Free Update

Nikmati update cerita Catatan Bunda langsung di smartphone Anda. GRATIS ^_^

Bukit Teletubbies Blitar, Obyek Wisata Selfie di Tengah Keindahan Alam

Liburan keluarga berlanjut ke hari ketiga, kali ini salah satu tujuannya ialah rekreasi ke Bukit Teletubbies Blitar. Saat berlibur, kami memang pilih-pilih tempat untuk dikunjungi. Faktor anak-anak yang masih kecil menjadi satu pertimbangan. Obyek wisata apa yang sekiranya menarik untuk anak?

Oleh sebab itu, saat kami liburan ke Blitar, tidak semua tempat wisata kami datangi. Salah satu obyek wisata sejarah terkenal di Blitar ialah makam Bung Karno. Kami tidak datang ke sana. Mengapa? Salah satu faktor utamanya ialah karena faktor anak-anak. Mereka tentu belum paham sejarah. Jadi, tempat semacam itu tentu tidak menarik bagi mereka.

Kami pun browsing informasi di internet. Apa saja obyek wisata menarik yang tersedia di Blitar? Jalan-jalan ke Kampung Coklat sudah. Bermain pasir di Pantai Serang pun sudah dilakukan sepuasnya. Lalu ke mana lagi? Mumpung masih ada waktu, kami coba maksimalkan karena keesokan hari kami sekeluarga harus pulang ke Semarang.

Akhirnya pilihan jatuh ke Bukit Teletubbies Blitar. Seperti apa cerita perjalanan rekreasi ke obyek wisata tersebut? Ikuti selengkapnya di sini ya. Semoga bermanfaat πŸ˜€

wisata alam populer di bukit teletubbies blitar - catatan bunda

Rekreasi ke Bukit Teletubbies Blitar

Hari itu merupakan hari terakhir kami liburan di Blitar. Keesokan hari, kami akan pulang kembali ke Semarang. Jadi, kami ingin memanfaatkan waktu seharian penuh untuk jalan-jalan dari pagi. Seperti biasa, di rumah kami melakukan persiapan terlebih dahulu. Mulai dari sarapan pagi, mandi, dan mencicil membereskan barang bawaan.

Begitu semua persiapan selesai, kami berangkat menuju Bukit Teletubbies Blitar. Kali ini, tidak semua anggota keluarga yang ikut. Bapak dan ibu tetap tinggal di rumah karena mau menemui saudara yang lain. Pakde tidak ikut karena ada beberapa urusan yang harus diselesaikan di rumah. Jadi, yang ikut serta kali ini hanya keluarga kecil kami, adik, dan budhe. Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 08.00 – 08.30 WIB.

Tempat wisata ini merupakan salah satu obyek wisata hits dan terkenal di Blitar. Bukit Teletubbies Blitar sudah dibuka sejak tahun 2016. Obyek ini menawarkan banyak hal, mulai dari pemandangan alam yang indah dan berbagai atraksi foto yang menarik bagi para pengunjung.

Anda mengenal film Teletubbies? Serial televisi untuk anak yang terkenal pada masanya. Serial ini menceritakan kegiatan sehari-hari Teletubbies. Mulai dari keseharian di dalam rumah hingga bermain-main di bukit hijau yang ada di luar rumahnya. Bentuk rumahnya tergolong unik. Rumah teletubbies digambarkan berbentuk setengah lingkaran, mirip seperti rumah igloo yang berada di kutub.

Nah, Bukit Teletubbies Blitar menawarkan pemandangan yang β€œMIRIP” dengan lingkungan tempat tinggal Teletubbies. Bukit indah yang berwarna hijau dan bentuknya mirip seperti rumah teletubbies.

Ada beberapa tempat yang kami cari lebih dalam informasinya. Dengan gambaran seperti di atas, sepertinya cocok untuk tempat wisata keluarga bersama anak-anak. Itulah salah satu faktor mengapa kami memilih obyek wisata Blitar yang satu ini.

cerita liburan anak di bukit teletubbies blitar - catatan bunda

Lokasi Bukit Teletubbies Blitar

Perjalanan kami pun dimulai menuju lokasi wisata. Seperti biasa, kami mengandalkan petunjuk arah sepenuhnya dari aplikasi Waze. Dari rumah, waktu tempuh menuju Bukit Teletubbies Blitar diperkirakan 50 – 60 menit. Jarak menuju tempat wisata ini lumayan jauh, sekitar 23 – 24 km.

Ada beberapa rute yang disarankan oleh Waze. Pilihan rute yang ada pastinya memiliki perbedaan waktu tempuh, tetapi tidak terlalu jauh bedanya. Kami sama sekali tidak tahu jalur di Blitar. Oleh sebab itu, kami pilih yang estimasi waktunya paling cepat sampai saja πŸ˜€

Bukit Teletubbies terletak di Desa Sumberasri, Nglegok, Kabupaten Blitar. Jalanan menuju ke sana tidak terlalu padat. Kualitas jalannya lumayan nyaman untuk dilalui. Hanya ada satu bagian jalan yang harus dilalui dengan ekstra hati-hati. Tepatnya saat melalui jembatan sabuk yang menjadi aliran lahar Gunung Kelud. Jembatannya hanya bisa dilalui satu mobil saja, tidak bisa berpapasan. Jadi, kendaraan yang mau lewat harus bersedia untuk bergantian.

Sepanjang perjalanan, kami menikmati pemandangan di sekeliling jalan. Mulai dari melihat sawah yang terhampar luas, melihat gunung di kejauhan, hingga rumah-rumah penduduk. Anak-anak pun bisa menikmati perjalanan.

Harga Tiket Masuk Kawasan Bukit Teletubbies Blitar

Saat itu hari biasa, bukan hari libur atau tanggal merah. Jadi, prediksi kami, tempat wisatanya tidak akan terlalu ramai. Bisa jadi mirip seperti saat jalan-jalan ke Pantai Serang Blitar. Bisa menikmati sepuasnya tanpa berdesak-desakan dengan pengunjung lain.

Setelah melalui rute jalan yang ada di Waze, akhirnya tiba juga di gerbang masuk Bukit Teletubbies Blitar. Di gerbang sudah ada petugas yang berjaga untuk menyambut pengunjung dan menyediakan tiket masuk. Sebelum masuk, kami membeli tiket untuk menikmati kawasan Bukit Teletubbies.

Kami tetap berada di dalam mobil. Petugas datang menghampiri mobil, lalu menghitung jumlah orang yang berada di dalam. Harga tiket masuknya sangat murah, hanya Rp 5.000 / orang. Kedua anak kami masih gratis, tidak perlu membayar tiket masuk. Total pengeluaran untuk tiket masuk Bukit Teletubbies Blitar ialah sebesar Rp 25.000,-.

Rinciannya ialah sebagai berikut:

Tiket 4 orang dewasa (Rp 5.000 / orang) = Rp 20.000

Parkir mobil = Rp 5.000

Pembayaran hanya bisa menggunakan uang tunai ya. Tidak ada mesin gesek untuk kartu debit di loket masuk kawasan wisata. Jadi, pastikan persediaan uang tunai anda mencukupi saat wisata ke Bukit Teletubbies. Tempatnya lumayan jauh dari pusat kota. Jadi, suasananya masih sepi. Selain itu, tidak ada mesin ATM di sekitar tempat wisata. Anda bakal kerepotan jika tidak membawa sejumlah uang tunai saat tiba di sana.

spot foto paralayang di obyek wisata bukit teletubbies blitar - catatan bunda

Perjuangan Mendaki Jalanan Menuju Bukit Teletubbies

Setelah membeli tiket masuk, mobil langsung kami parkirkan di area yang sudah disediakan. Seperti dugaan awal, saat itu sepi sekali. Tidak ada mobil atau kendaraan lain yang parkir di Bukit Teletubbies Blitar. Hanya kami saja yang ada di tempat tersebut.

Lokasi Bukit Teletubbies terpisah lumayan jauh dari tempat parkir. Untuk menuju ke bukit, pengunjung harus melalui jalan setapak yang menanjak ke atas. Jalan akses ke bukit sangat terjal, berkelok-kelok, dan berpasir. Mobil tidak bisa melalui jalan tersebut. Oleh sebab itu, parkiran mobil diletakkan di bagian bawah.

Lalu, bagaimana caranya untuk menuju ke atas? Setidaknya ada dua pilihan yang bisa digunakan. Ada pangkalan ojek wisata yang siap membantu pengunjung untuk naik ke Bukit Teletubbies. Tarif ojek wisata di Bukit Teletubbies sebesar Rp 5.000 per orang untuk sekali jalan. Jadi jika mau naik ojek naik – turun bukit cukup sediakan Rp 10.000 per orang.

Sayangnya, kami datang saat hari biasa. Jadi, sama sekali tidak ada ojek wisata yang stand by di pangkalan. Benar-benar kosong, tidak ada satupun ojek yang ada. Sepertinya para ojek ini baru tersedia saat hari libur. Ketika libur, kemungkinan pengunjung yang datang akan lebih banyak. Peluang untuk laku bisa lebih besar. Sama persis dengan para pemilik warung yang ada di Pantai Serang Blitar. Mereka tidak menyediakan menu makanan terlalu banyak. Berbeda saat hari libur, stok makanan bisa lebih lengkap karena pengunjung yang datang biasanya lebih banyak.

Jadi, bagaimana jika tidak ada ojek sama sekali? Kami terpaksa harus menempuh pilihan yang kedua. Yaitu dengan cara berjalan kaki. Ya, kami harus menyusuri jalan setapak yang menanjak itu. Mulailah β€œperjuangan” kami berjalan kaki di jalan tersebut.

spot foto instagrammable di obyek wisata selfie bukit teletubbies blitar - catatan bunda

Pada awalnya, jalan kaki tidak terasa berat. Akan tetapi, lama kelamaan mulai terasa efeknya. Napas mulai berat, seiring jalanan yang semakin menanjak dan tidak kunjung usai. Kami kasihan pada budhe. Jika memaksakan diri tetap ikut, khawatir kondisi kaki dan tubuhnya tidak sanggup. Akhirnya, di tengah perjalanan budhe memutuskan untuk istirahat dan menunggu di bawah saja. Kami setuju dengan saran tersebut dan langsung mempercepat langkah supaya budhe tidak terlalu lama menunggu.

Kami jalan kaki kurang lebih 30 – 45 menitan. Banyak istirahat di tengah perjalanan. Untungnya banyak angin yang berhembus, jadi membawa kesejukan ke tubuh dan membuat tubuh tidak terlalu lelah. Setelah perjuangan panjang dan melelahkan, akhirnya kami tiba di puncak bukit.

Pada bagian puncak itulah kami bisa menikmati berbagai suguhan indah dari Bukit Teletubbies Blitar. Udaranya sejuk sekali saat ada di atas, walaupun hari sudah mulai panas dan menjelang siang hari. Hembusan anginnya sangat kencang.

Sambil istirahat dan duduk melepas lelah, kami melihat pemandangan. Sejauh mata memandang, kami bisa melihat pemandangan indah berwarna hijau. Luas sekali. Kami juga melihat bukit yang mirip seperti rumah Teletubbies. Dari kemiripan itulah yang akhirnya dijadikan sebagai nama obyek wisata.

Selain bisa menikmati pemandangan, ada beberapa wahana yang disediakan untuk pengunjung. Fungsinya mirip seperti saat kami jalan-jalan di Centrum Million Balls. Pengelola menyediakan berbagai spot yang bisa digunakan untuk berfoto bagi para pengunjung. Wisata selfie istilah kerennya saat ini.

Di atas, ada petugas yang sudah menunggu kami. Berhubung hanya kami yang datang, petugas itu langsung menghampiri kami. Dia memberi penjelasan tentang wahana foto dan tarifnya. Tiap wahana mempunyai tarif khusus bagi para pengunjung yang mau berfoto di dalamnya. Akan tetapi, pada hari itu berbeda jauh sistemnya. Petugas memberikan tiket borongan pada kami jika mau berfoto. Kami hanya dikenakan tariff Rp 15.000 per orang jika mau berfoto di seluruh wahana yang disediakan.

Ada spot foto apa saja di obyek wisata Bukit Teletubbies? Banyak sekali lho. Berikut ini beberapa spot foto yang bisa anda pilih:

  • Foto bersama Teletubbies
  • Foto paralayang
  • Foto di balon udara
  • Foto di rumah pohon
  • Foto di ayunan kayu
  • Dan masih banyak lagi.

Rata-rata tiap spot foto dikenakan biaya antara Rp 5.000 – Rp 10.000 per orang. Jadi, kami menghemat banyak saat datang ke sana. Cukup membayar Rp 15.000 saja, sudah bisa berfoto di semua spot foto yang instagrammable.

review jalan-jalan keluarga di bukit teletubbies blitar - catatan bunda

Sayangnya, tidak semua spot foto berada dalam kondisi yang baik. Beberapa sudah mulai ada yang pudar catnya, mulai berkarat, dan lain sebagainya. Kondisi yang terbuka menjadi penyebabnya. Terkena panas dan dingin silih berganti membuat kondisi spot foto mulai menurun kualitasnya. Bahkan balon udara sedang tidak terpasang ketika itu. Apakah sedang rusak atau bagaimana, kami tidak mendapat penjelasan yang pasti.

Kami tidak ambil pusing dengan semua itu. Sudah bisa datang dan menikmati Bukit Teletubbies menjadi perjalanan yang mengesankan. Walaupun untuk menuju ke lokasi perlu perjuangan yang tidak ringan. Kami mengambil paket foto untuk 2 orang saja. Saya berfoto bersama kakak Mirza. Sedangkan ayah, anak bungsu, dan adik tidak ikut berfoto.

Bukit Teletubbies Blitar yang sepi membuat teletubbiesnya ikut pergi. Tidak ada satupun yang terlihat di lokasi. Mereka baru datang saat hari libur saja, dimana jumlah pengunjung juga lebih banyak dibanding hari biasa. Belum rejeki anak-anak untuk berfoto dengan teletubbies, tidak apa-apa πŸ˜€

Kami menikmati aneka spot foto yang sudah disediakan. Sang pemandu di kawasan Bukit Teletubbies juga sangat membantu. Beliau membantu mengarahkan gaya saat difoto pada tiap spot foto. Selain memakai kamera DSLR dari pemandu, kami juga diijinkan untuk mengambil foto sepuasnya dengan kamera pribadi.

Tips bagi anda yang mau berkunjung ke Bukit Teletubbies Blitar. Persiapkan diri dengan membawa air mineral untuk persediaan selama menjelajah di kawasan wisata tersebut. Jika seandainya mengalami kejadian seperti kami, anda tidak akan kehausan saat berjalan kaki.

Begitu selesai berfoto di spot foto yang tersedia, kami langsung turun kembali. Budhe menunggu sendirian di bawah. Jika kami terlalu lama, rasanya tidak sopan meninggalkan budhe terlalu lama. Kami akan meneruskan perjalanan lagi ke tempat yang lain. Budhe berencana mengajak kami sekeluarga untuk berburu wisata kuliner enak di Blitar.

Demikian kisah singkat penjelajahan keluarga di Bukit Teletubbies Blitar. Semoga informasi dan cerita kali ini bermanfaat bagi pembaca sekalian. Sampai jumpa di cerita berikutnya πŸ˜€

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ada Pertanyaan?

Channel Youtube

Copyright 2017 - Catatan Bunda