Grup Diskusi

Ada pertanyaan dari informasi di Catatan Bunda? Bisa ditanyakan langsung di Grup

Idul Fitri 2019, Perjalanan Liburan dan Kumpul Keluarga Besar di Sumatra

Hari raya Idul Fitri 2019 menjadi sebuah momen berharga bagi kami sekeluarga. Seperti keluarga umat muslim pada umumnya, mudik ke kampung halaman menjadi aktivitas utama. Tidak terkecuali aktivitas yang dilakukan oleh keluarga kami. Berbeda dengan hari raya Idul Fitri 2018 yang kami rayakan bersama keluarga suami di Bandung. Kami sudah menuliskan cerita keluarga saat Idul Fitri 2018 pada artikel terpisah. Sempatkan mampir ya jika anda belum sempat untuk membacanya.

Pada tahun ini, kami sepakat untuk bergiliran. Kami akan merayakan Idul Fitri bersama keluarga besar saya di Sumatra, tepatnya di kota Pekanbaru.

Mengapa bukan di Medan?

Sederhana saja alasannya. Kakak sulung kami saat ini tinggal dan menetap di Pekanbaru. Kemudian, ibunda kami yang biasa tinggal di Medan, sudah diterbangkan oleh kakak ke Pekanbaru. Lalu, ada kakak kami yang berdomisili di Duri. Cukup 3 jam perjalanan darat sudah bisa sampai di Pekanbaru.

Rencana kumpul sekaligus liburan keluarga besar ini sudah direncanakan jauh sebelum hari raya Idul Fitri 2019. Diskusi dilakukan melalui grup whatsapp. Setelah semuanya sepakat, kami semua pun bersiap-siap. Terutama, bagi kami sekeluarga yang tinggal di Pulau Jawa. Kami harus membeli tiket pesawat jauh hari supaya bisa mendapatkan harga tiket pesawat yang bersahabat.

perjalanan libur keluarga idul fitri 2019 - catatan bunda

Berburu Tiket Mudik Idul Fitri 2019

Seperti kita ketahui, harga tiket untuk mudik lebaran akan berbeda dengan hari biasa. Harga tiket akan semakin mahal. Tidak terkecuali tiket pesawat. Hampir satu tahun sebelum Idul Fitri 2019, kami sudah mencari informasi harga tiket pesawat menuju ke Pekanbaru.

Browsing di berbagai website penyedia tiket, akhirnya kami mendapat tiket pesawat untuk mudik. Kami akan terbang menggunakan maskapai Lion Air dengan rute Jakarta – Pekanbaru. Jadwal terbang kami pun terbilang mepet, tepatnya pada H-2 Idul Fitri. Berapa harga tiket yang kami dapatkan? Untuk rute pulang pergi Jakarta – Pekanbaru, kami merogoh kocek sekitar Rp 4,3 juta untuk 4 orang (ayah, ibu, dan dua orang anak).

Selang satu minggu kemudian, kakak kami yang tinggal di Ngawi tiba-tiba menghubungi. Kakak ingin berangkat bersama dengan kami. Urusan tiket pesawat pun diserahkan pada kami. Jika memungkinkan, terbang dalam satu penerbangan yang sama. Kami langsung mencari tiket pesawat untuk kakak sekeluarga. Alhamdulillah, tiket penerbangan yang sama masih tersedia. Akan tetapi, harganya sudah lebih mahal. Rombongan keluarga kakak berjumlah 3 orang. Nominal tiket pesawat Lion Air yang dikeluarkan ialah Rp 4,5 jutaan untuk rute Jakarta – Pekanbaru pulang pergi.

Bisa dibilang, kami sekeluarga sangat beruntung urusan tiket pesawat. Mengapa demikian? Tidak lama setelah tiket mudik Idul Fitri 2019 ada di tangan, muncul regulasi baru dari pihak maskapai. Regulasi baru ini bisa dibilang sangat memberatkan bagi penumpang.

Peraturan yang kami maksud ialah tidak adanya lagi bagasi gratis bagi penumpang. Biasanya, penumpang mendapatkan jatah 20 kg bagasi per orang. Kini jatah gratis tersebut sudah tidak ada lagi. Jika penumpang membawa bagasi, maka dikenakan biaya tambahan per kilogram.

kumpul keluarga besar saat idul fitri 2019 - catatan bunda

Perjalanan Mudik Keluarga 2019

Tiket pesawat untuk mudik Idul Fitri 2019 sudah di tangan, kami sekeluarga pun tenang. Puasa Ramadhan pun dijalani dengan khusyuk dan nyaman. Ibadah puasa tahun ini menandai Kakak Mirza yang belajar menjalankan puasa Ramadhan untuk pertama kalinya. Alhamdulillah, Kakak Mirza bisa puasa penuh dari Subuh hingga Maghrib. Dalam waktu satu bulan, kakak Mirza hanya bolong selama tiga hari saja karena sakit. Selebihnya, kakak Mirza bisa menjalankan puasa secara penuh.

1 hari sebelum waktu keberangkatan, kakak sekeluarga pun tiba di Bandung. Rencananya, kami akan berangkat bersama dari Bandung menuju ke Bandara Soekarno Hatta. Alhamdulillah, ada adik yang berkenan mengantarkan rombongan. Pada berita di televisi, kami mendapati berita kepadatan arus mudik di berbagai lokasi, termasuk kepadatan kendaraan di jalan tol.

Tidak mau mengambil resiko terlalu besar terjebak macet di jalan tol, kami putuskan berangkat jauh lebih awal. Rombongan kami mendapatkan jadwal terbang pukul 20.30 WIB. Kami memutuskan berangkat dari rumah sekitar pukul 8.30 WIB. Tidak disangka, perjalanan kami sangat lancar. Jalan tol dari Bandung hingga tiba di Bandara tidak ada kemacetan sama sekali. Semula, kami memprediksi perjalanan akan memakan waktu 5 hingga 8 jam pun jauh meleset. Dalam waktu 2 – 3 jam, kami sudah tiba di bandara Soekarno Hatta. Alhamdulillah, Allah SWT sayang dengan kami sekeluarga. Jalanan dibuat sangat lancar dan bebas hambatan. Kami pun menunggu dari siang hingga malam hari 😀

Kami pun sempat merasakan buka puasa di Bandara Soekarno Hatta. Meskipun tantangan hari itu jauh lebih berat, Mirza sanggup menjalankan puasa hari itu secara penuh. Selesai berbuka puasa, kami lanjutkan untuk check in ke counter Lion Air di terminal 1B.

Dari hasil pengamatan singkat dalam satu hari, kami merasa ada yang aneh. Untuk periode waktu mudik Idul Fitri 2019, kami melihat bandara sangat sepi. Penumpang jauh berkurang dan tidak sepadat waktu-waktu biasa. Kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh menjulangnya harga tiket pesawat untuk mudik Idul Fitri 2019.

Kami pun sempat chatting dengan salah seorang teman. Rencananya, teman kami juga akan mudik Idul Fitri 2019 ke Pekanbaru. Akan tetapi, rencana tersebut urung dilaksanakan. Mengapa? Karena harga tiket yang sudah sangat mahal. Bayangkan saja, harga tiket pesawat Jakarta – Pekanbaru saat itu sudah menyentuh harga Rp 1.900.000 per orang. Itu baru satu kali perjalanan, belum perjalanan pulang kembali ke Jakarta. Sementara, teman kami harus menyediakan tiket untuk anggota keluarganya sebanyak 4 orang. Biaya tiket pesawat yang harus disediakan bisa mencapai belasan juta rupiah.

Teman pun sempat kaget mengetahui kami bisa mudik Idul Fitri 2019 untuk pulang ke Pekanbaru. Harga tiket yang didapatkan pun sangat murah. Hanya Rp 4,3 jutaan untuk 4 orang dan sudah mencakup rute perjalanan Jakarta – Pekanbaru PP ditambah dengan bagasi gratis. Kami pun menjelaskan bahwa kami sudah membeli tiket pesawat untuk mudik hampir satu tahun sebelum keberangkatan. Makanya, kami bisa mendapat harga tiket yang super murah.

Proses perjalanan terbang menuju ke Pekanbaru alhamdulillah berjalan dengan lancar. Tidak ada delay maupun hambatan lainnya. Tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, kakak sulung sudah menanti kedatangan kami di bandara.

pembagian uang THR untuk anak saat idul fitri 2019 - catatan bunda

Rencana Idul Fitri 2019 Bersama Keluarga di Pekanbaru

Alhamdulillah, kami pun tiba di rumah kakak sulung dengan selamat. Keluarga besar kami pun berkumpul kembali. Rumah kakak tiba-tiba menjadi sangat ramai. Hampir 20 orang anggota keluarga kami berkumpul di Pekanbaru. Bisa dibayangkan seperti apa ramainya di rumah? 😀

Apa saja aktivitas keluarga besar kami saat Idul Fitri 2019? Rencana kegiatan keluarga besar sangat banyak. Kami akan menceritakan bertahap melalui beberapa cerita di artikel blog Catatan Bunda. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas kegiatan inti yang kami laksanakan saat hari raya Idul Fitri 2019.

Pagi harinya, kami sekeluarga menjalankan sholat Ied berjamaah. Lokasi sholat tidak jauh dari rumah kakak. Cukup dengan berjalan kaki, kami sudah tiba di lokasi. Rangkaian sholat Ied dan Khutbah Idul Fitri berlangsung dalam waktu kurang lebih satu jam. Selesai khutbah, kami langsung pulang kembali ke rumah kakak.

Acara dilanjutkan dengan sungkem kepada ibunda. Memohon maaf dan doa restu pada orangtua menjadi hal yang wajib bagi seorang anak. Selesai sungkem pada ibunda, prosesi saling memaafkan berlanjut kepada antaranggota keluarga. Dari yang muda meminta maaf kepada yang tua. Saling mendoakan supaya keluarga besar selalu kompak dan saling mendukung hingga kapanpun.

makanan khas idul fitri 2019 - catatan bunda

Selesai acara sungkeman, kami menghubungi orangtua suami melalui video call. Kali ini, kami terpisah sangat jauh. Keluarga besar suami merayakan Idul Fitri di Bandung, sementara kami sekeluarga berada di Pekanbaru. Jadi, saat ada kesempatan, kami langsung menghubungi orangtua untuk menyampaikan permintaan maaf.

Menu sarapan pagi sudah menanti kami sekeluarga. Setelah selesai video call, kami menyusul anggota keluarga lain yang sudah menyerbu menu makanan khas Idul Fitri. Menu makanan seperti lontong sayur, rendang, dan berbagai menu makanan lainnya sudah disediakan di atas meja.

Kami pun menikmati sajian khas tersebut sambil bercengkrama bersama-sama. Alhamdulillah, semuanya pun kenyang setelah menikmati makanan khas Idul Fitri di rumah kakak. Semuanya pun seolah lupa dengan angka timbangan, hehehe. Tidak perlu waktu lama, menu makanan sudah ludes semua. Habis, tidak bersisa. Semua sajian makanannya enak dan nikmat! 😀

Bagaimana dengan teman-teman? Apa aja nih sajian menu makanan keluarga saat Idul Fitri 2019? Share ya di kolom komentar.

Selesai makan, acara santai berikutnya sudah ditunggu-tunggu, terlebih oleh anak-anak. Apalagi jika bukan pembagian THR lebaran. Seisi rumah langsung heboh saat pembagian THR. Yeayy, semua anak anggota keluarga besar Alm. Ghazali Yus pun kebagian THR. Semuanya bergembira. Saat dihitung-hitung, jumlah yang didapatkan oleh Kakak Mirza dan Chayra lumayan banyak. Mereka berdua pun kegirangan saat mengetahui bahwa mereka akan membeli mainan baru.

Mirza dan Chayra langsung meminta untuk membeli mainan dari uang THR Idul Fitri 2019 yang mereka dapatkan. Permintaan tersebut kami kabulkan sore harinya. Kami pergi ke satu mall yang ada di Pekanbaru untuk membeli mainan untuk anak-anak. Mainan yang didapatkan pun lumayan banyak. Nantikan video unboxing dan reviewnya di Channel Youtube Catatan Bunda yah 😀

jalan-jalan beli mainan anak saat idul fitri 2019 - catatan bunda

Acara keluarga saat Idul Fitri 2019 tidak hanya di Pekanbaru. Kakak sulung mengajak keluarga besar untuk jalan-jalan ke Sumatra Barat. Tujuannya kali ini ke Padang Panjang dan Lembah Harau di Payakumbuh. Waktu liburan sudah dialokasikan selama kurang lebih 5 hari. Sudah pasti keluarga besar sangat antusias untuk jalan-jalan bersama. Perjalanan darat menjadi pilihan untuk menuju lokasi liburan. Tidak hanya liburan, wisata kuliner sudah pasti menjadi satu aktivitas utama saat perjalanan keluarga ke Sumatra Barat.

Satu minibus Hi-Ace sudah disewa untuk 5 hari perjalanan liburan keluarga besar kami saat Idul Fitri 2019. Ditambah satu mobil pribadi dari kakak sulung pun dibawa. Maklum, jumlah rombongan keluarga kami sangat banyak. Oleh sebab itu, tidak cukup hanya dengan satu mobil saja. Nantikan rangkaian cerita liburan keluarga besar saat Idul Fitri 2019 pada tulisan berikutnya. Stay tune terus di blog Catatan Bunda yah 😀

Demikian cerita sekilas mengenai acara keluarga besar saat Idul Fitri 2019. Kami sekeluarga dari Blog Catatan Bunda mohon maaf lahir batin pada seluruh pembaca setia. Apabila ada tulisan maupun perkataan yang salah, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Terimakasih sudah berkenan menyimak kisah singkat kali ini. Sampai jumpa pada petualangan kami berikutnya.

(Visited 67 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Grup Diskusi

Channel Youtube

Copyright 2017 - Catatan Bunda