Grup Diskusi

Ada pertanyaan dari informasi di Catatan Bunda? Bisa ditanyakan langsung di Grup

Belajar Paper Asset, Perjalanan Mengenali Dunia yang Belum Dikenal

Dalam kesempatan kali ini, kami coba membagikan pengalaman saat sedang belajar paper asset. Siapa yang menginginkan kehidupan bersama keluarga yang nyaman? Kami yakin, setiap orang dan setiap keluarga memiliki keinginan yang sama. Tidak ada satu orang pun di dunia yang ingin hidup sengsara di dunia. Setuju?

Untuk mencapai hal tersebut, tentu tidak mudah. Banyak yang harus dipersiapkan dan banyak yang harus dipelajari. Kecuali jika anda sudah kaya raya, tentu sudah bukan masalah lagi. Gimana caranya bisa kaya raya? Hmmm, banyak sih caranya. Coba aja satu diantaranya, nikahin orang kaya. Terjawab sudah pertanyaannya πŸ˜€

Kehidupan keluarga merupakan rangkaian berbagai proses. Banyak keperluan yang harus direncanakan dengan baik. Mulai dari kebutuhan sehari-hari, kebutuhan pribadi, kebutuhan anak-anak, hingga impian besar dalam satu keluarga.

Walaupun terdengar klise, tetapi hal ini tidak bisa dihiraukan begitu saja. Apalagi bagi kami yang sudah hidup berumahtangga dan sudah dikaruniai buah hati. Dengan merencanakan hal ini, maka kehidupan keluarga bisa lebih nyaman. Apakah itu? Yang kami maksud dalam kesempatan cerita kali ini ialah perencanaan keuangan keluarga.

Dari waktu ke waktu, biaya hidup akan semakin bertambah. Suka atau tidak suka, disadari ataupun tidak, kita semua akan menghadapi hal tersebut. Contohnya, saat keluarga kami dikaruniai buah hati, sudah pasti akan menambah segi biaya yang harus disiapkan. Belum lagi dari sisi yang lain dan tanpa disadari seperti faktor inflasi.

latihan menganalisa saham saat belajar paper asset di bandung - catatan bunda

Belajar Paper Asset untuk Merencanakan Keuangan Keluarga

Jika tidak mulai direncanakan, akan memiliki dampak yang mengerikan pada masa yang akan datang. Kami tidak menginginkan masalah semacam itu bisa menimpa keluarga tercinta. Tentunya kita semua juga tidak mau. Oleh sebab itu, belajar merencanakan keuangan keluarga sejak awal menjadi sangat penting. Bagaimana caranya?

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan keuangan keluarga di masa mendatang. Salah satunya ialah dengan melakukan investasi. Kita semua tentunya sudah sering mendengar istilah yang satu ini. Lalu, investasi seperti apakah yang memiliki hasil terbaik?

Proses pencarian jawaban inilah yang seru bagi kami. Waktu belajarnya pun bisa bertahun-tahun. Analoginya seperti saat kami akan membeli sebuah smartphone baru. Kami akan memulai dengan menganalisa fitur apa saja yang kami perlukan di dalam sebuah smartphone.

Apakah dari kameranya yang sudah memiliki pengaturan seperti kamera DSLR?

Apakah dari chipset di dalamnya yang memiliki tenaga besar?

Apakah dari RAM yang besar?

Apakah dari besarnya kapasitas internal di dalam smartphone?

Apakah harus dari sebuah merk tertentu? Atau bisa dari merk lain sebagai alternatif pilihan?

Dan berbagai pertimbangan lainnya.

Setelah menganalisa kebutuhan pribadi, mulailah kami ke tahap mencari informasi. Dari manakah informasi ini kami dapatkan? Untuk mencari smartphone, kami biasanya mencari berbagai review yang ada di Youtube. Banyak sekali channel yang membahas mengenai aneka jenis smartphone.

Informasi yang didapat dari berbagai channel Youtube akan kami saring. Mana yang cocok dengan preferensi dan kebutuhan kami. Dari situlah kami akan memutuskan pilihan tentang sebuah smartphone.

Saat membeli sih biasa saja ya, sama saja seperti konsumen-konsumen yang lain. Pengalaman yang seru justru datang dari prosesnya. Sama seperti ketika kami belajar mengenai perencanaan keuangan keluarga.

Banyak instrument investasi yang tersedia di luar. Bagi orang awam seperti kami berdua, menentukan pilihan produk akan menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana tidak? Jika salah pilih, resiko rugi menjadi konsekuensinya. Oleh sebab itu, untuk memperkecil resiko, kami harus belajar.

Ada satu prinsip yang selalu kami gunakan dalam kaitannya untuk memperkecil resiko. Sampai saat ini, kami masih menggunakan prinsip tersebut. Apa itu? Bahasa kerennya seperti ini:

Don’t put your eggs in the same basket (jangan letakkan telurmu di dalam satu keranjang yang sama).

Apa kaitannya dengan dunia investasi? Maknanya, jangan pernah meletakkan investasi di dalam satu jenis / bidang / perusahaan yang sama.

Dari prinsip itulah kami belajar untuk memperkecil resiko. Harapannya semua investasi bisa untung terus menerus. Akan tetapi, namanya bisnis atau investasi, resiko untuk rugi tetaplah ada. Itulah yang harus dikendalikan. Jika harus rugi, jumlahnya tidak terlalu besar. Supaya investor (baca: kami sendiri) tidak sampai shock πŸ˜€

Mulailah kami mencoba menerapkan prinsip tersebut. Tabungan yang kami miliki diolah sedemikian rupa supaya bisa terus produktif. Jangan sampai mendekam dan diam terlalu lama di dalam tabungan. Jika tidak dikelola, bukannya untung, malah akan semakin tergerus oleh inflasi saja.

Upaya memproduktifkan tabungan ini bentuknya bisa bermacam-macam ya. Ada beberapa instrument yang digunakan oleh orang kebanyakan. Beberapa diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Tanah atau lahan;
  • Rumah;
  • Logam mulia;
  • Reksadana;
  • Dan berbagai jenis instrument lainnya.

Mana yang terbaik? Hal ini kembali lagi pada penilaian dan preferensi masing-masing. Tiap orang bisa memiliki profil resiko yang berbeda-beda.

Beberapa tahun terakhir ini, kami β€œmenabung” dalam bentuk reksadana. Tujuannya jelas, supaya dana yang dimiliki bisa produktif dan terus berkembang. Ada beberapa pilihan reksadana yang kami gunakan. Dari pilihan tersebut, ada yang terus berkembang dananya. Pada lain pihak, ada juga produk reksadana yang performanya tidak terlalu menggembirakan.

mengenal saham lebih dalam dari berbagai aspek saat belajar paper asset di bandung - catatan bunda

Belajar Paper Asset di Bandung

Mengetahui hasil dari reksadana, membuat kami putar otak lagi. Pertanyaannya tetap sama. Bagaimana caranya supaya dana yang dimiliki bisa lebih produktif? Sampai akhirnya kami bertemu dengan Profita Institute.

Adakah diantara anda yang sudah pernah mendengar istilah Paper Asset? Jika sudah, kami ucapkan selamat. Jika belum, maka kita sama. Kami berdua baru mulai belajar dan mengenal lebih dalam tentang paper asset. Cara paling mudah ialah bertemu dengan ahlinya. Belajar paper asset melalui pelatihannya.

Makhluk seperti apa sih paper asset itu? Secara sederhana, paper asset bisa diartikan sebagai asset yang berbentuk kertas. Kertas ini bisa diartikan sebagai kepemilikan sebuah produk atau perusahaan. Definisi lainnya ialah segala jenis asset yang berada di pasar uang dan pasar modal.

Contoh yang bisa ditemui di pasar uang ialah valuta asing, surat utang negara, dan obligasi. Sementara di pasar modal punya jenis produk yang berbeda. Beberapa contohnya ialah saham dan reksadana.

Bak gayung bersambut, kami menemukan ada pelatihan yang diadakan di Bandung. Untung saja waktunya tidak bentrok dengan tugas mendampingi anak saat lomba drumband sekolah. Alhamdulillah, tim sekolah anak jadi juara umum loh. Uhuk πŸ˜€

Dengan lokasi di Bandung, kami tidak perlu jauh-jauh keluar kota untuk belajar paper asset. Awalnya, hanya saya saja yang akan dikirim untuk belajar paper asset. Akan tetapi, ternyata ada penawaran harga khusus untuk pasangan suami istri. Akhirnya, kami putuskan untuk ikut trainingnya berdua.

Mendengar pelatihan tentang paper asset, kami menduga trainingnya akan berlangsung dengan serius. Lokasi pelatihannya saja dilakukan di hotel. Pembicara akan tampil dengan pakaian rapi dan berdasi. Ditambah lagi dengan penyampaian materi yang kaku dan berbagai istilah dengan bahasa yang rumit.

Saat datang ke lokasi untuk mulai belajar paper asset, semua asumsi awal kami langsung gugur. Mentor yang mengajar di kelas sangat santai. Penampilannya jauh berbeda dengan perkiraan awal sebelumnya. Hal ini punya tujuan tersendiri. Pak guru ingin memberikan kesan bahwa belajar paper asset ini sangatlah menyenangkan.

belajar paper asset bersama profita institute di bandung - catatan bunda

Apa saja yang dipelajari saat belajar paper asset bersama dengan Profita Institute?

Dalam pelatihan ini, peserta diajari bagaimana cara berbisnis saham. Ada banyak materi yang disampaikan. Jadi, kami harus benar-benar menyiapkan tenaga seharian penuh untuk menyimak materi yang disampaikan. Apa saja yang dipelajari dalam workshop satu hari ini? Secara garis besar, materi yang didapatkan ialah sebagai berikut:

  • Mengapa harus mulai berbisnis saham?
  • Seperti apa sih payung hukum dalam saham?
  • Bagaimana pandangan agama Islam dan ulama mengenai saham?
  • Bagaimana cara menganalisa saham dengan mudah?
  • Apa saja yang diperlukan untuk bisa menjalankan bisnis saham?
  • Indikator apa saja yang harus selalu diperhatikan?
  • Dan masih banyak materi menarik lainnya.

Di sini, banyak persepsi awal kami yang ternyata salah. Bisa jadi, persepsi ini mewakili persepsi masyarakat pada umumnya. Seperti anggapan bahwa belajar paper asset itu sangat sulit. Ternyata, setelah mengikuti materi, tidak sesulit dan menyeramkan seperti perkiraan kami sebelumnya.

Materi yang disampaikan memang sangat padat. Akan tetapi, semuanya dikemas dengan gaya bahasa yang mudah dicerna oleh orang awam seperti kami berdua. Bahkan, peserta lainnya ada yang berumur jauh lebih muda dari kami berdua. Ada peserta yang masih bersekolah di sekolah menengah umum. Ada lagi yang masih berstatus sebagai mahasiswa.

Setelah selesai materi belajar paper asset di dalam kelas, kami tidak dibiarkan berjalan sendirian. Ada grup alumni yang sudah disediakan sebagai tempat diskusi. Tidak hanya diskusi, di dalamnya dijadikan tempat berbagi peluang. Jadi, harapannya ialah semua alumni pelatihan bisa sukses dalam menjalankan bisnis saham.

Ada manfaat lain yang kami rasakan setelah selesai belajar paper asset hari itu. Kami bisa diskusi berdua saat menganalisa saham tertentu di rumah. Jadi, sama-sama belajar supaya analisanya semakin matang. Jika hanya ikut sendirian, bisa cepat lupa dan masih takut-takut saat menganalisa. Tenang saja, kami masih sangat pemula dan masih perlu banyak belajar di dunia saham. Ikut pelatihannya saja baru beberapa minggu yang lalu, hehehe πŸ˜€

Guru kami saat belajar paper asset memberikan analogi yang menarik. Berikut ini kami kutip dari status Facebook beliau mengenai edukasi saham. Sangat sederhana dan menurut kami mudah untuk dipahami oleh orang awam seperti kami.

Edukasi Belajar Paper Asset part 1

BELI SAHAM = BELI SAWAH

Sumber: https://www.facebook.com/purnomo.sony

Secara sederhana saya bisa sampaikan bahwa investasi di saham itu sama dengan beli sawah.

Saat beli sawah, kita bisa mengharap 2 keuntungan:
1. Hasil panen
2. Peningkatan harga sawah di kemudian hari.

Hal yang sama juga terjadi saat kita investasi di saham. Ada 2 keuntungan yang bisa kita harapkan:

  1. Bagi hasil laba perusahaan (deviden)
  2. Pertambahan nilai saham di masa mendatang (capital gain).

Bedanya, modal beli sawah minimal puluhan/ratusan juta rupiah. Sementara modal beli saham, minimal hanya belasan ribu saja.

Tapi ingat, apapun bisnisnya, yang utama adalah kuasai ilmunya.

Edukasi Belajar Paper Asset part 2

BERAPA MODAL UNTUK BELI SAHAM?

Sumber: https://www.facebook.com/purnomo.sony

Masyarakat selalu berpikir bahwa bila hendak berbisnis/trading saham maka dibutuhkan dana yang banyak, hingga banyak yang berpikir bahwa saham itu hanyalah bisnis orang kaya. Rakyat jelata tak akan sanggup membelinya.

Bila temans sekalian jg berpikir demikian, silahkan dilanjut membaca penjelasan saya ini…

@@–@@–@@

Teman-teman sekalian pernah dengar nama Garuda Indonesia?

Yup, GIA adalah BUMN terbesar bidang transportasi udara. Saya kasih tahu, harga saham GIA pagi ini (27 des ’18) kmaren adalah Rp. 240/lembar. Ya, bener, hanya DUA RATUS EMPAT PULUH RUPIAH per lembarnya.

Atau teman-teman sekalian pernah dengar nama Krakatau Steel?

Sekali lagi, KRAS adalah BUMN produsen logam. Saya kasih tahu harga sahamnya pagi ini ya. Hanya Rp 400/lembar saham. Ya, hanya EMPAT RATUS RUPIAH per lembarnya.

Atau ini…

Mbak mbak pasti kenal ama Sari Ayu Martha Tilaar, bukan?

Nah, minggu lalu harga saham perusahaan ini adalah 110!! Ya, benar. Hanya SERATUS SEPULUH rupiah per lembarnya. Padahal beberapa bulan lalu harga saham perusahaan ini hanya 70 rupiah! Murah apa murah banget, coba?

Dan masih buanyak lagi perusahaan yang harga sahamnya lebih murah, bahkan ada banyak yang harganya dibawah 100/lembar.

Mari kita bandingkan dengan biaya parkir. Parkir motor minimal sekarang 500 sekali parkir. Sedangkan parkir mobil minimal 2000.

Atau boleh lah kita bandingkan dengan biaya untuk sekali pipis di terminal yang minimal 2000 sekali cuurrr πŸ˜€

So, siapa bilang saham itu mahal?

@@–@@@–@@

Akan tetapi, ada yang perlu dicermati dalam bisnis saham.

Sama seperti kalau teman sekalian beli kangkung di pasar, tidak boleh kita beli kangkung 1 batang. Kalau beli kangkung pasti minimal 1 iket. Betul?

Nah, di saham pun sama.

Kita tidak bisa beli saham hanya 1 lembar. Kita beli saham juga minimal harus 1 iket atau dalam istilah resminya disebut “lot”. Jadi kita belanja saham minimal 1 lot.

1 lot itu berisi 100 lembar saham.

Jadi bila kita beli saham Garuda indonesia, kita harus memiliki uang minimal 100 x 240 atau senilai 24.500.

So, hanya dengan uang Rp. 24.500 kita sudah bisa beli saham Garuda Indonesia. Kita sudah bisa meng-claim bahwa kita sudah jadi ownernya Garuda Indonesia.

Atau mbak mbak pelanggan kosmetik Sari Ayu bisa menjadi pemilik perusahaan Sari Ayu hanya dengan uang 11.000. Jadi bukan sekedar konsumen saja, tapi owner sekaligus!

Sampai sini bisa dipahami? Atau ada pertanyaan lain?

Masih banyak lagi penjelasan ringan seputar paper asset dari guru kami. Jika kepo, silakan cari saja nama Profita Institute di Google untuk belajar paper asset lebih dalam. Alternatif lainnya, silakan cari nama guru kami di Facebook.

Setelah fokus belajar paper asset seharian, bisa dipastikan tubuh akan kelelahan. Perut pun keroncongan. Sudah waktunya untuk mencari tempat makan keluarga yang enak. Banyak lho tempat kulineran yang mantap di Bandung πŸ˜€

Semoga curhatan kali ini membawa manfaat bagi semua pembaca setia Catatan Bunda.Β  Terimakasih banyak sudah berkenan menyimak cerita belajar paper asset kali ini. Sampai jumpa pada perjalanan kami lainnya πŸ˜€

(Visited 206 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Grup Diskusi

Channel Youtube

Copyright 2017 - Catatan Bunda