Grup Diskusi

Ada pertanyaan dari informasi di Catatan Bunda? Bisa ditanyakan langsung di Grup

Buku 30 Paspor di Kelas Sang Profesor, Perjalanan Seru Menjelajah Dunia

Buku 30 Paspor di Kelas Sang Profesor. Ada yang sudah baca? Kali ini, kami ingin mencoba menceritakan secara singkat mengenai buku yang satu ini. Menurut kami, buku ini sangat menarik dan memiliki pesan mendalam tentang kehidupan.

Buku ini bercerita mengenai para mahasiswa yang belajar di kelas Pemasaran Internasional Universitas Indonesia yang diajar oleh Bapak Rhenald Kasali. Ceritanya, seluruh mahasiswa yang belajar di kelas tersebut, diberikan tugas yang menantang. Tugas apakah itu?

Tiap mahasiswa mendapat tugas untuk pergi keluar negeri, sendirian, tanpa didampingi orang tua atau siapapun. Selain itu, para mahasiswa tidak boleh memilih negara yang bahasanya mirip dengan Indonesia.ย Asyiknya lagi, tiap negara hanya boleh dikunjungi oleh satu orang saja. Tidak boleh ada mahasiswa yang tujuan negaranya sama. Gokil yak ๐Ÿ˜€

Tugas menantang ini sudah dimulai sejak perkuliahan dimulai, โ€œSiapa yang sudah punya paspor?โ€ menjadi pertanyaan pembuka yang didengar mahasiswa saat masuk kelas Pak Rhenald Kasali.

Seperti apa cerita lengkap Buku 30 Paspor di Kelas Sang Profesor? Kita ikuti bersama review sederhananya di Blog Catatan Bunda. Pasti seru yah, saat traveling untuk mengerjakan tugas kuliah, bisa sekaligus berkunjung ke berbagai tempat liburan yang ada di berbagai negara.

Jika bermanfaat, silakan share ya teman-teman. Semoga semakin banyak orang yang terinspirasi dari kisah-kisah yang ada di dalam blog Catatan Bunda.

review buku 30 paspor di kelas sang profesor - catatan bunda

Profil Singkat Buku 30 Paspor di Kelas Sang Profesor

Siapa yang menyusun buku 30 Paspor di Kelas Sang Profesor? Penulis buku ini ialah Jombang Santani Khairen (J.S. Khairen). Beliau merupakan asisten Rhenald Kasali di kelas Pemasaran Internasional. Sebelum menjadi asisten, J.S Khairen merupakan salah satu mahasiswa di kelas yang sama.

Penulis juga merasakan tugas yang sama seperti mahasiswa yang lain, yaitu pergi keluar negeri. Tiap angkatan, format kepergiannya berbeda-beda. Pada masa penulis menjadi mahasiswa, aturannya masih memperbolehkan satu negara dikunjungi oleh dua kelompok. Tiap kelompok terdiri dari dua orang.

Akan tetapi, peraturan tersebut terus direvisi setiap tahunnya. Hingga akhirnya, yang berlaku saat ini ialah tiap negara hanya boleh dikunjungi oleh satu orang. Tidak ada kelompok lagi seperti angkatan sebelumnya.

Buku ini ada dua edisi. Tiap edisi diisi oleh kisah detail tiap mahasiswa yang berkunjung ke negara pilihannya. Jadi supaya tidak terlalu tebal, akhirnya buku ini dijadikan 2 edisi. Edisi pertama sampul bukunya berwarna abu-abu. Sedangkan edisi kedua, sampul bukunya berwarna jingga atau orange.

Penerbitnya ialah Noura Books yang didistribusikan oleh Mizan Media Utama. Pada saat kami membelinya, buku ini sudah sampai cetakan keenam.

inspirasi menarik dari buku 30 paspor di kelas sang profesor - catatan bunda

Mengapa Harus Keluar Negeri?

Pertanyaan utamanya, mengapa sih harus memberikan tugas keluar negeri kepada mahasiswanya? Tentu, Rhenald Kasali mempunyai alasan khusus. Tidak hanya untuk gaya-gayaan semata.

Dalam sejarah, orang besar dilahirkan dari rangkaian kesulitan dan tantangan. Seperti kata pepatah, pelaut ulung lahir dari ganasnya ombak lautan. Tidak ada orang besar yang lahir dari hal yang mudah dan praktis.

Prinsip tersebut diaplikasikan dengan sangat baik ke dalam kelas beliau. Lahirlah metode tugas pergi keluar negeri untuk para mahasiswanya. Sang dosen ingin para mahasiswanya tumbuh menjadi orang yang tangguh dan unggul.

Keunggulan yang didapatkan seorang manusia tak pernah lepas dari seberapa hebat terlatihnya dia menghadapi aneka kesulitan dan tantangan kehidupan. Salah satunya ialah melalui perjalanan keluar negeri. Satu metode yang berada di luar zona nyaman. Tentunya hal ini dirasakan oleh semua mahasiswa di dalam kelas tersebut.

Keluar dari zona nyaman bukanlah hal yang mudah. Semuanya perlu latihan dan perjuangan. Seperti dalam proses kami belajar untuk mengembangkan toko online.

Tiap mahasiswa akan merasakan banyak hal baru di sepanjang perjalanannya. Bahkan saat belum berangkat sekalipun, pasti ada pengalaman unik di dalamnya. Bisa jadi pengalaman tersebut merupakan pengalaman pertama untuk seseorang. Lalu, saat tiba di negara tujuan, mereka akan berhadapan dengan bahasa yang asing, orang yang asing, dan tanpa pendamping sama sekali. Pada momen tersebut, akan muncul rasa terasing dan sekaligus tertantang.

Di dalam keterasingan, tidak ada orang yang mereka kenal di negara tujuan, mereka akan banyak berbicara pada diri sendiri. Mereka akan lebih mengenal dirinya sendiri.

Dengan mengenal dirinya sendiri, karakter pribadinya akan terbentuk secara lebih kuat. Akan berbeda halnya jika mahasiswa hanya duduk di kelas dan menerima materi perkuliahan dari dosen. Mereka tidak akan belajar menghadapi tantangan kehidupan yang sebenarnya.

Bepergian hanya seorang diri, tentunya mereka harus mempersiapkan segala keperluannya sendirian. Mulai dari mendapatkan tiket, proses pengajuan visa, rencana jadwal perjalanan, mendapatkan tempat menginap selama di negara tujuan, dan lain sebagainya.

Mahasiswa dituntut untuk berubah. Bertransformasi.

Review Buku 30 Paspor di Kelas Sang Profesor

Jadi, para mahasiswa di kelas Pak Rhenald Kasali ini harus memikirkan strategi masing-masing. Bagaimana caranya supaya bisa pergi keluar negeri sendirian? Tanpa siapa-siapa.

Selain itu, mereka juga berpacu dengan waktu karena sang dosen memberikan tenggat waktu yang tidak terlalu lama untuk menyelesaikan tugas traveling ini.

Para mahasiswa harus berpikir cepat dan menentukan negara pilihan yang menjadi tujuannya. Jika tidak cepat, pilihan negara tersebut akan diambil oleh temannya yang lain.

Selain harus cepat dalam memilih negara tujuan, mereka pun harus bergerak cepat untuk mengerjakan yang lainnya. Apa itu?

Proses menyusun jadwal perjalanan (itinerary) selama di negara tujuan.

Mau berapa hari berada di negara tujuan.

Harus segera membeli tiket pesawat untuk pergi ke negara tujuan.

Lalu proses untuk menerbitkan visa kunjungan yang tentunya membutuhkan waktu.

Selain itu, para mahasiswa juga harus berjuang untuk mendapatkan dana yang cukup untuk membiayai rencana perjalanan mereka selama berada di negara tujuan hingga kembali lagi ke Indonesia.

Perjalanan tiap orang untuk menyelesaikan tantangan di atas sudah dirangkum dengan sangat baik di buku 30 Paspor di Kelas Sang Profesor ini.

Ke mana saja negara tujuan para mahasiswa di dalam Buku 30 Paspor di Kelas Sang Profesor? Banyak sekali. Tentunya negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Timor Leste sudah dicoret dari negara yang boleh dikunjungi karena adanya kemiripan rumpun Bahasa dengan Bahasa Indonesia.

Para mahasiswa di kelas Rhenald Kasali mengunjungi berbagai negara. Mulai dari negara yang ada di kawasan Asia Tenggara, seperti Thailand, Myanmar, Filipina dan Vietnam. Lalu, ada yang menuju ke negara Asia lainnya seperti Jepang, Cina, Hongkong, Korea Selatan, hingga ke Nepal.

Tidak hanya menjelajah benua Asia saja. Mahasiswa lainnya ada yang menuju ke Benua Eropa. Negara pilihannya sangat bermacam-macam. Beberapa diantaranya ialah negara Turki, Jerman, Perancis, Belanda, Belgia, Italia, Islandia dan lain-lain.

Sementara ada juga yang memilih negara Amerika Serikat dan Australia sebagai tujuannya dalam mengerjakan tugas ini.

Pak dosen juga menginginkan para mahasiswa untuk tersesat selama perjalanan. Hehehe ๐Ÿ˜€

Beliau berpendapat, saat mereka tersesat selama di perjalanan, mereka akan menemukan jalan baru, pengalaman dan cerita baru yang luar biasa. Kisah mereka selama tersesat itu akan memberikan refleksi nilai kehidupan yang bisa mengalir ke semua orang yang membacanya di dalam buku ini. Laporan tugas yang diharapkan juga berupa laporan yang berisi catatan mereka selama perjalanan.

Nilai-nilai kehidupan yang mereka temukan saat berada di negara tujuan. Apa yang mereka rasakan, dan lain sebagainya. Semuanya bisa anda nikmati saat anda membaca Buku 30 Paspor di Kelas Sang Profesor ini.

Anda bisa dengan mudah menemukan buku ini di toko buku, baik toko buku offline hingga toko buku yang online. Menurut kami, banyak hal menarik yang bisa anda dapatkan saat membaca buku ini. Belajar dari pengalaman dan cerita para mahasiswa saat mereka berpetualang ke berbagai negara.

Dari buku ini, kami sekeluarga semakin tertarik untuk berpetualang dan traveling keluar negeri. Menjelajah dunia yang sangat luas. Mendapat banyak pengalaman dan kisah yang tidak terduga seperti para mahasiswa di kelas Pemasaran Internasional.

Cerita yang beragam disampaikan oleh tiap mahasiswa di dalam buku ini. Tiap orang menceritakan kisahnya dalam satu bagian. Anda bisa menikmati berabgai kisah yang sangat menarik. Bagaimana caranya berbicara dan menyampaikan maksud ke orang asing menggunakan bahasa asing hingga bahasa isyarat ๐Ÿ˜€

Di lain bab, anda bisa membaca kisah mahasiswa yang terlambat dan ketinggalan pesawat. Bagaimana paniknya mahasiswa tersebut? Lalu seperti apa solusi yang dijalankan? Menarik deh ceritanya.

Tantangan lainnya, bagaimana mahasiswa kesulitan untuk komunikasi ke keluarga yang ada di Indonesia. Mereka tidak bisa mengirim pesan melalui smartphone masing-masing. Ada mahasiswa yang hanya bisa mengandalkan koneksi WIFI untuk terhubung ke internet dan memberikan kabar ke keluarga.

Dan masih banyak lagi kisah menarik lainnya.

Buku yang sarat akan pesan dan nilai-nilai kehidupan. Selain tentunya mengiming-imingi untuk jalan-jalan keliling dunia. Hehehe ๐Ÿ˜€

Anda harus membaca sendiri kisah perjalanan mereka di Buku 30 Paspor di Kelas Sang Profesor. Selamat berburu dan membaca bukunya. Jika sudah baca, kami persilakan sharing juga kesan-kesannya di kolom komentar yang ada di bawah artikel ini. Selain itu, anda juga bisa bergabung di grup Telegram Catatan Bunda untuk diskusi bersama teman-teman yang lain.

Terimakasih banyak sudah berkenan menyimak review sederhana kali ini. Sampai jumpa di kesempatan selanjutnya ya ๐Ÿ˜€

(Visited 28 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Grup Diskusi

Channel Youtube

Copyright 2017 - Catatan Bunda