sampah yang tidak sedap dipandang.

Semoga tiap pengunjung dan semua masyarakat bisa lebih peduli terhadap masalah ini. Kebersihan merupakan dambaan setiap orang. Akan tetapi, hal itu tidak bisa terwujud tanpa kerjasama setiap warga masyarakat. Lebih mendalam lagi, faktor budaya dan pendidikan di dalam keluarga sangatlah penting dalam bidang menjaga kebersihan alam.

Petualangan kami di air terjun Lembah Harau Dream Park akhirnya selesai. Kami semua kembali ke penginapan untuk mandi dan membersihkan tubuh. Semua merasa gembira bisa melihat air terjun dari dekat, terutama anak-anak.

Petualangan kami di Lembah Harau Dream Park belum usai. Nantikan kisah petualangan keluarga kami di cerita berikutnya. Stay tune terus di Blog Catatan Bunda. Semoga kisah awal liburan kami di Lembah Harau Dream Park kali ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Sampai ketemu di cerita petualangan lainnya. Terima kasih banyak sudah menyimak πŸ˜€

(Visited 81 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Grup Diskusi

Channel Youtube

Copyright 2017 - Catatan Bunda