Grup Diskusi

Ada pertanyaan dari informasi di Catatan Bunda? Bisa ditanyakan langsung di Grup

Jendela Alam Lembang, Tempat Edukasi dan Bermain Seru Bagi Anak

Libur sekolah yang lalu, kami mengajak anak-anak untuk wisata ke Jendela Alam Lembang. Inginnya, tujuan wisata yang ada di Bandung dan Lembang bisa kami jelajahi satu persatu. Kebetulan momennya tepat. Anak kami masih libur sekolah, jadi waktunya bisa lebih leluasa.

Sudah pernah membaca petualangan kami di tempat wisata menarik yang ada di Bandung? Silakan jelajahi blog Catatan Bunda ya. Anda bisa menemukan berbagai tempat wisata yang sempat kami kunjungi bersama keluarga. Semoga pengalaman sederhana yang kami tuliskan bisa membawa manfaat bagi para pembaca semua.

Jadi ceritanya, kami merancang ide untuk staycation di Bandung selama 2 hari 1 malam. Sebelumnya, aktivitas staycation ini pernah kami lakukan dengan tempat tujuan yang berbeda. Kali ini, salah satu tujuannya ialah di Jendela Alam Lembang. Sebetulnya, kami sudah pernah main ke obyek wisata yang satu ini. Akan tetapi, saat itu dokumentasinya belum tertata dengan rapi.

Oleh sebab itu, kami putuskan untuk datang lagi ke Jendela Alam Lembang untuk kedua kalinya. Saat merancang tempat yang akan kami datangi, kami langsung memasukkan nama Jendela Alam Lembang sebagai salah satu tujuan. Anak-anak bisa bermain di tempat wisata, sementara kami bisa istirahat sejenak dari kesibukan sehari-hari.

Seperti apa petualangan kami dan anak-anak di Jendela Alam Lembang? Simak cerita lengkapnya di bawah ini ya.

liburan anak sekolah di jendela alam lembang - catatan bunda

Wisata Edukasi Keluarga di Jendela Alam Lembang

Obyek wisata yang satu ini memiliki keunikan tersendiri. Konsepnya pun unik jika dibandingkan dengan tempat wisata lain di Lembang seperti Floating Market atau Farmhouse Lembang. Perbedaan ini bisa membuat warga masyarakat seperti kami punya banyak pilihan.

Saat ini bisa berkunjung ke tempat wisata seperti Jendela Alam Lembang. Pada kesempatan lainnya, kami bisa berkunjung ke obyek liburan lain seperti Dusun Bambu, Floating Market, dan lain-lain. Jadi, tujuan wisata ini tidak akan habis untuk dijelajahi dalam satu kali kesempatan liburan.

Untuk Jendela Alam sendiri, seperti apa konsep tempat wisatanya? Jendela Alam menawarkan konsep wisata edukasi bagi anak-anak. Di dalamnya, anak-anak bisa bermain sambil belajar menggunakan wahana yang telah disediakan. Faktor inilah yang menjadi daya tarik tersendiri untuk keluarga kami. Terlebih lagi, kedua anak kami masih kecil dan rasa ingin tahunya sangat tinggi. Mereka berdua pasti akan sangat tertarik ketika bermain di Jendela Alam Lembang.

obyek wisata edukasi di bandung 2019 - catatan bunda

Lokasi Tempat Wisata

Jika anda ingin berkunjung, anda bisa gunakan Google Maps atau aplikasi Waze untuk mencari lokasi persisnya. Jendela Alam terletak di kawasan Bandung Utara, melewati Jalan Setiabudi Bandung. Tepatnya, anda bisa menemukan lokasi wisata ini di alamat sebagai berikut:

Komplek Graha Puspa

Jalan Sersan Bajuri Km 4.5, Cihideung, Kec. Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559.

Obyek wisata ini normalnya beroperasi mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB. Akan tetapi, saat periode high season, waktu operasionalnya sedikit lebih panjang. Pengunjung bisa berkunjung mulai pukul 08.30 WIB dan tutup pada pukul 16.30 WIB.

Jadi, kami sekeluarga pergi pagi-pagi untuk menuju Jendela Alam. Harapannya, kondisi di jalan raya tidak terlalu ramai sehingga bisa cepat sampai ke tujuan. Akan tetapi, kami lupa bahwa waktu itu masih dalam periode liburan sekolah. Masih banyak warga yang jalan-jalan dan mengajak anak-anaknya liburan di Bandung.

Termasuk saat kami bergerak ke arah Lembang, tempat lokasi Jendela Alam Lembang berada. Awalnya, perjalanan kami berjalan lancar. Akan tetapi, begitu memasuki area Jalan Sukajadi, laju kendaraan mulai tersendat. Banyak kendaraan yang berjalan perlahan-lahan. Kondisi tersebut kami temui kembali saat tiba di Jalan Setiabudi Bandung. Lalu lintas kendaraan semakin padat. Kami pun terpaksa mengikuti arus kendaraan yang ada, nikmati saja kemacetan jalanannya.

Syukurlah, kemacetan mulai berkurang saat keluar dari Jalan Setiabudi. Kendaraan melaju lebih kencang dari sebelumnya. Jadi, kami bisa tiba dengan cepat di lokasi Jendela Alam Lembang. Tiba di lokasi, ternyata obyek wisata masih terlihat sepi. Belum banyak pengunjung yang datang. Kami bisa lebih puas saat mengeksplorasi tempat liburan anak yang satu ini.

aktivitas anak memberi makan kelinci dan hamster - catatan bunda

Aneka Wahana Edukasi di Jendela Alam Lembang

Sebelum bisa menikmati wisata edukasi di Jendela Alam, pengunjung harus membeli tiket masuk. Harga tiketnya ialah sebagai berikut:

Rp 20.000 / orang (hari biasa dan akhir pekan)

Rp 25.000 / orang (periode high season)

Liburan sekolah termasuk dalam periode high season. Dengan demikian, kami harus membayar harga tiket masuk sebesar Rp 25.000 / orang. Harga tiket masuk sama untuk semua usia, mulai dari usia bayi hingga orang dewasa. Semua pengunjung wajib membeli tiket masuk, tanpa terkecuali.

Setelah membeli tiket masuk, ada yang namanya tiket untuk wahana permainan. Nah, wahana bermain ini bisa dibeli sesuai dengan kebutuhan. Banyak sekali pilihan wahana edukasi yang tersedia di Jendela Alam Lembang. Mau beli tiket satuan bisa, mau membeli tiket terusan juga bisa.

Ada wahana edukasi dan permainan apa saja di Jendela Alam? Tiap wahana edukasi dan bermain memiliki tariff tiket masuk yang berbeda. Pengunjung bebas memilih wahana yang ingin dimainkan. Beberapa wahana edukasi yang bisa dipilih antara lain:

  • Animal feeding – Rp 35.000
  • Animal feeding + panen – Rp 50.000
  • Bird feeding – Rp 15.000
  • Berkuda – Rp 25.000
  • Flying fox ukuran besar – Rp 40.000
  • Flying fox ukuran kecil (mini) – Rp 30.000
  • Berenang – Rp 30.000
  • Trampoline – Rp 15.000
  • Menghias caping – Rp 45.000
  • Menghias tanah liat – Rp 30.000
  • Membuat keramik – Rp 50.000
  • Membentuk tanah liat – Rp 25.000
  • Tangkap ikan – Rp 20.000
  • Becak mini – Rp 25.000
  • Kereta mini – Rp 25.000
  • Membuat prakarya alam – Rp 25.000
  • Berkebun konvensional (bonus benih sayuran GRATIS) – Rp 30.000
  • Menghias layang-layang – Rp 20.000
  • Bottle feed baby cow – Rp 20.000
  • Pameran hewan – Rp 15.000
  • Membatik colet – Rp 50.000

Gimana, banyak banget ya pilihan wahana edukasi di Jendela Alam Lembang? Jangan sampai kebingungan memilih karena banyaknya pilihan tempat bermain, hehehe. Bagi kami, yang penting anak-anak bisa menikmati waktu liburannya sambil bermain. Jadi, tiket wahana yang kami beli hanya untuk kedua anak kami saja.

Supaya tidak bingung membeli tiket wahana satuan, kami putuskan untuk membeli tiket terusan. Ada dua paket tiket terusan yang tersedia. Pilihannya ialah sebagai berikut:

FUN FARMING PACKAGE – Rp 125.000

Sudah termasuk:

  • Animal feeding
  • Menghias tanah liat
  • Berkebun konvensional
  • Tangkap ikan
  • Berkuda

FUN ADVENTURE PACKAGE – Rp 150.000

Sudah termasuk:

  • Membuat prakarya alam
  • Menghias tanah liat
  • Animal feeding
  • Berkuda
  • Flying fox
  • Menghias layang-layang

Untuk anak-anak, kami memilih tiket terusan FUN FARMING PACKAGE dengan harga Rp 125.000 / orang. Oya, satu info penting untuk anda. Jika membeli tiket terusan, sudah termasuk tiket masuk ke lokasi wisata. Jadi total pengeluaran kami saat bermain di Jendela Alam Lembang ialah sebagai berikut:

Tiket masuk Jendela Alam: 2 orang dewasa x Rp 25.000 = Rp 50.000

Tiket terusan FUN FARMING PACKAGE (free tiket masuk Jendela Alam) = 2 anak x Rp 125.000 = Rp 250.000

Total = Rp 300.000

Tiket masuk dan tiket terusan sudah dibeli. Masing-masing dari kami diberikan satu buah gelang sebagai tanda masuk. Petualangan bersama keluarga pun akan segera dimulai.

memberi makan rusa di jendela alam bandung - catatan bunda

Belajar Sambil Bermain

Aktivitas anak-anak di dalam area Jendela Alam Lembang dimulai. Tiap satu rombongan yang bermain akan didampingi oleh satu orang fasilitator. Jadi, ketika berkeliling dari satu wahana ke wahana berikutnya, anak-anak akan mendapat penjelasan tentang aktivitas yang sedang dijalani.

Animal Feeding

Memberi makan binatang menjadi pilihan yang pertama. Anak-anak sudah tidak sabar untuk berinteraksi dengan aneka binatang lucu. Tidak hanya melihat, anak-anak bisa memberi makan para binatang. Tiap anak dibekali dengan satu keranjang kecil berisi sayuran untuk makanan binatang. Tidak lupa, anak-anak memakai topi caping supaya tidak kepanasan saat berkeliling.

Kami pun berjalan bersama menyusuri area Jendela Alam. Ada banyak binatang di dalam lokasi. Baik yang hanya untuk dilihat saja, hingga binatang yang bisa diberi makan. Anak-anak berpetualang dengan memberi makan binatang berikut ini:

  • Rusa
  • Kelinci
  • Marmut
  • Kambing
  • Kuda poni

Mirza dan Chayra dengan antusias memberi makan satu persatu binatang yang sudah ditentukan. Saat berhenti di kandang binatang, fasilitator akan memberikan contoh terlebih dahulu. Tidak lupa, ada penjelasan singkat pada anak-anak terkait dengan binatang-binatang tersebut.

Kami berhenti di kandang binatang satu persatu. Anak-anak mengambil makanan yang tersedia di keranjang kecil masing-masing. Terkadang wortel yang diberi, kesempatan berikutnya ialah sayuran hijau. Semuanya lahap disantap oleh semua binatang yang kami datangi.

Di tengah jalan, kami menjumpai wahana memberi susu pada anak sapi. Sontak anak-anak ingin mencoba wahana tersebut. Botol susu bisa dibeli dengan harga Rp 20.000 / botol. Kami akhirnya membeli dua botol susu. Satu botol dipegang oleh kakak, satu lagi dibawa oleh adik. Isinya bukan sembarang susu. Akan tetapi, isinya ialah susu dari induk sapi itu sendiri. Anak-anak sapi minum dengan lahap saat disodori botol susunya.

Kakak sudah fasih memegang botol susunya supaya tidak kalah saat tarik menarik dengan anak sapi. Sedangkan untuk adik, dia masih membutuhkan bantuan. Jadi, ayah yang kebagian tugas untuk mendampingi adik saat memberi minum anak sapi. Susu yang dibawa anak-anak habis dalam sekejap oleh anak sapi. Ketiga anak sapi saling berebutan minta minum saat itu.

memberi makan kuda poni di lembang - catatan bunda

Berkebun Konvensional

Selesai memberi makan binatang, kami beralih ke wahana Jendela Alam Lembang selanjutnya. Pilihan kami jatuh pada kegiatan berkebun. Ada satu lahan kecil seperti sawah dan ladang para petani. Tanahnya sudah diolah terlebih dahulu.

Anak-anak diberi penjelasan terlebih dahulu oleh fasilitator. Apa saja langkah-langkah yang harus dikerjakan saat menanam tanaman. Mereka pun masuk ke dalam ladang bersama-sama. Fasilitator memberikan contoh, lalu anak-anak mengikuti langkah-langkahnya.

Hari sudah beranjak siang. Panas matahari mulai terasa teriknya. Akan tetapi, hal tersebut tidak menyurutkan semangat anak-anak. Mereka tampak asyik menanam benih yang disediakan. Setelah tugas berkebunnya sudah selesai, anak-anak cuci tangan hingga bersih.

liburan keluarga dengan naik kuda - catatan bunda

Berkuda

Kami kembali meneruskan perjalanan. Wahana selanjutnya yang dipilih ialah berkuda. Anak-anak akan naik kuda bersama petugas. Satu anak akan naik satu kuda. Kebetulan ada kuda dengan ukuran yang berbeda. Satu kuda besar untuk kakak, sedangkan kuda ukuran kecil untuk adik.

Mereka pun asyik naik kuda berkeliling lokasi Jendela Alam Lembang. Mirip seperti saat kakak naik kuda di lokasi De Ranch Lembang, hanya berbeda lokasi saja. Selain itu, track berkuda di Jendela Alam jauh lebih kecil dibandingkan track berkuda di De Ranch. Walaupun tidak terlalu besar, anak-anak terlihat senang bisa kembali merasakan pengalaman berkuda.

Setelah putarannya selesai, kuda diarahkan kembali masuk ke kandang bersama dengan anak-anak. Kami langsung melanjutkan petualangan ke wahana selanjutnya.

aktivitas anak melukis tanah liat - catatan bunda

Menghias Tanah Liat

Wahana yang kami datangi berikutnya ialah menghias tanah liat. Di sini, anak-anak bisa memilih kerajinan tanah liat yang sudah dibentuk dan mengeras. Petugas akan mengarahkan anak-anak untuk memilih bentuk kerajinan tanah liat yang tersedia. Begitu anak-anak sudah memilih, petugas akan memberikan cat air beserta kuas untuk perlengkapan melukis.

Mereka dibebaskan untuk mewarnai tanah liat tersebut sesuka hati. Mulailah kakak dan adik berkreasi. Kakak sudah terlatih untuk mewarnai dengan rapi. Sedangkan adik masih gaya bebas, masih belum beraturan. Kami biarkan saja mereka mewarnai tanah liatnya sampai selesai.

Bisa dipastikan, tangan anak-anak tidak ada yang bersih. Semuanya belepotan terkena cat air. Jadi, setelah selesai mewarnai tanah liat, anak-anak wajib mencuci tangan sampai bersih.

anak sapi minum susu di jendela alam bandung 2019 - catatan bunda

Tangkap Ikan

Sambil menunggu hasil menghias tanah liat mengering, kami bisa mengerjakan yang lain. Masih ada satu wahana lagi yang belum kami datangi. Tempat tersebut ialah permainan tangkap ikan.

Dalam permainan ini, tiap anak akan diberi waktu selama 15 menit. Dalam waktu tersebut, peserta harus berusaha menangkap ikan sebanyak-banyaknya. Tiap peserta juga dibekali dengan jaring kecil untuk menangkap ikan dan wadah khusus untuk menyimpan ikan hasil tangkapan.

Setelah permainan berakhir, tiap peserta boleh membawa pulang ikan yang ditangkap. Akan tetapi, yang boleh dibawa pulang tiap peserta hanya 3 ekor ikan saja. Jangan membayangkan jika ikan yang ada di permainan ini berukuran besar seperti dalam akuarium. Tenang saja, ikan yang disediakan ialah ikan berukuran kecil sehingga mudah dibawa.

Akhirnya, jatah wahana edukasi dari tiket terusan sudah selesai dimainkan. Sebelum pulang, kami tidak lupa mengambil hasil mewarnai tanah liat milik anak-anak. Hasilnya boleh dibawa pulang.

Sudah masuk waktu dzuhur, kami pun mampir ke mushola di dalam lokasi Jendela Alam Lembang. Jadi, bagi anda yang muslim, jangan khawatir saat bermain di obyek wisata tersebut. Sudah tersedia satu mushola berukuran sedang untuk tempat ibadah umat muslim.

Tepat di depan mushola, pengunjung bisa menemukan area bermain anak. Jadi, anak-anak bisa bermain saat menunggu orangtua menjalankan ibadah sholat. Jenis permainan yang disediakan juga bermacam-macam. Mulai dari perosotan ukuran kecil hingga ukuran besar, ayunan, jungkat-jungkit, dan lain sebagainya.

Fasilitas lain yang tersedia di Jendela Alam Lembang ialah tempat makan. Ada satu area khusus yang disiapkan sebagai tempat beristirahat sekaligus restoran. Bagi pengunjung yang lelah setelah mendampingi buah hati bermain, bisa mampir ke restoran tersebut. Ketika itu, kami sekeluarga tidak menikmati makanan di area Jendela Alam. Kami ingin mencari makan siang di tempat makan enak yang banyak tersebar di luar lokasi.

Selesai sholat Dzuhur dan menemani anak bermain di playground, kami akhiri aktivitas liburan keluarga di Jendela Alam Lembang. Kami bersiap untuk menuju ke hotel, tempat kami akan menginap satu malam di Lembang. Hotel apa yang menjadi tujuan kami menginap? Ikuti terus cerita kami di blog Catatan Bunda.

Demikian cerita singkat tentang petualangan keluarga di Jendela Alam Lembang. Terimakasih banyak sudah berkenan menyimak kisah kami. Sampai jumpa pada petualangan kami berikutnya 😀

(Visited 104 times, 2 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Grup Diskusi

Channel Youtube

Copyright 2017 - Catatan Bunda