Free Update

Dapatkan update mingguan GRATIS dari Catatan Bunda yang akan dikirim langsung ke alamat email Anda

Cerita Liburan Bersama Keluarga di Ciwidey Bandung

Cerita Liburan Bersama Keluarga di Kawasan Ciwidey Bandung. Kali ini saya coba mereview dan berbagi kisah saat kunjungan kami ke sana.

Jika mendengar wisata atau berlibur ke Ciwidey, anggapan saya wisatanya paling Kawah Putih.

Bawa anak kecil ke Kawah Putih, kasian euy.. Kenapa?

Karena di Kawah Putih hanya lihat kawah begitu saja. Ditambah aroma belerang yang kuat, tentunya ga akan nyaman jika bawa anak kecil ke sana.

Saya lanjutin untuk cari info lainnya untuk liburan keluarga. Setelah browsing, ternyata banyak sekali tempat wisata yang bisa dikunjungi dan ramah anak.

Saat ini paling hits itu menginap di Glamping Legok Kondang Lodge. Hanya saja biaya menginap permalamnya agak bentrok dengan budget saya.

Tidak putus asa, jari jemari trus mencari akhirnya dapat deh yang sesuai dengan keinginan hati dan dompet.

Tujuan utamanya, bisa bawa anggota keluarga untuk rekreasi bersama dengan biaya yang terjangkau.

Pertimbangan lainnya adalah yang ramah untuk anak-anak santai dan mereka bisa menikmati suasana berlibur.

Cerita Liburan Bersama Keluarga di Ciwidey Bandung - Catatan Bunda

Cerita Liburan Bersama Keluarga di Ciwidey Bandung

Saat ini saya baru 2 kali ke Ciwidey, pertama dengan suami dan anak-anak. Kesempatan kedua bersama keluarga suami, jadi ada mertua dan adik ipar juga.

Cerita liburan bersama keluarga di Ciwidey diawali di lokasi kami menginap.

Penginapan pertama dan kedua di lokasi yang sama, yaitu Rancabali Tea Resort. Penginapan ini dikelola oleh PTPN VII. Dari dua kali kunjungan, yang berbeda hanya pilihan Unit penginapannya (Cottage dan Rumah Kayu).

Pertama kami menginap di viilla paling murah, namanya Cottage disana ada 4 unit.

Harga tarif menginap saat weekday ialah Rp 550.000,-/malam dan saat weekend Rp 750.000,-/malam. Sudah termasuk sarapan nasi goreng & telur ceplok sebanyak 4 porsi.

Cottage ini terdiri dari 2 kamar (kamar depan dengan tempat tidur king size dan kamar belakang dengan 2 single bed), kami pakai kamar depan saja buat tidur bareng-bareng karena saat malam udaranya dingin banget.

ASELI, dinginnya pake banget. Menusuk sampai ke tulang 😀

Saking dinginnya, minyak kayu putih pun jadi pengganti body lotion saat habis mandi 😀

Selain itu ada 1 ruang tamu, 1 kamar mandi, 1 dapur yang dilengkapi dengan kompor gas serta perlengkapan masak dan makan standar.

Jadi selama di sana kita bisa masak sendiri. Selain itu disediakan dispenser, jadi buat yang mau bikin susu, pop mie, atau minuman hangat lainnya gampang.

Tapi, ini yang sangat disayangkan. Kualitas bangunannya sudah banyak yang rusak. Langit-langit banyak yang bolong dan disumbat dengan kresek.

Kami menginap di Cottage 1, posisinya dekat dengan kolam renang. Mirza sudah kegirangan pengen nyebur.

Tapi lagi-lagi kecewa ketika mau nyemplung ternyata kolamnya kotor dan lantai dasar kolam berlumut. Sudahlah, diapun jadi tidak berselera buat berenang.

Akhirnya  Mirza berenang  di bath tub kamar mandi saja. Lagi asik-asik kecimprang kecimprung  tiba-tiba kran airnya copot sendiri hiks..

Kesempatan kedua berlibur ke Kebun Teh, kami berkunjung dengan rombongan yang lebih besar. Total sekitar 7 orang dewasa dan 2 orang anak.

Baca juga  Bandung Creative Hub, Wadah Para Seniman untuk Berkarya

Sebenarnya kami bisa saja menginap di cottage sebelumnya. Masih cukup untuk 6 dewasa dan 2 anak.

Akan tetapi, dari pengalaman kunjungan yang pertama karena kondisi cottage-nya seperti itu akhirnya kami putuskan untuk pilih Rumah Kayu.

Seperti namanya, rumah ini terbuat dari kayu, sedangkan Cottage setengah dindingnya dari batu.

Ukuran Rumah Kayu ruangan dan halaman depan lebih besar tapi jumlah kamar dan fasilitas lainnya sama saja.

Sebelum memesan, saya sudah komplain ke CS masalah bangunan dan kolam renang.

Untuk bangunan memang mereka akui cottage itu bangunan lama, dan Rumah Kayu lebih baru. Sedangkan kolam renang tiap Jumat dikuras.

Rumah Kayu ada 7 unit, dengan harga tarif menginap saat weekday Rp 800.000,-/malam dan weekend Rp 1.150.000,-/malam.

Sudah termasuk sarapan nasi goreng & telur ceplok sebanyak 4 porsi.

Bagaimana kondisi Rumah Kayu ini?

Secara garis besar kami puas, tapi.. pake tapi lagi. Sepertinya kami yang lagi kurang beruntung, karena wastafelnya rusak.

Alhasil cuci piring dan lain-lain di kamar mandi. Mau minta pindah, unit lain pun sudah penuh karena kami datang saat long weekend.

Kenapa kami pilih balik lagi kesana? Ada beberapa alasan:

  1. Pemandangan kebun teh Ciwidey yang bagus banget;
  2. Sensasi udara dingin, bener-bener dingin. Walaupun tidur sudah berdesak-desakan, pakai kaos kaki, dan selimut dinginnya masih terasa menusuk;
  3. Penginapannya cocok untuk keluarga besar, karena ada 2 kamar yang terpisah dan kasur single bednya juga masih bisa ditiduri 2 orang dewasa;
  4. Bebas berjalan-jalan menikmati perkebunan teh.

Selain itu, karena lahannya yang luas anak-anak jadi bisa bermain bola, kejar-kejaran.

Bahkan tamu yang menginap di sebelah Rumah Kayu kami ada yang pasang tenda di halamannya.

Saat waktu maghrib tiba, mereka menggelar tikar dan sholat berjama’ah di luar. Mirza ikut nimbrung ke keluarga ini.

Mereka juga sudah mempersiapkan kayu bakar sebelumnya. Begitu malam menjelang, api unggun pun dinyalakan.

Anak-anak mereka makan malam di tenda, lagi-lagi Mirza juga ikut nimbrung walaupun tidak ikut makan karena dia sudah makan duluan.

Jadi mungkin ini alasan tambahan yang membuat kami akan kembali lagi untuk ketiga kalinya untuk cerita liburan bersama keluarga episode selanjutnya 😀

Kesempatan pertama, kami hanya menginap 1 malam.

Saat rame-rame bareng keluarga, rencananya 2 malam tapi karena malam kedua saat itu sudah kena tarif weekend jadi kami pilih semalam saja.

Informasi:

Di Rancabali Tea Resort ini tarif weekend yaitu Jumat – Sabtu.

Sedangkan Minggu – Kamis, masuk tarif weekday.

Sedih cuma liburan 1 hari, tapi ternyata ada rejeki buat realisasi jadi 2 hari. Cerita liburan bersama keluarga di Ciwidey masih berlanjut 😀

Saat saya buka-buka facebook, ada teman lama yang lagi promosi penginapan yang ternyata itu rumahnya sendiri. Namanya The Teras Kayu.

Saat itu saya jadi first customer yang menginap di sana, tapi sepertinya sekarang sudah mulai banyak tamu yang menginap di sana.

Baca juga  Honeymoon Backpacking di Malang, Keluyuran Menikmati Kota Apel

Penginapan seperti ini yang saya cari, muat banyak dan ada dapurnya. Karena saya butuh masak buat makanan Chayra si bungsu.

Nginap di sini berasa seperti rumah sendiri. Kita bisa bersantai menikmati hamparan kebun strawberry dan pemandangan bukit-bukit.

cerita liburan bersama keluarga di ciwidey bandung - menginap di the teras kayu
petik strawberry di teras kayu

Pengalaman menarik ketika Mirza nanya bagaimana asal mula berkembangnya buah strawberry.

Jadinya kami bisa mengamati, ternyata berawal dari bunga berwarna putih, lalu kelopak bunga kering kecoklatan gugur dan mulai muncul putik berwarna hijau.

Putik ini bertambah besar dan warnanya pink keputihan. Lalu semakin besar dan jadi strawberry merah yang cantik.

Mirza makin tertarik ketika ditawari untuk menyiram tanaman dan memetik strawberry, cabe, dan timun.

Malamnya, cerita liburan bersama keluarga kami berlanjut dengan kegiatan bakar jagung.

Kami bisa membakar jagung sendiri di tungku yang sudah disiapkan.

Wah, nikmat sekali rasanya. Lain waktu kami berencana mau main ke The Teras Kayu lagi, ditambah bakar jagung dan ayam juga tentunya.

Berapa tarif menginap di The Teras Kayu?

Siapkan saja dana Rp 600.000 untuk menginap satu malam di The Teras Kayu.

Lokasinya mudah diakses, ada tempat parkir yang cukup untuk tiga buah mobil. Ada satu kamar mandi, satu kamar utama, satu ruang keluarga yang diberi kasur, dan ada dapur. Suasana pedesaan, tenang dan nyaman sekali.

Keluar penginapan, langsung mengakses ke halaman yang penuh dengan tumbuhan cantik seperti buah strawberry, cabe dan tanaman lainnya.

Baca juga kisah kami lainnya, seperti saat melakukan Talents Mapping Assessment.

Cerita Liburan Bersama Keluarga di Kawasan Ciwidey

Itu 2 rekomendasi tempat penginapan yang pernah kami kunjungi. Lalu bagaimana dengan tempat wisatanya? Berikut list wisata kami saat di sana:

Taman Kelinci Ciwidey

Sebelum sampai ke penginapan kami mampir sejenak di Taman Kelinci Ciwidey untuk makan dan sholat dzuhur.

Di sini variasi makan cukup banyak, jadi bisa pilih sesuai selera. Tapi recommended untuk coba tahu susunya. Nikmat dicemil dengan teh atau kopi panas.

cerita liburan bersama keluarga di ciwidey bandung - taman kelinci
taman kelinci ciwidey

Selain itu, anak-anak bisa masuk ke arena tempat yang banyak kelincinya. Sebelum masuk kita bisa bayar Rp 20.000,- dan dikasi 3 batang besar.

Dalam hitungan detik 3 batang ini langsung habis. Bukan karena kelinci makannya secepat kilat. Tapi memang kelinci cerdik.

Saat memberi makan, wortel harus kita pegang erat-erat. Kelinci dengan sigap mendatangi siapa saja yang pegang wortel dan hap ditarik lalu lari.

 

Jalan Kaki di Kebun Teh

Berjalan-jalan di kebun teh, enaknya start jam 06.00 wib. Merasakan udara dingin, dan menikmati tiap hembusan nafas karena terlihat uap panas yang keluar dari hidung dan mulut.

Buat Mirza ini hal yang sangat menakjubkan.

Sambil menikmati udara dingin, bisa menikmati pemandangan hijau yang luas membentang.

Tak lupa juga kami abadikan dengan foto bersama keluarga.

 

Situ Patenggang

Di lokasi ini banyak yang jual makanan. Banyak juga yang menyewakan perahu untuk menyebrang ke Pinisi Restoran.

Baca juga  Serunya Bermain di Kidzoona Paskal Shopping Mall Bandung

Ada yang bisa dibooking untuk kita pribadi, ada juga yang bisa beramai-ramai dengan wisatawan lainnya.

Tarif sewa perahu di Situ Patenggang sekitar Rp 25.000,-/orang. Jika anda mau langsung menyewa 1 perahu harga sewanya berkisar Rp 150.000,- sampai dengan Rp 200.000,- tergantung bagaimana tawar-menawarnya.

Jika beruntung, anda bisa menawar sampai Rp 100.000 – Rp 125.000 untuk sewa satu perahu.

Akan tetapi, kami memilih tidak naik perahu, jadi langsung berpindah tempat ke lokasi tempat Pinisi Restonya.

 

Pinisi Restoran

Restoran dengan konsep kapal besar yang lagi hits di Bandung. Di sini pun kami tidak makan hehehe…

Untuk harga makanannya relatif tinggi buat saya loh yaa… Jadi kami hanya menikmati pemandangan dan berfoto-foto.

Di bawah juga banyak stand makanan, mulai dari sosis, lotek, batagor yang harganya lebih terjangkau. Jadi sudah bisa ditebaklah ya, saya lebih milih jajanan di bawah ini.

 

Penangkaran Rusa

Kawasan wisata yang satu ini biasa dipakai untuk berkemah.

Sesuai namanya, ada satu area yang dikhususkan untuk lokasi penangkaran rusa.

Ada biaya masuk ke kawasan ini, terjangkau, tidak terlalu mahal. Sedangkan untuk masuk ke lokasi penangkaran rusanya, kita cukup membeli makanan kangkung atau wortel.

Saat itu saya pilih kangkung Rp 10.000,- dapatnya cukup banyak kalau dibandingkan dengan wortel.

Disediakan seperti panggung untuk kita memberi makan, tetapi kalau berani boleh turun juga untuk langsung berinteraksi dengan rusa-rusa itu.

Lalu, apa saja yang perlu anda ketahui jika mau berwisata ke Ciwidey? Berikut ini beberapa tips dari perjalanan kami ke sana:

  1. Jangan lupa bawa kaos kaki, jaket, sweater, selimut tambahan, minyak kayu putih, sepatu, dan lain-lain. Fungsi utamanya untuk membantu kita jika kedinginan saat menginap di sekitar Kebun Teh, Ciwidey
  2. Kalau mau merasakan sensasi dingin baiknya pilih penginapan setelah melewati kawah putih. Atau yang berlokasi di sekitar Kebun Teh. Kalau sebelum kawah putih udaranya masih sejuk tapi tidak bikin dingin menggigil.
  3. Bawa cadangan uang cash yang banyak, karena rata-rata tempat makan atau wisatanya tidak ada mesin gesek debit.

Demikian kisah dan cerita liburan bersama keluarga kami di kawasan Ciwidey.

Jika anda masih ada waktu untuk berlibur, anda bisa melanjutkan cerita liburan bersama keluarga di Bandung. Banyak tempat wisata menarik dan tempat menginap yang asyik untuk keluarga.

Salah satunya seperti cerita liburan bersama keluarga dalam review Clove Garden Hotel Bandung.

Satu tempat menginap yang cocok bagi anda yang mencari suasana yang tenang.

Berikut ini ada video dokumentasi sederhana dari perjalanan dan cerita liburan bersama keluarga di Ciwidey.

Jangan lupa untuk subscribe di Channel Youtube kami yaa 😀

Selamat menikmati liburannya.

Sampai ketemu di perjalanan dan cerita liburan bersama keluarga kami selanjutnya 😀

(Visited 1,389 times, 2 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe Channel Youtube

Copyright 2017 Blog Catatan Bunda

Template Mewarnai untuk AnakDownload di sini
+ +