Grand Maerakaca Semarang akhirnya bisa kami kunjungi saat liburan yang lalu. Pada cerita sebelumnya, kami sempat makan siang dulu di Mie Kopyok. Saat berangkat, kami semua dalam keadaan lapar. Sengaja tidak memasak makanan di rumah. Tujuannya memang ingin wisata kuliner baru melanjutkan jalan-jalan.

Keinginan untuk jalan-jalan keliling kota juga ingin dimaksimalkan. Mengapa demikian? Karena hari tersebut merupakan hari ideal menurut kami. Sebelum pulang kembali ke Bandung, kami ingin mengunjungi sebanyak mungkin tempat wisata di Semarang. Memang belum hari terakhir, tetapi keesokan harinya sudah direncanakan dengan kegiatan lain yang lebih santai. Seperti wisata kuliner dan membeli oleh-oleh.

Mengapa demikian? Tujuannya ialah supaya tidak terlalu padat kegiatan di hari terakhir. Saat terlalu padat, biasanya tujuan awal tidak akan tercapai, banyak rencana yang terlewatkan. Secara fisik, tenaga juga akan terkuras habis. Itulah mengapa kami rencana menguras tenaga di dua hari sebelum pulang.

Keliling kota Semarang akan kami lakukan sampai malam. Tujuannya dimulai dari makan siang di warung mie kopyok. Kemudian, kami lanjutkan pergi menuju Grand Maerakaca Semarang. Seperti apa perjalanan kami di dalam lokasi wisata khas Semarang ini? Ikuti cerita selengkapnya ya.

obyek wisata menarik di grand maerakaca semarang - catatan bunda

Keliling Jawa Tengah di Grand Maerakaca Semarang

Kali ini ke mana tujuan jalan-jalan kami sekeluarga? Awalnya, kami mencari informasi di internet. Selang beberapa waktu, kami menemukan tentang adanya Jateng Fair. Kebetulan sedang di Semarang nih, tidak ada salahnya untuk mampir ke acara tersebut. Kami sekeluarga juga belum pernah melihat event tersebut sebelumnya.

Jadi, rencananya setelah makan siang di warung Mie Kopyok, kami sekeluarga bisa langsung main ke lokasi Jateng Fair. Semuanya sudah sepakat. Akan tetapi, saat tiba di lokasi, kenyataan berkata lain. Petugas di loket parkir menyampaikan bahwa Jateng Fair baru dimulai sore hingga malam hari. Sedangkan kami tiba sekitar pukul 14.30 WIB.

Mendengar informasi tersebut, kami sadar waktunya tidak cocok. Tidak mungkin kami menunggu hingga sore hanya di satu tempat saja. Anak-anak pasti bosan. Sedangkan salah satu tujuan kami jalan-jalan ialah memberi aktivitas fisik dan hiburan untuk anak-anak.

Rencana cadangan langsung dibuat. Kami mengalihkan tujuan jalan-jalan ke tempat yang lain. Kebetulan lokasi Jateng Fair bersebelahan dengan tujuan kami selanjutnya. Setelah mendapat informasi dari petugas, kami putuskan untuk mendatangi Grand Maerakaca Semarang.

wisata keluarga di grand maerakaca semarang - catatan bunda

Lokasi Grand Maerakaca

Mobil langsung kami arahkan menuju Grand Maerakaca Semarang. Anda bisa menuju ke tempat wisata ini dengan mudah. Letaknya masih berada di area pusat kota Semarang. Kami pergi melalui Simpanglima yang mengarah ke Jalan Pandanaran Semarang.

Setelah itu, maju lagi menuju ke jalan Sugiyopranoto hingga tiba ke Taman Madukoro. Putari taman tersebut untuk mengarah ke Jalan Madukoro Raya. Ikuti terus jalannya sambil menikmati pemandangan sungai yang sedang dibenahi di pinggir jalan besar tersebut. Tidak jauh dari situ, kami sudah bisa menemukan tempat Grand Maerakaca Semarang.

Jadi, bagi anda yang sedang wisata di area pusat kota Semarang, bisa memasukkan tempat ini sebagai salah satu tujuan. Letaknya mudah sekali untuk diakses. Mau menggunakan kendaraan pribadi bisa. Alternatif lainnya, anda bisa menggunakan ojek atau taksi online. Kedua layanan tersebut bisa anda temukan dengan mudah di kota Semarang.

Harga Tiket Masuk Grand Maerakaca

Saat tiba di pintu masuk, kami menemukan tempat pembelian tiketnya. Para pengunjung harus membeli tiket masuk untuk menikmati suasana di dalam Grand Maerakaca Semarang. Berapa harga tiket masuknya?

Tiketnya sangat murah dan terjangkau. Pengunjung wajib membayar Rp 10.000 per orang saja. Pengunjung yang wajib membeli tiket masuk hanya pengunjung dewasa saja. Kedua anak kami masih gratis dan tidak diharuskan membeli tiket masuk. Asyik banget. Sudah murah, anak-anak boleh gratis untuk masuk ke lokasi Grand Maerakaca. Pembayaran tiket masuk hanya memakai uang tunai saja ya, tidak bisa menggunakan mesin kartu debit.

Selesai membayar, kami diperbolehkan untuk masuk ke dalam area Grand Maerakaca Semarang. Sore itu, sedang tidak banyak pengunjung. Oleh sebab itu, kami bisa parkir dengan leluasa dan menikmati suasana yang tersaji di obyek wisata tersebut.

miniatur candi sewu kabupaten klaten di grand maerakaca semarang - catatan bunda

Menikmati Suasana di Grand Maerakaca Semarang

Tempat wisata seperti apa sih Grand Maerakaca Semarang? Obyek wisata ini sangat mirip dengan Taman Mini Indonesia Indah. Perbedaannya, di Grand Maerakaca mengkhususkan diri pada miniatur seluruh kota dan kabupaten di Jawa Tengah saja.

Provinsi Jawa Tengah memiliki 35 kota dan kabupaten. Oleh sebab itu, di dalam kawasan Grand Maerakaca Semarang, kami bisa melihat miniatur dari anjungan atau pendopo dari tiap daerah. Selain pendopo, pengunjung disuguhi dengan cerita mini dari tiap daerah. Ada obyek menarik apa di daerah tersebut?

Contohnya di miniatur Kota Magelang, ada obyek wisata dunia yang terkenal. Namanya Candi Borobudur. Nah, kami bisa melihat miniatur candi tersebut di area kota Magelang. Miniatur candi lainnya yang bisa kami temukan diantaranya Candi Sewu yang ada di area Kabupaten Klaten dan Candi Prambanan.

tempat favorit foto di grand maerakaca semarang - catatan bunda

Bagaimana dengan miniatur Kota Semarang? Pada area Grand Maerakaca, kami juga bisa menemukan ibukota provinsi yang dijadikan miniatur. Lambang yang ditampilkan ialah Tugu Muda Semarang. Tugu ini merupakan tugu peringatan bagi perjuangan para pahlawan saat berjuang melawan penjajah.

Area Jawa Tengah merupakan salah satu lokasi tempat perjuangan Walisongo kala itu. Nah, di dalam lokasi Grand Maerakaca, kita bisa melihat beberapa peninggalannya. Tentunya dalam bentuk miniatur saja ya, bukan yang asli. Contohnya di area Kabupaten Kudus, kami bisa melihat bagaimana bentuk Masjid Sunan Kudus.

Bagi para pengunjung yang beragama Islam, anda bisa beristirahat sejenak sambil sholat di masjid yang disediakan. Uniknya, masjid di dalam kawasan Grand Maerakaca dibentuk dalam miniatur Masjid Demak. Salah satu peninggalan bersejarah dalam dunia Islam di Jawa Tengah. Kami pun bergantian untuk sholat Asar sambil menjaga anak-anak.

Salah satu kabupaten di Jawa Tengah ada yang dikenal dengan nama Kabupaten Banjarnegara. Kuliner khas di kabupaten tersebut ialah cemilan berupa minuman. Kita mengenalnya dengan nama Es Dawet khas Banjarnegara. Saat tiba di kawasan miniaturnya, kami benar-benar menemukan penjual es dawet di depan miniatur anjungannya. Kami langsung mampir dan memesan es dawetnya dengan harga Rp 5.000 / gelas. Murah meriah.

miniatur masjid agung menara kudus di grand maerakaca semarang - catatan bunda

Grand Maerakaca menyediakan wahana lainnya. Terutama bagi para pengunjung yang suka sekali berfoto ria dengan latar belakang yang menarik. Ada banyak spot foto instagrammable di dalam area wisata tersebut.

Lokasi pertama adalah Dermaga Cinta. Dinamakan dermaga cinta karena tempat ini digunakan sebagai awalan bagi para pengunjung yang mau naik ke sampan untuk berkeliling danau. Anda bisa berfoto di sini dengan latar belakang danau dan hutan mangrove.

Lokasi kedua ada Jembatan Harapan. Di sini para pengunjung bisa duduk sambil menikmati angin semilir yang berhembus. Selain itu, pengunjung bisa melihat pemandangan hutan mangrove dari lokasi jembatan. Tidak lupa bisa digunakan untuk tempat berfoto yang cakep 😀

Lokasi ketiga ialah adanya Trekking Mangrove di obyek wisata Grand Maerakaca. Jalan setapak ini dibuat dari anyaman bambu dan diletakkan di antara hutan mangrove dan danau. Pengunjung bisa duduk-duduk sambil berfoto ria dengan pemandangan danau dan hutan mangrove sekaligus.

trekking mangrove tempat favorit foto di grand maerakaca semarang - catatan bunda

Tidak terasa, kami sudah jalan-jalan cukup lama di dalam kawasan Grand Maerakaca. Kaki mulai terasa pegal. Selesai sholat, kami putuskan untuk beristirahat sejenak lalu melanjutkan perjalanan. Petualangan kami belum selesai. Masih ada tempat yang mau kami datangi. Baik untuk menikmati obyek wisata maupun wisata kuliner khas Semarang lainnya.

Demikian cerita jalan-jalan keluarga di Grand Maerakaca Semarang. Tempat ini menarik untuk dijadikan sebagai satu destinasi wisata saat anda liburan di Semarang. Semoga informasi dan pengalaman kami berguna bagi para pembaca. Terimakasih sudah berkenan menyimak. Sampai ketemu lagi pada cerita kami berikutnya 😀

(Visited 41 times, 1 visits today)